
π»Jangan biarkan kecewa membuatmu benci, jangan biarkan luka membuatmu jahat, jangan biarkan kecewa membuatmu curang, dan jangan biarkan pahitnya hidup membuat manismu hilangπ»
.
.
.
.
Thomas mengerutkan keningnya mendengar gumaman sang putra. Entah apa yang membuat putranya itu kesal hanya ia sendiri yang tahu.
"Ayo sikat gigi sebelum tidur son" ajak Thomas.
"Aku mau tidur dengan mommy daddy" ucap Mikhail dengan suara serak.
"Sama daddy aja ya son. Takutnya malam nanti kamu tidur tak sadar menyentuh luka mommy di perut" ucap Thomas sambil mengendong putranya menuju kamar mandi.
"Oke"
Selesai menggosok gigi Thomas menemani putranya untuk tidur sedangkan kedua mertuanya sudah di antar ke apartemen oleh Rehan untuk beristirahat.
1 Bulan kemudian
Detik berganti menit berganti jam berganti hari dan tak terasa sudah 1 bulan berlalu pasca Valeria melahirkan.
Hari ini Thomas sangat bahagia karena akhirnya putrinya bisa keluar dari inkubator selama sebulan penuh didalam sana.
"Putri daddy" ucap Thomas sambil mencium kening putrinya dengan lembut dalam gendongannya.
"Daddy aku ingin melihat adikku" pekik Mikhail tak kalah antusias.
"Ayo sini" ajak Thomas menyuruh putranya untuk duduk di samping brankar istrinya.
"She is pretty daddy. Her face same as mommy" (adikku cantik papa. Wajahnya persis seperti mama) ucap Mikhail dengan wajah berbinar.
"You right son. They're like a twin" (kamu benar nak. Keduanya seperti kembaran)
"Mommy you have a twin like me and daddy" (mama kamu punya kembaran seperti aku dan papa) pekik Mikhail dengan senang.
"Putri kita sangat cantik seperti kamu honey. Kamu cepat bangun ya karena kami semua sangat menyayangimu honey" lirih Thomas dengan sendu.
"Ya mommy! We love you mom"
Cup............
Thomas mencium kening dan bibir istrinya dengan lembut. Melihat daddynya Mikhail tak mau kalah dan mencium seluruh wajah Valeria membuat Thomas berdecak kesal.
"Itu milik daddy son" ketus Thomas dengan kesal.
"Mom is mine too daddy. Remember her is my mom dad!" (mama milikku juga papa. Ingat dia mama aku papa) ketus Mikhail dengan sinis.
Pemandangan indah itu disaksikan oleh dokter Lauren, dokter Vivian, Yorla, dan Kevin. Keempatnya merasa sangat sedih melihat kebahagian Valeria yang belum lengkap.
Sister you dengar kan apa yang mereka katakan. Eke harap sister cepat sadar, batin Yorla dengan sedih.
Nyonya semoga anda cepat sadar, batin dokter Vivian.
Ya Tuhan berikanlah kebahagian untuk keluarga saudaraku, batin Kevin dengan sedih.
Nyonya cepat sadar kasian tuan dan kedua buah hati nyonya. Mereka membutuhkanmu nyonya, batin dokter Lauren sambil mengelap air matanya yang jatuh.
Selang 2 hari Thomas membawa Valeria kembali ke kastil mereka di Dubai.
Yorla yang sudah menjadi baby sitter putri Thomas dengan kesal membawa pekerjaannya ke Dubai meninggalkan butiknya di Paris kepada orang kepercayaannya.
~ Kastil Valeria ~
Setelah balasan jam akhirnya rombongan Thomas sampai di kastil yang langsung di sambut oleh pak Dev dan para pelayan.
"Selamat datang kembali tuan, nyonya, tuan muda dan selamat atas kelahiran nona muda" ucap pak Dev dan para pelayan dengan serentak.
"Apa kamar putriku sudah siap?" tanya Thomas.
"Sudah tuan" jawab pak Dev.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Goarrrr.............gooaarrr................
Thomas hanya menggelengkan kepalanya melihat putranya yang baru saja sampai langsung disambut oleh dua hewan peliharaan istrinya.
"Rehan jaga Mikhail"
"Baik tuan"
"Son jangan terlalu lama bermain dengan Boy dan Girl ya" ucap Thomas mengingat putranya.
"Oke dad" balas Mikhail sudah berlalu pergi.
Sampainya di ruang kesehatan dokter Lauren dan dokter Wily sudah menaruh Valeria di atas brankar yang terlihat seperti kasur mewah.
Bunyi detak jantung Valeria terdengar didalam sana menandakan orang di atas brankar masih bernyawa. Thomas menatap istrinya dengan sendu tak bisa menyembunyikan kesedihannya.
"Keluar" usir Thomas dengan suara dingin.
"Baik tuan" ucap dokter Lauren dan dokter Wily dengan serentak.
Setelah kepergian keduanya Thomas duduk di samping brankar Valeria sambil menggenggam tangannya dengan erat.
"Honey..........hiks hiks hiks" lirih Thomas sambil menangis.
"Apa tidurmu sangat indah sampai kamu tidak ingin bangun lagi? Aku membutuhkanmu honey" isak Thomas menumpahkan kesedihannya.
"Jangan membuatku hancur seperti ini honey? Sakit rasanya melihat kamu seperti ini seakan seluruh jiwaku juga ikut pergi"
Thomas menangis sejadi-jadinya didalam sana menumpahkan semua rasa di dadanya. Dokter Lauren dan dokter Wily yang masih berdiri diluar ikut menangis mendengar curhatan hati Thomas.
"Jangan katakan hal ini ke siapa pun Wily" ucap dokter Lauren dengan tatapan tajam.
"Iya dok" jawab Wily dengan suara tegas.
Hari itu Thomas menghabiskan waktunya di ruang kesehatan menemani Valeria. Semua pekerjaan Valeria ia kerjakan di ruang kerja Valeria pada malam hari setelah menidurkan putranya dan mengecek putrinya.
4 Bulan kemudian
Seperti biasanya setelah mengurus putranya Thomas akan mengurus istrinya sendiri. Saat ini Thomas sedang membersihkan tubuh Valeria.
Cup.............
Thomas mencium bibir Valeria yang sangat ia rindukan selama ini. Air matanya jatuh saat menciumnya merindukan sang istri.
"I love you my wife" ucap Thomas setelah melepas ciumannya.
Thomas berlalu keluar dari ruang kesehatan setelah membersihkan tubuh istrinya karena hari ini ia akan pergi ke perusahaan.
Saat Thomas keluar ia tak sadar jika tangan Valeria bergerak. Sampai di ruang makan Thomas menatap sarapan yang sedang di siapkan oleh pak Dev.
"Dimana Yorla dan putriku?" tanya Thomas sebelum sarapan.
"Tuan Yorla sedang berjemur bersama nona muda tuan" jawab pak Dev dengan sopan.
"Mikhail"
"Tuan muda berada di taman barat sedang bermain game tuan"
"Jaga putraku dan jangan biarkan dia masuk ke taman kaca istriku" tegas Thomas.
"Baik tuan"
Setelah sarapan Thomas segera pergi ditemani Rehan. Saat masuk ke dalam mobil seorang pelayan yang berdiri tak jauh dari sana menatap Thomas dengan tatapan memuja.
Kenapa setiap hari kamu semakin tampan sayang, batin pelayan itu dengan wajah berbinar seperti orang sedang jatuh cinta.
Tak lama pelayan itu tersenyum smirk melihat sesuatu di tangannya. Ia sudah tak sabar ingin menjalankan rencananya yang telah ia atur selama 2 bulan terakhir.
"Sebentar lagi kamu akan jatuh dalam genggamanku sayang" gumam pelayan tadi sambil tersenyum penuh arti.
βββββ
To be continue................