Love Struggle

Love Struggle
Chapter 127



🌻Ada saatnya kita harus bertindak dan ada saatnya kita harus diam dan menunggu🌻


.


.


.


.


Thomas kaget bukan main saat mendengar ajakan menikah dari Valeria. Jantungnya berdegup kencang mendengar ucapan tersebut tapi ia merasa sepertinya ada sesuatu yang tidak beres.


Valeria tersenyum sinis saat melihat tatapan Thomas yang sepertinya sudah mengerti maksud ucapannya. Thomas mengerti jika ajakan Valeria tadi bukan mengenai perasaan keduanya menatapnya dengan tatapan yang sulit dimengerti.


"Apa tujuanmu?" tanya Thomas dengan suara dingin.


"Otakmu lumayan juga bisa berpikir dengan cepat" ucap Valeria sambil tersenyum penuh arti.


Valeria lalu bangun dan berjalan menuju jendela melihat suasana pagi di bawah sana. Thomas masih santai menatap Valeria menunggu jawaban dari semua pemikirannya saat ini.


"Aku ingin mengambil sebuah perusahaan dan aku butuh status untuk menguatkan posisiku" ucap Valeria dengan suara dingin dan tegas.


"Jadi kamu hanya butuh status bukan karena dari hatimu sendiri" Thomas tersenyum smirk tak habis pikir.


"Ya! Makanya aku minta bantuanmu"


"Apa kamu pikir pernikahan itu mainan!" bentak Thomas dengan emosi.


Valeria berbalik menatap Thomas dengan tajam tak suka dibentak sedangkan Thomas tak bergeming dengan tatapan tajam Valeria malah membalasnya tak kalah tajam.


Langkah kaki Thomas mendekat ke arah Valeria dengan wajah emosi. Melihat tatapan emosinya Thomas ia berdiri dengan tenang meski hatinya terasa sakit seperti ditusuk beribu pisau.


"Aku tanya sekali lagi! Apa betul kamu mengajak aku menikah hanya untuk keuntungan saja bukan karena perasaanmu" ucap Thomas menggelegar dengan suara tinggi.


"Ya itu benar" balas Valeria dengan suara dingin membenarkan ucapan Thomas.


"Kamu memang tidak berperasaan Valeria! Aku menyesal sudah mencintaimu dengan tulus" ucap Thomas dengan tatapan kecewa bercampur penyesalan yang amat dalam.


Deg...............


Hati Valeria seperti diremas kuat mendengar ucapan Thomas barusan yang menyesal mencintainya. Baru kali ini menyadari perasaannya jika ia sudah jatuh dalam perasaannya sendiri kepada Thomas.


"Ternyata selama ini hanya aku yang memiliki perasaan kepadamu" ucap Thomas sambil tertawa getir.


Tes..............


Air mata Thomas jatuh di depan Valeria mengatakan ia sangat hancur saat ini dan hal itu membuat jantung Valeria serasa di pukul oleh hamar dengan kuat.


Thomas menatapnya dengan penuh kekecewaan dan sakit. Karena sudah tak tahan lagi dengan rasa sakit di hatinya Thomas memilih pergi dari sana.


"Kamu bisa mencari laki-laki lain untuk menjadi suamimu seperti keinginanmu!"


"Asal kamu tahu meski aku sangat kotor dan biadab tapi aku tidak ingin mempermainkan pernikahan karena itu sangat sakral, dimana ikatan pernikahan itu menyatukan dua perasaan berbeda dalam satu ikatan cinta" ucap Thomas lagi dengan suara tegas.


Brak..............


Thomas membanting pintu penthouse Valeria dengan kuat dan berlalu pergi dengan hati hancur berkeping-keping.


Tanpa Thomas sadari ternyata bukan hanya ia yang sakit hati tapi juga Valeria yang merasa sangat hancur dengan ucapan dan tatapan Thomas barusan.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Brugh............


Hiks......hiks..........hiks.........hiks.........


Valeria terjatuh di lantai dan menangis histeris merasakan hatinya yang terasa sangat sakit. Baru kali ini ia menangis seperti itu dan tangisannya terdengar sangat pilu di dalam sana membuat siapa saja yang mendengarnya ikut meneteskan air mata.


"Hiks hiks hiks..........aku sangat mencintaimu Thomas! Tapi aku tidak ingin kehilanganmu.......hiks hiks hiks" teriak Valeria sambil menangis histeris.


Demi keselamatan Thomas ia terpaksa membuat skenario untuk membuat Thomas menjauhinya. Ia tidak ingin Thomas menjadi sasaran Dimitri karena Dimitri bukan lawan yang bisa dianggap remeh.


"Maafkan aku Thomas.......hiks hiks hiks......maaf" ucap Valeria dengan suara terdengar pilu.


Pengawal bayangan Valeria menatapnya dari kegelapan tak bisa berbuat apa-apa. Ketiganya meneteskan air mata mendengar tangisan Valeria yang terdengar sangat menyayat hati.


~ Markas Devil Dragon ~


Sudah 4 botol tequila dan 3 botol wiski habis di dalam kamar pribadi Thomas di markas mereka. Ia ditemani Kevin yang sedari tadi mengeluh karena bau alkohol yang sangat pekat.


"Segitu lemahnya kamu hanya karena cinta!" bentak Xavier dengan suara tinggi yang baru saja datang bersama Albert.


"Dia mengajakku menikah bukan karena perasaan cinta tapi hanya karena status saja" ucap Thomas sambil tertawa mengejek dirinya sendiri.


"Kamu itu bodoh dude" ucap Albert dengan sinis.


"Apa maksudmu?" tanya Thomas dengan emosi.


"Thomas yang aku kenal tidak akan lemah seperti ini hanya karena perempuan" cibir Albert dengan sinis.


"Albert" desis Xavier memberi peringatan.


Bugh........bugh........bugh.........


Xavier menghajar Thomas dengan brutal tak memberi ia kesempatan untuk membalas pukulannya. Melihat bos mereka yang marah Kevin dan Albert tak mau ikut campur.


"Kamu memang bodoh Thomas! Dimana otak pintarmu itu!" bentak Xavier.


"Bos" ucap Thomas dengan suara lemah.


"Cari tahu tujuannya sebelum bertindak"


"Jika dia mencintaimu maka perjuangkan tapi jika tidak lepaskan dia" tambahnya lagi dan berlalu pergi dari sana tak lupa memberi isyarat kepada Albert untuk memberi pelajaran kepada Thomas.


Ya! Bos benar ini bukan waktunya untuk bersedih, batin Thomas memikirkan ucapan Xavier barusan.


"Apa kamu sudah lebih baik dude?" tanya Albert dengan suara dingin.


"Ya"


"Ternyata wanita itu memang racun dunia" ucap Kevin.


Albert dan Thomas menatap tajam Kevin tak suka dengan ucapannya barusan. Mendapat tatapan tajam dari keduanya ia tidak perduli.


"Hanya karena perempuan kamu seperti ini dude. Kasihan sekali nasibmu dude" ejek Kevin dengan sinis.


"Tutup mulut sialanmu bocah!" bentak Thomas.


"Kenyataan dude kamu itu sangat payah" cibir Kevin.


"Aku sumpahin kamu akan mengalami hal serupa denganku"


"Well aku tidak percaya dengan hal seperti itu dude"


"Awas kamu bocah sialan" teriak Thomas.


"Apa kamu sudah puas berteriak?" tanya Albert.


"Apa maksudmu?" tanya Thomas dengan mata memicing.


"Ikut aku"


Thomas mengikuti Albert ke ruang latihan dan seketika ia kaget karena harus menerima hukuman dari Sam dan Ken. Hari itu ia dipukul habis-habisan oleh keduanya di ruang latihan sesuai perintah Albert.


2 Bulan kemudian


Hari berlalu tanpa terasa sudah 2 bulan berlalu sejak pembicaraan Thomas dan Valeria di penthouse. Sehari setelah itu keberadaan Valeria bagai di telan bumi bersama semua anak buahnya.


Thomas selalu mencari keberadaan Valeria dan apa yang membuat Valeria berani mengajaknya menikah tapi sampai detik ini juga ia belum dapat jawabannya.


~ Kastil Valeria ~


Seperti hari-hari biasanya Valeria hanya berdiam diri dalam kamar pribadinya di lantai 3. Bau alkohol menyeruak di dalam kamar pribadinya bahkan selama 2 bulan kamarnya tidak pernah dibersihkan apa lagi mendapat cahaya.


Ceklek.............


Ares masuk ke dalam kamar Valeria yang gelap gulita meski di luar sana sudah menunjukkan pukul 12 siang.


"Nyonya waktunya makan" ucap Ares sambil membawa nampan berisi makan siang Valeria.


"Pergi" lirih Valeria dengan suara lemah.


"Nyonya! Sudah dari kemarin nyonya tidak makan"


"Gue bilang pergi ya pergi bangsat" teriak Valeria bergema.


"Baik nyonya! Saya hanya mau beritahu eyang putri terus menelpon setiap hari"


"Bawa hp gue kesini"


Ares lalu memberikan hp milik Valeria yang tidak pernah ia hidupkan lagi. Saat hpnya menyala begitu banyak notifikasi pesan dan telpon masuk.


"Kenapa loe masih nelpon gue sialan" ucap Valeria tersenyum getir melihat nama kontak Berisik tertera dengan ratusan panggilan masuk.


Itu adalah kontak Thomas yang ia beri nama Berisik, hatinya kembali sakit mengingat tatapan dan ucapan Thomas waktu itu.


Valeria segera menghapus air matanya yang jatuh mengingat tujuan awalnya. Dengan cepat ia langsung menghubungi eyang putri tidak perduli disana sudah jam berapa.


"Halo Valeria" ucap suara serak dengan antusias dari seberang.


^^^"Eyang" ucap Valeria menahan air matanya yang akan tumpah.^^^


"Kamu kemana nak? Selama ini eyang khawatir sama kamu nak"


Hiks..........hiks.........hiks.......hiks....


"Valeria kamu kenapa sayang? Kenapa kamu menangis sayang" tanya eyang putri dengan panik dari seberang.


^^^"Eyang......hiks hiks hiks......hati aku sakit eyang......hiks hiks hiks"^^^


"Hiks hiks hiks kamu dimana cucuku.......hiks hiks.....apa yang terjadi sama kamu sayang?" tanya eyang putri dengan cemas sambil menangis.


^^^"Eyang.......hiks hiks hiks hiks"^^^


Valeria menangis dengan histeris membuat eyang putri yang berada di keraton Winata saat ini juga ikut menangis. Entah kenapa ia merasa tangisan Valeria terasa seperti menyayat hati seakan ada luka yang menganga dalam hatinya.


"Katakan pada eyang sayang......hiks hiks hiks.....jangan di pendam sendiri nak.....hiks hiks"


Valeria lalu menceritakan siapa sosok sebenarnya ia selama ini dan dimana ia berada saat ini. Tak lupa ia juga menceritakan perihal mengenai Thomas dan apa yang ia lakukan kepada Thomas 2 bulan yang lalu.


"Valeria......hiks hiks hiks......kenapa kamu harus pendam semua ini sendirian sayang.....hiks hiks.....eyang merasa gagal tak bisa melindungi kamu nak......hiks hiks hiks"


^^^"Ini bukan salah eyang......hiks hiks hiks......jangan pernah menyalahkan diri eyang karena eyang itu adalah wanita yang terhebat selama ini"^^^


"Hiks hiks hiks........eyang tak habis pikir di usiamu yang semuda ini kamu sudah mengalami banyak hal yang tak bisa eyang pikirkan"


^^^"Aku minta sama eyang jangan pernah beritahu dimana keberadaan aku dan siapa sebenarnya aku eyang"^^^


"Ya eyang tahu nak"


^^^"Terima kasih eyang"^^^


"Valeria eyang cuma mau beritahu kamu satu hal"


^^^"Apa itu eyang?" tanya Valeria yang sudah bisa mengontrol perasaannya.^^^


"Perjuangkan dia jika kamu mencintai dia sayang. Eyang yakin dia adalah jodohmu dan orang yang tepat untuk menjagamu nak"


^^^"Hiks hiks hiks.......eyang......hiks hiks hiks"^^^


"Kamu berhak bahagia nak! Jalani hidupmu sesuai keinginan hatimu karena hati tidak akan pernah berbohong"


^^^"Tapi Valeria takut eyang"^^^


"Nak kadang ketakutanmu itu adalah musuhmu yang sebenarnya sayang! Hanya kamu sendiri yang bisa menentukan apa kamu itu berhak bahagia atau tidak nak"


^^^"Maksud eyang"^^^


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Terdengar helaan napas dari seberang di telinga Valeria dengan sabar ia menunggu apa yang akan dikatakan eyangnya.


"Musuhmu bukan musuhmu saat ini tapi itu adalah ketakutan dalam hatimu nak"


Deg.............


Jantung Valeria berdetak dengan cepat setelah paham maksud perkataan eyang putri.


"Raihlah cintamu sayang karena dia adalah orang yang tulus mencintaimu apa adanya"


^^^"Eyang.....hiks hiks hiks"^^^


"Kamu itu seorang pemimpin nak dan kamu tahu mana yang terbaik untuk dirimu"


^^^"Terima kasih eyang atas nasihat eyang" ucap Valeria merasa hatinya lebih lega.^^^


"Sama-sama nak! Eyang mohon apapun masalahmu jangan lari ke minuman keras karena itu hanya merusak tubuhmu"


^^^"Iya eyang Valeria mengerti"^^^


"Ya sudah jaga diri kamu di sana ya nak"


^^^"Iya eyang juga"^^^


"Love you nak"


^^^"Love you too eyang"^^^


Valeria mematikan panggilannya setelah bercerita permasalahannya kepada sang eyang. Hatinya terasa lebih lega setelah bercerita semuanya.


"Ares bersihkan kamar gue"


"Baik nyonya"


Valeria lalu masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya serta melakukan beberapa perawatan tradisional di seluruh tubuhnya.


~ Moscow, Rusia ~


Dimitri berdiri di lantai 3 mansion menatap hamparan salju yang menutup pohon di sekitar mansionnya.


"Dimana Queen sialan itu?" tanya Dimitri dengan emosi.


"Menurut mata-mata kita pergerakan Black Shadow tidak ada selama 2 bulan ini tuan mereka hilang tak meninggalkan jejak apapun" ucap Barnabas.


"Aku tidak mau tahu! Cari wanita ja***g itu dan bawakan kepalanya untukku" hardik Dimitri.


"Baik tuan"


Dimitri menahan rasa kesalnya karena 2 minggu yang lalu serangan virus komputer kembali menyerang komputer di markas mereka sehingga data-data transaksi mereka hilang.


Karena hal tersebut ia mengalami kerugian jutaan dollar dalam semalam. Bahkan karena hal tersebut ia harus menjual beberapa aset pribadinya untuk menutup kerugian bisnis haramnya.


Lihat saja pembalasanku Queen, batin Dimitri dengan tatapan membunuh.


❄❄❄❄❄


To be continue..............