
π»Belajarlah menghargai sesuatu karena yang baik dan tulus biasanya tidak datang dua kaliπ»
.
.
.
.
Sepanjang jalan menuju mansion Valeria terus memikirkan cara bagaimana ia bisa pergi ke tempat Bianca. Meski Bianca sering jahat kepadanya tapi Valeria masih punya hati dan ingin menolong Bianca.
Saat melihat ke samping dan melihat mini market Valeria langsung memikirkan sebuah ide.
"Pak Udin tolong berhenti di mini market depan ya"
"Baik non"
Pak Udin lalu menghentikan mobil di depan mini market. Valeria segera turun dan memikirkan rencana selanjutnya untuk menyuruh pak Udin pulang lebih dulu.
Selang 15 menit Valeria lalu keluar sambil menenteng kantong plastik berisi cemilan. Sampai di dekat mobil Valeria langsung mengetok kaca bagian pengemudi.
Tok........tok...........tok...........tok........
"Loh non kenapa ngak masuk?" tanya pak Udin dengan bingung.
"Pak Udin pulang aja lebih dulu. Soalnya bentar lagi ka Edo sama Sandra mau jemput Valeria untuk kasih surprise ke Rafa pak" ucap Valeria dengan wajah serius.
"Tapi non, kalau nyonya sama tuan tanya gimana non"
"Nanti Valeria telpon beritahu ibu pak Udin. Jadi pak Udin tenang aja"
"Baiklah non tapi non hati-hati ya"
"Iya pak Udin"
"Kalau begitu saya pergi ya non"
"Hati-hati ya pak Udin"
"Iya non"
Pak Udin lalu melajukan mobil menuju mansion meninggalkan Valeria di depan mini market. Setelah melihat mobil pak Udin sudah tidak kelihatan lagi Valeria segera mencari taksi.
"Pak ke Remix club"
"Baik nona" ucap sopir taksi sambil melirik Valeria.
Valeria tahu maksud sopir taksi yang heran melihatnya pergi ke club malam. Beruntung postur tubuh Valeria tidak seperti anak SMP jadi tidak ada yang tau kalau dia masih SMP.
^^^"Bos gadis itu sudah naik taksi. Sepertinya dia menuju ke sana" ucap seorang pria bertopi hitam di dalam mobil yang sedang menelpon.^^^
"Ikuti gadis itu jangan sampai rencana kita gagal" ucap seorang pria dari seberang.
^^^"Baik bos"^^^
Tanpa Valeria sadari ternyata mobilnya di ikuti seseorang sejak keluar keraton.
Valeria yang berada dalam taksi terus memikirkan keadaan Bianca apa lagi saat melihat tubuh Bianca yang terikat di kursi dan tidak sadarkan diri.
Apa yang sebenarnya terjadi sama loe Ca, batin Valeria dengan khawatir.
~ Remix Club ~
Di lantai dua khususnya di salah satu ruangan VIP, saat ini Bianca sedang duduk bersama dengan tante Sisil, om Arya, madam Rosa, dan beberapa anak buah dari om Arya dan madam Rosa.
"Mangsa sudah di perjalanan sayang" ucap om Arya.
"Oke mas pokoknya malam ini kita harus berhasil" ucap tante Sisil.
"Jadi apa yang harus aku lakukan selanjutnya tante?" tanya Bianca.
"Kamu cukup lihat aja dan jalankan tugasmu sebentar lagi sayang" ucap tante Sisil.
"Oke tante"
"Jadi tuan Arya apa saya bisa ambil bagian saya sekarang?" tanya madam Rosa sambil tersenyum penuh arti.
"Sabar madam Rosa karena rencana kita belum selesai" ucap om Arya sambil terkekeh.
"Dengan senang hati saya akan menunggu tuan Arya" ucap madam Rosa sambil tersenyum misterius.
Tante Sisil yang melihat senyum misterius madam Rosa merasa sangat kesal. Ia sangat tahu jika madam Rosa adalah orang yang sangat licik apa lagi jika menyangkut uang.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Di depan club Remix Valeria keluar dari taksi setelah membayar taksi.
Ia berdiri di depan club dan masih ragu apa harus masuk atau tidak soalnya ia baru pertama kali datang ke club malam.
^^^"Bos gadis itu sudah sampai lokasi" ucap pria di dalam mobil sambil menelpon.^^^
"Hemmm! Kerja bagus! Kamu langsung ke pintu belakang dan ganti mobil"
^^^"Baik bos"^^^
Arya langsung mematikan panggilan dari anak buahnya dan menyuruh Bianca mengirim pesan ke Valeria. Bianca dengan cepat mengirim pesan ke Valeria menyuruhnya untuk segera masuk ke dalam.
Bianca
"Masuk ke dalam jangan berbicara dengan siapapun dan langsung ke lantai dua ruangan VIP 05"
Valeria membaca pesan tersebut dan langsung bergegas masuk. Saat hendak masuk ia di tahan di depan pintu oleh dua orang penjaga berbadan besar dan berwajah sangar.
Tak lama keduanya langsung mempersilahkan Valeria masuk setelah ada seseorang yang berbicara lewat earpiece. Valeria melihat mereka dengan tatapan datar tapi tetap bersiaga sambil memantau keadaan.
Saat masuk ke dalam Valeria langsung di sambut bunyi dentuman musik dj yang sangat keras, bau alkohol bercampur rokok yang memenuhi ruangan tersebut.
Valeria melihat banyak sekali manusia-manusia yang sekedar datang mencari kesenangan dunia malam. Bahkan ia bergidik ngeri melihat pakaian perempuan di sana yang sangat minim dan kekurangan bahan.
Hai cantik sendirian aja?
Sama om aja ya sayang malam ini
Temani gue malam ini ya cantik! Berapa pun yang loe minta akan gue akan kasi
Banyak sekali ucapan-ucapan rayuan yang Valeria dengar tapi ia tidak perduli sedikit pun. Valeria melihat tangga menuju lantai dua dan segera naik ke sana.
Saat penjaga melihat kedatangan Valeria mereka langsung mempersilahkannya masuk seakan dirinya sedang di tunggu. Melihat hal tersebut Valeria merasa ada yang ganjil.
"Secepatnya gue harus selamatkan Bianca dan pergi dari sini" gumam Valeria dengan suara pelan.
Saat tiba di pintu bertuliskan VIP 05 Valeria langsung masuk ke dalam. Saat pintu di buka ia mengedarkan pandangannya dan merasa bingung karena tidak ada seorang pun di dalam sana.
"Background di foto Bianca sama kayak background ruangan ini tapi dimana Bianca" ucap Valeria dengan bingung.
Sesaat Valeria lengah saat mencoba menelpon Bianca dan tak sadar jika ada seseorang yang berdiri di belakangnya.
Ia berusaha menelpon Bianca tapi tiba-tiba ada seseorang yang membekap hidung dan mulutnya menggunakan sapu tangan.
Tak lama Valeria mulai kehilangan kesadaran karena terlalu banyak menghirup obat tidur di sapu tangan tadi. Valeria yang sudah pingsan lalu di tidurkan di atas sofa di dalam ruangan tersebut.
Bianca, tante Sisil, om Arya, dan madam Rosa langsung tersenyum saat melihat Valeria yang sudah pingsan. Bianca melihat Valeria sambil tersenyum sinis sudah tidak sabar ingin melihat apa yang akan terjadi besok.
"Bawa dia ke hotel Rain" ucap tante Sisil.
"Jadi tugas saya sudah selesaikan tuan Arya" ucap madam Rosa sambil tersenyum.
"Sudah madam dan ini bayarannya untuk madam. Tapi ingat jika ada yang menanyakan hal ini madam tahu harus berbicara apa" ucap Arya sambil menyodorkan cek sebesar 500 juta.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Madam Rosa dengan cepat mengambil cek tersebut dan seketika tersenyum lebar melihat nominal yang tertera di dalam sana.
Melihat senyuman madam Rosa yang mata duitan tante Sisil hanya tersenyum sinis. Ia sudah biasa melihat wajah licik madam Rosa yang sangat mencintai uang.
Dasar manusia rakus dan licik, batin tante Sisil.
"Pasti madam Rosa" ucap om Arya sambil tersenyum remeh.
Madam Rosa dan anak buahnya segera meninggalkan Arya dan lainnya. Valeria yang sudah di angkat ke atas mobil melalui pintu belakang langsung di ikuti Bianca dan lainnya.
~ Hotel Rain ~
Setibanya si hotel Rain anak buah Arya langsung membopong tubuh Valeria yang langsung di foto oleh Bianca. Mereka membuat seolah-olah Valeria adalah gadis panggilan.
"Kenapa harus hotel ini mas?" tanya tante Sisil.
"Karena hotel ini tidak memiliki cctv di lift dan bagian basement baby" ucap om Arya.
"Ternyata ide kamu bagus juga ya mas" ucap tante Sisil dengan senang.
Mereka lalu masuk ke dalam lift menuju lantai 4 kamar 4012. Saat masuk ke dalam kamar hotel Bianca tak lupa mengambil gambar sebanyak mungkin yang ada wajah Valeria saat di peluk.
"Nikmati penderitaan loe sebentar lagi saudaraku" ucap Bianca dengan senyum sinis.
Sampai dalam kamar hotel tante Sisil dan Bianca langsung menurunkan dres Valeria hingga dadanya.
Tak lupa menyuruh orang yang mereka bayar tadi untuk tidur di samping Valeria seakan-akan mereka sudah melakukan hubungan suami-istri.
"Hasil yang bagus sayang" ucap tante Sisil.
"Sekarang aku tinggal kirim ke ayah dan teman Valeria biar dia sebarkan ke satu sekolah tante" ucap Bianca sambil tersenyum licik.
"Ide yang bagus sayang tapi ingat jangan pakai no pribadi kamu"
"Siap tante aku udah siapin no sekali pakai kok tante"
"Anak pintar" puji tante Sisil.
Anak buah om Arya yang melihat kulit mulus Valeria menelan ludah dengan kasar. Om Arya yang melihat tatapan lapar dari anak buahnya segera membentak mereka.
"Apa kalian ingin berurusan dengan polisi" bentak om Arya dengan suara tinggi.
"Maksud tuan?" tanya anak buah om Arya dengan bingung.
"Jangan kalian pikir aku tidak tahu tatapan napsu kalian itu" ucap om Arya dengan sinis.
"Maaf bos" ucap mereka semua dengan serentak.
"Dia masih di bawah umur dan aku tidak mau berurusan dengan polisi jadi tahan napsu bejat kalian itu" bentak om Arya.
"Baik bos"
Tante Sisil dan Bianca hanya melihat mereka dengan diam. Pasalnya mereka sudah menyelesaikan apa yang mereka butuhkan tinggal mengirim foto-foto Valeria ke Budi.
Om Arya dan anak buahnya langsung keluar meninggalkan tante Sisil dan Bianca. Tante Sisil yang punya sebuah ide langsung melucuti dres Valeria dan membuangnya ke lantai.
"Tante apa yang tante lakuin?" tanya Bianca.
"Kamu lihat saja nanti sayang" ucap tante Sisil dengan senyum penuh arti.
Tante Sisil lalu mencubit Valeria di leher dan dadanya beberapa kali sampai meninggalkan bekas keunguan. Melihat hal itu Bianca langsung tersenyum sinis karena tahu maksud tante Sisil.
"Tante memang yang terbaik deh" puji Bianca sambil mengangkat kedua jempolnya.
"Siapa dulu dong tante gitu loh" ucap tante Sisil sambil tertawa sombong.
Keduanya lalu keluar dan menutup pintu Valeria dengan rapat. Valeria yang masih belum sadar tidak tahu jika saat ini ia akan mendapat masalah besar.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
~ Mansion Kusumo ~
Setelah menjalankan semua rencana mereka Bianca lalu di antar pulang tante Sisil lewat pintu belakang mansion.
Ia tak mau ada yang melihatnya baru pulang jam segini apa lagi ini sudah menunjukkan pukul 02:00 dini hari.
Bianca berjalan mengendap-endap masuk ke dalam mansion dan segera menuju kamarnya di bagian samping.
Beruntung sebelum pergi Bianca sudah membuka jendela kamar jadi ia tak perlu harus masuk lewat pintu. Sampai di dalam kamar Bianca segera membuka pakaiannya dan membersihkan diri.
Tika
"Hadiah buat loe semoga loe suka"
Bianca tertawa sinis membaca pesan yang ia kirim beserta foto Valeria saat di basement hotel dan saat masuk kamar hotel. Tak lupa juga mengirim foto tersebut ke sang ayah menggunakan no sekali pakai.
"Sampai jumpa besok Valeria" ucap Bianca sambil tertawa penuh arti.
Tika yang belum tidur dan membaca pesan dari no tak kenal seketika kaget bukan main. Saat itu juga ia langsung menyebarkan foto Valeria ke grup kelasnya.
Foto Valeria seketika menjadi booming di grup kelasnya bahkan sampai di muat di web sekolah. Malam itu nama Valeria benar-benar hancur karena jebakan Bianca.
Keesokan paginya Budi yang masih tidur sambil memeluk Arinta merasa terganggu karena bunyi hpnya yang berdering dari tadi.
Budi lalu mengambil hpnya dan melihat Dion yang menelponnya pagi-pagi padahal ini baru jam 05:30 pagi.
Budi segera bangun dengan pelan dan menjawab panggilan Dion.
"Halo tuan"
^^^"Ada apa Dion? Kenapa kamu hubungi aku sepagi ini" ucap Budi dengan suara serak.^^^
"Maaf saya sudah menganggu waktu tidur tuan. Tapi ada sesuatu yang harus saya sampaikan tuan"
^^^"Hemmm! Katakan"^^^
"Maaf tuan tapi pagi ini foto nona muda beredar di website sekolahnya kalau nona muda adalah seorang gadis panggilan tuan"
^^^"Apa maksudmu?" tanya Budi dengan cepat.^^^
"Apa tuan sudah melihat foto nona muda tuan"
^^^"Foto apa maksudmu Dion?" tanya Budi dengan bingung.^^^
"Saya akan kirimkan segera ke tuan"
^^^"Heeemmm"^^^
Budi langsung mematikan panggilannya sepihak. Belum juga pesan Dion masuk Budi langsung kaget melihat pesan dari no yang tidak di kenalnya.
"Apa-apaan ini" bentak Budi dengan suara tinggi.
Arinta yang masih tertidur seketika terbangun mendengar bentakan suaminya. Ia bangun dan melihat Budi dengan wajah bingung.
"Mas kamu kenapa?" tanya Arinta.
"Kita pulang sekarang" ucap Budi dengan emosi.
Arinta tak berkata apa-apa langsung bergegas ke kamar mandi dan membersihkan diri dengan cepat. Budi langsung menelpon Dion dan menanyakan perihal foto tersebut.
"Saya sudah menyuruh pihak sekolah untuk menghapus postingan itu tuan dan mengklarifikasi kalau itu bukan nona muda tuan"
^^^"Dimana Valeria sekarang?" tanya Budi dengan emosi.^^^
"Nona Valeria dari semalam belum pulang ke mansion tuan dan saya sudah menyuruh anak buah kita mencarinya tuan"
^^^"Temukan Valeria dan bawa dia ke mansion sekarang juga"^^^
"Baik tuan"
Budi lalu mematikan panggilannya sepihak dan langsung menghubungi Valeria. Berulang kali ia menelpon Valeria tapi nomornya tidak bisa di hubungi.
"Valeria Anastasia Kusumo" teriak Budi dengan emosi.
βββββ
To be continue...........
Hay guys jangan lupa beri dukungan kalian lewat vote, like, rating, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€