Love Struggle

Love Struggle
Chapter 169



🌻Jadi orang lemah itu boleh tapi jangan pernah jadi orang bodoh🌻


.


.


.


.


Bunyi tembakan beruntun dari luar tiba-tiba menghentikan laju mobil yang dikendarai oleh Rehan. Mikhail yang baru pertama kali mengalami hal itu menatap Valeria dengan tatapan bingung.


"Kamu aman sayang jadi jangan takut" ucap Valeria sambil tersenyum manis.


"Itu bunyi tembakan mommy" tebak Mikhail.


"Heemmm"


"Honey" panggil Thomas menatap istrinya dengan cemas takut mereka kenapa-napa.


"Mobil ini seluruhnya anti peluru bahkan jendela juga honey" ucap Valeria seakan tahu apa yang dipikirkan suaminya.


"Ares bereskan semuanya" hardik Thomas dengan menggelegar.


"Baik tuan" ucap Ares berlalu keluar.


Rehan yang khawatir dengan keselamatan istrinya terus melihat ke arah kaca spion. Melihat gelagat Rehan dengan cepat Valeria menyuruhnya keluar.


"Keluar dan lindungi istri loe" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Baik master"


Rehan keluar sambil memegang pistol yang selalu di taruh di belakang bajunya. Saat keluar ia langsung disambut ledakan peluru yang mengarah ke arah mobil Valeria.


"Arah jam 9" ucap Ares dengan suara lantang setelah memindai dari mana musuh mereka.


Pengawal Valeria sebagian dengan cepat menyerang musuh mereka di arah jam 9 sedangkan lainnya juga berjaga-jaga takut ada yang datang dari arah lain.


"Sayang kamu ngak apa-apa kan?" tanya Rehan setelah masuk ke dalam mobil yang ditumpangi dokter Lauren.


"Aku baik mas" ucap dokter Lauren dengan wajah pucat karena tak terbiasa dengan adegan seperti ini.


"Loe! Lindungi istri gue ngak boleh ada luka sekecil apa pun" tunjuk Rehan ke salah satu anak buahnya.


"Baik bos"


Rehan lalu membantu Ares dan lainnya menghabisi musuh yang entah siapa yang mengirim mereka untuk menghadang jalan Valeria.


Dor.........dor..........dor..........dor........dor........


Arrrghhh.......aaarrgghh.........aarrghhh............


Bunyi tembakan disertai suara jeritan kesakitan bergema disana. Para pengendara yang akan melewati jalan itu menghentikan mobil mereka saat mendengar suara tembakan di arah depan.


Dengan cepat mereka menelpon polisi untuk segera datang ke sana dan mengamankan keadaan disana.


Tok............tok..........tok...........


Ares mengetuk pintu kaca mobil Valeria setelah menghabisi semua musuh mereka. Valeria menurunkan kaca mobilnya dan menatap Ares dengan tatapan tajam dan dingin.


"Mereka semua sudah mati nyonya" lapor Ares.


"Suruh mereka bereskan semuanya sebelum polisi tiba" titah Valeria.


"Baik nyonya"


Valeria menaikkan kembali kaca mobilnya dan menunggu Ares memberi perintah ke anak buahnya untuk membereskan semua kekacauan disana sebelum polisi tiba.


Tak berselang lama Ares kembali masuk ke dalam mobil dan duduk di belakang kemudi mengantikan Rehan yang menemani sang istri di mobil pengawal.


"Kenapa kamu bunuh mereka semua honey?" tanya Thomas dengan bingung.


"Percuma mereka dibiarkan hidup karena mereka tidak tahu siapa yang menyuruh mereka" jawab Valeria dengan santai.


"Tapi kalau begini kita tidak tahu siapa yang mengirim mereka honey"


"Aku sudah tahu honey" ucap Valeria sambil tersenyum menyeringai.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Thomas tak kaget lagi karena tahu kemampuan sang istri apa lagi ada Ares disisinya. Memang ia patut di acungi jempol karena kepintarannya.


"Mommy can i have one like that?" (mama apa aku boleh memiliki satu seperti itu) tanya Mikhail sambil menunjuk pistol kesayangan Valeria.


"Yes. Tapi setelah kamu besar dan sudah bisa memakainya son"


"Kenapa tidak sekarang saja mommy"


"Itu bukan mainan son. Saat kamu sudah bisa memakainya mommy akan membuatkannya satu khusus untukmu"


"Baiklah mommy"


Mikhail menatap sang daddy dengan mata sayup-sayup menandakan ia sudah mengantuk.


Melihat hal itu dengan cepat Thomas mengangkatnya ke pangkuannya dan memeluknya sambil mengelus punggungnya dengan lembut.


"Dia pasti kelelahan honey" ucap Valeria sambil mengecup kening sang anak dengan lembut.


"Heemmm.........honey apa aku tidak dapat?" tanya Thomas.


Cup............


Valeria mengecup bibir suaminya tapi saat akan melepasnya Thomas menahan belakang kepalanya dan mencium bibir istrinya dengan lembut.


"Malam aku tidur sama kamu ya honey" bisik Thomas dengan suara pelan.


"Ingat hukumanmu honey"


"Ayolah honey" bujuk Thomas.


"No" tegas Valeria dengan tatapan tajam.


"Ckk!!" dengus Thomas dengan kesal karena tak bisa membujuk istrinya untuk membatalkan hukumannya.


~ Kingdom Apartment ~


Sampainya di penthouse Thomas segera menidurkan putranya di kamar utama karena kebetulan kamar disana hanya ada satu saja sedangkan ruangan yang lain dijadikan ruang olahraga dan lainnya.


"Honey aku tidur dimana nanti?" tanya Thomas.


"Di ruang kerja aku honey"


"Apa" pekik Thomas dengan kaget.


"Kalau kamu tidak mau kamu bisa membuka satu kamar apartemen di bawah dan tidur disana" usul Valeria dengan santai.


"No! Aku tidak ingin berjauhan dengan kalian honey" tolak Thomas dengan tegas.


"Oke"


Valeria lalu masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Melihat istrinya sudah masuk ke dalam kamar mandi ia bergegas mengambil hpnya dan menelpon Xavier.


"Halo"


^^^"Halo bos"^^^


"Heemmm"


^^^"Apa tadi bos dan lainnya diserang?" tanya Thomas to the point.^^^


^^^"Berarti cuma keluargaku saja yang diserang bos. Tadi saat kami pulang tiba-tiba kami diserang musuh"^^^


"Apa kalian terluka?" tanya Xavier dengan khawatir.


^^^"Tidak ada bos. Tapi aku bingung dari mana mereka tahu kedatanganku dan keluargaku"^^^


"Periksa semua pengawalmu dan istrimu mungkin ada yang berkhianat"


^^^"Iya bos aku juga berpikir seperti itu tadi"^^^


"Heemmm"


Xavier lalu mematikan panggilannya sepihak tak menunggu balasan dari Thomas. Thomas menaruh kembali hpnya dan membuka baju dan celana hanya memakai boxer saja.


Thomas masuk ke dalam kamar mandi mengikuti istrinya agar keduanya bisa mandi bersama.


Saat di dalam kamar mandi ia tersenyum smirk melihat istrinya yang sedang berendam di dalam bath up sambil menutup mata.


Valeria tersentak saat tiba-tiba ada yang mengangkatnya dan duduk di belakangnya.


"Honey" ucap Valeria sambil menahan suara des***nnya yang akan keluar saat Thomas meremas bagian dadanya.


"Heemmmm"


Cup...................ahh...............


Suara de***han bergema di dalam kamar mandi saat Thomas mengecup bagian leher istrinya hingga berbekas.


"Kamu merasakannya honey?" tanya Thomas dengan suara serak sambil mengesek kej*****nnya di bokong Valeria.


"Heemmmm"


Valeria menutup mata menikmati ciuman suaminya yang sudah berlabuh di bibirnya. Saat tengah berciuman Valeria tersentak saat tiba-tiba rudal suaminya menerobos masuk ke dalam sarangnya.


Keduanya menghabiskan sore dengan penuh nikmat di dalam kamar mandi menuntaskan gairah keduanya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Setelah percintaan mereka di dalam kamar mandi Thomas mengendong istrinya yang sudah lelah melayaninya di dalam kamar mandi.


Cup................


Thomas mengecup kening dan bibir istrinya sebelum beranjak keluar dari kamar. Tapi saat akan berbalik tangannya di tahan oleh Valeria.


"Mau kemana?" tanya Valeria dengan tatapan sayu.


"Aku kan harus menjalani hukumanku honey" jawab Thomas memberitahu Valeria tentang hukumannya.


"Jangan pergi! Aku mau di elus sama kamu honey" ucap Valeria dengan manja.


"Oke honey"


Thomas tersenyum penuh kemenangan mendengar ucapan istrinya. Ia tahu sejak kehamilan kedua sang istri tidak ingin jauh darinya berbeda dengan kehamilan putranya waktu itu.


"Tidurlah honey" bisik Thomas dengan suara lembut di belakang istrinya sambil mengelus perut buncit Valeria.


~ XCX hotel ~


Hari ini adalah hari pertunangan Bryan dan Elisa kekasihnya yang akan dilangsungkan di hotel XCX milik Chloe yang dibangun oleh Xavier untuk istrinya.


Lokasinya yang berada di tepi pantai membuat hotel ini semakin banyak diminati oleh pengunjung dan pelayanan kamar yang merupakan layanan hotel bintang 7 tak kalah dari hotel Arthur.


"Mommy where is aunty Yorla?" (mama dimana tante Yorla) tanya Mikhail sedari tadi.


"Buat apa kamu cari banci sialan itu son" desis Thomas tak suka mendengar nama manusia jadi-jadian itu.


"Aku ingin menagih janji aunty Yorla yang ingin memberiku hadiah daddy"


"Minta yang mahal son" ucap Thomas sambil tersenyum penuh arti.


"Heeemmm"


Thomas tersenyum smirk memikirkan hadiah yang akan diminta oleh putranya karena ia tahu putranya itu tidak ingin hadiah yang sama seperti punya orang.


Melihat kelakuan suami dan anaknya, Valeria hanya bisa menggelengkan kepalanya saja. Ia tahu jika suaminya ini sering mengajari anaknya yang tidak-tidak.


"Honey" ucap Valeria memperingati suaminya.


"Sesekali honey" ucap Thomas sambil menaik turun alisnya.


Valeria dan Thomas lalu naik ke panggung dan mengucapkan selamat atas pertunangan Bryan dan Elisa.


Sebagai saudara angkatnya ia tersenyum manis merasa bahagia karena Bryan sudah menemukan tambatan hatinya.


"Val kalian kapan ke kerajaan?" tanya Bryan.


"2 hari sebelum pernikahan loe" jawab Valeria.


"Kenapa ngak lebih awal aja sih Val. Gue pengen habisin waktu lebih lama sama kalian kayak dulu" bujuk Bryan.


"Nanti gue bicarakan sama suami gue"


"Oke Val. Gue tunggu informasinya"


"Heemmm"


"Selamat ya dude bentar lagi kamu sold out" ucap Thomas sambil terkekeh.


"Ckk! Kamu memang keterlaluan dude" ketus Bryan dengan kesal.


Hehehehe..................


Thomas terkekeh melihat raut wajah kesal Bryan dan hal itu membuat Elisa dan lainnya tertawa karena jarang sekali Bryan berekspresi selain muka datar.


"Hay jagoan bagaimana calon istri uncle?" tanya Bryan sambil mengusap kepala Mikhail.


1 detik


2 detik


3 detik


4 detik


Bryan dan lainnya menunggu dengan sabar jawaban Mikhail yang terkenal dengan julukan lidah tajam.


"Jelek seperti dokter pribadi mommy" jawab Mikhail membuat rahang Bryan seakan ingin terlepas dari tempatnya.


Dokter Lauren menepuk keningnya mendengar namanya yang dibawa-bawa oleh setan kecil milik tuan dan nyonyanya.


Bryan tak bisa berkata apa-apa lagi mendengar ucapan Mikhail. Sedangkan Elisa wajahnya sudah merah padam mendengar ucapan Mikhail barusan.


"Jangan pikirkan ucapan anakku karena di matanya hanya aku saja yang tercantik" ucap Valeria memeluk Elisa sebelum turun.


"Iya tidak apa-apa Valeria" ucap Elisa dengan malu-malu.


Thomas ikut turun dari panggung tak ingin anaknya membuat ulah disana. Baru saja turun dari panggung mereka langsung disambut teriakan Yorla.


"PANGERANNYA AUNTY" pekik Yorla bergema.


Ubur-ubur gagal, batin Bryan dengan mata melotot tajam dari atas panggung.


❄❄❄❄❄


To be continue..............