Love Struggle

Love Struggle
Chapter 80



🌻Hidup itu adalah pelajaran, jika kita di sakiti maka belajarlah untuk tidak menyakiti orang lain🌻


.


.


.


.


Tepat pukul 18:30 Bryan sudah selesai bersiap dan sedang menunggu Valeria di ruang keluarga bersama dengan Raksa.


Kali ini Raksa sudah kembali menjadi pengawal pribadi Valeria kembali setelah pertunangannya dengan Rani adik Riki.


Saat itu baru saja Riki menyelesaikan studi kedokterannya di London, Raksa memberanikan diri memberitahu hubungannya dengan Rani sang adik.


Awalnya Riki marah karena sang adik sudah berpacaran tapi saat Valeria memberitahu alasan keduanya berpacaran Riki langsung merestui hubungan mereka.


Tapi ada syaratnya keduanya boleh menikah tapi setelah Rani menyelesaikan kuliahnya.


Bukan tanpa alasan, Riki ingin adiknya mendapat pendidikan tinggi untuk masa depannya terlebih membanggakan sang ibu yang selama ini sudah banting tulang untuk keluarga mereka.


"Apa Riki sudah bekerja di RM hospital?" tanya Bryan.


"Kakak ipar gue pengen jadi dokter pribadi master tapi ngak bisa ninggalin ibu sama pujaan hati gue sendiri"


"Gimana hubungan loe sama Rani"


"Baik-baik aja. Gue udah ngak sabar nunggu setahun lagi buat nikahin Rani" ucap Raksa dengan mata berbinar-binar saat menyebut nama Rani.


"Semoga loe sama Rani selalu bahagia sampai maut memisahkan" ucap Bryan dengan tulus.


"Thank's bocah" ucap Raksa dengan tulus.


"Apa Rehan dan timnya sudah stand by disana?" tanya Bryan dengan tatapan dingin.


"Tinggal tunggu perintah dari master"


"Gue udah ngak sabar lihat kehancuran mereka semua" ucap Bryan dengan dendam.


"Ngak nyangka gue ternyata bocah yang dulu gue pukul adalah seorang putra mahkota"


"Lebih tepatnya mantan putra mahkota" koreksi Bryan dengan suara dingin.


"Tapi gue heran dengan nama belakang loe" ucap Raksa dengan tatapan bingung melihat Bryan.


"Gue make nama belakang nyokap gue" ucap Bryan dengan santai.


"Pantas nama belakang loe ngak mirip sama anggota keluarga kerajaan Wizpet"


"Alonzo" ucap Bryan dengan tatapan membunuh saat menyebut nama belakang yang sudah ia buang balasan tahun lalu dari namanya.


Raksa tak bertanya lagi karena melihat tatapan membunuh dan penuh kebencian di wajah Bryan.


Ia sudah tahu masa lalu Bryan ternyata sangat menyedihkan bahkan ia dengan tulus meminta maaf setelah mengetahui masa lalu Bryan karena ia juga turut ambil bagian menorehkan luka untuk Bryan.


Maafin gue Bryan. Gue nyesel dulu pernah mukul loe dan nyuruh loe buat nyopet, batin Raksa dengan sedih.


Tak lama bunyi langkah kaki terdengar dari tangga atas membuat pandangan keduanya langsung menuju asal bunyi.


Bryan dan Raksa seketika terpesona dengan kecantikan Valeria yang seperti seorang bidadari, bukan itu saja keduanya juga tak kalah kagum dengan pesona Ares yang malam ini seperti seorang dewa.


"Gila master dan Ares kayak dewa dan dewi dari kayangan" ucap Raksa dengan decak kagum.


Bryan sendiri sampai tak tahu jika sedari tadi mulutnya terbuka karena terpesona dengan kecantikan Valeria.


Melihat Bryan dan Raksa yang berdiri dengan tatapan kagum tidak membuat Valeria menjadi sombong melainkan merasa risih dengan tatapan keduanya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Semuanya siap" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Siap master" ucap Raksa.


"Valeria kenapa warna mata Ares sama kayak gue" ucap Bryan yang kaget melihat warna mata Ares dan dia sama.


"Sebentar juga loe bakal tahu" ucap Valeria sambil tersenyum penuh arti.


"Val jangan bilang kalau Ares bakal pura-pura jadi gue disana" ucap Bryan dengan mata melotot.


"Otak loe pintar juga"


"Nyonya ada panggilan masuk dari Yorla" ucap Ares sambil menyodorkan hp Valeria.


"Kita berangkat sekarang" ucap Valeria sambil mengambil hp dari tangan Ares.


Keempatnya segera masuk ke dalam limousine yang sudah siap di depan mansion. Yorla yang berada di Paris sedari tadi menggerutu karena tak ikut bersama-sama dengan Valeria.


"Sister kenapa kalian tega sih sama gue" ucap Yorla dari seberang.


^^^"Loe ngak penting sih buat kita" ucap Bryan yang duduk di samping Valeria.^^^


"Yaaakkk!!! Kulkas berjalan" teriak Yorla dari seberang.


^^^"Sekali lagi loe bilang gue kayak gitu! Hari ini juga gue pastiin loe bakal berubah jadi laki-laki tulen" bentak Bryan dengan tatapan emosi.^^^


"Ck! Bisanya cuma ngancam aja" ucap Yorla sambil memonyongkan bibirnya dengan kesal.


^^^"Gimana tugas yang gue kasi ke loe" ucap Valeria dengan tatapan membunuh.^^^


"Uhmmm sis...ter di...a i...tu seperti bi**h" ucap Yorla dengan gugup karena tatapan Valeria.


^^^"Awasi dia 24 jam dan semua kegiatannya"^^^


"Apa 24 jam sister" ucap Yorla dengan kaget.


^^^"Hemmmm! Jangan lupa laporin ke gue dia bertemu dengan siapa saja"^^^


"Tapi sister gue"


^^^"Gue ngak nerima bantahan"^^^


Valeria langsung mematikan panggilannya sepihak tak menggubris ucapan Yorla lagi. Yorla yang berada di Paris hanya bisa pasrah melakukan perintah Valeria karena ia tahu apa yang bakal dia dapat kalau tidak melakukan perintah Valeria.


"Bryan loe jadi pasangan gue disana" ucap Valeria dengan tatapan dingin.


"Oke Val. Tapi siapa yang bakal nyari mama gue disana?" tanya Bryan.


"Ares"


"Maaf master bukannya itu bakal ngundang perhatian keluarga kerajaan disana ya" ucap Raksa.


"Hanya Ares yang bisa masuk dengan leluasa ke dalam kerajaan"


"Maksudnya?" tanya Bryan dengan bingung.


"Keamanan kerajaan Wizpet sangat ketat dan harus memakai sidik jari dan scan retina untuk bisa masuk ke ruangan yang ada di istana"


"Bukannya akan lebih mudah kalau Bryan yang masuk master" ucap Raksa.


"Jika Bryan yang masuk maka identitasnya akan terbongkar dan kalian pasti tahu apa yang bakal terjadi setelah itu"


"Gue paham Val. Tua bangka itu sama selirnya ngak akan biarin gue selamat jika dia tahu gue masih hidup" ucap Bryan dengan tatapan penuh kebencian.


"Keluarga loe sadis juga ya bocah" ucap Raksa.


"Heeemmmm"


"Oke master. Val" ucap Bryan dan Raksa serentak.


~ Kerajaan Wizpet ~


Sesuai dugaan Valeria jika pengamanan di kerajaan Wizpet sangat ketat. Baru saja memasuki gerbang kerajaan mobil mereka sudah di periksa, setelah lewat pemeriksaan akhirnya mobil mereka di persilahkan masuk.


Sebelum masuk ke dalam aula kerajaan mereka harus memberikan undangan untuk di periksa. Bryan dengan cepat menyodorkan undangan tersebut kepada petugas untuk di scan.


"Welcome to the kingdom of Wizpet Mr Bryan Peterson" (selamat datang di kerajaan Wizpet tuan Bryan Peterson") ucap petugas.


"Heemmmm"


Keempatnya langsung di persilahkan masuk kerena sesuai aturan setiap tamu undangan hanya bisa membawa pasangan dan 2 pengawal. Valeria melirik Ares dan memberikannya isyarat untuk bersiap.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Bryan memandang permusuhan keluarga kerajaan yang tak jauh di depannya sedang berbincang-bincang dengan relasi mereka. Valeria yang tahu tubuh Bryan menegang meremas tangannya untuk tetap tenang.


"Kontrol emosi loe jangan buat semuanya berantakan" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Heeemmmm" deham Bryan mengontrol emosinya.


"Bayan Bryan'Δ±n annesi bu odada tespit edilmedi" (Nyonya ibu Bryan tidak terdeteksi di dalam ruangan ini) ucap Ares yang memindai seluruh ruangan dengan sensor matanya mencari keberadaan ibu Bryan.


"O bu partide olmayacak" (Dia tidak akan hadir di pesta ini)


"şimdi hareket edeyim mi hanımefendi" (Apa saya bergerak sekarang nyonya)


"Sinyalimi bekle" (Tunggu aba-aba dari gue) ucap Valeria sambil melihat keadaan sekitar lewat lirikan matanya.


"Tamam bayan" (Baik nyonya)


Raksa dan Bryan kaget mendengar percakapan keduanya dengan bahasa Rusia. Keduanya hanya bisa mendengar saja tanpa berniat ikut campur karena tak mengerti dengan bahasa yang mereka pakai.


"Waktunya drama dimulai" ucap Valeria sambil tersenyum penuh arti.


Bryan dan lainnya hanya diam saja mengikuti Valeria yang mengajak mereka untuk bertemu dengan tuan rumah.


Tatapan datar dan dingin Bryan membuat orang di depannya merinding apa lagi tatapan Valeria dan Ares yang lebih dingin.


"Mata itu" ucap Luigi Carlo Alfonzo atau raja Luigi di kerajaan Wizpet.


Ya dia adalah ayah dari Bryan Peterson atau bisa dibilang putra pertama di kerajaan Wizpet.


Luigi kaget melihat kedatangan Bryan dan lainnya tapi pandangannya dari tadi tertuju kepada Ares dan Bryan karena mata keduanya yang berwana violet seperti matanya.


"Selamat malam yang mulia Raja Luigi Calro Alfonzo" ucap Bryan dengan suara dingin tapi terdengar sangat mengintimidasi.


"Who are you" (siapa kamu) ucap Lelia Massimo selir kerajaan atau selingkuhan raja Luigi dengan sombong.


"Perkenalkan saya Bryan Peterson dan ini pasangan saya. Terima kasih karena sudah mengundang perusahaan saya ke pesta anda yang sangat mewah ini" ucap Bryan dengan suara berwibawa.


"Apa anda wakil direktur VA Corp perusahaan nomor 3 di dunia" ucap Luigi saat mengenali nama orang yang baru ia baca tadi pagi di majalah forbes.


"Benar sekali yang mulia Raja Luigi"


"Hahahaha..........suatu kehormatan juga buat saya bisa bertemu wakil direktur dari perusahaan nomor 3 di dunia" ucap Luigi sambil tertawa sombong.


Dasar munafik, batin Raksa yang tak suka dengan tawa Raja Luigi.


Seketika suasana pesta menjadi riuh karena mendengar perwakilan perusahaan no.3 di dunia turut hadir.


Para tamu berbondong-bondong ingin melihat wajah wakil direktur VA Corp yang terkenal dengan ketampanannya dan kinerja wakil direktur yang sangat memukau dalam dunia bisnis.


Saat semua orang sedang berbondong-bondong mendekati Bryan dan Valeria tanpa mereka sadari ternyata Ares sudah bergerak menyelinap ke dalam kerajaan Wizpet.


Ia ditugaskan untuk mencari keberadaan ibu Bryan dan dengan matanya semua penjaga akan menunduk karena hanya anggota kerajaan yang berhak untuk berkeliaran disana.


Tak hanya itu ternyata Ares sudah masuk ke sistem cctv di kerajaan Wizpet untuk membuat cctv tak merekamnya.


Valeria berdiri di samping Bryan sambil menemani Bryan yang mengobrol dengan rekan bisnis mereka. Ada untungnya juga para pengawal tamu undangan di beri tempat untuk berdiri di samping ruangan mengawasi tuan mereka.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Dengan begitu tak ada yang curiga dengan kepergian Ares, Raja Luigi yang penasaran dengan warna mata Bryan terus mencari cara untuk bisa berbicara lagi bersama dengan Bryan.


"Selamat malam tuan Bryan Peterson suatu kehormatan bisa bertemu dengan anda disini" ucap Robert Nidas bersama anaknya Juan Carlos Nidas.


"Selamat malam juga tuan besar Nidas dan suatu kehormatan juga bisa bertemu anda disini" ucap Bryan dengan tatapan dingin.


"Pasangan anda malam ini sangat cantik tuan Peterson" puji Robert.


"Terima kasih tuan besar Nidas"


"Kalau boleh tahu siapa nama pasangan anda malam ini tuan Peterson?" tanya Juan dengan mata penuh napsu.


"Nama saya Esizikaka" ucap Valeria dengan suara dingin.


Robert dan Juan kaget mendengar nama Valeria yang baru kali ini mereka dengar menurut mereka nama itu sangat aneh.


Bryan juga terkejut mendengar Valeria memperkenalkan namanya bahkan ia hampir tertawa tapi ia dengan cepat menahannya.


"Nama anda sangat UNIK nona" ucap Juan dengan penekanan di kata unik.


"Well! Itu nama pemberian kedua orang tua saya dan saya bangga dengan nama saya sendiri tuan muda Nidas" ucap Valeria sambil tersenyum penuh arti.


"Anda benar sekali nona. Nama pemberian orang tua haruslah kita syukuri dan jangan pernah malu dengan nama tersebut" ucap Robert.


"Heeemmmmm"


Bryan dan Robert berbincang-bincang membahas pekerjaan. Valeria yang ingin ke toilet segera undur diri dari sana, kepergian Valeria ternyata di ikuti oleh Leila karena masih penasaran dengan pasangan Valeria.


Ia berniat untuk mencari tahu tentang Bryan dan Ares dari Valeria karena ia yakin Valeria seperti perempuan lainnya yang akan dengan mudah di beri uang sebagai imbalan.


Valeria yang tahu siapa yang mengikutinya sengaja dengan cepat merubah arah tujuannya bukan ke kamar mandi melainkan ke taman samping di sebelah aula pesta. Melihat hal tersebut Leila segera mempercepat langkahnya.


"Dasar perempuan tua licik" gumam Valeria dengan suara kecil.


~ Paris, Perancis ~


Suara ******* bergema di dalam president suit kamar hotel tempat berlangsungnya acara fashion barusan. Yorla yang mengikuti mereka tak menyangka jika ia akan melihat adegan vulgar secara live.


Beruntung kamar Yorla bersebelahan dengan kamar tersebut jadi Yorla bisa dengan mudah masuk ke sana apa lagi pintunya tak tertutup dengan benar.


Yorla menutup mulutnya dan merasa jijik melihat sepasang manusia yang sedang bersetubuh di atas sofa.


Setelah mendapat foto Bianca ia segera pergi dari sana karena sangat jijik melihat keduanya.


Ya ternyata wanita yang berada di sana adalah Bianca dan laki-laki yang bersamanya adalah Kim Jeong mafia asal Korea Selatan.


Bianca mengingat nasibnya yang harus jadi pemuas napsu dari Kim Jeong sesuai dengan anjuran om Arya. Dengan santai ia tak tahu jika tawaran om Arya adalah menjadi pemuas napsu dari Kim Jeong.


"Sial" gumam Bianca dengan kesal mengingat nasibnya saat ini.


❄❄❄❄❄


To be continue...........


Hay guys jangan lupa beri dukungan kalian dengan cara vote, like, rating, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀