The God in the Modern World

The God in the Modern World
Bodoh, ini belum berakhir!



Theon mengeluarkan sebuah ledakan cahaya dari telapak tangannya, mengarah ke arah Theon Alzma yang membuka matanya dan benar-benar cukup terkejut apa yang dia lihat.


Meski terkejut, tampaknya Theon Alzma sama sekali tidak menerimanya. Sebelum kematiannya terkena sebuah ledakan cahaya, Alzma berteriak. “Aku akan kembali dan membalas dendam! Ingat, paradox loop akan terus berlaku, dan jiwa Theon Alzma setelah kematian saat remaja  akan terus ke masa lalu untuk menjadi petinggi dunia! aku akan berusaha mengingat itu!”


Persetan dengan itu semua, Theon sama sekali tidak memperdulikannya. Tampaknya, ledakan yang dia keluarkan benar-benar maha dahsyat. Mungkin ledakan cahaya yang mengenai Alzma membuat kawah yang cukup besar di bulan, namun tampaknya tidak berhenti begitu saja, ledakan tersebut semakin meledak ke dalam dan semakin ke dalam dan keluar dari sisi lain.


Sungguh, benar-benar energi yang cukup besar, bahkan Theon sendiri juga tidak mengira bahwa kekuatannya akan menghancurkan bulan. Apalagi, ledakan tersebut sanggup membuat dia terdorong dan kembali ke bumi, sambil melihat kedua sisi rembulan yang telah dia hancurkan.


Theon berdecak kesal, ini merupakan sebuah ketidak sengajaan yang mungkin akan berdampak buruk bagi peradaban manusia. “Aku harus membuang kepedulian itu, lagipula sudah tidak ada lagi peradaban manusia.”


Di sisi lain, mungkin akan menjadi sebuah pertanyaan. Bagaimana mungkin Theon tetap bertahan satu hari penuh tanpa kehabisan energi? Bahkan dia terus menerus mengeluarkan elemental cahaya yang mungkin akan menguras energi orka yang cukup banyak. Terlihat sangat mustahil bagi para elementalist.


Hanya saja, orang yang melihatnya akan muntah darah. Kemampuan ini hanya bisa dilakukan oleh dewa sepertinya, yaitu dia akan menggunakan sebuah energi alam yang kemudian ditransformasikan menjadi sebuah orka dan keluar menjadi sebuah unsur elemen.


Tapi itu tampaknya tidak begitu sembarangan, orang yang melakukan itu seperti Theon, harus menciptakan sebuah kloningan dan melakukan posisi lotus untuk menyerap energi alam. Yang kemudian, energi alam itu akan dikirim kepada tubuh utamanya.


Bisa dibilang, Theon menciptakan kloningan di suatu tempat, yang benar-benar cukup tersembunyi, setidaknya mengandung energi alam seperti pinggiran sungai yang masih terjaga kondisi alamnya. Sehingga, kloningan tersebut berusaha berkonsentrasi menggunakan energi alam di sekitar, yang kemudian ditransfer ke tubuh utama untuk mengolah orka.


Konsepnya seperti itu, mungkin kemampuan menyerap energi alam jauh lebih gila dibandingkan dengan Zeno’s God, atau ayah Theon. Dia sama sekali tidak perlu berkonsentrasi untuk menyerap energi alam. Ketika dia bertarung sekalipun, ayah Theon mampu menyerap energi alam dan mengolah menjadi orka secara langsung tanpa berkonsentrasi.


......


Di sisi lain, Lesha cukup berkonsentrasi untuk menambal keretakan dimensi ruang hampa yang ada di depannya. Itu benar-benar akan menjadi sebuah masalah apabila ruang kosong di depannya membuat sebuah lubang dari ruang hampa yang cukup besar, sehingga mampu membuat Azazel akan keluar.


Sayangnya, energi kematian dari para keturunan avatar dewi rembulan generasi pertama yang telah gugur, terus membuat keretakan dimensi cukup lebar, seolah membuat Lesha tampaknya harus beradu energi untuk menghentikan sebuah keretakan tersebut.


Hanya saja, konsentrasi Lesha pecah, ketika dia menatap ke atas, memperhatikan sebuah ledakan yang maha dahsyat yang mungkin membuat dirinya harus membuka mulutnya cukup lebar.


Mungkin tidak hanya Lesha, melainkan Rena yang cukup terkejut saat mengetahui bahwa dua sisi bulan seolah hancur hingga membuat sebuah pandangan yang cukup mencengkam. Para roh juga membuka matanya lebar-lebar saat melihat ledakan rembulan yang benar-benar cukup mengerikan.


Di sisi lain, para undead telah kehilangan kendali mereka. Tubuh mereka berubah menjadi sebuah serpihan debu, dengan memperlihatkan jiwa-jiwa mereka yang menuju ke langit seolah tidak ada lagi sebuah kekangan yang mengganggu mereka.


“Bukankah itu artinya, Theon sudah membunuh kembaran dewasanya? Sehingga membuat Undead keluar dari rantai besi yang mengikat jiwa mereka?” Tanya Strega dengan penuh penasaran. Dia benar-benar tidak menyangka akan bertarung bersama dengan Theon.


Sang robot itu mungkin hanya kesulitan untuk bertarung. Apalagi kondisi sudah malam yang membuat dia kesulitan untuk mendapatkan sebuah panel surya. Sehingga, dia memilih mundur dan menjaga temana Theon yang tidak melakukan apa-apa.


Sedangkan Ali, dia mengangkat ujung bibirnya. Ketika dia mengingat bahwa ada dua Theon yang memilih jalan yang berbeda-beda, ketika Alzma memilih untuk menuju sebuah kesesatan karena hidupnya dipenuhi oleh sebuah balas dendam, sedangkan Theon yang satunya memilih jalan yang berbeda, seolah tidak memiliki rasa dendam dan terus membuat dunia lebih aman.


Dia bisa menyimpulkan, ketika orang yang diremehkan akan memiliki dua pilihan, yaitu membalas dendam dan akan menunjukkan jati diri untuk membuktikan. Untung saja, dia hidup bersama Theon yang sedikit memiliki dendam, dan hanya berusaha menunjukkan jati dirinya. Jika dia dendam, orang seperti Rolland, dan Lesha pasti tidak akan berdiri di sisinya untuk menyelamatkan manusia dari kehancuran.


“Aku sama sekali tidak berguna. Tampaknya hanya aku yang tidak memiliki kekuatan apa-apa di sini.” Ali tersenyum kecut sambil menatap sebuah rembulan yang hancur. Siapa yang berpikiran, bahwa kemungkinan Theon lah yang melakukan itu semua?


“Theon adalah Lord Unknown, Rena adalah Dark Witch, disebut-sebut Lesha adalah avatar dewi rembulan. Benar-benar, mereka semua sepertinya adalah seorang dewa dan dewi.”


Semua roh cukup senang ketika undead telah terbunuh, mereka saling menatap bahwa dunia tidak ada lagi sebuah ancaman. Dan antara manusia dengan roh akan hidup secara berdampingan.


“Bodoh, ini belum berakhir!” Teriak Lesha dari kejauhan.


Para roh melihat bahwa ada sebuah keretakan ruang kosong di depan Lesha, yang mana keretakan itu seolah mengumpulkan energi kematian yang cukup pekat.


Kelengahan Lesha membuat dimensi itu semakin retak dan mengakibatkan sebuah lubang yang cukup besar di ruang hampa. Yang membuat Lesha sendiri berteriak untuk mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menambal segel ruang hampa milik avatar dewi rembulan untuk memenjarakan iblis Azazel.


Semua orang dan roh hanya diam karena tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. Karena kemampuan untuk menyegel atau mungkin menambal segel hanya bisa dilakukan oleh avatar dewi rembulan saja.


Hanya saja, Lesha terlempar ke belakang saat energi yang cukup kuat. Energinya mungkin cukup terkuras dengan sangat banyak..


Suara detakan terdengar dengan cukup keras, yang berasal dari dimensi yang muncul di ruang kosong. Detakan yang cukup keras membuat semua roh terdiam, bahkan Rena sekalipun yang kesulitan untuk bergerak karena seolah detakan dari dimensi ruang hampa mengikuti detak jantungnya, yang membuat dia tersugesti bahwa dia mengalami hati yang cukup berdebar. Dan itulah mengapa semua roh terdiam, karena mereka mengalami sebuah sugesti jantung berdebar, meskipun sebenarnya detakan itu berasal dari dimensi ruang hampa.


“Akhirnya, aku benar-benar bebas.”