
Lima belas menit menunggu, nyatanya tidak ada pihak yang bisa menemukan Theon dan Rena. Setiap kali ada anjing pelacak yang mendekati Theon, dia selalu melepaskan kemampuan hewan buasnya yang membuat anjing itu pergi. Meskipun sebenarnya, Lyu Shui sendiri benar-benar begitu ketakutan ketika ada anjing pelacak.
Mereka kali ini di dalam sebuah taksi, dengan keadaan yang benar-benar sudah begitu petang, pertanda hari sudah begitu malam. Tidak heran, sebenarnya mereka berempat berangkat pada sore hari ketika mereka sudah pulang dari sekolah dan langsung untuk berangkat.
Jika acara festifal Zuan adalah esok pagi, maka kepala sekolah harus mencari sebuah hotel terlebih dahulu. Tidak perlu sebenarnya, karena keluarga Zuan sudah menyiapkan penginapan secara gratis bagi pengunjung yang akan menghadiri festifal untuk esok yang mana hotel tersebut merupakan hotel pribadi milik keluarga Yuan sendiri.
Beberapa menit kemudian, pada akhirnya mereka sudah berada di sebuah hotel yang begitu megah, dengan rumah besar di sampingnya yang diyakini merupakan rumah milik keluarga Yuan yang kemungkinan akan menjadi sebuah acara untuk esok. Lebih tepatnya, pada malam hari, Theon dan yang lainnya sudah menginjak lobby hotel, disapa dengan hangat oleh para pelayan hotel.
“Mohon maaf tuan dan nona. Hotel ini tidak menerima tamu secara umum, karena sudah dipesan secara pribadi oleh keluarga Zuan.” Kata salah soerang pelayan.
Lyu Shui mengangguk, dia mengerti sambil berkata, “Aku tahu, kata kunci festifal keluarga Zuan, bintang neutron.”
“Oh, maafkan aku. Baik, karena kalian tiga orang, maka kami hanya meyediakan maksimal dua kamar.” Kata pelayan tersebut.
“Baiklah, Rena kau bisa tidur denganku. Dan Theon, kau tidur sendiri.”
“Tidak, daripada aku tidur dengan kepala sekolah, maka aku memilih tidur dengan Theon.” Rena mengerutkan dahinya. Bagaimana tidak? Tentu akan sangat merepotkan apabila tidur bersama dengan wanita tua yang bukan ibunya, ya meskipun kepala sekolah tidak terlalu tua, pasti sikapnya yang akan begitu merepotkan. Sehingga, dia memilih tidur bersama Theon. Lagipula, sudah satu minggu ini mereka tidur dalam satu atap tanpa aneh-aneh.
“Hei-hei, kalian pasti melakukan tindakan yang melanggar norma, aku tidak akan megizinkan.” Lyu Shui berkata dengan tegas.
“Daripada kalian berdebat dan membuang-buang waktu, aku akan menuju kamarku terlebih dahulu. Pelayan, antarkan aku menuju kamarku.” Theon berkata dengan begitu datar sambil meminta bantuan pelayan.
“Baik tuan, aku akan mengantar Anda.” Salah satu pelayan mengangguk.
Theon mengikuti pelayan tersebut, disusul dengan Rena yang berlari di belakang Theon meninggalkan kepala sekolah. Yang mana membuat kepala sekolah benar-benar tidak habis pikir. Bagaimana tidak? Seorang wanita muda tampak begitu berani satu kamar dengan temannya.
.....
“Aku akan tidur di sofa, kau bisa tidur di kasur. Lagipula, hei, hei, penginapan ini tampak begitu modern, berbeda jauh dengan penginapan yang ada di alam dewa yang beralaskan papan kayu dan tidak ada ranjang di atasnya.” Theon berkata dengan Rena sambil memuji hotel yang terkesan mewah ini.
Rena mengangguk, meskipun sebenarnya dia merasa berat karena membiarkan Theon untuk tidur di atas sofa. Namun, dia juga masih duduk di sofa terlebih dahulu karena sepertinya Theon ingin bertanya secara lebih.
“Itu artinya Rolland juga mengikutinya? Dan dia sebenarnya juga berada di hotel ini.” Theon bertanya sekaligus menebak.
“Mungkin saja, tapi bisa jadi tidak hanya Rolland. Siapa tahu teman sekelas atau munkin satu sekolahan ada yang memiliki kekuatan elemental. Karena, hanya Rolland dan Anda saja yang aku ketahui.” Kata Rena menjawab.
Yaah untung saja Rena menjelaskan bahwa semua itu tidak luput dari mulut ke mulut, masih menggunakan cara yang begitu kuno bahwa keluarga Zuan mengirimkan beberapa pesuruh menuju pulau Zenphyra, Envuella yang Theon tinggali, lebih tepatnya provinsi Envuella timur. Dan juga tersebar tidak hanya di pulau itu saja. Kemudian, menyebar melalui mulut, yang mana disampaikan oleh elementalist kepada elementalist pula. Karena tidak mungkin elementalist membocorkan rahasia ini kepada rakyat biasa.
“Aku benar-benar beruntung memilikimu di dunia ini yang mana menempati tubuh seseorang yang juga mengerti tentang rahasia di bali dunia ini. Entah, aku tidak tahu bagaimana jadinya jika aku tidak mengetahui informasinya.” Kata Theon sambil menguap kantuk.
Hal itu tentu saja membuat Rena tersenyum malu, pipinya berubah menjadi merah karena ucapan Theon barusan. Entah itu disengaja atau mungkin salah bicara, Rena sama sekali tidak peduli, dia memilih untuk mematikan lampu dan tidur karena sang pangeran sendiri sudah merasakan kantuk yang begitu berat.
....
Keesokan harinya, semua penghuni hotel berbondong-bondong menuju kediaman keluarga Zuan yang begitu besar karena memang acaranya dimulai pada hari ini. Tentunya, Theon bisa melihat dengan jelas bahwa semua orang yang ada di rumah Zuan ini merupakan dari kalangan atas, seperti keluarga pemimpin perusahaan, atau mungkin juga mafia. Yang mana itu adalah informasi dari Rena sendiri. Bahkan dari segi pakainpun bisa dilihat bahwa
Theon juga bisa melihat semua orang tampak berpesta sebelum pembukaan labirin millie mundi dimulai.
“Hei!”
Seketika, Theon merasakan bahwa ada yang menepuk pundaknya. Sehingga, dia menoleh ke belakang dan ingin melihat, siapa yang menepuknya kali ini? tapi, siapa yang menyangka, saat dirinya berbalik badan, sebuah pukulan dengan elemen petir hendak mendarat di wajahnya yang membuat Theon sendiri benar-benar kaget, apalagi ini merupakan tempat yang begitu ramai.
Untung saja, ekor Genbu, yang merupakan wujud ular keluar dari tubuh Theon, membentur tubuh seseorang yang menyerang Theon secara tiba-tiba, yang tidak lain merupakan Jean itu sendiri, yang sepertinya memiliki sebuah dendam pribadi kepada Theon.
Hal tersebut membuat Theon terpental jauh ke belakang, membuat pesta tiba-tiba terhenti karena ada sebuah problematik yang sama sekali tidak begitu diharapkan. Bahkan, pandangan orang-orang dengan begitu tidak senang mengarah kepada Theon karena membuat masalah secara tiba-tiba.
“Hei nak, ini bukan saatnya untuk memamerkan kekuatan. Lagipula, kau berasal darimana?” Salah seorang wanita muda dengan pakaian berwarna merah, yang mana merupakan seumurannya, dengan panggilan ‘nak” nya menatap Theon dengan begitu sinis.
Jean mencoba untuk berdiri sambil memegang perutnya, kini dia tersenyum saat melihat bahwa Theon menjadi pusat perhatian karena tindakannya yang begitu ceroboh. Bahkan, dia mencoba untuk memanas-manasi keadaan sekitar. “Wah-wah, ada manusia rendahan yang mencoba untuk menyerangku? Putra ketua mafia geng Sekeleton?”
“Sial.” Batin Theon dengan begitu dingin. Rena yang ada di sampingnya untung saja berpihak kepadanya sehingga dia juga menatap para pengunjung dengan sinis.
“Dia sendiri yang mulai! Sebelumnya dia bahkan memiliki urusan dengan kami di sebuah pesawat.” Rena mencoba untuk mendukung Theon. Sambil menatap wanita yang menggunakan pakaian merah, yang tidak lain salah satu putri dari tiga besar keluarga terkuat di negara ini, satu tingkat dibawah keluarga Jean Skelet yang ayahnya merupakan pemilik mafia geng Skeleton.
Atau urutannya yang merupakan keluarga terkuat di negara ini, diawali dari keluarga Zuan sebagai tingkat pertama, kemudian keluarga Skelet milik Jean yang mana keluarga dan pekerjaan keluarganya tidak terlalu diketahui oleh publik. Serta yang ketiga adalah Scott, yang mana juga keluarganya merupakan pemilik mafia sama seperti Skelet yang mana juga tidak terlalu diketahui oleh publik.
Juga merupakan keluarga terkuat di pulaunya masing-masing, seperti keluarga terkuat di Neverly atau tempat festival ini berada, Skelet yang berasal dari Envuella, serta Scott yang berasal dari pulau Zenphyra.