The God in the Modern World

The God in the Modern World
Meminta penjelasan



Yosef Scott, siapa yang berpikir bahwa dia mati? Pak tua itu berjalan dengan lemas  selama satu hari menyusuri perkotaan di luar negeri dengan suasana yang begitu berbeda, karena apa? Karena dia benar-benar ingin menjauhi tempat pertarungan dan tidak ingin menjadi seorang tersangka.


Tubuhnya yang seolah remuk menjadi pusat perhatian para orang-orang yang memiliki wajah berbeda jauh darinya, maklum, Yosef yang berasal dari New Santara, pasti memiliki kulit sawo matang dibandingkan dengan orang-orang di luar negeri yang memiliki wajah sangat putih.


Orang-orang mungkin banyak yang mendekati Yoseff itu, bertanya ‘Apa perlumu? Apakah kau mau ke rumah sakit?’ dalam bahasa mereka. Hanya saja, Yoseff sendiri menggelengkan kepala dan pergi menjauh, seolah Yoseff sendiri merupakan orang yang anti sosial meski dia terluka berat.


Dia duduk di dekat swalayan dengan pakaian kantoran yang terlihat hampir koyak, dia mengambil sebuah smartphone yang untungnya masih retak dan tidak pecah akibat pertarungan besar tadi. Kemudian, dengan tatapan yang hampir kosong, Yoseff sendiri menelepon putri satu-satunya, yaitu Starllet untuk meminta sebuah penjelasan darinya.


Dengan tangan yang bergetar, Yoseff menaruh smartphone di sebelah telinganya, hingga ketika panggilan itu terangkat, Yoseff berteriak. “Starllet! Syukurlah.”


Begitupun dengan Starllet itu sendiri, dia bernapas terengah-engah dengan mengusap air matanya ketika mendengar ayahnya masih hidup. Dia yang  baru saja sampai di rumahnya dan mengurung diri dari kamar sambil menunggu kepulangan mayat ibunya. Lebih tepatnya, rumahnya benar-benar sangat ramai didatangi baik dari mafia Gaia, atau orang-orang dari kalangan atas yang mendapatkan sebuah informasi dadakan. “Ayah, kau masih hidup? Aku benar-benar sangat bersyukur. Aku akan meminta Roney untuk menjemput Anda.”


“Aku meminta kejelasan, apakah kau yang membunuh Jean secara langsung? Itu di luar rencana. Bagaimana ini? mau tidak mau kau harus bertanggung jawab, meskipun itu tampaknya aku benar-benar tidak tega.” Yosef meminta sebuah penjelasan dari Starllet tentang perkataan Harry Skelet.


Starllet terdiam sejenak, dia merasa bahwa dirinya tidak membunuh Jean sama sekali, sehingga dia mencoba untuk menjelaskan kepada ayahnya. “Apa maksud ayah? Aku sama sekali tidak bertemu Jean sama sekali hari ini. Kecuali....” Starllet dia membeku, dia mengingat bahwa yang membunuh Jean adalah Theon. Dia mengerutkan dahinya dan mencoba merangkai dan menebak mengapa itu semua bisa terjadi.


Setelah tersadar, dia merasa bahwa dirinya benar-benar dibodohi oleh Theon. Theon yang bersikeras tidak ingin membawa nama Scott untuk membunuh Starllet, tapi siapa yang menyangka bahwa kemungkinan Theon mengancam Jean untuk mengatakan bahwa dirinya dihajar oleh mafia Gaia, mengingat bahwa Jean memiliki adik yang kemungkinan menjadi sebuah tawanan.


“Tuan Harry menerima panggilan dari Jean bahwa Jean sendiri di hajar oleh mafia Gaia atas perintahku, jadi kau jangan membuat suatu kecerobohan Starllet!” Tanya Yoseff dengan nada yang cukup tinggi.


Srtarllet mengusapkan air mata sambil menggelengkan kepala, entah kenapa dia merasa benar-benar ingin membunuh Theon karena menyebarkan sebuah adu domba yang benar-benar keji. Dia benar-benar bodoh ketika mengundang Theon kala itu. “Tidak ayah, aku sebenarnya ingin menjalankan rencanaku. Tapi, ada seorang yang bernama Jean, yang mana dia memiliki masalah kepada Jean dan kami pada festival kala itu. Jadi kemungkinan ....”


“Adu domba?” Yosef mengerutkan dahinya, dia benar-benar tidak menyangka bahwa ada seseorang yang mengadu domba kedua belah pihak. Padahal, hal itu merupakan hal yang tidak dia inginkan terjadi pada kelompoknya, melainkan yang ia inginkan adalah adu domba antara keluarga Skelet serta Zuan.


“Sebelumnya aku mengundangnya, aku ingin menjadikan dia sebuah kambing hitam. Hanya saja dia menolak. Tapi siapa yang menyangka bahwa hal tersebut berakhir seperti ini.” Kata Starllet dengan merasa sangat bersalah.


Yosef berpikir dengan tenang, dia tidak ingin menyalahkan langsung Starllet begitu saja, sehingga dia mendendam kebencian kepada Theon yang menyebabkan semua ini. Sehingga, dengan penuh amarah, Yosef berkata, “Perintahkan semua anggota mafia untuk membunuh Theon sekarang juga.”


Yosef berpikir, semengerikan itukah anak yang bernama Theon? Dia pikir, Theon membawa geng nya sendiri untuk membunuh mafia Skeleton. Tapi, siapa yang menyangka, ternyata dia hanyalah seorang diri, dia juga tidak bisa membayangkan, Jean saja memiliki roh tersegel di tubuhnya yang bisa tersegel kapan saja, dan Theon bisa mengalahkannya? Bagaimana mungkin. Hanya saja, dia mengangguk dan menuruti apa yang dikatakan oleh Starllet.


.....


Sedangkan Harry sendiri, dia benar-benar merasa cukup gila ketika melihat anaknya yang di foto dalam keadaan tidak utuh. Tentu hal tersebut merupakan perbuatan yang cukup keji dan membuat terpukul Harry, Matanya merah menangis dipinggir sebuah gedung dengan koin perak di depannya, orang-orang menganggapnya pengemis karena keadaan yang sangat terpuruk bagi Harry.


Berkali-kali Harry juga mencoba untuk menelepon nomor tersebut, namun sekuat apapun dia berusaha. Dia tidak akan bisa menelepon nomor yang mengirim sebuah foto mengerikan dari anaknya. Harry membentur-benturkan kepalanya di dinding sambil mendengarkan sebuah informasi dari orang-orang mengenai insiden yang terjadi di gedung pencakar langit.


Banyak yang menyebutkan bahwa dua monster yang berasal dari inti bumi tengah bertarung. Tentu itu membuat Harry cukup heran, karena dua monster itu adalah roh. Mengapa orang-orang percaya bahwa itu adalah monster yang keluar dari perut bumi? Benar-benar masyarakat sudah terdoktrin bahwa roh itu tidak ada dan membuat mereka melakukan sebuah pemikiran dengan mengaitkan suatu hal yang menurut mereka masuk akal.


Tiba-tiba, ketika dirinya memegang smartphone nya, sebuah panggilan masuk dari Yoseff Scott. Tentu itu membuat dia menggertakkan giginya dan melihat bahwa ternyata Yoseff masih hidup. Dia ingin sekali mengangkat dan melontarkan kata-kata kotor, namun karena ini adalah tempat umum, Harry harus menahannya.


“Apa? Apa kau tidak cukup puas untuk menyiksa lahir batinku?”


“Tuan Harry, dengarkan aku dulu. Ini adalah adu domba, putriku Starllet sudah menjelaskannya bahwa pelaku semua ini adalah anak Sma yang bernama Theon. Dia sudah memiliki masalah kepada big three sebelumnya.” Yosef mencoba untuk menjelaskan dengan nada suara yang tampak memelas.


Harry memukul tembok yang ada di belakangnya dengan cukup kuat, “Apakah itu alibimu agar kau mengharapkan sebuah kedamaian, namun kau ingin menusukku dari belakang?”


“Tidak, apakah aku cukup bodoh ketika membuat rencana untuk menghancurkan mafiamu, namun aku masih berada di sampingmu? Jika aku pelakunya, maka aku tidak akan ikut pertemuan bersamamu. Dengarkan aku! Anak yang bernama Theon itulah yang membunuh Jean.”


Harry mencerna apa yang dikatakan oleh Yoseff, dan menganggap ada benarnya. Tidak mungkin Yoseff ada di sebelahnya ketika pembunuhan anak Harry sendiri sedang berlangsung di bawah perintah Yoseff? Dia benar-benar kembali terpukul saat dirinya ternyata sedang diadu domba.


“Baiklah, tunjukkan dimana tempatmu berada. Aku akan mengirim mafia Gaia untuk menjemputmu.” Yoseff menawarkan.


“Persetan. Aku juga memiliki mafia sendiri, aku hanya ingin menyendiri saat ini. Dan aku akan menuju rumahmu sekarang juga untuk membahas hal tersebut lebih lanjut.”