Love Struggle

Love Struggle
Chapter 176



🌻Jangan pernah malu untuk bekerja apapun karena gengsi tidak akan memberi kita makan🌻


.


.


.


.


Bunyi ledakan di kastil Kaili bergema bersahutan dengan jeritan kesakitan pasukan gelap milik Kaili. Api berkobar-kobar disana membuat pasukan gelap Kaili kesusahan mencari keberadaan pihak musuh.


"Kirim hujan panah" ucap Valeria dengan suara dingin.


Siung.............siung........siung.........siung........


Aaarrghh...........aarrgghh............


Ratusan anak panah berjatuhan dari langit tertancap di pihak musuh membuat mereka berteriak kesakitan karena anak panah milik Black Shadow sudah dilumuri racun yang mematikan.


"Buat pertahanan" teriak pemimpin gelap milik Kaili.


"Habisi mereka semua jangan sisakan satu pun" ucap Valeria dangan aura membunuh.


Valeria berjalan keluar dari persembunyian mereka sambil memegang katana di tangan kiri dan pistol kesayangannya di tangan kanan.


"Black Shadow" ucap pasukan gelap milik Kaili dengan gemetar.


Aura Valeria menyeruak di dalam sana membuat pasukan gelap Kaili yang ingin lari dari sana berdiri mematung.


Tubuh mereka mematung tak bisa di gerakkan seperti ada yang mengikat kaki mereka apa lagi mereka perlahan-lahan berjatuhan merasa sesak napas.


Dor.......dor..........dor...........dor........dor..........


Crash........crash........crash............


Bunyi tembakan bergema di dalam sana dari pihak Black Shadow. Sedangkan Mikhail yang merasakan aura sang mommy didalam sana tersenyum bahagia.


"Mommy" gumam Mikhail dengan senyum bahagia.


Sedangkan di luar sana Valeria dan pasukannya membantai habis-habisan pihak musuh tak ada belas kasihan sedikit pun.


"Pasang bom di seluruh sudut kastil"


Seperti robot pasukan elite milik Valeria tak berkata apa-apa dan segera menjalankan perintah Valeria. Jumlah mereka ada 1000 orang tapi baru setengah jam mereka sudah menghabisi setengah dari pihak musuh.


"Hancurkan pintu kastil" ucap Valeria dengan suara dingin.


Crash.........crash...........dor.........dor............


Valeria menebas kepala musuh sambil menembak mereka tepat di kepala. Mata merahnya berkilat tajam apa lagi wajah di balik topengnya yang mengeras melihat musuh-musuhnya.


Brak..............


Pintu depan kastil hancur berantakan saat anak buahnya membom pintu tersebut. Valeria berjalan dengan santai masuk ke dalam kastil memindai seluruh bangunan mencari keberadaan putranya.


"MIKHAIL" teriak Valeria bergema di dalam sana.


"I'M HERE MOMMY" (aku disini mama) balas Mikhail berteriak.


Valeria yang peka akan suara segera berjalan menuju lantai 2 asal suara. Sepanjang jalan ke lantai dua Valeria menebas kepala musuhnya santai dengan katana miliknya tak perduli itu perempuan atau laki-laki.


Duar..........duar............duar...........


Bangunan kastil berguncang saat ledakan besar terjadi di belakang kastil. Valeria memindai lantai dua dan hanya ada satu pintu besar berwarna hitam disana.


Brak.................


Dengan sekali tendangan pintu hitam di depannya terlepas dari tempatnya. Mata tajamnya yang berwarna merah tertuju ke arah depan menatap putranya yang terikat


"MIKHAIL" ucap Valeria dengan rahang mengeras.


"Mommy...........hiks hiks hiks hiks" tangis Mikhail pecah melihat mommynya yang datang menyelamatkannya.


Dor............dor................


Valeria menembak rantai di kedua tangan anaknya hingga terlepas. Ia langsung memeluk putranya dengan erat merasa lega karena anaknya baik-baik saja.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Huaawaaaa.....................


Mikhail menangis histeris dalam dekapan hangat sang mommy. Ia merasa lega karena sang mommy sudah tiba sebelum ia dicambuk.


"Hiks hiks hiks.........kenapa mommy sangat lama........hiks hiks hiks?" tanya Mikhail sambil berderai air mata.


"Mommy harus menyiapkan rencana untuk menyelamatkanmu son. Karena musuh kita kali ini sangat banyak dan bukan lawan yang mudah"


"Tadi pak tua itu ingin mencambuk aku mommy" adu Mikhail dengan sesegukan.


"Kamu tidak diapa-apain kan son? Apa ada yang terluka?" tanya Valeria memindai seluruh tubuh anaknya.


"No mommy i'm okay" (tidak mama aku baik-baik saja)


"Apa tanganmu sakit son?" tanya Valeria melihat bekas rantai tadi.


"Heemmm" deham Mikhail sambil mengangguk kepalanya.


Cup.............


Valeria mengecup bekas rantai di kedua tangan anaknya dengan lembut. Ia lalu mengendong putranya untuk segera keluar dari sana.


Mikhail menyentuh topeng Valeria apa lagi melihat mata merah sang mommy.


"Mommy your eyes?" (mama mata) tanya Mikhail.


"One day you will know son. Matamu sama seperti mommy dan akan berubah warna jika sedang emosi son" (suatu hari kamu akan tahu nak) jawab Valeria.


"Mommy sedang emosi?"


"Heemmm"


"Sama siapa mommy?" tanya Mikhail dengan penasaran.


"Orang yang menculik kamu son" jawab Valeria mengelutuk giginya.


"Mommy where is daddy?" (mama dimana papa) tanya Mikhail.


"Daddy sedang menghancurkan markas utama sialan itu son. Kita akan ke daddy dan membantu daddy" jawab Valeria dengan suara lembut.


"I miss daddy and mommy" (aku merindukan mama dan papa)


"We miss you too son" (kami juga merindukanmu nak)


"Heemmm"


Mikhail menenggelamkan kepalanya di leher Valeria yang sangat menenangkan. Valeria berjalan keluar dengan santai diantara mayat-mayat yang tergeletak di sana.


"Apa semuanya sudah beres?" tanya Valeria dengan suara dingin.


Pasukan elite Black Shadow mengangguk kepala menjawab ucapan Valeria. Valeria menatap kastil di depannya yang sudah porak-poranda dengan begitu banyak mayat disana.


"Master" ucap Juan yang baru saja datang bersama 2000 pasukan Balck Shadow.


"Bagaimana?" tanya Valeria dengan suara dingin.


"Semua sudah beres master"


"Pihak kita"


"Tidak ada korban dari pihak kita master hanya beberapa yang luka saja"


"Good. Sekarang kita ke markas utama mereka"


"Baik master"


"Ledakkan tempat ini hingga rata dengan tanah" ucap Valeria dengan suara lantang.


Belum Juan menjawab ucapan Valeria ia kaget melihat pasukan elite Valeria yang bergerak dengan cepat tanpa bersuara.


Ia berdecak kagum dengan pasukan elite milik Valeria yang di didik langsung oleh Valeria. Apa lagi aura mereka yang terasa sangat mengintimidasi di sana membuat Juan bergidik ngeri.


Duar.............duar..........duar.............


"It's amazing mommy" (ini sangat menakjubkan mama) ucap Mikhail dari dalam helikopter melihat ledakan di bawahnya.


"You like it?" (kamu suka) tanya Valeria.


"Yes mommy" jawab Mikhail dengan bahagia.


"Besar kamu bisa melakukan seperti ini son"


"Beneran mommy"


"Heemmm"


Juan menggeleng kepalanya tak habis pikir melihat tingkah master dan tuan mudanya yang tidak seperti orang normal apa lagi keduanya menyukai hal-hal yang tak masuk akal.


~ Markas utama Zombie ~


"Apa" teriak Kaili dengan emosi.


"Pasukan gelap diserang tiba-tiba di kastil Lord"


"Berengsek kamu Xavier" teriak Kaili dengan emosi berpikir jika ini semua ulah Xavier.


Sedangkan di luar sana Xavier dan lainnya terus menembak musuh yang tak ada habis-habisnya. Melihat hal itu Kaili mengepal kedua tangannya ingin sekali membunuh Xavier.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Bawa kedua bocah itu ke depan"


"Jangan membantah ucapanku berengsek" hardik Kaili dengan suara tinggi.


"Baik Lord" ucap Frans berlalu pergi dari sana.


Rahang Kaili mengeras melihat musuh bebuyutannya Xavier di bawah sana yang sedang menembak anak buahnya seperti kesetanan.


Meski Xavier memakai topeng tapi ia tetap mengenali topeng dan mata itu yang pernah mengalahkannya beberapa tahun yang lalu.


"Hari ini aku akan membalas kekalahanku waktu itu sialan" ucap Kaili dengan tatapan penuh kebencian.


Sudah selama ini ia menunggu waktu ini untuk membalas Xavier lewat anaknya dan hanya saat ini ia bisa membalaskan semua dendamnya.


Dor.....................


Bunyi tembakan di langit mengagetkan semuanya yang sedang menyerang satu sama lain.


"HENTIKAN" teriak Xavier menggelegar melihat putranya yang di todong senjata di atas sana.


"Son" lirih Albert dengan panik melihat David.


Thomas mengedarkan pandangannya mencari keberadaan putranya tapi tak ada. Jantungnya berdetak dengan cepat tak menemukan keberadaan anaknya.


"Ares dimana anakku?" tanya Thomas dengan cemas.


Ares memindai bangunan di depannya sambil melihat ke kiri dan kanan mencari keberadaan Mikhail.


"Tuan muda tidak ada disini tuan"


"Apa! Lalu dimana anakku?" tanya Thomas dengan suara tinggi.


"Jatuhkan senjata kalian jika tidak kepala kedua bocah ini akan meledak" teriak Kaili bergema.


Xander menatap daddynya sambil menggelengkan kepalanya untuk tidak mengikuti ucapan Kaili. Sedangkan Xavier mengangguk kepalanya untuk mempercayakan semuanya kepadanya.


"Apa kalian tuli!" bentak Kaili.


"Lakukan apa yang dia ucapkan" ucap Xavier sambil membuang kedua pistolnya di tanah.


Thomas dan lainnya juga menjatuhkan pistol mereka ke tanah melihat hal itu Kaili tersenyum smirk.


"BERLUTUT" teriak Kaili menggelegar.


"Lepaskan anakku dan mari kita selesaikan urusan kita Kaili" ucap Xavier dengan suara lantang.


"Wah ternyata teman lamaku masih mengingat namaku ya" ucap Kaili sambil tersenyum menyeringai.


"Siapa temanmu? Bukannya selama ini kamu tidak punya teman?" tanya Xavier sambil mengejek.


"Kamu" tunjuk Kaili dengan wajah memerah.


Plak..................


"XANDER" teriak Xavier menggelegar dengan aura membunuh melihat anaknya yang ditampar.


"Bagaimana Xavier? Masih ingin membantahku bangsat?" tanya Kaili dengan sinis.


"Lepaskan anakku bangsat. Jika berani lawan aku sendiri" maki Xavier dengan emosi.


Prok...............prok..............prok...............


Kaili bertepuk tangan melihat ekspresi Xavier yang biasanya datar hari ini ia bisa melihat ekspresi khawatir dan cemas di wajah itu.


"Wow...........suatu keajaiban hari ini aku bisa melihat ekspresi lain dari seorang Xavier yang terkenal sebagai kutub es" ucap Kaili sambil terkekeh.


"HEY BANGSAT! DIMANA ANAKKU" teriak Thomas dengan emosi.


"Who are you?" (siapa kamu) tanya Kaili dengan wajah bingung.


Frans lalu menyuruh anak buahnya untuk menyeret Thomas ke hadapan Kaili. Xavier melihat Thomas memberinya isyarat lewat matanya untuk membebaskan Xander dan David.


"DIMANA ANAKKU SIALAN?" tanya Thomas dengan emosi.


Bugh.............bugh.........


"Beraninya kamu berbicara seperti itu didepan Lord!" bentak Frans memukul Thomas di rahang dan perut.


Topeng wajahnya seketika terjatuh membuat Kaili menatap wajah Thomas yang sangat ia kenali. Saat melihat mata coklatnya ia teringat dengan bocah bermulut pedas di kastilnya.


"Ckk!! Jadi itu anakmu yang bermulut seperti pisau" dengus Kaili dengan kesal mengingat Mikhail.


"Dimana Mikhail?" tanya Thomas dengan rahang mengeras.


"Jantung anakmu itu sangat nikmat Thomas Parker" ucap Kaili sambil terkekeh.


"Kamu! Kembalikan anakku sialan!" maki Thomas dengan emosi.


"Potong lidahnya aku tidak suka dengar suaranya".


"Baik Lord" ucap Frans.


Dor.............


Baru saja Frans akan mendekat ke arah Thomas tiba-tiba tangannya terkena tembakan entah dari mana.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Seketika udara disana berubah menjadi sangat mencekam apa lagi bunyi helikopter di langit membuat angin bertiup kencang di sekitar sana.


Kaili memicing matanya melihat kehadiran tamu yang tak diundang. Tak berapa lama Juan keluar dengan pasukannya sambil membawa bendera Black Shadow dimana-mana.


"Valeria" ucap Bryan dengan senang.


Duar..............duar..............duar............


Bunyi ledakan memikikan di arah timur, barat, dan selatan tempat persembunyian anak buah Kaili.


Kaili melotot melihat persembunyian anak buahnya yang diledakan dan dipastikan mereka semua didalam sana sudah tak bernyawa lagi.


"Siapa kalian?" tanya Kaili dengan tubuh gemetar merasakan aura yang sangat mengintimidasi.


Tak..........tak...........tak..............


Langkah kaki bergema di sana saat pasukan Black Shadow membuka jalan untuk master mereka. Mata Thomas melotot melihat sosok yang sangat dikenalinya meski memakai topeng.


"Aura ini" ucap Xavier dengan kening berkerut.


"Mata itu" gumam Albert melihat mata merah Valeria.


"Honey" ucap Thomas dengan kaget.


Ia tak menyangka jika istrinya adalah pemimpin Black Shadow yang terkenal di dunia bawah. Otaknya blank tak bisa berpikir apa-apa lagi melihat istrinya.


"Habisi mereka semua" teriak Valeria dengan suara lantang.


"Baik master" ucap anak buah Valeria dengan serentak bergema di sana seperti ombak di laut.


Thomas merasa lega melihat anaknya yang selamat, air matanya mengalir merasa sangat senang ternyata anaknya baik-baik saja.


Dor...........dor...........dor.........dor.........


"THOMAS" teriak Xavier dengan suara lantang.


Bugh............bugh..............


Thomas menendang Kaili dan Frans hingga pistol mereka terlepas dari tangan mereka. Albert dan Xavier dengan cepat berlari menyelamatkan anak mereka masing-masing yang terlepas dari Kaili dan Frans.


"Beraninya kamu menculik anakku!" bentak Thomas sambil menendang Kaili.


Frans yang melihat Lordnya di pukul dengan cepat mengambil pistolnya dan mengarahkan ke Thomas.


Sret................


Thomas, Xavier, dan Albert kaget melihat Valeria yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Frans dan menebas kepalanya dengan sekali tebas.


"Honey" lirih Thomas dengan mata melotot.


"Kamu memang sangat bodoh" maki Valeria dengan tatapan tajam.


Mata merahnya memancarkan aura membunuh yang ingin sekali mencabik-cabik orang didepannya. Melihat hal itu dengan cepat Thomas memeluk keduanya tak ingin istrinya kembali hilang kendali.


"Daddy" ucap Mikhail.


"Kamu selamat son. Daddy sangat khawatir" ucap Thomas dengan suara pelan.


"Bawa dia hidup-hidup" titah Valeria ke Juan menunjuk Kaili.


"Baik master"


"Ratakan tempat ini hingga rata dengan tanah"


"Baik master" ucap Rehan dan Wono serentak.


"Kalian akan membalas ini semua" ucap Kaili dengan emosi melihat kehancurannya di depan mata.


"Honey bawa anak kita ke helikopter" ucap Valeria.


"Tapi"


"Jangan membantah honey!" bentak Valeria dengan suara tinggi.


Thomas tak berkata apa-apa dan bergegas pergi sesuai perintah istrinya. Kaili menatap markas utamanya dan tersenyum menyeringai.


Duar..............


"VALERIA, MOMMY" teriak Thomas dan Mikhail serentak.


❄❄❄❄❄


To be continue..........