Love Struggle

Love Struggle
Chapter 102



🌻Aku memang tertawa setiap saat tapi bukan berarti aku senang, karena apa yang aku alami hanya aku saja yang bisa merasakannya🌻


.


.


.


.


"Kenapa alamat IPnya berasal dari Wesly Group Val" ucap Bryan dengan bingung.


Valeria mengangkat bahu tanda tak tahu ia lalu berkutat dengan laptop mencoba masuk ke keamanan Wesly Group. Selang 30 menit akhirnya Valeria berhasil masuk tanpa di ketahui oleh IT Wesly Group.


Cukup lumayan hebat tim IT Wesly Group, batin Valeria.


"Bukannya dia salah satu orang kepercayaan Mr.Wesly Val" ucap Bryan dengan bingung melihat siapa yang mencoba masuk ke sistem apartemen Kingdom.


"Memang apa yang di cari orang Mr. Wesly sister" ucap Yorla dengan suara cempreng.


"I don't know" (aku tak tahu) ucap Valeria dengan suara dingin.


"Val mending loe biarin dia masuk dan lihat apa yang dia cari" ucap Bryan memberi ide.


"Benar kata brother" timpal Yorla.


"Heeemmm"


Valeria lalu membuka kode pengaman untuk Thomas agar bisa masuk ke sistem keamanan apartemen Kingdom. Kening ketiganya mengerut melihat jejak Thomas yang membobol cctv di apartemen di lantai 50.


"Siapa pemilik apartemen itu?" tanya Valeria.


"Juan Carlos Nidas Val" ucap Bryan sambil melihat daftar pemilik apartemen di iPad miliknya.


"Sister aku pergi dulu ya udah waktu buat cek persiapan fashion eke besok" ucap Yorla sambil melihat jam tangan mahalnya.


"Heemmm" deham Valeria.


"Ubur-ubur gagal beritahu Raksa pesankan pizza sama salad buah ya" ucap Bryan.


"Ckk!! You pesan aja sendiri" ucap Yorla dengan tatapan tajam.


"Udah pokoknya jangan lupa ya"


"No you punya mulut kan beritahu sendiri" ucap Yorla dengan ketus.


"Ckk!! Dasar ubur-ubur gagal" gumam Bryan dengan kesal.


Bryan lalu mengirim pesan ke Raksa untuk memesan Pizza dan salad buah. Valeria terus menonton rekaman cctv di apartemen Juan Nidas, tak lama Bryan dan Valeria kaget saat mendengar rencana Juan Nidas yang ingin mencelakai Chloe.


Bukan itu saja keduanya lebih kaget lagi saat melihat cctv tentang Robert Nidas dan Juan Nidas. Keduanya sama-sama bersih tegang mengenai Chloe yang ternyata cucu dari Robert Nidas.


"Apa kita akan membantunya" ucap Bryan.


"Kita harus membantu Chloe karena Juan Nidas bukan orang yang gampang menyerah"


"Oke Val"


Keduanya lalu menyusun rencana untuk menjaga keselamatan Chloe dari jauh tanpa kelihatan dan tidak boleh ketahuan.


~ Wesly Group ~


Thomas sangat stres karena lagi-lagi hasilnya sama saja tidak bisa, ia sudah mengeluarkan kemampuan hackernya semua tapi hasilnya tetap sama tidak bisa.


"Orang ini sangat hebat jika dia cewek aku akan nikahi dia saat ini juga" ucap Thomas dengan suara tegas.


Tak lama Thomas kembali mencoba masuk dan hasilnya sangat memuaskan ia berhasil masuk dengan mudah. Tak berlama-lama Thomas segera mencari rekaman cctv di kamar apartemen milik Juan Nidas.


Setelah dapat ia langsung membackup data dan keluar kembali. Thomas tersenyum puas setelah mendapat apa yang ia inginkan tapi seketika senyumnya pudar merasa ada yang ganjal.


"Jangan bilang tadi aku masuk karena dibiarkan masuk saja oleh tim keamanan mereka" ucap Thomas dengan kaget.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Ia kembali berkutat dengan laptop mencoba masuk kembali tapi tidak bisa seperti di awal. Thomas membanting berkas di atas meja kerjanya merasa seperti dipermainkan.


"Sial ternyata aku masuk jebakan dia" ucap Thomas dengan kesal.


~ Arthur Hotel ~


Sedari semalam Valeria, Ares, Bryan, dan Yorla menginap di hotel Arthur. Kebetulan hari ini adalah acara fashion Yorla jam 9 sehingga mereka sudah berada di hotel Arthur.


"Brother ayolah sekali ini saja" ucap Yorla dengan penuh harap.


"Pokoknya gue bilang ngak tetap ngak" ucap Bryan dengan tegas.


"Brother please sekali ini aja bantuin eke ya ya ya ya" bujuk Yorla.


"Isshh........maksa banget sih loe ubur-ubur gagal" cibir Bryan dengan ketus.


"Loe berdua kenapa sih pagi-pagi udah ribut aja" ucap Raksa dengan kesal.


"Isss........you diam aja ngak usah ikut campur" pekik Yorla dengan kesal.


"Anjrrit loe bencong sialan!" hardik Raksa dengan kesal.


"Brother ayolah sekali ini aja" ucap Yorla dengan merengek.


Bryan berlalu pergi ke kamar Valeria tak memperdulikan ocehan Yorla. Pagi-pagi pintu kamarnya sudah di ketok Yorla meminta agar ia bisa menjadi model pria utama hari ini karena model utamanya tiba-tiba sakit.


Ares yang baru masuk ke dalam kamar president suit milik Valeria langsung di ikuti Bryan, Yorla, dan Raksa.


Saat masuk ke dalam mereka langsung di sambut Valeria yang baru saja selesai mandi dan hanya menggunakan bathrobe.


Wow master sangat seksi, batin Raksa merona.


Kecantikan yang sempurna, batin Yorla dengan decak kagum.


Wow amazing, batin Bryan.


"Kalau loe semua udah bosan melihat beritahu aja Ares" ucap Valeria dengan suara dingin.


Glek..........


Ketiganya menelan saliva dengan susah saat melihat Ares yang berdiri di belakang Valeria dengan tatapan datar dan dingin. Mata merah Ares berkilat seakan ingin mencabik mereka saat ini juga.


"Uhmmm.......ngak Val" ucap Bryan dengan gugup.


"Maaf mas...ter" ucap Raksa dengan terbata.


"Sister help me........hiks hiks hiks" (kakak bantu aku) ucap Yorla sambil menangis.


Ckk!! Dasar ubur-ubur gagal selalu aja cari perhatian sama Valeria, batin Bryan berdecak kesal.


"Kenapa?" tanya Valeria sambil menyesap ekspreso hangat di depannya.


"Please suruh Bryan buat gantiin model eke sister"


"Ngak ah gue ngak mau" tolak Bryan dengan cepat.


"Sister........hiks hiks hiks" ucap Yorla yang kembali menangis.


"Bryan" desis Valeria dengan tatapan tajam.


"Tapi Val gue ngak suka jadi pusat perhatian" ucap Bryan dengan wajah kusut.


"Apa loe mau usaha adik kita selama ini hancur" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Tapi Val" ucap Bryan yang langsung di potong Raksa.


"Udah Bryan bantuin aja Yorla hitung-hitung loe bisa palak dia entar" ucap Raksa sambil terkekeh.


"Jangan cuci otak brother deh loe pak tua" ucap Yorla dengan ketus.


"Bener juga ya ucapan loe" ucap Bryan sambil tersenyum smirk.


"Sister" ucap Yorla meminta dukungan ke Valeria.


"Di dunia ini ngak ada yang gratis Yorla" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Ckk!! Baiklah" decak Yorla dengan pasrah.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Bryan tersenyum penuh arti memikirkan berapa yang akan ia minta sebagai bayarannya. Melihat hal tersebut Yorla mendengus kesal karena tahu pasti Bryan akan meminta bayaran yang sangat mahal.


"Siap-siap aja isi dompet loe gue habiskan" bisik Bryan dengan senyum menyeringai.


"Raksa loe juga ikut bantu Yorla buat jadi modelnya" ucap Valeria.


"Dengan senang hati master" ucap Raksa sambil tersenyum penuh arti.


Phew............


Yorla membuang napas dengan kasar tahu arti senyum Raksa, ia tahu pasti Raksa dan Bryan akan menguras isi dompetnya hanya untuk bayaran mereka.


Tak lama hp Valeria berbunyi ada panggilan masuk dari anak buahnya yang bertugas mengawasi Chloe di mansion.


^^^"Katakan"^^^


"Master sedari pagi ada mobil yang mencurigakan lewat di depan mansion Mr. Wesly"


^^^"Ada berapa mobil"^^^


"Sejak dini hari sudah ada 3 mobil master dan saat kami mengecek ada 2 mobil lain yang berdiri di persimpangan jalan masuk ke wilayah mansion Mr.Wesly"


^^^"Suruh dua anak buah loe untuk memantau 2 mobil itu"^^^


"Baik master"


^^^"Saat suaminya pergi kalian jangan lupa untuk awasi dia"^^^


"Baik master"


Valeria lalu memutuskan panggilannya sepihak dengan anak buahnya. Ares yang tahu apa yang di bicarakan oleh Valeria segera mengirim pesan ke Andre untuk memantau setiap cctv di jalan raya saat mobil Chloe atau Xavier keluar.


"Ada apa Val?" tanya Bryan.


"Kalian pergi siapkan acara sebentar" ucap Valeria.


"Oke master, Valeria, sister" ucap ketiganya dengan serentak.


Meski Bryan masih penasaran dengan telpon tadi tapi ia tetap mengikuti perintah Valeria. Ketiganya segera bergegas menuju ballroom tempat acara fashion untuk bersiap di belakang stage.


Waktu berlalu dengan sangat cepat dan saat ini acara fashion Yorla sudah berjalan. Valeria yang memantau kegiatan mereka dari dalam kamar mengernyitkan kening melihat cctv di area parkiran Wesly Group.


"Ares suruh anak buah kita jinakkan bom di mobil Mr.Wesly" ucap Valeria dengan suara tinggi.


"Baik nyonya" ucap Ares.


Ares segera mengirim pesan ke anak buah Rehan yang bisa menjinakkan bom. Dengan cepat anak buahnya segera melakukan perintah Valeria, ia tersenyum puas melihat hasil kerja anak buahnya yang cepat dan tak ada kesalahan.


"Kirim bom itu dalam bentuk paket dan jangan lupa inisal namaku Ares"


"Baik nyonya"


Semoga ini bisa membantu loe Chloe, batin Valeria dengan tulus.


"Ares siapkan penerbangan Bryan besok dan jangan lupa loe temani Bryan buat ketemu sama penasehat kerajaan"


"Iya nyonya"


"Oh satu lagi. Selama loe sama Bryan disana jangan lupa pakai lensa di mata loe"


"Apa saya harus memakai lensa yang sama persis dengan warna mata Bryan"


"No. Loe pakai yang sesuai warna mata gue aja"


"Baik nyonya"


"Bagaimana kabar anak haram itu?" tanya Valeria dengan suara dingin.


"Kondisinya semakin parah nyonya"


"Why"


"Kim Jeong berhasil menculiknya ke Korea nyonya"


Hahahahaha..............


Tawa Valeria pecah mendengar ucapan Ares ia sudah bisa menebak bagaimana hidup Bianca saat ini. Ia yakin Kim Jeong pasti akan memberi pelajaran yang tidak akan pernah Bianca lupakan.


"Gue ngak sabar buat ketemu mereka semua"


"Apa nyonya ingin membongkar kedoknya sekarang"


"Tunggu gue selesain masalah pulau Cayman baru kita ke Indonesia"


"Baik nyonya"


Ting...........


Eyes Three


"Master situasi di kerajaan Wizpet semakin memanas, Raja Luigi dan Selir Leila menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh penasehat kerajaan dan semua menteri di kerajaan Wizpet"


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Berengsek!" bentak Valeria dengan kesal membaca pesan dari eyes three.


"Malam ini juga loe berangkat sama Bryan" titah Valeria dengan tatapan membunuh.


"Baik nyonya"


"Loe tahu apa yang musti loe lakuin disana kan Ares"


"Saya tahu nyonya. Saya akan melindungi Bryan"


"Heeemmm"


Valeria lalu bergegas memakai baju untuk mengunjungi perusahaan cabangnya yang berada di California. Baru saja ia hendak masuk ke dalam lift matanya melotot melihat berita mengenai Bagas.


"Keluar" ucap Valeria dengan aura membunuh.


Wush.........wush............


2 Bayangan melintas di belakang Valeria dan sudah berdiri tegap di belakangnya. Ares melihat cctv di sekitar sana dan langsung membuat cctv berganti dengan program yang sudah di rancang Valeria di drivernya.


"One pergi ke Indonesia bantu kangmas buat nyari bukti"


"Baik master" ucap eyes one dan segera menghilang.


"Two periksa keamanan di ballroom"


"Baik master" ucap eyes two dan segera menghilang.


Valeria menutup mata menormalkan emosinya karena berita Bagas. Matanya berkilat menatap judul berita tersebut.


...Biliuner termuda di Indonesia Bagas Panji Kusumo terlibat kasus pemerkosaan putri rekan kerjanya di Hotel Hilton...


"Hubungi Andre"


Ares langsung menghubungi Andre sesuai perintah Valeria pada panggilan ke 2 Andre segera menjawab panggilannya.


"Halo master"


^^^"Cari bukti mengenai kasus kangmas sekarang"^^^


"Baik master"


^^^"Hapus semua berita tentang kangmas dalam waktu 1 jam"^^^


"Gue bakal usahain master. Tapi takutnya udah banyak netizen yang membackup informasi tuan muda"


^^^"Gue ngak mau tahu! Pokoknya berita tentang kangmas harus hilang dalam 1 jam"^^^


"Siap master gue usahain"


Valeria langsung menutup panggilannya sepihak tak menjawab ucapan Andre. Kepalanya terasa pusing karena hari ini begitu banyak masalah yang terjadi bersamaan.


Valeria memilih kembali ke kamar untuk mengontrol emosinya dan mendinginkan pikirannya. 2 jam kemudian Valeria merasa sudah lebih tenang dan tidak pusing lagi.


"Nyonya ada berita buruk" ucap Ares setelah melihat cctv yang ia pantau sedari tadi.


"Apa lagi Ares" desis Valeria dengan suara dingin.


"Mrs. Wesly tertembak nyonya"


"Apa!" pekik Valeria dengan kaget.


❄❄❄❄❄


To be continue...................