
π»Mengeluh hanya akan membuat hidup kita semakin tertekan, sedangkan bersyukur akan membuat hidup kita lebih berwarnaπ»
.
.
.
.
Sepulangnya dari mengantar Bianca di tempat lesnya, Valeria lalu menyuruh pak Udin untuk pulang ke mansion. Di perjalanan Valeria yang ingin membeli beberapa keperluannya menyuruh pak Udin untuk berhenti.
"Pak Udin tolong berhenti di minimarket depan" ucap Valeria.
"Baik non" ucap pak Udin.
Sampai di depan minimarket Valeria segera masuk ke dalam. Valeria lalu membeli beberapa kebutuhan wanita dan beberapa cemilan, tak lupa ia juga membeli untuk pak Udin.
Selesai Valeria segera membayar dan masuk ke dalam mobil. Melihat nona mudanya sudah duduk pak Udin segera menjalankan mobilnya.
~ Mansion Kusumo ~
Setelah 10 menit akhirnya mereka tiba di mansion. Valeria lalu keluar dengan beberapa kantong plastik di tangannya.
"Ini buat pak Udin" ucap Valeria sambil menyodorkan 1 kantong plastik.
"Aduh non ngak usah atuh" ucap pak Udin menolak.
"Udah ambil aja pak soalnya tadi emang Valeria beli buat pak Udin" ucap Valeria memaksa.
"Aduh non bapak jadi ngak enak" ucap pak Udin dengan malu.
"Udah santai aja pak"
"Makasih ya non" ucap pak Udin dengan tulus.
"Iya sama-sama pak Udin"
"Iya non"
Valeria lalu masuk ke dalam mansion meninggalkan pak Udin yang melihat nona mudanya dengan senyum tulus. Ia sangat bersyukur karena nona mudanya sangat baik kepadanya.
"Selamat datang nona muda" ucap para pelayan.
"Iya" ucap Valeria dengan senyum manis.
Semua pelayan tersenyum melihat senyuman Valeria yang sangat manis. Mereka sangat bersyukur mendapat nona muda yang baik hati dan ramah seperti Valeria.
Sampai di dalam kamar Valeria segera membuka seragamnya dan langsung membersihkan tubuhnya. Baru saja ia keluar dari kamar mandi tiba-tiba hpnya berbunyi ada panggilan video masuk.
^^^"Halo"^^^
"Kak Valeria" teriak penelpon dari seberang.
^^^"Aduh Rafa jangan teriak-teriak dong kuping kakak ngak budek kali" ucap Valeria dengan kesal.^^^
"Hehehe sorry ka" ucap Rafa sambil terkekeh dari seberang.
^^^"Iya ngak apa-apa. Btw tumben kamu video call"^^^
"Itu ka kita pengen ke pasar malam ntar kakak mau ikut ngak"
^^^"Sama siapa aja kesana"^^^
"Aku, kak Sandra, kak Edo, dan Natan kak"
^^^"Ya udah kakak ikut deh sekalian ngajak Bianca boleh ngak"^^^
"Boleh kok kak"
^^^"Oke nanti kalian jemput kakak di mansion ya"^^^
"Oke ka nanti sore kita otw ya"
^^^"Oke kakak tunggu ya Raf"^^^
"Iya ka, see you"
^^^"See you too"^^^
Valeria segera mematikan panggilannya. Ia lalu mengirimkan pesan kepada Bianca memberitahu perihal barusan.
BiancaMySister
^^^"Ca loe pulang jam berapa??? tadi Rafa ngajak ke pasar malam entar"^^^
Pesan langsung di kirim ke Bianca, tak lama pesan Valeria langsung di ceklis biru tanda Bianca sudah membaca pesannya.
"Sekitar jam 3 gitu Val"
^^^"Oke. Loe ikut kan Ca"^^^
"Iya gue ikut Valπ"
^^^"Oke Ca"^^^
Bianca hanya melihat pesan Valeria tanpa berniat membalasnya lagi. Saat ini ia sedang berada di tempat les dan ingin menuju ke cafe tempat janjiannya dengan Riri dan Kelly.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
~ Cafe Mix ~
Sampainya di cafe Mix Bianca mengedarkan pandangannya mencari ke dua sahabatnya. Tak lama ia tersenyum setelah melihat kedua sahabatnya sedang mengobrol dengan seorang laki-laki.
"Sorry gue telat" ucap Bianca sampai di tempat Kelly dan Riri.
"Loe udah nyampe Bi" ucap Kelly.
"Lah kalau gue belum nyampe yang berdiri di depan loe siapa dong" ucap Bianca sambil terkekeh.
"Jiwa loe mungkin" ucap Riri sambil terkekeh.
"Sialan loe" ucap Bianca dengan kesal.
Riri hanya tertawa melihat tampang kesal Bianca. Semua aksi mereka tidak di lewatkan oleh laki-laki yang duduk di samping Kelly.
"Bi kenalin ini pacar gue yang kemarin gue ceritain" ucap Kelly sambil menunjuk cowok di sampingnya.
"Halo kak. Kenalin gue Bianca sahabatnya Kelly, salam kenal" ucap Bianca sambil mengulurkan tangannya tak lupa tersenyum manis.
"Salam kenal juga, gue Andre" ucap Andre menyambut tangan Bianca.
Setelah itu ia lalu melepas tangan Bianca meski rasanya engan.
Bianca cantik banget bahkan lebih cantik dari Kelly, batin Andre yang terpesona dengan kecantikan dan senyum Bianca.
Tak mau memperlihatkan rasa kagumnya ia segera berdeham untuk menetralkan degup jantungnya. Bianca tersenyum sinis melihat gelagat Andre, ia tahu jika sedari tadi Andre terus mencuri pandang padanya.
Kelly kayaknya loe pacaran sama cowok playboy, batin Bianca tersenyum sinis melihat keromantisan keduanya.
"Berasa jadi nyamuk ya Bi" ucap Riri.
"Tahu gini tadi gue ngak usah datang deh" ucap Bianca.
"Hehehe..........sorry guys maklum baru ketemu setelah sekian lama" ucap Kelly.
"Yang benar loe?" tanya Riri.
"Gue tinggalnya di Jakarta kebetulan ada libur ke Solo jadi sekalian aja ketemuan sama pacar gue" ucap Andre.
"Berarti kak Andre sama loe LDR dong" tunjuk Bianca pada Kelly dan Andre.
"Benar banget loe Bi" ucap Kelly sambil tersenyum manis.
"Oh" ucap Bianca dengan singkat.
Keempatnya terus mengobrol hingga jam menunjukkan pukul 16:30. Bianca yang ingat pesan Valeria segera pamit pulang lebih dulu.
"Loe kok cepat banget pulangnya" ucap Kelly.
"Sorry say gue udah ada janji sama Valeria mau ke pasar malam entar" ucap Bianca.
"Loe jalan sama dia aja" ucap Riri dengan nada tidak suka.
"Ngak tahu gue tadi Valeria hanya beritahu kalau kita akan ke pasar malam" ucap Bianca sambil mengangkat bahu tak tahu.
"Ya udah sana nanti kelamaan loe di marahi lagi sama nenek lampir" ucap Riri.
"Riri loe kok ngomong kayak gitu sih" ucap Kelly.
"Hehehe..........nenek lampir itu sepupu gue say" ucap Bianca sambil terkekeh.
"Ya ya gue tahu kok say" ucap Riri.
"Gue pamit dulu ya bye semua" ucap Bianca.
"Bye Ca, hati-hati ya" ucap Riri dan Kelly serentak.
"Oke say" ucap Bianca sambil mengangkat jarinya tanda oke.
Andre yang penasaran dengan nama Valeria segera bertanya pada kekasihnya. Sedari tadi ia hanya diam saja mendengar percakapan ketiganya.
"Honey Valeria itu siapa?" tanya Andre.
"Nenek lampir" ucap Riri dengan cepat.
"Huss! Jangan ngomong kayak gitu deh Ri, belum tahu aja kalau loe di tabok sama Valeria kalau dia dengar" ucap kelly.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Kelly hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Riri.
Loe belum tahu aja kalau berhadapan sama Valeria gimana rasanya Ri, batin Kelly.
"Dia nenek lampir ya honey?" tanya Andre yang semakin penasaran.
"Ngak honey, coba kamu cari aja nama Valeria Anastasia Kusumo di IG" ucap Kelly dengan manja.
Andre lalu mencari nama Valeria di pencarian instagram miliknya. Mata Andre seakan ingin keluar dari tempatnya setelah melihat wajah Valeria.
Gila ini mah kayak bidadari bahkan lebih lagi, batin Andre dengan decak kagum.
"Menurut kamu dia nenek lampir ngak honey?" tanya Kelly.
"Ngak sama sekali honey" ucap Andre dengan jujur.
"Ka Andre belum tahu aja sifat Valeria gimana" ucpa Riri.
"Jadi penasaran gue" ucap Andre.
"Kamu ngak boleh penasaran sama cewek lain selain aku ya honey" ucap Kelly dengan cemburu.
"Hehehe.......kamu itu satu-satunya di hati aku honey" ucap Andre dengan gombalannya.
"Ah! Aku makin sayang sama kamu honey" ucap Kelly sambil bergelayut manja di lengan Andre.
Melihat keduanya Riri hanya memutar matanya dengan malas. Ia merutuki Kelly yang mengajaknya datang hanya untuk di jadikan obat nyamuk di depan keduanya.
Sialan loe Kelly tega banget sama gue yang jomblo ngenes di sini, batin Riri dengan kesal.
"Gimana kalau malam kita juga ke pasar malam" ucap Kelly.
"Boleh thu sekalian gue refreshing dikit" ucap Riri.
"Kamu maukan honey?" tanya Kelly.
"Iya honey asal kamu senang aku juga senang" ucap Andre sambil mengelus puncak kepala Kelly dengan lembut.
"Uhhh........sosweetnya pacar aku" ucap Kelly.
Andre hanya tertawa membalas ucapan sang pacar, sedangkan Riri sendiri rasanya ingin menghilang dari kedua orang di depannya.
~ Mansion Kusumo ~
Valeria yang sedang menonton televisi seketika berlari ke depan saat mendengar suara sang ibu. Seperti dugaannya saat ini ayah dan ibunya baru saja sampai dari luar negeri.
"Ayah, ibu" ucap Valeria dengan senang.
"Hai sayang ibu kangen banget sama kamu" ucap Arinta sambil memeluk Valeria.
"Valeria juga kangen sama ibu dan ayah" ucap Valeria sambil membalas pelukan Arinta.
"Iya nak" ucap Arinta.
Valeria lalu melepaskan pelukannya dan memeluk Budi melepas kerinduannya. Setelah itu ketiganya langsung masuk ke dalam mansion.
"Selamat datang tuan dan nyonya" ucap bi Susi.
"Heemmm" ucap Budi seperti biasa.
"Iya bi. Apa semuanya baik-baik aja bi selama kami pergi?" tanya Arinta.
"Semuanya baik nyonya" ucap bi Susi.
"Baiklah bi! Tolong bawa teh chemoline ke kamar saya ya bi"
"Baik nyonya" ucap bi Susi berlalu pergi ke belakang.
"Ya udah ibu istirahat saja pasti capek banget" ucap Valeria.
"Iya sayang nanti baru ibu berikan oleh-oleh untuk kamu ya sayang"
"Iya bu"
Arinta segera berlalu ke kamarnya untuk beristirahat, Valeria yang ingat akan pergi keluar malam nanti segera memanggil Arinta.
"Ibu" panggil Valeria.
"Kenapa Valeria" ucap Arinta berbalik ke belakang.
"Aku dan Bianca mau minta ijin keluar malam nanti bu"
"Kemana nak?" tanya Arinta.
"Kita mau ke pasar malam bu bareng ka Edo dan lainnya"
"Beneran sama Edo" selidik Arinta.
"Beneran bu. Tadi Rafa yang ngabarin sekalian ngajak Valeria bu"
"Emang Bianca harus ikut juga ya" ucap Arinta yang tak suka Valeria mengajak Bianca.
"Iya bu lagian Bianca nanti sendirian aja di mansion, jadi Valeria ajak aja sekalian"
"Ya udah ibu ijinin tapi beritahu ka Edo untuk menjaga kalian"
"Iya bu"
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Valeria segera pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap. Tanpa keduanya sadari ternyata Bianca yang sudah pulang mendengar pembicaraan mereka.
Dasar tante sialan dia pikir gue ngak tahu maksud ucapannya tadi, batin Bianca mengepal tangannya dengan kuat.
Tatapan matanya berubah penuh kebencian melihat Arinta yang akan masuk ke dalam kamar. Ia bertekad akan menghancurkan keluarga sang ayah sampai hancur berkeping-keping.
"Tunggu pembalasan gue bentar lagi" desis Bianca penuh kebencian.
~ Pasar Malam ~
Waktu berlalu dengan cepat dan tak terasa sudah pukul 19:00 malam. Edo dan lainnya sudah sampai di pasar malam setelah menjemput Valeria dan Bianca.
Sandra yang sedari tadi senang seketika menjadi kesal karena harus pergi bersama Bianca. Dari dulu sampai sekarang Sandra sangat membenci Bianca yang sudah mengambil hati tante Arinta.
"Wah rame banget" ucap Valeria.
"Iya ka udah lama ya kita ngak ke sini" ucap Natan.
"Benar kamu Tan udah lama banget kita ngak kesini" ucap Valeria.
"Let's go guys waktunya menikmati jajanan pasar malam" ucap Edo dengan semangat.
"Let's go brother" ucap Rafa dan Natan dengan antusias.
Valeria yang melihat kedua adik sepupunya hanya menggelengkan kepala. Dari semua cucu keluarga Winata ketiganya yang paling antusias dengan jajanan pasar malam dan makanan pinggir jalan.
Valeria lalu berjalan mengandeng tangan Natan, Sandra sendiri memegang tangan Rian adiknya. Sedangkan Edo berdiri di tengah kedua saudari sepupunya sambil mengandeng tangan keduanya.
Bianca yang melihat hal tersebut menjadi sangat emosi karena lagi-lagi ia tidak di anggap. Sandra yang melirik ke arah Bianca tersenyum mengejek.
"Rasain loe emang enak ngak di perhatiin" ucap Sandra tanpa mengeluarkan suara.
"Bangsat loe Sandra, awas aja loe" ucap Bianca dengan emosi.
Bianca yang masih sangat kesal terpaksa mengikuti mereka dari belakang. Valeria yang asyik menikmati jajanan pasar malam sejenak melupakan Bianca yang ikut bersama dengan mereka.
"Kak gue mau itu" tunjuk Natan ke arah penjual kue-kue.
"Kak Edo gue mau itu" tunjuk Rafa ke pedagang sate.
"Kak gue mau makan gudeg ceker" ucap Sandra.
"Kak Edo gue mau sate buntel" ucap Valeria.
Edo menutup matanya merasa pusing karena sedari tadi adik-adiknya menunjuk makanan yang ingin mereka makan. Bahkan Natan adik kandungnya sampai manarik tangan Valeria sehingga menarik Edo begitu pula dengan Sandra.
"Diam" ucap Edo dengan suara tinggi.
Seketika semuanya diam melihat ke arah Edo yang berdiri sambil kedua tangannya di tarik Valeria dan Sandra. Melihat hal tersebut seketika tawa mereka pecah.
Semua pengunjung melihat mereka dengan bingung. Pasalnya mereka tak tahu kenapa mereka tertawa sambil berdiri di tengah jalan.
"Udah ketawanya" ucap Edo dengan nada dingin.
"Maaf ka habisnya lucu sih" ucap Valeria sambil cekikan.
"Jangan marah ka nanti gantengnya berkurang loh" ucap Sandra menahan tawanya.
"Benar kata ka Sandra nanti kalau ka Edo marah-marah berkurang loh gantengnya" ucap Rafa.
"Cih! Rayuan loe semua pada basi" ketus Edo dengan sinis.
Bukannya marah tapi mereka kembali tertawa. Edo yang melihat Bianca tidak ada bersama mereka seketika jadi panik.
"Dimana Bianca" ucap Edo dengan cepat.
Semuanya seketika panik dan mulai mencari keberadaan Bianca. Valeria sudah khawatir memikirkan keberadaan Bianca karena saking senangnya datang ke pasar malam, ia pun lupa dengan Bianca.
βββββ
To be continue...............
Jangan lupa beri dukungan kalian lewat vote, like, komen, dan rating yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€