
π»Tidak semua orang akan menghargai kamu meski kamu sudah berbuat baik pada merekaπ»
.
.
.
.
Mendengar ucapan Ares ia langsung menyuruhnya mengambil laptop. Jari ramping itu dengan cepat menari-nari di atas keyboard mencari tahu siapa yang sudah menembak Bryan.
"Ares suruh pengawal Bryan untuk ke lokasi yang gue kirim" ucap Valeria dengan cepat.
"Baik nyonya"
"Hubungi Bryan" perintah Valeria dengan suara dingin.
Ares dengan cepat langsung menghubungi Bryan kembali. Pada dering ketiga Bryan langsung menjawab panggilan Ares.
"Halo"
^^^"Jangan pernah keluar dari rumah itu" ucap Valeria to the point.^^^
"Tapi Val bagaimana kalau mereka menerobos masuk"
^^^"Apapun yang terjadi loe ngak boleh keluar dari sana"^^^
"Memang siapa yang nyerang gue kali ini Val?" tanya Bryan dengan cepat.
^^^"Keluarga mama tiri loe"^^^
"Dia bukan mama tiri gue Val"
^^^"Terserah. Gimana luka loe?" tanya Valeria.^^^
"Ngak terlalu parah. 1 tembakan aja ngak bakal bikin gue mati"
^^^"Kalau darahnya keluar terus tetap loe bakal mati bodoh" cibir Valeria sambil tersenyum sinis.^^^
"Berengsek loe Val! Loe sumpahin gue buat mati"
^^^"Kalau takdir loe harus mati ya mati aja"^^^
"Terserah loe mau ngomong apa Val. Suka-suka loe aja"
^^^"Bentar lagi pengawal kerajaan nyampe. Nanti mereka yang bakal urus musuh loe itu"^^^
"Emang ada berapa banyak sih mereka"
^^^"3 batalion maybe"^^^
"S**t apa otak mereka udah ngak waras" umpat Bryan dengan kesal.
^^^"Well, demi tambang emas mereka kenapa tidak" ucap Valeria sambil terkekeh.^^^
"Val gimana keadaan nyokap gue di kerajaan?" tanya Bryan dengan cemas.
^^^"Your mom is safe" (mama kamu aman)^^^
"Syukurlah"
^^^"2 Menit lagi bantuan bakal tiba. Nanti gue kirim identitas orang yang bakal jemput loe"^^^
"Oke Val"
Valeria lalu memberi isyarat kepada Ares untuk mematikan panggilan. Ia terus berkutat dengan laptop menyuruh anak buahnya untuk memusnahkan semua musuh Bryan yang masih tersisa.
"Suruh Yorla ke Indonesia besok" ucap Valeria setelah melihat Bryan sudah aman.
"Baik nyonya" ucap Ares sambil mengirim pesan ke Yorla.
1 Minggu kemudian
Semua laporan di kantor pusat sudah Valeria periksa dan menyuruh Alfarezi untuk selalu mengecek setiap laporan yang masuk.
Hari ini ia akan berangkat ke Indonesia, Yorla seminggu yang lalu sudah lebih dulu ke sana bahkan Bryan pun juga ke sana di hari yang sama.
Kepergian Bryan untuk mengambil cap segel miliknya yang ia simpan di brangkas miliknya di mansion Valeria.
"Nyonya semuanya sudah siap" ucap Ares.
"Heemmm"
Valeria segera naik ke jet miliknya yang sudah terparkir di landasan pribadi miliknya di samping kastil. Boy dan Girl yang mengantar kepergian Valeria terus mengaum
Di dalam jet Valeria tersenyum sinis membaca informasi yang dikirim oleh eyes one.
Tunggu kedatangan gue Bianca, batin Valeria dengan tatapan penuh dendam.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
~ Bandar Udara Soekarno Hatta ~
Setelah berjam-jam akhirnya Valeria dan Ares tiba di Jakarta. Saat keluar dari jet Valeria langsung disambut oleh Rehan dan pengawal pribadinya, Valeria turun dengan langkah tegap tak membalas sambutan Rehan dan lainnya.
"Jam berapa acara pernikahan Raksa?" tanya Valeria dengan suara dingin.
"Baru saja keduanya sudah ijab kabul master dan nanti jam 7 resepsinya akan di langsungkan di hotel Hilton master" ucap Rehan.
"Kita ke mansion"
"Baik master"
Valeria memandang keluar jendela saat mobil sudah pergi suasana kota Jakarta yang macet saat jam makan siang membuat Valeria tak kaget lagi.
~ Mansion Valeria ~
Mobil mewah Valeria akhirnya tiba di mansion bersama para pengawal. Pak Dev yang sudah mengetahui kedatangan Valeria hari ini sudah berdiri menyambutnya di depan pintu mansion.
Saat turun dari mobil Valeria mengedarkan pandangannya melihat mansion yang sudah lama tak ia datangi.
Semua tatanan mansion masih seperti dulu hanya ada beberapa tanaman yang ditanam pelayan di sekitar mansion.
"Selamat datang kembali nyonya" ucap pak Dev dan para pelayan.
"Heemmmm"
Valeria dan Ares masuk ke dalam mansion dengan tatapan datar dan angkuh. Pelayan baru yang baru pertama kali melihat Valeria dan Ares merinding takut dengan aura dari keduanya.
"New maid" (pelayan baru) ucap Valeria menatap satu persatu pelayan.
"Iya nyonya. Mereka adalah pelayan baru yang sudah lolos seleksi saat penutupan anggota terbaru waktu itu" ucap pak Dev.
"Kemampuan mereka"
"Semuanya seperti yang nyonya inginkan"
Valeria tak berkata apa-apa karena tahu pasti pak Dev sudah menyeleksi mereka satu persatu. Pak Dev mengikuti Valeria dan Ares yang sudah menuju ke lantai 3 lantai khusus Valeria.
"Ares kamu pergi istirahat"
"Baik nyonya"
"Bawakan jus dan salad ke kamar" ucap Valeria dengan suara dingin.
"Baik nyonya" ucap pak Dev kembali turun ke lantai 1.
Valeria masuk ke dalam kamar dan melihat kamar yang masih sama seperti waktu ia pergi. Dengan cepat Valeria segera membersihkan diri dan keluar hanya menggunakan bathrobe.
Selesai mandi ia segera mengambil gaun tidurnya di walk in closet. Valeria berpikir untuk tidur sejenak meski ia tahu ia tidak akan bisa tidur tapi setidaknya ia bisa beristirahat sebelum pergi ke pesta malam nanti.
"Nyonya"
"Heemmm"
"Terima kasih atas bantuan nyonya waktu acara pernikahan Jeni dan juga sudah menyelamatkan Juan" ucap pak Dev dengan tulus.
"Jadi Jeni akan tinggal di London?" tanya Valeria.
"Iya nyonya"
"Dimana Juan?" tanya Valeria lagi.
"Dia ada di rumah tuan Riki nyonya. Apa mau saya panggilkan?" tanya pak Dev.
"Tidak perlu"
Pak Dev lalu bergegas pergi setelah Valeria memberinya isyarat untuk pergi. Valeria lalu mengirim pesan ke Yorla untuk membawakan baju yang akan ia pakai nanti malam.
Waktu tak terasa berlalu dengan sangat cepat saat ini Valeria baru saja selesai di rias oleh Yorla. Yorla sendiri berdecak kagum melihat penampilan Valeria yang semakin cantik.
"Sister you look so beautiful" (kakak kamu sangat cantik) pekik Yorla dengan histeris.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Saat keluar dari lift para pelayan menganga melihat penampilan Valeria yang seperti seorang bidadari. Valeria memakai gaun berwana hitam di penuhi kristal di bagain bawah, punggung mulusnya terbuka memperlihatkan kulit putih mulus Valeria.
"Wow sister bisa-bisa kamu bakal saingi pengantin disana" ucap Yorla sambil terkekeh.
"Ayo kita pergi" ucap Valeria dengan wajah dingin.
~ Hilton hotel ~
Sampainya di hotel Hilton Valeria masuk sambil mengandeng tangan Ares dan Yorla. Saat ketiganya masuk ke dalam ballroom hotel semua mata langsung menatapnya dengan decak kagum.
Saat melihat Yorla desainer terkenal dunia semua mata langsung melihat siapa yang di gandeng oleh Yorla. Mereka berdecak kagum melihat sosok yang di gandeng desainer Yorla Keung dan seorang pria.
Wow cantik banget nona itu
Sungguh kecantikan yang sempurna
Apa dia bidadari
Begitulah ucapan-ucapan saat Valeria masuk ke dalam ballroom. Ia tidak perduli dengan ucapan para tamu dan memandang pengantin yang berada di panggung.
"Master" ucap Raksa dengan wajah bahagia.
"Selamat buat pernikahan loe dan ingat sekarang tanggung jawab loe bukan hanya diri loe aja tapi ada istri loe juga. Buat dia jadi ratu dalam hidup loe" ucap Valeria sambil menjabat tangan Raksa.
"Terima kasih master. Gue ngak bakal janji tapi gue bakal buktikan kalau gue pantas buat Rani" ucap Raksa dengan suara tegas.
"Heemmm"
"Kakak" ucap Rani langsung memeluk Valeria.
"Selamat ya semoga langgeng pernikahan loe sama Raksa"
"Terima kasih buat semuanya ka" ucap Rani dengan tulus.
"Nak Valeria terima kasih buat bantuan nak Valeria selama ini" ucap ibu Salma dengan tulus.
"Sama-sama bibi" ucap Valeria sambil memeluk ibu Salma.
"Val makasih ya udah hadir di pernikahan adik gue" ucap Riki.
"Heemmm"
"Ganteng you makin hot aja kalau pakai jas" goda Yorla sambil mengedipkan sebelah mata.
"He banci sialan jangan buat ulah deh di acara gue" ketus Raksa.
"Ckk!! Om tua pemarah" cibir Yorla dengan ketus.
"Loe" tunjuk Raksa dengan kesal.
"Mas udah deh. Dilihatin tamu malu loh" ucap Rani menengahi keduanya.
"Awas ya loe entar banci" ketus Raksa.
Yorla mendengus kesal dan berjalan turun dari panggung. Sedari tadi ternyata ada sepasang mata tajam yang memandangnya dengan tatapan penuh kerinduan.
Valeria tahu jika ia terus diperhatikan orang tersebut ia memang sudah berencana untuk muncul di depan orang itu hari ini.
Valeria lalu sengaja berjalan menuju balkon ballroom membuat orang itu mengikutinya dengan cepat.
"Dek" panggil Bagas dengan suara serak.
Valeria berbalik mendengar suara yang sangat ia kenali, dia memandangnya dengan tatapan penuh kerinduan. Bagas segera memeluk Valeria dengan erat meluapkan rasa rindunya.
"Kangmas" ucap Valeria.
"Jangan pergi lagi dek.......hiks hiks hiks......jangan tinggalin kangmas lagi dek....hiks hiks" ucap Bagas sambil menangis.
Ares berdiri di luar berjaga agar tak ada satu orang pun yang mendekat. Sedangkan di balkon Bagas memeluk Valeria dengan erat sambil menangis, ia menumpahkan semua kerinduannya selama ini kepada sang adik.
Beruntung malam ini ia menghadiri acara pernikahan Raksa dan Rani sehingga ia bisa bertemu dengan adiknya. Tanpa ia sadari ternyata semuanya itu adalah rencana Valeria yang mengirim undangan kepada Bagas.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Bagas segera membawa Valeria pergi dari ballroom hotel menuju kamar hotel tempat ia menginap. Adapun Ares ia selalu mengikuti keduanya membuat Ahmad yang sedari tadi mengikuti Bagas melihatnya dengan bingung.
"Maaf tuan anda tidak bisa masuk" ucap Ahmad menahan Ares yang hendak masuk ke dalam kamar Bagas.
"Ada apa Ahmad?" tanya Bagas mendengar ucapan Ahmad.
"Orang ini ingin masuk tuan" tunjuk Ahmad ke Ares.
"Siapa loe?" tanya Bagas.
"Dia sama gue" ucap Valeria dengan suara dingin.
Keduanya diam tak berkata apa-apa mendengar ucapan Valeria. Ares yang melihat isyarat Valeria mengangguk kepala dan langsung pergi dan mengirim pesan ke Yorla untuk segera ke kamar hotel Bagas.
Ting........tong.......ting.........tong.........
Ahmad segera membuka pintu saat mendengar bel kamar berbunyi, saat pintu dibuka ia bergidik ngeri melihat sosok jadi-jadian di depannya.
Ternyata yang datang adalah Yorla dengan santainya ia langsung melenggang masuk ke dalam.
"Oh......sister you emang tahu aja kesukaan eke" pekik Yorla dengan senang.
"Maaf tuan tapi anda tidak bisa masuk sembarang ke kamar orang" ucap Ahmad.
"Mata you rabun ya! Cantik kayak bidadari gini malah di panggil tuan! Panggil eke MISS" tekan Yorla dengan kesal.
Sialan nih bencong ngatain gue rabun, batin Ahmad dengan kesal.
"Yorla" desis Valeria dengan suara dingin.
Mendengar ucapan Valeria ia langsung diam dan duduk di sampingnya. Bagas sendiri tak perduli dengan Yorla karena yang ia pedulikan hanya adiknya yang sudah ia temukan.
"Kemana kamu selama ini dek?" tanya Bagas dengan suara lembut.
"Adik??" tanya Yorla dengan histeris.
"Dia kakak kandung gue" ucap Valeria dengan wajah datar.
"Omo omo.....ini berita heboh. Eke harus beritahu brother" pekik Yorla dengan histeris.
Ia langsung menghubungi Bryan tak perduli dengan tatapan bingung Bagas dan Ahmad. Valeria sendiri sudah berpikir jika ini waktunya Yorla dan Bryan tahu siapa dia sebenarnya.
^^^"Brother ada berita heboh" teriak Yorla saat panggilan videonya di jawab.^^^
"Ubur-ubur gagal apa loe udah bosan hidup" teriak Bryan dengan kesal dari seberang.
^^^"Uhhhhh.......perut kotak-kotak itu bikin eke pengen jilat" ucap Yorla dengan tatapan lapar.^^^
"Yorla" ucap Bryan dengan tatapan membunuh.
^^^"Hehehe.....sorry brother! Brother ada berita heboh loh" ucap Yorla menggebu-gebu.^^^
"Apa"
^^^"Sister ternyata punya kakak kandung"^^^
"Apa" teriak Bryan dengan kaget dari seberang.
^^^"Brother telinga eke belum tuli berengsek" teriak Yorla dengan kesal.^^^
"Loe ngak bercandakan?" tanya Bryan.
^^^"Ngak. Buat apa eke bercanda. Nih dengar aja ya penjelasan sister sama tampan"^^^
Valeria tak menggubris keduanya dan melihat Bagas dengan tatapan datar dan dingin. Bagas sendiri sangat penasaran dengan hubungan antara Valeria, Yorla, dan orang yang di panggil brother oleh bencong itu
"Dek" panggil Bagas dengan suara lembut.
"Gue di luar negeri selama ini" ucap Valeria dengan suara dingin.
"Apa yang sebenarnya terjadi selama ini dek dan kenapa adik ngak pernah hubungi kangmas"
"Kangmas bisa lihat kan rekaman cctv mansion. Itu udah jelas semuanya"
"Kangmas tahu kamu bukan seperti itu dek"
"Yaeh i know. Tapi tidak dengan mereka berdua kangmas" (ya aku tahu) lirih Valeria sambil tersenyum paksa.
"Kita pulang ya dek" ajak Bagas.
"Pulang kemana kangmas. Rumah aku bukan disana dan aku hanya seorang anak terlantar" ucap Valeria dengan tatapan penuh kekecewaan.
βββββ
To be continue................