Love Struggle

Love Struggle
Chapter 98



🌻Tidak semua perbuatan baikmu di terima orang dengan baik, tidak semua apa yang kau lakukan benar dipandang orang benar, ingatlah jangan fokus penilaian orang, jangan fokus pandangan orang dan lakukanlah semua itu dengan hati tulus🌻


.


.


.


.


Air mata Bagas menetes melihat foto Valeria yang sedang tertawa. Ia sangat merindukan adiknya apa lagi hatinya sangat hancur merasa sangat bersalah tidak ada di samping Valeria saat adiknya butuh.


Tanpa Bagas sadari ternyata Arinta yang baru keluar dari ruangan suaminya, memutuskan untuk menghampiri sang anak. Arinta tak menyangka akan melihat sosok anaknya yang tak pernah ia lihat selama ini.


Pintu ruangan Bagas yang tak tertutup rapat membuat ia bisa melihat dan mendengar dengan jelas apa yang Bagas katakan.


Hatinya seperti di tusuk pedang tajam melihat sosok Bagas yang saat ini sangat rapuh.


Ya Tuhan apa yang sudah aku perbuat kepada anak-anakku, batin Arinta dengan rasa bersalah.


Ahmad yang melihat nyonya besar hanya berdiri di depan ruangan tuannya mengernyitkan keningnya. Saat mendekati Arinta ia sudah bisa menebak apa yang membuat sang nyonya besar tidak masuk ke dalam.


"Nyonya besar" ucap Ahmad mengagetkan Arinta.


"Ummm......se...pertinya anak..ku seda...ng s...ibuk" ucap Arinta terbata sambil menghapus air matanya.


"Tuan baru saja selesai meeting nyonya besar. Apa anda tidak ingin masuk?" tanya Ahmad.


"Tidak usah pasti Bagas sedang sibuk" ucap Arinta sambil berlalu pergi.


"Hati-hati nyonya besar" ucap Ahmad meski Arinta tak mendengar.


Setelah melihat nyonya besar sudah masuk ke dalam lift Ahmad segera mengetuk pintu ruangan Bagas dan bergegas masuk setelah di ijinkan masuk.


Saat masuk ke dalam Ahmad melihat Bagas sudah berada di kursi kebesarannya sambil melihat laporan perusahaan.


"Tuan ini laporan hasil meeting tadi" ucap Ahmad sambil menyerahkan hasil laporan tadi.


"Heeemmm"


"Maaf tuan, tadi nyonya besar datang"


Mata Bagas yang sedang membaca laporan langsung terangkat melihat Ahmad. Alis sebelahnya terangkat bertanya untuk apa ibunya datang.


"Buat apa ibu kesini?" tanya Bagas.


"Saya tidak tahu tuan. Tadi saya menawarkan untuk masuk tapi nyonya besar berkata jika anda sedang sibuk jadi tidak ingin menganggu tuan" ucap Ahmad menjelaskan.


"Ck! Apa dia hanya datang untuk menjelekkan nama adikku" umpat Bagas dengan ketus.


Ahmad hanya diam saja mendengar umpatan tuannya pasalnya ia tahu jika tuannya itu sangat tidak suka jika ada yang menjelekkan nama adiknya. Bagas lalu menyuruh Ahmad untuk keluar dan melanjutkan pekerjaannya kembali.


~ Mansion Kusumo ~


Saat ini Bianca sedang di periksa oleh dokter Suci sekaligus menganti perban di tubuhnya. Bianca meringis saat perbannya di buka dan luka di punggungnya di bersihkan.


Matanya memancarkan amarah dan kebencian mengingat perlakuan dari Arinta dan Budi. Apa lagi saat melihat sekujur tubuhnya yang penuh luka dan ia yakin lukanya akan meninggalkan bekas.


Gue bakal hancurkan keluarga kalian kalau perlu gue bakal bunuh putri kalian dan kirim mayat dia ke kalian, batin Bianca penuh kebencian.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Nona Bianca usahakan lukanya jangan terkena air dulu ya" ucap dokter Suci setelah selesai memperban luka Bianca.


"Heemmm"


Dokter Suci hanya diam saja melihat Bianca yang tak mengucapkan terima kasih kepadanya karena sudah mengobati lukanya. Bahkan bi Susi yang mendengar hal tersebut melihat Bianca dengan tatapan kecewa.


Keesokan harinya Bianca yang baru saja selesai sarapan duduk di sofa sambil menonton. Tak berselang lama ia kaget melihat siaran langsung di salah satu stasiun TV dimana itu adalah jumpa pers yang dilakukan oleh Budi dan Arinta.


"Jumpa pers tentang apa ini" ucap Bianca dengan bingung.


...Isi konferensi pers yang di siarkan langsung....


"Terima kasih rekan-rekan wartawan yang sudah hadir memenuhi undangan kami. Saya Budi Kusumo sebagai direktur Kusumo Group ingin menyampaikan permohonan maaf atas perbuatan yang dilakukan oleh putri angkat kami. Saya sebagai orang tua angkatnya merasa sangat terpukul melihat kelakuan anak saya diluar sana dan oleh sebab itu saya selaku kepala keluarga Kusumo meminta maaf atas kelakuan anak angkat saya" ucap Budi dengan suara tegas di depan kamera.


"Rekan-rekan wartawan sekalian terima kasih atas waktunya yang sudah diberikan kepada kami. Disini saya ingin menyampaikan informasi penting kepada saudara sekalian. Saya sebagai duta besar perkumpulan desainer se-Asia Tenggara saya menyesali perbuatan anak angkat saya yang tidak terpuji. Di negara tercinta kita yang sangat menjunjung tinggi budaya dan norma pancasila, merasa sebagai ibu sangat terpukul melihat kelakuan putri angkat saya di luar sana. Oleh karena itu saya sebagai duta besar perkumpulan desainer dengan ini menyatakan desainer Bianca Anggraini dikeluarkan dari perkumpulan desainer Indonesia dan Asia Tenggara serta lisensinya sebagai desainer di cabut, terima kasih" ucap Arinta dengan tegas.


Duar.............


Tubuh Bianca menegang seperti terkena petir mendengar ucapan Arinta. Ia tak menyangka jika lisensinya sebagai seorang desainer sudah dicabut dan itu artinya selamanya baju yang ia rancang tidak di akui di di manapun.


Aaaarrrghhhhh..........


Prang........prang.......prang.......prang........


Bianca berteriak dengan emosi sambil menghancurkan segala benda yang berada di dalam kamarnya. Air matanya mengalir dengan deras tak menyangka karirnya selama ini harus hancur dengan sekejap.


"Ini semua gara-gara loe Valeria. Gue benci sama loe" teriak Bianca dengan emosi.


Bianca yang mengingat kotak cerutu di kopernya langsung mengambil hpnya dan menghubungi Keysa asistennya.


"Halo nona"


^^^"Koper gue ada sama loe kan?" tanya Bianca to the point.^^^


"Iya nona. Setelah turun dari pesawat saya membawa koper nona ke apartemen saya"


^^^"Bawa koper gue kesini"^^^


"Baik nona"


^^^"Oh satu lagi. Loe singgah ke butik dan ambil semua uang gue di brankas"^^^


"Maaf nona tapi ruangan nona sudah dihancurkan oleh nyonya"


^^^"Apa" teriak Bianca dengan kaget.^^^


"Itu nona saya juga mau beritahu kalau nyonya sudah mengetahui jika nona mengelapkan uang butik selama ini"


^^^"Sialan loe perempuan tua" teriak Bianca dengan emosi.^^^


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Keysa yang mendengar teriakan Bianca dari seberang hanya diam saja, pasalnya ia tahu jika Bianca sedang marah jangan diganggu jika tidak ingin menjadi pelampiasannya.


^^^"Bawa koper gue kemari sekarang" teriak Bianca dengan wajah merah padam.^^^


"Ba...ik n...ona" ucap Keysa dengan terbata.


Bianca mematikan panggilannya dan kembali menghancurkan kamarnya belum selesai masalah yang satu sudah datang masalah yang lain.


~ Wesly hospital ~


Mata itu perlahan-lahan terbuka dan mengerjab beberapa kali menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam retina. Setelah melihat dengan jelas Valeria tahu jika saat ini ia berada di rumah sakit.


Ceklek..........


Pintu ruangan rawatnya terbuka dan masuklah seorang dokter perempuan dan seorang perawat. Valeria melihat dokter tersebut dan melihat ada nama dokter Lili di jas dokter yang ia pakai.


Valeria menatapnya dengan datar dan dingin tak menjawab pertanyaannya. Dokter Lili dan perawat yang melihat hal tersebut mengerutkan keningnya melihat Valeria yang hanya diam saja.


"Apa tubuh nona terasa sakit?" tanya dokter Lili.


Valeria menganggukkan kepalanya menjawab ucapan dokter Lili. Tak mau ambil pusing dokter Lili lalu memeriksa kondisi Valeria serta menganti perban di lengan dan bahu kirinya.


"Jangan terlalu bergerak yang nona takutnya jahitan anda terbuka dan nona harus istirahat total ya"


Setelah selesai memeriksa keadaan Valeria ia segera keluar, dokter Lili dan perawat tadi mengira jika Valeria bisu karena tak mengucapkan satu kata pun.


Tunggu pembalasan gue Arseno, batin Valeria sambil tersenyum smirk.


Keesokan harinya Valeria hanya diam saja saat dokter Lili dan perawat memeriksa keadaannya. Kevin yang di beri tahu pak Max kejadian sewaktu Chloe ke markas langsung menemui Valeria saat ia datang ke rumah sakit.


"Hay bagaimana perasaan kamu hari ini?" tanya Kevin dengan senyum ceria di wajahnya.


Valeria menatap Kevin dengan tatapan datar tak menjawab ucapan Kevin, ia terus mengajak Valeria untuk berbicara tapi diacuhkan oleh Valeria dan tak menanggapinya sama sekali.


Sial aku dicuekin lagi, batin Kevin dengan kesal.


Kevin segera keluar dari ruangan Valeria karena tak mendapat respon sedikit pun dari Valeria. Saat keluar pengawalnya memberitahu jika Chloe sedang dalam perjalanan ke sini.


"Suruh semua dokter dan direksi untuk menyambut kedatangan nyonya di bawah" ucap Kevin sambil tersenyum penuh arti.


"Baik bos" ucap pengawal Kevin.


Kevin dan jajaran direksi serta beberapa dokter yang tak bertugas sudah berdiri di depan lobby rumah sakit. Saat melihat mobil sang nyonya ia langsung tersenyum manis melihat tatapan kesal dari Chloe.


"Selamat datang nyonya" ucap Kevin sambil tersenyum manis.


"Kamu memang paling bisa buat mood aku hancur Kevin" ucap Chloe dengan kesal.


"Hahahaha......maafkan aku nyonya" ucap Kevin sambil cengesan.


Melihat hal tersebut Chloe hanya memandangnya dengan tatapan tajam. Chloe, Kevin, dan dokter Lili lalu bergegas menuju ke ruangan Valeria di lantai 5 sambil membahas keadaan Valeria.


Ceklek.........


Valeria mendengar pintu kamarnya di buka tapi ia tak perduli karena menganggap itu pasti suster. Valeria terus menatap ke arah jendela tak memperdulikan siapa yang sudah masuk.


"Ehhhmmmm" deham Kevin.


Valeria tak memperdulikan deham Kevin membuat Kevin, dokter Lili, dan Chloe saling menatap. Tak lama Valeria berbalik saat mendengar suara yang sangat ia kenali.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Chloe.


"Chloe" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Ternyata kamu masih ingat nama aku" ucap Chloe sambil tersenyum manis.


"Heh! Aku pikir kamu itu bisu karena tidak pernah berbicara saat kamu sadar" ucap Kevin dengan celotehnya.


Valeria menatap Kevin dengan tatapan dingin seakan ingin membunuhnya, bulu kuduk ketiganya merinding merasakan aura di dalam sana. Chloe lalu menyuruh dokter Lili untuk memeriksa keadaan Valeria.


"Semuanya baik-baik saja nyonya tinggal menunggu luka di sekujur tubuh nona ini sembuh" ucap dokter Lili.


"Syukurlah" ucap Chloe.


"Kapan aku bisa pulang" ucap Valeria dengan suara dingin.


Ketiganya kaget mendengar pertanyaan Valeria sedangkan yang bersangkutan hanya menatap mereka dengan datar dan dingin.


"Uhmmm......3 hari lagi anda boleh pulang nona" ucap dokter Lili.


"Heeemmmm"


"Kalau begitu saya permisi dulu, ingat jangan lupa minum obat yang teratur nona"


"Terima kasih dok" ucap Chloe.


"Sama-sama nyonya"


Setelah kepergian dokter Lili ruangan Valeria kembali hening, Kevin memilih duduk di sofa sedangkan Chloe menarik kursi di samping brankar Valeria dan duduk disana.


"Oh ya waktu itu kita belum berkenalan namaku Chloe" ucap Chloe sambil mengulurkan tangannya.


"Valeria" ucap Valeria dengan wajah datar menyambut uluran tangan Chloe.


"Nama yang bagus. Kamu orang Asia ya"


"Iya"


Chloe bingung ingin bertanya apa lagi karena sedari tadi Valeria menjawab semua pertanyaannya dengan suara dingin dan wajah datar.


Chloe lalu menyuruh Kevin mengambil parsel buah yang tadi di bawa Mike melihat Kevin sudah pergi Valeria langsung mengucapkan terima kasih kepada Chloe.


"Terima kasih karena sudah menolongku" ucap Valeria dengan tulus.


"Ya sama-sama. Kan sesama manusia harus saling menolong"


"Tidak semua manusia seperti kamu"


"Yeah kamu benar" ucap Chloe mengingat masa lalunya.


"Sudah berapa bulan?" tanya Valeria menatap perut buncit Chloe.


"Udah 7 bulan dan ini anak pertama aku dan suamiku" ucap Chloe dengan senyum manis.


"Oh"


"Maaf kalau boleh tahu kamu waktu itu kenapa dan bukannya mau ikut campur masalah pribadi kamu tapi kata dokter tubuh kamu penuh lebam dan juga ada peluru"


"Hemmm! Sebenarnya waktu itu aku sedang melarikan diri dari orang-orang yang ingin membunuhku"


"Memangnya kenapa"


Valeria menatap Chloe dengan tatapan tajam memberitahunya kalau ia tidak mau membahas hal tersebut. Tahu maksud tatapan Valeria ia tak bertanya lagi dan hanya diam saja.


Tak lama Kevin masuk dan memberikan parsel buah tadi kepada Chloe. Ia lalu mengambil 2 buah apel dan mengupasnya untuk Valeria.


"Terima kasih" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Sama-sama Val"


"Heemmm"


Kevin melihat keduanya dengan tatapan sulit diartikan, ia penasaran bagaimana seorang perempuan bisa mendapat lebam segitu banyak di tubuhnya.


Apa lagi Valeria bertahan dengan rasa sakit di tubuhnya itu Valeria yang tahu Kevin menatap langsung menatap Kevin dengan tatapan membunuh.


Gila seram banget tatapan mata thu cewek, batin Kevin bergidik ngeri.


❄❄❄❄❄


To be continue.........