The God in the Modern World

The God in the Modern World
Markas militer Ziosam dan dewan keamanan dunia



Theon meledakkan tempat itu menggunakan elemen cahayanya. Sama sekali tidak begitu peduli, lagipula alarm juga berbunyi dengan cukup keras yang menandakan bahwa memang ada sebuah bahaya yang mencekam di pusat militer ini.


Tapi, siapa yang berpikir, bahwa tempat yang dia ledakkan merupakan sebuah tempat makan. Yang mana dipenuhi oleh tentara yang berlalu lalang karena mendengar alarm. Hanya saja, mungkin ada beberapa orang yang terluka akibat Theon muncul dari ventilasi dan meledakkan ruang makan yang membuat keadaan menjadi cukup ricuh.


“Lord Unknown, tembak dia! Dia adalah buronan internasional!” Teriak salah satu dari mereka dengan suara yang cukup keras.


“Bukankah salah satu divisi telah meledakkan tempat persembunyiannya?” Kata salah satu orang yang juga menembakkan sebuah senapan berlaras panjang yang mengarah ke arah Theon.


Theon mengangkat lengannya, kemudian dia mengeluarkan salah satu senjata dari WLIS yang juga berlaras panjang. Dengan cukup baik dan teknik penghindaran yang benar-benar akurat, Theon mampu membunuh puluhan tentara dalam sekejap.


Meski dia adalah seorang kloningan, tapi kemampuannya juga hampir sebanding dengan wujud aslinya. Itulah mengapa, kloningan Theon mampu bertarung dengan cukup baik, meski dalam dirinya memiliki orka yang cukup sedikit karena mendapatkan jatah seperempat dari orka di tubuh Theon asli.


Sedangkan Rena, dia tidak terlalu banyak bergerak. Dia hanya mengandalkan kemampuan yang begitu lincah dan langkah bayangan hanya untuk menghindari semua serangan dari para tentara. Hanya sedikit untuk memberikan sebuah kerusakan, karena bagaimanapun dirinya harus menghemat orka yang benar-benar sangat sedikit.


“Ledakan cahaya dunia!” Theon ingin mengakhiri pertempuran yang mana para aparat terus menerus datang untuk menghampiri tempat ini. Dia memasukkan kembali senjata ke dalam teknologi WLIS dan mengeluarkan setitik cahaya yang di lemparkan ke atas.


Setitik cahaya yang semakin membesar, membuat Theon merubah wujudnya kembali menjadi embun es. Diikuti oleh Rena yang berubah menjadi sebuah bayangan dan menghilang, namun sebenarnya mengikuti kemana perginya Theon.


“Duarr!” Ledakan yang cukup besar terjadi dan hampir meratakan seperempat dari markas militer Ziosam. Yang mana itu terjadi karena setitik cahaya milik Theon, yang semakin membesar, dan meledak dalam ukuran tertentu. Tentu hal tersebut membuat sebuah kilauan cahaya yang membuat siapa saja buta ketika melihatnya.


Mungkin hampir persis dengan ledakan bom atom. Tetapi ini tidak terlalu besar. Hanya saja, dampak dari ledakan seperti jamur mampu membuat mata menjadi buta meski tidak tekena ledakannya langsung.


Itulah, meski tidak buta sekalipun, banyak tentara yang terkena radius sebuah ledakan dari titik cahaya tersebut. Menjadi sebuah serangan kedua pusat militer dalam sebuah negara setelah New Santara. Mereka menjadi berpikiran, bahwa Lord Unknown memiliki dendam pribadi pada militer.


Jenderal dari markas pusat Ziosam juga mengalami luka yang cukup berat. Meski sebenarnya, dia masih sanggup berdiri dan menggertakkan giginya karena menganggap bahwa Lord Unknown merupakan ancaman dunia yang paling besar.


Padahal dia tadi sudah menyuruh pasukan khusus untuk mengepung tempat persembunyiannya. Tapi, siapa yang berpikir bahwa Lord Unknown datang langsung menuju markas militer. Dia, atau sang jenderal cukup menyesal untuk tidak ikut dalam pengepungan Theon itu sendiri jika tahu bahwa dia hampir terbunuh saat tinggal di markas.


......


“Akh, dimana markas dewan keamanan? Apakah menurutmu Lesha berada di sana?” Theon merubah wujudnya kembali. Dia lantas berbicara kepada Rena yang juga merubah wujudnya demikian.


Theon memejamkan matanya, tubuh aslinya tengah bertanya kepada Strega, dimana letak markas dewan keamanan berada? Masalahnya dia sama sekali tidak membawa Smartphone untuk mencari dimana markas dewan keamanan berada. Membawa smartphone sekalipun, mungkin juga tidak dapat informasinya, karena tempat tersebut sama sekali tidak di akses oleh situs pencarian.


“Markas dewan keamanan dunia berada pada 50 KM dari utara markas militer Ziosam.” Theon mencoba menjelaskan setelah mendapatkan informasi utama dari Theon asli.


“Benar, dia pasti di sana karena dewan keamanan internasional atau dunia merupakan instansi di bawah petinggi dunia.”


Theon menghentikan langkahnya, dia sudah 1 Km menuju selatan dari markas militer Ziosam. Sehingga, apa yang dia lakukan adalah berbalik arah menuju ke arah utara sejauh 51 Km untuk menuju markas dewan negara.


Ketika Theon dan Rena sudah bergerak dengan cukup cepat di langit-langit markas dewan keamanan. Keamanan dan pertahanan markas pusat tersebut bekerja secara otomatis. Yang mana mereka menembakkan misil dan tembakan yang terpusat pada Theon dan juga Rena. Alarm juga sempat berbunyi dengan cukup keras.


Perlu diketahui bahwa dewan keamanan yang berada di bawah instansi petinggi dunia ini, memiliki tentara gabungan dari berbagai negara. Seperti Ziosam, bahkan tentara New Santara sekalipun. Mereka memiliki tugas untuk menjaga perdamaian dunia. Meski sebenarnya tidak, dewan keamanan dunia sama sekali tidak begitu berguna karena selalu ikut campur konflik antara dua negara yang menjadikan konflik itu justru memanas.


Theon yang mendapatkan sambutan hangat, dia menembakkan sinar cahaya bersamaan dengan dirinya yang memutar. Sehingga membuat artileri yang ada di markas dewan keamanan dunia hancur dengan sendirinya karena tidak mampu untuk menahan kekuatan elemental milik Theon.


Tanpa menunggu lama, mereka berdua merubah wujud mereka menjadi sebuah elemen. Masuk ke dalam markas dewan keamanan dunia yang sebenarnya telah dipagar melingkar. Hanya saja, Theon semenjak tadi sudah menerobos dengan kecepatan cahaya.


Semua pasukan khusus tingkat tinggi, yang diambil dari beberapa negara bergegas. Karena mereka mendapati sebuah berita yang begitu buruk, yaitu dalam rekaman cctv menunjukkan Theon yang merupakan sosok buronan internasional telah menyerang markas dewan keamanan dunia.


Beberapa drone telah dikerahkan, pasukan yang membawa perlengkapan khusus bersiap. Karena sepertinya mereka tengah berhadapan dengan buronan paling kuat sepanjang sejarah. Meski sebenarnya, mereka sama sekali tidak mengetahui bahwa sebenarnya dua orang yang menyerang markas mereka hanyalah sebuah kloningan.


Sama seperti sebelumnya, Theon dan Rena mencari di setiap ruangan. Tak tanggung-tanggung mereka juga menyerang para aparat untuk kepuasan batin bagi Theon sendiri. Tak peduli yang mereka hadapi adalah pasukan khusus, klon Theon sama sekali tidak memiliki rasa untuk takut.


Lagipula, Theon mampu menghadapi dengan cukup mudah mereka.


“Tembak dia!”


Theon menghindari semua peluru mereka. Menghadapi peluru dengan mengandalkan sebuah teori einstein bahwa waktu adalah relativitas. Ketika Theon bergerak secepat cahaya, sebenarnya dia juga melihat bahwa semua pergerakan benar-benar seolah membeku terkecuali dia juga melihat Rena yang kecepatan geraknya sama seperti dirinya. Bahkan peluru yang keluar sekalipun sama sekali tidak bergerak karena Theon merasa lambat, padahal pandangan seseorang Theon lah yang seolah menghilang.