Love Struggle

Love Struggle
Chapter 177



🌻Kuatkan mentalmu dan jangan pernah lari dari kenyataan, percayalah semua akan indah pada waktunya🌻


.


.


.


.


Semuanya kaget melihat ledakan di depan mereka apa lagi ledakan itu terjadi di tempat Valeria dan Ares berdiri.


"Huaaawaa...........mommy" tangis Mikhael pecah melihat kejadian tersebut.


"NO! VALERIA TIDAK" teriak Thomas menggelegar.


Thomas memberikan Mikhail kepada Yorla dan berlari menuju Valeria. Asap membumbung tinggi membuat mereka tak bisa melihat apa yang terjadi disana.


"HONEY. AKU MOHON HONEY JANGAN TINGGALIN AKU" teriak Thomas dengan panik.


Sedangkan di tempat ledakan Valeria terduduk di tanah sambil di peluk Ares dengan menahan reruntuhan tembok yang jatuh di punggungnya.


"A......res" lirih Valeria dengan wajah memucat melihat warna mata Ares yang mulai redup.


"Nyonya" suara Ares terdengar lemah.


Valeria menatap dada Ares yang lobang terkena besi beton hingga drive masternya retak. Valeria menangis melihat hal itu seakan Ares adalah manusia yang sedang berjuang untuk hidup.


"Hiks hiks hiks...........kenapa loe menyelamatkan gue" tangis Valeria pecah tak bisa dibendung lagi.


"Keselamatan nyonya adalah tugas utama Ares" ucap Ares dengan suara serak karena drivenya semakin retak.


"VALERIA" teriak Thomas di luar sana.


Hiks.........hiks.........hiks........hiks...........


Valeria menangis histeris melihat warna mata Ares yang semakin pudar. Hanya tersisa warna merah di bagian iris matanya.


Thomas yang mendengar tangisan sang istri bergegas menuju ke asal suara. Sampai disana ia kaget bukan main melihat posisi istrinya yang terduduk dilantai sambil di peluk Ares dengan reruntuhan di atasnya.


"Cepat singkirkan reruntuhan itu" teriak Thomas menggelegar membuat anggota Black Shadow segera memindahkan reruntuhan di atas tubuh Ares.


Posisi Ares saat ini membuat siapa saja bergidik ngeri melihatnya. Pasalnya Ares sudah tertusuk besi baton tepat di dadanya tapi ia masih bertahan menahan reruntuhan di atas punggungnya.


"PERGI" teriak Valeria menggelegar.


Thomas menatap semuanya untuk pergi dari sana membiarkan mereka bertiga sendiri disana. Tangisan Valeria terdengar pilu membuat semuanya yakin jika Ares sudah tak selamat lagi.


"Huaawaa........mommy! I want mommy" (aku ingin mama) teriak Mikhail sambil menangis memberontak di dalam gendongan Yorla.


"Pangeran eke tenang dulu ya. Mommy you baik-baik saja disana" bujuk Yorla menahan Mikhail yang ingin turun.


"No mommy.........hiks hiks hiks........mommy" hardik Mikhail dengan suara tinggi.


Thomas memeluk istrinya yang saat ini menangis sambil memeluk Ares. Meski ia tahu Ares itu robot tapi ia sangat tahu bagaimana sedih sang istri yang selama ini selalu ditemani Ares.


"Tenangkan diri kamu honey" bisik Thomas dengan suara lembut.


"Ares...........hiks hiks hiks..........jangan tinggalin gue.......hiks hiks hiks" teriak Valeria.


Mata Ares seketika berubah warna menjadi silver seperti pertama kali ia dibuat. Melihat hal itu tangis Valeria semakin pecah karena tahu Ares sudah tak hidup lagi apa lagi drive di dadanya sudah hancur.


Aaaarrrgghhh.................


Teriak Valeria menggelegar di sana bersamaan dengan hujan yang turun dengan lebat seakan tahu apa yang dirasakannya saat ini.


Juan dan seluruh pasukan Black Shadow menaruh tangan di dada mereka sambil menunduk. Mereka menangis bersamaan dengan hujan yang turun merasa kehilangan salah satu saudara mereka.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Mommy.......hiks hiks hiks hiks" ucap Mikhail sambil menangis memeluk Valeria dari samping.


Thomas menarik putranya ke dalam pelukannya sambil memeluk Valeria yang sedang menangis histeris saat ini.


"Honey jangan bersedih lagi. Ada aku dan anakmu disini" bisik Thomas dengan suara lembut.


Air mata Valeria mengalir dengan deras menumpahkan semua kesedihannya mengingat kenangannya bersama Ares sejak dulu.


Ares adalah orang pertama yang menemaninya sejak diusir dari mansion Kusumo. Bahkan ia adalah cerminan sosok Valeria dalam bentuk robot yang mengerti akan semua yang ia butuhkan.


"Ares" lirih Valeria dengan tatapan kosong.


"Son kamu sama uncle Yorla dulu ya" ucap Thomas mencium kepala putranya.


"No! Aku mau sama mommy" bantah Mikhail dengan suara tinggi.


"Mikhail jangan membantah daddy. Daddy harus menenangkan mommy saat ini" tegas Thomas sambil menatap anaknya dengan tajam.


"Tapi"


"Hanya sebentar saja son" bujuk Thomas sambil mengelus kepala anaknya dengan lembut.


"Heemmm" deham Mikhail sambil mengangguk kepalanya.


Mikhail menatap Valeria dan Thomas bergantian dan ia bingung melihat jantung Ares yang lobang apa lagi tak ada darah yang keluar dari tubuhnya.


"Ares itu robot pintar buatan mommy kamu son dan jangan beritahu siapapun" bisik Thomas seakan tahu isi kepala anaknya.


Mata Mikhail melotot kaget menatap Thomas tanpa berkedip. Ia tak menyangka jika Ares adalah robot pintar yang diciptakan oleh sang mommy.


"Mommy sangat keren" ucap Mikhail dengan wajah berseri-seri.


Cup.................


Mikhail mencium kening Valeria membuat Valeria tersadar saat benda hangat menempel dikeningnya. Matanya tertuju kepada sang putra yang sedang menatapnya sambil tersenyum manis.


"Mikhail" lirih Valeria dengan suara pelan.


"Aku bangga sama mommy" ucap Mikhail.


Cup............


Thomas tak mau kalah dari sang anak dan ikut mengecup kening istrinya dengan lembut. Valeria menutup mata merasakan perasaan hangat yang menjalar di hatinya.


"Jangan sedih lagi honey. Kami juga sedih melihat kamu seperti ini honey" ucap Thomas dengan suara lembut.


"Son" ucap Thomas menatap putranya sambil mengangguk kepala.


Xavier dan Albert memeluk anak mereka masing-masing berteduh di bawah payung, mereka melihat bagaimana hancurnya Valeria saat kehilangan orang terdekatnya.


"Honey" panggil Thomas saat melihat mata Valeria tertutup.


Thomas menepuk pipi Valeria beberapa kali tapi tak bangun juga. Ia berteriak memanggil Bryan agar segera datang membawa Valeria ke helikopter karena dia sendiri yang akan mengangkat tubuh Ares.


"Bawa istriku ke helikopter sekarang!" bentak Thomas dengan wajah panik.


"Oke"


Bryan mengangkat tubuh Valeria membawanya ke helikopter pribadinya dimana sudah ada dokter Lauren dan dokter Wily yang stand by disana.


Thomas membungkus tubuh Ares sebelum membawanya keluar. Semua anak buah Black Shadow menunduk saat melihat tubuh Ares yang di bawa oleh Thomas.


"Hancurkan tempat ini sampai rata dengan tanah" ucap Thomas dengan suara dingin.


"Baik tuan" ucap Juan.


Thomas melihat ke arah Xavier sebelum naik ke helikopter memberi isyarat kalau mereka pulang lebih dulu.


"Bos" ucap Albert.


"Kita pulang sekarang dan biarkan Black Shadow yang mengurus sisanya disini" ucap Xavier dengan suara dingin.


"Baik bos"


Albert lalu memberi perintah kepada Sam dan Ken untuk bergegas pergi dari sana. Mereka semua lalu naik ke pesawat yang sudah menunggu kedatangan mereka dengan membawa Kaili pulang ke markas Devil Dragon.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Duar................


Xander dan lainnya menatap ledakan di bawah mereka yang menghancurkan tempat itu hingga rata dengan tanah cukup sekali ledakan.


Aku tidak menyangka kalau Black Shadow akan memiliki pasukan yang sangat kuat dan banyak, batin Xavier.


Jadi ini adalah kekuatan Black Shadow yang tak pernah diketahui orang, batin Albert menatap ledakan di bawah sana.


"Daddy" panggil David membuyarkan lamunan Albert.


"Kenapa son? Apa ada yang sakit son?" tanya Albert dengan lembut.


"Aku kedinginan daddy"


Albert mengambil selimut dan menutup sang anak agar tidak kedinginan lagi. Xavier sendiri memeluk tubuh anaknya dengan erat memakai satu selimut.


~ Kingdom Apartment ~


Setelah tiba di penthouse Thomas membawa tubuh Ares sendiri tak ingin orang lain membantunya. Sedangkan Valeria sedari tadi masih belum sadar dari pingsan.


"Apa sebaiknya jasad Ares ditaruh di markas?" tanya Bryan.


"Tunggu istriku sadar baru kita bertanya" jawab Thomas setelah menaruh Ares di ruang kerja Valeria.


"Brother in law kenapa Ares di taruh di ruang kerja sister?" tanya Yorla dengan bingung.


"Lalu mau taruh di kamar utama" ketus Thomas dengan kesal.


"Hehehe.........eke lupa kalau disini hanya ada satu kamar" ucap Yorla sambil terkekeh.


"Kalian berhutang penjelasan kepadaku mengenai identitas kalian" ucap Thomas dengan tatapan tajam.


"Kamu bisa bertanya langsung ke Valeria" ucap Bryan dengan santai.


Ia dan Yorla segera berlalu pergi dari sana tak ingin mendapat pertanyaan dari Thomas mengenai identitas mereka sebagai Black Shadow.


"Ckk! Berengsek kalian berdua" ketus Thomas dengan kesal.


"Tuan" panggil dokter Lauren.


"Bagaimana keadaan istriku?" tanya Thomas berbalik menghadap dokter Lauren.


"Nyonya hanya kecapean dan syok saja tuan. Kandungan nyonya juga baik-baik saja dan setelah nyonya sadar tolong diingatkan untuk makan ya tuan" papar dokter Lauren menjelaskan.


"Heeemmm"


Dokter Lauren segera pergi dari sana meninggalkan Thomas sendirian saja. Ia lalu masuk ke dalam kamar mendapati kedua orang yang sangat dicintainya sedang tertidur.


Cup..........cup..........cup...........


Thomas mencium kening putra dan istrinya tak lupa perut buncit Valeria. Ia lalu mengambil posisi di samping Mikhail sambil memeluk keduanya dengan erat.


Duar................


Bunyi petir menyambar di langit bersamaan dengan mata Valeria yang terbuka. Mata merahnya menyala dengan tajam menatap kosong ke depan.


"Ares" lirih Valeria sehingga membangunkan Thomas dari tidurnya.


"Honey kamu sudah sadar" ucap Thomas saat melihat mata istrinya terbuka.


Deg................


Jantung Thomas berdetak dengan cepat melihat mata merah itu dengan tatapan kosong. Ia dengan cepat melompat ke sebelah istrinya dan memeluk Valeria agar tidak hilang kontrol.


"Daddy" panggil Mikhail yang terbangun karena gerakan Thomas barusan.


"Son hubungi uncle Bryan dan suruh dia jaga kamu malam ini"


"Kenapa daddy?" tanya Mikhail dengan suara serak.


"Malam ini daddy harus menjaga mommy karena sedang sakit. Daddy tidak ingin kamu tertular sakit dari mommy son" bohong Thomas agar putranya tak bertanya lagi.


"Heemmm"


Mikhail mengambil hp Thomas dan menelpon Bryan, pada dering keempat barulah panggilannya di jawab.


"Halo" ucap Bryan dengan suara serak dari seberang.


^^^"Uncle datang jemput aku di penthouse sekarang"^^^


Mikhail mematikan panggilannya sepihak membuat Bryan di apartemennya mengumpat kesal. Sedangkan Thomas tak heran lagi dengan sifat sang anak yang sama persis dengan istrinya.


❄❄❄❄❄


To be continue................