Love Struggle

Love Struggle
Chapter 151



🌻Prioritasku adalah bukan bahagia melainkan bertahan hidup. Buktinya ada banyak hal yang membuat kita sakit tapi kita memilih untuk bertahan🌻


.


.


.


.


Kring...........kring..........kring.........


Hp Thomas berdering sedari tadi membuat Thomas yang tertidur seketika terbangun. Saat matanya terbuka ia langsung di suguhi pemandangan indah di depannya.


Cup............


Thomas mencium kening istrinya dengan lembut lalu melepas pelukannya perlahan-lahan. Keduanya tertidur setelah berc**nta beberapa jam yang lalu.


Mata Thomas memicing melihat nama Albert yang tertera di sana. Tak membuang waktu Thomas segera menjawab panggilan Albert.


^^^"Halo"^^^


"Where are you?" tanya Albert dengan suara serak dari seberang.


^^^"Apa yang terjadi?" tanya balik Thomas karena ia yakin ada sesuatu yang sudah terjadi kepada Albert.^^^


"David kecelakaan di mall......hiks hiks hiks.....anakku sekarang berada di rumah sakit" tangis Albert pecah dunianya runtuh mendengar anaknya kecelakaan.


^^^"Apa" pekik Thomas dengan kaget.^^^


"Cari tahu siapa dalangnya"


^^^"Oke aku akan cari tahu dude kamu yang sabar ya. Sebentar lagi aku ke sana"^^^


Thomas segera mematikan panggilannya sepihak tak menunggu jawaban dari Albert dan bergegas masuk ke kamar mandi. Valeria yang mendengar percakapan suaminya menatap Thomas dengan mata sayu di atas ranjang.


"Honey" panggil Valeria dengan lembut saat Thomas keluar dari kamar mandi.


"Kamu sudah bangun honey" ucap Thomas menghampiri istrinya.


"Heemmm! Apa yang terjadi?" tanya Valeria.


"David barusan kecelakaan di mall honey dan saat ini sedang berada di rumah sakit" ucap Thomas dengan khawatir.


"Aku akan ke rumah sakit honey. Apa kamu mau ikut" ajak Thomas.


"Kamu duluan saja honey nanti aku nyusul"


"Baiklah honey"


"Biar aku yang cari tahu apa yang terjadi di mall honey kamu temani saja Albert disana"


"Oke honey"


Thomas berlalu pergi setelah selesai bersiap. Melihat suaminya sudah pergi dengan cepat Valeria mengambil hpnya dan menghubungi Ares.


^^^"Ke kamar gue sekarang" ucap Valeria dengan suara dingin.^^^


"Baik nyonya"


Valeria mematikan panggilannya sepihak lalu memakai bathrobe sebelum Ares datang. Selang 5 menit Ares sudah berada di dalam kamar Valeria.


"Bakar semua baju gue. Bereskan juga kamar"


"Baik nyonya"


"Cari tahu apa yang terjadi dengan David di mall tadi" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Baik nyonya"


Valeria berlalu masuk ke kamar mandi dan berendam sedangkan Ares segera membereskan kamar utama tak lupa membuang semua pakaian milik Valeria.


Selesai dengan tugasnya Ares lalu menyiapkan makanan untuk Valeria karena sedari pagi Valeria belum makan sama sekali.


Valeria keluar dari kamar mandi menggunakan bathrobe, setelah mengeringkan rambut dan memakai perawatan di tubuhnya ia bergegas ke walk in closet.


Phew..............


Hembusan napas terdengar di dalam sana saat pandangannya tertuju ke lemari khusus pakaiannya yang terlihat kosong tak ada apapun.


"Sial!" umpat Valeria dengan kesal.


Pandangannya lalu tertuju ke lemari bagian suaminya. Melihat deretan kemeja suaminya ia lalu tersenyum smirk memikirkan apa yang akan ia pakai.


"Perfect" (sempurna) ucap Valeria melihat penampilannya di depan kaca.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Valeria tersenyum menyeringai melihat penampilannya dan ia yakin suaminya akan kebakaran jenggot di sana sebentar.


"Gue udah ngak sabar pengen lihat kemarahan suami gue" gumam Valeria sambil terkekeh.


"Kita berangkat sekarang" ucap Valeria saat keluar dari kamar.


"Nyonya sebaiknya anda makan dulu baru kita ke rumah sakit"


"Gue ngak lapar"


"Tapi nyonya belum makan dari pagi"


Langkah kaki Valeria terhenti mendengar ucapan Ares dan ia baru sadar jika sedari pagi ia belum makan. Setelah beberapa saat Valeria memutuskan untuk makan karena ia tak mau suaminya ceramah nanti.


"Siapkan makanan" perintah Valeria dengan suara dingin.


"Semua sudah siap nyonya"


Keduanya beranjak menuju meja makan Valeria menyuap makanan di depannya dengan tak berselera dan hanya 5 sendok saja ia makan.


"Kita pergi" ucap Valeria sambil mengelap bibirnya.


"Baik nyonya"


Saat di dalam lift Valeria melihat mata Ares yang terlihat redup menandakan dayanya tinggal beberapa persen saja.


"Loe ngak usah ikut gue. Setelah lift sampai loe kembali ke kamar dan charge daya loe"


"Baik nyonya"


"David?" tanya Valeria dengan singkat.


"Sudah saya kirim informasinya ke hp nyonya"


"Heemmmm" deham Valeria sambil membaca informasi yang Ares kirim.


Ting...........


Ares menunduk memberi hormat ke Valeria saat keluar dari lift. Ia lalu kembali naik ke atas menuju apartemennya di lantai 74.


Langkah Valeria bergema di lobby membuat semua pasang mata disana berdecak kagum melihatnya apa lagi penampilannya yang terlihat modis.


Tatapan mata Valeria tertuju ke depan dengan tajam membuat Clara dan Jeslyn yang baru masuk ke dalam apartemen merinding ketakutan.


Tatapan mata istri tuan Parker sangat mengerikan, batin Jeslyn.


Valeria mengerutkan keningnya membaca pikiran Clara karena ia tak mengenalnya. Bibirnya terangkat saat keduanya berpapasan membuat bulu kuduk Clara merinding.


Bi**h again, (ja**ng lagi) batin Valeria sambil tersenyum smirk.


Mobil Valeria lalu melaju meninggalkan apartemen diikuti Rehan dan anak buahnya yang lain. Didalam mobil Valeria menelpon Rehan untuk membeli ekspresso dingin dan parsel buah.


~ Wesly Hospital ~


Setelah 20 menit akhirnya Valeria tiba di Wesly Hospital tempat David dirawat. Rehan membukakan pintu buat Valeria tak lupa memberikan pesanannya.


"Dimana ruangan David?" tanya Valeria sambil berjalan masuk ke dalam rumah sakit.


"Di lantai 5 VVIP 2 master" jawab Rehan.


Keduanya bergegas menuju lantai 5 tempat David di rawat. Saat sampai disana mereka langsung disambut pengawal Xavier dan lainnya yang berjaga di lorong VVIP dan juga di depan kamar David.


Semua mata seketika memandang Valeria saat ia keluar dari lift. Thomas yang sedang berbicara dengan Mike tak mengetahui jika istrinya sudah tiba.


"Bos istri anda sudah sampai" ucap Mike yang melihat kedatangan Valeria.


Thomas lalu berbalik ke belakang dan seketika matanya ingin keluar dari tempatnya melihat pakaian yang dipakai istrinya.


"Turunkan pandangan kalian semua!" bentak Thomas menggelegar.


Mike dan anak buahnya lalu menunduk tak ingin merasakan pukulan Thomas. Wajah Thomas mengelap menatap istrinya seakan ingin mengulutinya saat ini juga.


"Honey" panggil Valeria dengan suara lembut.


"Baru beberapa jam kita baikan honey. Apa kepalamu terbentur! Hah" hardik Thomas.


"No" balas Valeria dengan santai.


"Dimana Ares kenapa sialan ini harus ikut kamu!" bentak Thomas sambil menunjuk Rehan.


"Dia pengawal pribadiku honey dan sudah seharusnya dia bersamaku"


"Jaga matamu dari istriku berengsek"


"Iya tuan" ucap Rehan sambil memutar matanya malas.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Ckk! Kenapa masih ada pakaian sialan di lemarimu" ketus Thomas.


"Pakaian di lemariku tidak ada lagi honey. Sudah ku bakar semua"


"Apa! Lalu ini baju siapa!" pekik Thomas dengan kaget ia lupa jika semua pakaian istrinya tadi sudah rusak.


"Kamu"


Eehh..............


Thomas melongo kaget mendengar ucapan istrinya matanya meneliti dari atas ke bawah melihat baju yang dipakai istrinya.


Kepalanya seketika berdenyut setelah meneliti baju yang dipakai istrinya dan itu adalah kemejanya. Entah ide dari mana istrinya hanya memakai kemejanya saja dan datang kesini.


"Ayok kita masuk ke dalam honey" ajak Thomas sambil memeluk istrinya dengan posesif.


Tangannya menarik kemeja Valeria agar lebih ke bawah karena sangat pendek. Bukan tangannya saja yang sibuk tapi mulutnya juga ikut sibuk mengumpat terus.


Ceklek............


Pintu kamar rawat David terbuka membuat 4 pasang mata di sana langsung menatap ke arah pintu.


"Val loe datang" ucap Chloe dengan suara lembut.


"Hemmmm"


Valeria memberi isyarat ke Rehan untuk memberikan parsel buah ke Albert. Pandangan keempatnya langsung tertuju ke Thomas yang sedari tadi sibuk menggerutu dengan pakaian Valeria.


"Honey stop it" (sayang hentikan) ucap Valeria dengan suara dingin.


"Pulang kita ke mall dan aku yang akan pilihkan pakaian buat kamu" ucap Thomas dengan suara tegas.


"Terserah"


Valeria menatap David yang terbaring lemah di atas brankar dengan kepala di perban apa lagi wajahnya sangat pucat.


"Bagaimana keadaan David?" tanya Valeria.


"Dia masih lemah dan tidak ada benturan serius di kepalanya" ucap Albert dengan tatapan sedih dan khawatir.


"Heemmm"


"Apa kamu sudah dapat honey?" tanya Thomas.


"Heemmm" deham Valeria sambil mengangguk kepalanya.


Tatapan mata Albert berkilat bercampur emosi mendengar ucapan Valeria yang sudah mengetahui siapa yang mendorong anaknya di mall tadi.


"Who?" (siapa) tanya Albert dengan tatapan tajam.


"Dimana Xander?" tanya Valeria tak menggubris pertanyaan Albert.


"Kenapa dengan anakku" ucap Xavier dengan suara dingin.


"Siapa yang menjaganya?" tanya Valeria lagi membuat semuanya semakin penasaran.


"Val apa ada yang ingin mencelakai anak gue?" tanya Chloe dengan panik.


"Ingat kandungan loe. Urusan Xander serahin ke suami loe"


"Katakan apa maksudmu?" tanya Xavier dengan aura membunuh.


"Lihat rekaman yang aku kirim ke kalian semua" ucap Valeria dengan aura mengintimidasi membalas tatapan tajam Xavier.


Semuanya langsung menatap hp mereka melihat apa yang dikirim oleh Valeria. Rahang Albert dan Xavier mengeras melihat siapa dalang di balik ini semua sedangkan Chloe dan Mira kaget bukan main membaca informasi yang di berikan Valeria.


"Hubby.........hiks hiks hiks........Xander" ucap Chloe dengan panik.


"Kita pulang sekarang baby. Albert perketat penjagaan anakmu dan malam kita hancurkan mereka" ucap Xavier dengan suara dingin.


"Jl.XXX No.3" ucap Valeria singkat.


"Alamat siapa itu honey?" tanya Thomas.


"Tante tercinta Mrs. Wesly"


"Dia bukan tante gue!" bentak Chloe dengan suara dingin.


Valeria terkekeh melihat wajah kesal Chloe dan itu menurutnya sangat menyenangkan membuat Chloe marah.


Deg...........


Tubuh Valeria menegang merasa perutnya yang terasa keram dan sakit. Wajahnya yang datar dan dingin tanpa ekspresi membuat semuanya tak mengetahui jika saat ini ia sedang menahan rasa sakit.


❄❄❄❄❄


To be continue................