Love Struggle

Love Struggle
Chapter 143



🌻Jadilah wanita yang tak pernah lelah, meski sebenarnya kamu sudah sangat lelah menjalani hidupmu🌻


.


.


.


.


Setibanya di Dubai Valeria segera menuju ke perusahaannya karena harus meeting mendadak bersama semua direktur dan kepala tim VA Corp.


Iring-iringan mobil Valeria membelah jalanan siang di Dubai dari kastilnya menuju ke tengah kota Dubai dimana perusahaannya berada di sana.


~ VA Corp ~


Mobil Valeria berhenti tepat di depan pintu masuk ke perusahaannya. Setelah Ares meneliti keadaan sekitar aman ia segera membuka pintu mobil Valeria untuk keluar.


"Arah jam 1" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Baik nyonya" ucap Ares memberi isyarat kepada anak buahnya untuk mengurus wartawan yang sedang mengamati Valeria dari arah jam 1.


"Selamat datang presdir" sambut Alfarezi ditemani asistennya Loki di depan lobby.


Valeria tak membalas ucapan Alfarezi dan berlalu masuk ke dalam perusahaan dengan langkah tegap dan angkuh.


Aura penguasa seketika menyeruak di dalan sana dan membuat semua karyawan yang berada di lobby menunduk saat Valeria lewat diikuti Ares dan Alfarezi.


"Semuanya sudah siap?" tanya Valeria dengan suara dingin.


"Semuanya sudah di dalam ruang meeting presdir" ucap Alfarezi dengan sopan.


Valeria dan Ares segera masuk ke dalam lift khusus untuknya sedangkan yang lainnya menggunakan lift petinggi yang bersebelahan dengan lift milik Valeria.


Ting............


Valeria dan Ares sudah sampai di ruang meeting di lantai 102 tempat ruangan untuk meeting di kantor VA Corp.


Sedangkan ruangannya berada di lantai 105 karena dari lantai 103 hingga 104 adalah lantai khusus pengarsipan data seluruh kantor cabang dan ruangan wakil direktur yaitu Alfarezi.


Ceklek...........


Pintu ruangan meeting terbuka mengagetkan semua peserta meeting yang sudah ada di dalam. Dengan serentak semuanya bangun lalu memberi salam kepada Valeria.


"Meeting kita mulai" ucap Ares dengan suara dingin dan lantang.


"Laporkan masalah proyek minyak bumi" ucap Valeria dengan aura membunuh di dalam sana.


"Ada yang menghasut klien kita untuk membatalkan kerja sama sepihak dengan kita presdir" ucap Alfarezi.


"Who?" (siapa) tanya Valeria dengan tatapan tajam.


"Darius Kim" ucap Loki asisten Alfarezi sambil menampilkan foto Darius di layar proyektor.


"Korean" selidik Valeria dengan penasaran.


"Ayahnya orang Korea sedangkan ibunya berasal dari Argentina dan mereka menetap di Argentina presdir. MuskTec nama perusahaan mereka di Argentina di bidang minyak bumi dan tambang emas presdir" papar Loki dengan suara tegas.


Valeria mengangguk kepalanya sambil mengetuk jarinya di atas meja mendengar penjelasan Loki. Selama meeting berlangsung semua direktur memberi pendapat mereka masing-masing mengenai masalah proyek itu yang bernilai triliun.


"Black list semua daftar nama perusahaan yang sudah memutus kerja sama" ucap Valeria dengan suara lantang.


"Tapi presdir mereka masih bisa kita ajak untuk kembali bekerja sama" ucap direktur James bagian SDA.


"Benar yang dibilang direktur James presdir" tambah direktur pemasaran.


"Aku tidak suka dengan barang bekas" ucap Valeria dengan suara dingin dan menekan aura didalam sana.


Glek..........


Semua peserta meeting menelan saliva dengan susah melihat tatapan presdir mereka yang seakan ingin menguliti tubuh mereka.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Alfarezi tolak kerja sama mereka di bidang apapun" hardik Valeria.


"Baik presdir"ucap Alfarezi dengan patuh.


"Satu lagi! Aku tidak butuh seorang penjilat hanya untuk satu proyek" tegas Valeria dengan suara dingin.


"Bahkan uangku cukup jika aku sendiri yang turun tangan langsung menghendel semua proyek saat ini" tambahnya dengan wajah angkuh.


Memang benar adanya apa yang diucapkan oleh Valeria karena selama ini tidak ada penanam saham di perusahaannya bahkan untuk menghitung kekayaannya tidak akan pernah habis.


"VA Sport di Spanyol" ucap Valeria berpindah ke pembahasan lain.


"VA Sport saat ini bersaing dengan Xander Sport presdir. Untuk omset penjualan kita tahun ini mencapai 125% presdir" papar direktur Zoey di bagian sport manajemen.


"Pertahankan omset kita jangan sampai menurun ke depan"


"Baik presdir"


Hari itu meeting hanya membahas seluruh proyek yang sedang berjalan dan yang sedang di rencanakan untuk ke depannya.


Entah sudah berapa lama suasana di dalam meeting terasa sangat mencekam karena meeting yang di pimpin oleh Valeria sudah seperti sidang terbuka di pengadilan tinggi.


"Tetap jalankan proyek minyak bumi Alfarezi dan singkirkan siapa saja yang mengacau" titah Valeria tak ingin dibantah.


"Baik presdir" ucap Alfarezi dengan suara lantang.


Dengan santai Valeria berjalan keluar tak perduli dengan wajah semua peserta meeting yang seketika mendadak murung karena tak lolos setelah meeting.


Ting.........


Tibanya di lantai 105 ruangan khusus presdir Valeria segera berjalan menuju ruangannya bersama Ares dengan Rehan dan 2 anak buahnya berjaga di depan ruangan Valeria.


"Berikan hpku" ucap Valeria dengan suara dingin.


Ares memberikan hp milik Valeria saat hpnya dihidupkan ia langsung melihat ada begitu banyak panggilan dan pesan dari suaminya.


Gue lupa kabari Thomas, batin Valeria sambil mengurut keningnya.


"Siapkan makanan Ares" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Baik nyonya" ucap Ares berlalu keluar.


Valeria dengan cepat duduk di kursi kebesarannya dan langsung menghubungi video call suaminya.


"Heemmmm" deham Thomas dengan wajah dingin dari seberang.


^^^"Apa kamu tidak tidur semalam honey?" tanya Valeria yang melihat mata suaminya menghitam.^^^


"2 Hari perjalanan dari California ke Dubai.....huh" ketus Thomas dengan tatapan kesal.


Valeria tersenyum manis melihat wajah merajuk suaminya disana. Tapi ia juga kepikiran karena lupa mengabari suaminya sehingga ia belum tidur dari semalam.


^^^"Maaf suamiku. Sampai tadi aku segera meeting mendadak karena ada proyek yang bermasalah" sesal Valeria dengan suara lembut.^^^


"Aku merindukanmu honey" ucap Thomas dengan manja.


^^^"Aku juga merindukanmu honey" balas Valeria dengan suara lembut.^^^


"Kapan pulang honey?" tanya Thomas.


^^^"Aku belum tahu honey"^^^


"Ckk!" decak Thomas dengan kesal.


^^^"Jangan marah honey, kamu tahu aku bukan karyawan kantoran biasa honey" bujuk Valeria.^^^


"Beritahu aktifitasmu setiap 1 jam honey" tegas Thomas tak mau dibantah.


^^^"Baik suamiku"^^^


Valeria lalu menemani suaminya sampai tidur sambil meneliti laporan yang tadi di bawa oleh Alfarezi ke ruangannya.


2 Minggu kemudian


Sudah 2 minggu Valeria berada di Dubai meninggalkan suaminya yang uring-uringan kesetanan di California karena ia tak pulang juga.


Saat ini Valeria tengah bersiap berangkat ke California mengunjungi suaminya sekaligus memberi kejutan kepada suami posesifnya itu.


Valeria sebenarnya juga merasa sedih harus berjauhan dengan suaminya, tapi mau bagaimana lagi ia tidak bisa tinggal di California karena ia punya tanggung jawab besar di Dubai sebagai pemimpin dari ribuan karyawan.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Bicarakan baik-baik hal ini kepada suamimu nak karena sejatinya suami istri itu harus tinggal bersama.


Kata-kata eyang putri berputar di dalam kepalanya saat 2 hari yang lalu ia menelpon dan bercerita tentang rumah tangganya saat ini.


Aku sangat mencintaimu honey, batin Valeria memikirkan suaminya.


~ Wesly Group ~


Thomas berdecak kesal saat baru keluar dari lift karena nomor istrinya tak aktif dan sialnya lagi ia tidak menyimpan nomor Ares dan juga pengawal sang istri.


"Dude kamu kenapa?" tanya Kevin yang baru selesai mengantar pesanan ngidam sang nyonya.


"Jangan menggangguku!" bentak Thomas dengan ketus.


Kevin berdecak kesal mendapat bentakan dari Thomas. Keduanya sudah berbaikan kembali setelah 3 hari Thomas menjenguknya di rumah sakit.


"Jangan menganggu Thomas dia sedang kesal karena Valeria tak bisa dihubungi" ucap Albert yang baru keluar dari ruangannya.


"Ckk! Wanita memang racun dunia" decak Kevin dengan kesal dan berlalu pergi sambil menatap Albert dengan tatapan kesal.


Albert berdecak kesal mendengar ucapan Kevin karena ia yakin ucapan tadi juga ditujukan untuknya yang sangat bucin kepada sang istri sama seperti bosnya.


"Apa nyonya di dalam?" tanya Albert kepada sekertaris utama.


"Iya tuan"


Albert kembali ke ruangannya tak ingin menganggu waktu sang bos dan nyonya karena ia tahu jika Chloe datang maka tak boleh ada yang menganggu mereka.


Ting..........


Thomas dengan semangat mengambil hpnya berpikir jika itu pesan balasan dari istrinya. Tapi ternyata ia salah karena itu pesan dari no privat berisi foto-foto saat ia bersama wanita j***ng di club dulu.


Tangannya dengan cepat berkutat dengan cepat melacak pesan yang dikirim oleh seseorang barusan.


"Siapa yang ingin main-main sama aku" ucap Thomas menatap nomor pengirim di depannya yang ternyata itu adalah nomor sekali pakai.


❄❄❄❄❄


To be continue..............