Love Struggle

Love Struggle
Chapter 116



🌻Kesabaran adalah ketika hati tidak merasa marah terhadap apa yang sudah ditakdirkan dan mulut tidak mengeluh🌻


.


.


.


.


Yorla menutup mulut kaget mendengar ucapan Valeria, ingin bertanya tapi ia urungkan saat melihat ini bukan waktu yang tepat untuk bertanya. Begitu juga dengan Bryan yang berada di ruang gym di kerajaan Wizpet.


Ia kaget bukan main mendengar ucapan Valeria tentang anak yang ditelantarkan. Ia sangat penasaran dengan masa lalu Valeria yang selama ini ditutupi oleh Valeria.


"Dek kamu bukan anak terlantar" ucap Bagas dengan sedih.


"Oh benar juga ya kangmas" ucap Valeria dengan suara dingin.


Bagas tersenyum mendengar ucapan sang adik yang membenarkan ucapannya tapi sedetik kemudian senyumnya luntur mendengar ucapan Valeria.


"Aku kan anak yatim piatu setelah diusir" ucap Valeria sambil tersenyum penuh arti.


Valeria melihat kangmasnya yang menatapnya dengan tatapan tajam dan ia tahu arti tatapan itu jika Bagas tidak menyukai ucapannya barusan. Tapi bukan namanya Valeria jika ia perduli dengan hal-hal seperti itu.


"Dek" desis Bagas dengan suara dingin.


"Satu yang harus kangmas tahu. Mereka bukan lagi orang tuaku atau keluargaku! Hanya kangmas dan eyang putri yang aku anggap keluargaku hingga saat ini" tegas Valeria.


"Sampai kapanpun kamu itu bagian dari keluarga Kusumo dek" ucap Bagas dengan suara tegas.


Hahahaha.................


Tawa Valeria pecah mendengar ucapan Bagas barusan ia tak habis pikir dengan pemikiran Bagas. Bukannya dia juga tahu kalau nama Valeria sudah diharamkan oleh kedua orang itu.


"Apa kangmas ingin menonton ulang rekaman itu?" tanya Valeria sambil terkekeh.


Bagas mengerutkan keningnya mendengar ucapan sang adik barusan, tak berapa lama ia menatap Valeria dengan tajam setelah mengingat seluruh kejadian dalam rekaman tersebut.


"Does my brother remember it?" (apa kakakku sudah mengingatnya) tanya Valeria sambil tersenyum smirk.


Wajah Bagas merah padam mengingat semuanya tangannya mengepal dengan kuat menahan emosinya. Yorla dan Bryan diam melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Kangmas mengingatnya dengan jelas dek"


"Baguslah"


"Dek ikut pulang ya sama kangmas"


"No"


"Dek apa kamu tidak kasihan sama kangmas dan eyang putri" ucap Bagas dengan wajah sedih.


Valeria diam saja tak membalas ucapan kangmasnya, ia memang merindukan eyang putri tapi ia tidak berminat untuk pulang lagi ke sana. Lagian selama ini ia sudah biasa menjalani hidupnya seorang diri.


"Aku tidak akan pernah kembali lagi ke sana" ucap Valeria dengan tegas.


"Dek pikirkan lagi. Memangnya adik mau tinggal dimana? Lagian rumah kita disana"


"Itu bukan rumahku! Selama ini aku hidup baik-baik saja meski seorang diri dan aku juga punya rumahku sendiri" ucap Valeria dengan tegas.


"Apa adik ngak mau pulang karena ada anak haram itu di mansion"


"Hahahaha........aku tidak perduli dengan anak haram itu ada dimana. Satu hal yang harus kangmas tahu sebentar lagi aku akan membalas mereka semua" tawa Valeria sambil tersenyum menyeringai.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Mereka siapa dek?" tanya Bagas dengan bingung.


"Ckk!! Selama bertahun-tahun kangmas belum juga mendapat bukti siapa saja dalang di balik kejadian waktu itu" cibir Valeria dengan tatapan remeh.


"Dek kangmas sudah menyelidiki semuanya tapi selalu saja buntu"


"Itu karena kangmas bodoh"


Ahmad melotot kaget mendengar ucapan Valeria karena baru kali ini ia mendengar ada yang mengatai tuannya bodoh. Padahal Bagas adalah orang yang sangat pintar dalam dunia bisnis dan hal lain sekalipun.


Valeria terkekeh melihat keterkejutan asisten kangmasnya itu. Bagas menatap Valeria dengan tatapan tajam memikirkan sesuatu.


"Jangan bilang kamu itu dalang di balik semua penyelidikan kangmas yang buntu" tuduh Bagas.


"Jika aku bilang iya apa kangmas percaya" ucap Valeria dengan santai.


"Dek siapa mereka yang kamu maksud?" tanya Bagas dengan serius tak mau ambil pusing jika adiknya terlibat dalam penyelidikannya.


"Sebaiknya kangmas urus saja perusahaan orang itu tidak usah ikut campur dengan hal ini"


"Valeria!" bentak Bagas dengan suara tinggi.


Valeria tak memperdulikan bentakan kangmasnya dan ia segera berlalu. Baru saja ia akan pergi langkahnya di cekal oleh Bagas.


"Kangmas ngak akan biarin kamu pergi lagi dek" ucap Bagas dengan suara tinggi.


"Jangan menghalangiku kangmas" ucap Valeria dengan tatapan tajam.


"Dek jangan buat kangmas berlaku kasar sama kamu"


Bugh...........bugh.........


Baru saja Bagas memperingati Valeria malah ia yang sudah lebih dulu di hajar oleh Valeria. Bagas meringis kesakitan saat perutnya di pukul oleh adiknya sendiri dengan kuat.


Hanya 2 pukulan saja Bagas sudah tak bisa berdiri dengan baik. Perutnya terasa sangat sakit ia menatap Valeria tak menyangka akan di pukul oleh adiknya sendiri.


"Jangan pernah menghalangi jalanku" ucap Valeria dengan suara dingin.


Valeria berlalu pergi tak memperdulikan Bagas yang kesakitan. Melihat Valeria sudah pergi Yorla langsung menatap Bagas dan Ahmad.


"Eke peringati kalian berdua ya! Sister bukan orang yang kalian kenali lagi, dia saat ini seperti monster dalam rupa manusia" ucap Yorla.


"Apa maksud loe?" tanya Bagas.


"You beruntung kakak kandungnya. Kalau ngak mungkin saat ini you sudah mati ditangan sister" ucap Yorla sambil berlalu pergi.


Deg.............


Jantung Bagas berdetak dengan cepat mendengar ucapan Yorla. Entah kenapa ia merasa dari ucapan Yorla barusan memberitahunya jika saat ini Valeria bukan Valeria adik kecilnya lagi.


"Cari tahu dimana Valeria tinggal sekarang" perintah Bagas.


"Baik tuan" ucap Ahmad


Baru saja Ahmad akan mengeluarkan hpnya tiba-tiba keduanya kaget melihat Yorla yang kembali muncul.


"Eke lupa beritahu satu lagi. Sebaiknya you ngak usah repot lacak keberadaan sister karena itu percuma saja" ucap Yorla dengan suara gemulai.


Bagas melotot melihat Yorla yang melakukan kiss bye kepadanya sebelum pergi. Tubuhnya merinding melihat kelakuan Yorla yang haus belaian laki-laki.


~ Mansion Valeria ~


Sampainya di mansion Valeria keluar dengan tatapan tajam. Pak Dev dan pelayan merinding merasakan aura yang keluar dari tubuh Valeria.


Prang..........prang........prang........prang....


Semua orang kaget bukan main melihat semua barang yang di pecahkan oleh Valeria. Dengan cepat pak Dev menyuruh pelayan untuk keluar Yorla sendiri berdiri dengan diam tak mau menganggu Valeria.


"Ares apa yang terjadi sama sister?" tanya Yorla dengan suara pelan.


Yorla dengan cepat berlalu pergi menuju markas sedangkan Ares tetap menemani Valeria di sana yang sedang menghancurkan seisi mansion meluapkan emosinya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Sialan kangmas beraninya loe nyuruh gue pulang" teriak Valeria dengan kesal.


Prang............prang..........prang.......


Meja dan lukisan di dinding tak luput dari kemarahan Valeria. Penjaga dan pelayan yang berada di luar mansion bergidik ngeri mendengar suara teriakan dan pecahan di dalam mansion.


~ Markas Black Shadow ~


Sampainya di markas, Yorla segera keluar dari dalam mobil berlari masuk ke dalam markas. Semua anggota Black Shadow yang melihat kedatangan Yorla merasa lucu melihat cara berjalan Yorla.


"Dimana si imut Andre?" tanya Yorla dengan gaya centilnya.


"Di ruangannya miss" ucap salah satu anggota Black Shadow.


"Thank's ya tampan" ucap Yorla sambil mencolek dagunya.


Orang itu bergidik ngeri dan langsung menggosok dagunya dengan kesal. Teman-temannya tertawa melihatnya yang di colek Yorla.


Brak..........


"Loe udah bosan hidup! Hah" bentak Andre yang kaget pintu ruangannya di buka dengan kasar.


"Beritahu eke tentang masa lalu sister" pekik Yorla.


Hah.........


Andre tercengang memikirkan ucapan Yorla barusan. Otaknya seperti tumpul memikirkan maksud Yorla melihat hal tersebut Yorla semakin kesal merasa di abaikan dan langsung memukul kepala Andre.


Bugh..........


"Loe apa-apaan sih banci sialan" teriak Andre sambil mengelus kepalanya yang sakit.


"Siapa suruh you malah bengong jadi eke pukul aja biar you ngak bengong kayak orang gila" ketus Yorla.


"Loe" tunjuk Andre dengan tatapan marah.


"Udah deh cepat beritahu masa lalu sister. Nih brother udah nunggu dari tadi" ucap Yorla menunjukkan panggilan video bersama Bryan.


Andre menelan salivanya dengan susah melihat tatapan tajam Bryan di depannya.


"Loe duduk diam-diam di situ jangan banyak tanya" tunjuk Andre ke kursi di sampingnya.


"Heemmmm" deham Yorla.


Andre segera memutar rekaman mengenai Valeria dari awal kedatangan Bianca di mansion. Selama berjam-jam Yorla dan Bryan menonton semua rekaman cctv di mansion Kusumo.


"Hiks hiks hiks............eke ngak nyangka selama ini sister sangat menderita......hiks hiks" ucap Yorla sambil menangis histeris.


"Awal gue nonton rekaman ini gue juga ngak nyangka kalau masa lalu master sangat menyedihkan" ucap Andre.


"Dimana kedua orang berengsek itu?" tanya Bryan dengan tatapan membunuh dari seberang.


"Solo" ucap Andre.


"Hiks hiks hiks..........mereka ngak pantas disebut orang tua" ucap Yorla dengan emosi.


"Gue rasa kepulangan master kali ini ada kaitannya dengan mereka"


"Maksud you.....hiks hiks hiks?" tanya Yorla yang masih menangis.


Croottt............******.........


Andre dan Bryan jijik melihat kelakuan Yorla yang tidak pernah berubah saat ia menangis, ia akan mengeluarkan in***snya membuat semua orang di sekitarnya jijik.


"Ubur-ubur gagal loe jorok banget sih!" bentak Bryan dengan jijik dari seberang.


^^^"Biarin suka-suku eke" ketus Yorla.^^^


"Loe berdua diam deh pusing gue dengarnya!" bentak Andre.


"Loe yang diam sialan!" teriak Yorla dan Bryan serentak.


Andre langsung diam tak berkata apa-apa tak berselang lama Yorla memberitahu jika saat ini Valeria sedang mengamuk di mansion. Mereka tahu pasti saat ini Valeria sedang melampiaskan emosinya.


"Ngak nyangka eke kalau sister bakal di usir di usia yang masih remaja" ucap Yorla.


"Kedua orang tua master memang ngak pantas jadi orang tua" timpal Andre.


"Valeria selama ini udah sangat menderita tapi ngak pernah perlihatkan ke kita" ucap Bryan dari seberang.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Ehh! Tapi eke penasaran dari mana sister bisa punya uang segitu banyak sebelum mendirikan markas dan perusahaan" ucap Yorla sambil berpikir.


"Iya ya! Apa lagi kata Raksa master pertama kali nyuruh dia nyari gedung di tengah hutan buat jadiin markas kita" ucap Andre.


"Pertama kali gue di bawa ke apartemen Valeria gue juga ngak nyangka kalau Valeria tinggal di salah satu unit apartemen termahal di Indonesia" timpal Bryan.


^^^"Apa sister ngepet" tebak Yorla.^^^


"Loe jangan asal nuduh ya banci sialan" teriak Andre dengan kesal.


"Lah terus dari mana coba kalau gitu" ucap Yorla.


"Biasanya orang yang terlalu kepo berakhir dengan kematian" ucap suara tegas di depan pintu.


Yorla dan Andre melihat ke arah pintu dan melihat Juan yang baru pulang dari resepsi pernikahan Raksa. Ia masuk dan langsung duduk di depan keduanya.


"Andre pantau keluarga Kusumo dan Winata mulai malam ini" ucap Juan.


"Buat apa seksi" ucap Yorla dengan penasaran.


"Tanya aja sama Ares"


"Ckk!" decak Yorla dengan kesal.


Andre segera menyuruh beberapa anggotanya untuk memantau pergerakan keluarga Kusumo dan Winata. Mereka semua berpikir jika pasti ada sesuatu yang sedang direncanakan oleh Valeria.


4 Hari kemudian


Sesuai parkiran Andre dan lainnya waktu itu ternyata Valeria sedang merencanakan pembalasan untuk keluarganya. Saat ini ditangannya ia sedang melihat undangan yang di kirimkan Bagas kemarin lewat Yorla.


"Minggu depan ya" ucap Valeria sambil tersenyum penuh arti.


"Nyonya semuanya sudah siap" ucap Ares.


"Beritahu one untuk membawa kedua orang itu setelah resepsi perayaan hari ulang tahun Kusumo Group"


"Baik nyonya"


Keduanya lalu bergegas keluar dari apartemen Valeria yang berada di Puri Orchid Apartment. Saat keluar dari apartemen Valeria berdecak kesal melihat orang yang baru saja keluar dari apartemennya.


"Honey" ucap Thomas dengan kaget.


"Sialan! Kenapa manusia berisik itu ada disini" gumam Valeria dengan wajah mengelap.


❄❄❄❄❄


To be continue................