Love Struggle

Love Struggle
Chapter 163



🌻Penyesalan terbesar dalam hidupku adalah pada saat aku tidak bisa menjadi diri sendiri dan lebih memilih menjadi seperti yang orang lain inginkan🌻


.


.


.


.


Semua yang berada di meja makan panik melihat Thomas yang tiba-tiba pingsan. Pak Dev dan para pelayan yang berdiri tak jauh dari sana juga ikut panik melihat hal itu.


"Honey wake up" (sayang bangun) ucap Valeria dengan panik.


"Panggil dokter sekarang!" bentak Bagas menggelegar.


"ARES" teriak Valeria dengan suara tinggi.


Dengan sekali hentakan Ares lalu membopong tubuh Thomas yang mulai terlihat pucat di belakangnya. Ia berlari menuju ruang kesehatan yang berada di bagian selatan kastil.


Brak..............


Ares menendang pintu ruang kesehatan mengagetkan dokter Lauren dan dokter Wily di dalam sana.


"Tuan Ares apa yang terjadi?" tanya dokter Lauren.


"Periksa tuan. Tiba-tiba saja tuan pingsan saat makan malam" ucap Ares dengan suara dingin.


"Apa" ucap dokter Lauren dengan kaget.


Dengan cepat dokter Lauren memakai sarung tangan dan mulai memeriksa kondisi Thomas. Badan Thomas semakin dingin dan terlihat pucat membuat dokter Lauren dan dokter anak didikannya semakin cemas.


"Denyut jantung tuan semakin lemah dok" ucap dokter Wily yang baru saja menyelesaikan kuliahnya di Oxford.


"Siapkan defibrillator" ucap dokter Lauren dengan suara tegas.


Nb : Defibrillator adalah alat medis yang berfungsi untuk menstimulasi detak jantung seseorang yang mengalami gangguan jantung mendadak.


"Baik dok"


"100 joule"


Shock............


"Jantung tuan semakin lemah dok" ucap dokter Wily semakin panik.


"Naikkan 200 joule" teriak dokter Lauren.


"Baik dok"


Shock...............Brak...........


Dokter Lauren melakukan kejut jantung berbarengan dengan Valeria yang baru datang dan membuka pintu dengan kasar.


Bip...........bip..........bip..............


"Jantung tuan kembali normal dok" ucap dokter Wily dengan lega.


"Apa yang terjadi sama suami gue" ucap Valeria dengan aura membunuh.


"Kami masih memeriksa kondisi tuan nyonya. Barusan detak jantung tuan lemah jadi kami gunakan defibrillator untuk memberi kejutan di jantung tuan nyonya" papar dokter Lauren menjelaskan.


"Otot saraf tuan menegang dok. Aliran darah tuan tidak berjalan normal" ucap Ares.


Dengan cepat dokter Lauren memeriksa tubuh Thomas dan ternyata betul. Tak lama EKG berbunyi dengan cepat menunjukkan detak jantung Thomas naik dengan sangat cepat.


"Lakukan sesuatu. Jika tidak nyawa kalian gue hilangin saat ini juga!" bentak Valeria menggelegar.


"Baik nyo.....nya" ucap keduanya dengan gemetar.


Arinta yang ingin menghampiri putrinya untuk menenangkannya langsung di tahan oleh Bagas. Ia sangat tahu bagaimana sifat Valeria jika dalam keadaan emosi.


"Kenapa nak?" tanya Arinta dengan bingung.


"Jangan mendekati Valeria bu. Saat ini Valeria jangan di ganggu bisa fatal akibatnya bu" ucap Bagas.


"Tapi"


"Ikuti saja ucapan Bagas sayang" potong Budi yang sependapat dengan putranya.


"Baiklah mas" ucap Arinta dengan pasrah.


"Ares" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Tuan keracunan nyonya"


Duar..............


Seperti disambar petir tubuh Valeria menegang mendengar ucapan Ares barusan. Dokter Lauren dan dokter Wily yang mendengar hal tersebut lalu menyuntik penetralisir racun ke tubuh Thomas.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Beruntung Ares memberikan diagnosa dengan cepat sehingga dokter Lauren dengan cepat mengambil tindakan.


"Tekanan jantung tuan kembali normal" ucap dokter Wily.


"Kondisi tuan berangsur pulih kembali nyonya dan wajah tuan tidak pucat seperti tadi" ucap dokter Lauren dengan lega.


Ares yang melihat isyarat Valeria kembali memindai tubuh Thomas melihat kondisinya. Ia mengangguk kepala sebagai jawaban kalau Thomas sudah baik-baik saja.


"Kenapa suamiku bisa keracunan?" tanya Valeria dengan suara dingin.


"Dari gejala tuan tadi ternyata tuan keracunan makanan yang tidak boleh dimakan bersamaan nyonya" ucap dokter Lauren.


"Pak Dev" teriak Valeria dengan suara tinggi.


"Iya nyonya" ucap pak Dev yang sedari tadi berdiri di depan ruang kesehatan.


"Kumpulkan semua koki di belakang kastil!" bentak Valeria.


"Baik nyonya"


"Jaga suamiku! Jika sesuatu yang buruk terjadi kepadanya aku tidak segan mencabut usus perut kalian berdua" ancam Valeria dengan tatapan membunuh.


Glek...............


Dokter Wily menelan salivanya dengan susah mendengar ucapan Valeria yang tak main-main. Keduanya hanya bisa mengangguk kepala sebagai jawaban.


Sedangkan keluarga Valeria mereka tercengang tak menyangka Valeria akan berkata seperti itu. Tapi saat Bagas dan orang tuanya mengingat kejadian di mansion waktu itu mereka yakin ancaman Valeria bukan main-main.


"Ares" ucap Valeria dengan tatapan membunuh.


Ares mengangguk kepalanya jika ia sudah mengetahui apa penyebab Thomas bisa sampai keracunan.


Valeria keluar dari ruang kesehatan diikuti Ares dari belakang menuju belakang kastil. Sampai disana mereka sudah disambut pak Dev dan 5 koki yang bertugas di kastil.


Valeria lalu mengambil hpnya dan melihat informasi yang dikirim oleh Ares barusan mengenai suaminya. Rahangnya mengeras dengan mata berkilat tajam mengetahui penyebab suaminya keracunan.


"Siapa yang menyiapkan makanan untuk suamiku?" tanya Valeria dengan suara dingin.


"Saya nyonya" ucap salah satu koki yang bernama Daniel.


"Apa yang kamu siapkan untuk suamiku?" tanya Valeria lagi.


"Saya menyiapkan gratin udang makanan Perancis untuk tuan nyonya dan minumnya patis nyonya" ucap Daniel dengan jujur.


"Lalu kenapa minuman suamiku berubah menjadi jeruk dingin!" bentak Valeria.


"Apa! Maaf nyonya saya tidak menyiapkan minuman berbahan jeruk karena itu akan mengandung racun jika disandingkan dengan udang nyonya" pekik Daniel dengan kaget.


Valeria menatap Daniel dengan tatapan tajam dan memang apa yang dikatakannya benar. Ia memang tahu jika udang tidak bisa dihidangkan bersamaan dengan makanan atau minuman yang mengandung vitamin C.


"Siapa yang menyajikan makanan pak Dev?" tanya Ares.


"Pelayan yang bertugas menyiapkan santapan tuan" ucap pak Dev.


Valeria melirik Ares dan memberinya isyarat untuk pergi membawa pelayan yang menyajikan makanan untuk mereka.


Valeria mengutak hpnya melihat rekaman cctv di ruang makan dan dapur. Disana ia melihat jika Daniel sudah memberitahu hidangan yang harus disajikan untuk semuanya.


Beraninya loe ingin membunuh suami gue di hari ulang tahunnya, batin Valeria dengan aura membunuh.


"Tuan saya mohon ampuni saya tuan" teriak seorang pelayan dengan memohon.


Ares tak memperdulikannya dan menarik paksa pelayan yang membuat kesalahan saat menghidangkan makanan untuk Thomas tadi.


Pelayan itu didorong hingga jatuh di depan Valeria tubuhnya bergetar melihat sorot mata Valeria yang sangat mengerikan.


"Maa....fkan saya nyonya" pinta pelayan tadi dengan memohon.


"Dimana loe temui dia Ares?" tanya Valeria dengan suara dingin.


"Di gerbang belakang kastil nyonya"


"Ternyata loe mau kabur ya......hehehe" ucap Valeria sambil terkekeh.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Ampun nyonya! Saya bersalah. Tolong jangan bunuh saya nyonya" mohon pelayan tadi.


"Jadi gue musti maafin loe setelah nyawa suami gue hampir melayang" ucap Valeria sambil tersenyum smirk.


"Maafkan saya nyonya. Saya minta ampun nyonya"


Crash............crash............


Arrgghhh.........


Jeritan pelayan tadi bergema di belakang kastil saat kedua tangannya tiba-tiba ditebas oleh Valeria. Valeria tertawa senang mendengar jeritan kesakitan pelayan tadi yang terdengar merdu di telinganya.


"Cambuk dia 100 kali" ucap Valeria dengan santai.


"Baik nyonya" ucap Ares memberi isyarat kepada para penjaga.


Crash.........crash........crash........


Valeria dengan santai menikmati suara jeritan kesakitan pelayan yang dicambuk. Sedangkan di taman samping Bagas memeluk tubuh istrinya yang gemetar baru pertama kali melihat hal seperti itu.


Arinta sendiri menangis dalam pelukan suaminya tak menyangka putri mereka akan berubah menjadi monster kejam selama ini.


"Master dia sudah mati" ucap seorang penjaga.


"Ckk! Padahal belum juga 1 jam" dengus Valeria.


"Bawa dia ke kandang Sandra" tambahnya lagi.


"Baik master"


Valeria menerima tisu yang sodorkan pak Dev untuk mengelap pisau kesayangannya. Sedangkan 5 koki tadi bernapas dengan lega karena nyawa mereka selamat.


~ VA Corp ~


Jeslyn dan Vanesa sudah berdiri di depan perusahaan VA Corp yang terletak di pusat kota Dubai. Keduanya memandang sekeliling melihat perusahaan VA Corp yang sangat besar dan tinggi.


Sebelum masuk kedalam keduanya harus melalui pintu pemeriksaan bahkan semua barang yang mereka bawa juga turut serta di periksa.


Bip.........bip........bip..........


Bunyi detektor alarm saat Vanesa masuk lewat pintu pemeriksaan. Petugas segera menyuruhnya ke samping lalu diperiksa oleh seorang petugas.


"Anda dilarang membawa alat perekam saat masuk nona" ucap petugas dengan suara tegas.


"Maafkan saya pak"


"Anda boleh masuk tapi alat perekam anda kami sita"


"Iya pak"


Vanesa tak membantah mendengar hal tersebut sebelum masuk ke dalam lobby ia berbalik ke belakang dan melihat petugas yang menghancurkan alat perekam yang di taruh Alin.


Syukurlah, batin Vanesa dengan lega.


Keduanya lalu diarahkan menuju lantai 100 tempat meeting dan sampai disana mereka sudah di tunggu Alfarezi bersama asistennya Jordan.


Dengan lihai dan tegas Vanesa mempresentasikan proposal yang dibawa mereka agar bisa diterima oleh VA Corp.


"Presentasi yang menakjubkan nona Aiden" puji Alfarezi.


"Terima kasih tuan Alfarezi"


"Tapi satu yang menjadi kesalahan dalam proposal kalian" ucap Alfarezi dengan wajah dingin.


Jeslyn dan Vanesa gugup mendengar ucapan Alfarezi tentang proposal mereka. Pasalnya mereka sudah yakin tidak ada masalah dengan proposal mereka.


"Maaf tuan Alfarezi kalau boleh tahu apa maksud anda?" tanya Vanesa bersikap tenang.


"30% milik kalian dari keuntungan kerja sama kita nanti. Kami bukan orang bodoh yang bisa kalian tipu!" bentak Alfarezi dengan emosi.


"Maaf tuan sepertinya anda salah menilai proposal kami. Memang kami menawarkan 30% keuntungan bagi kami dari kerja sama kita karena itu sudah lebih cukup dari apa yang akan kami dapat tuan" papar Vanesa tegas dan bersikap tenang.


"Ckk! Anda memang pembohong ulung nona! Dengan 30% keuntungan yang kalian dapat memang itu sangat banyak karena bisa bekerja sama dengan kami" cibir Alfarezi.


"Tapi anda salah karena anda meminta modal awal yang merugikan pihak kami nona. Kami bukan orang awam yang baru di bisnis ini" tambahnya lagi dengan tatapan dingin.


Deg..............


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Tubuh Vanesa dan Jeslyn menegang mendengar ucapan Alfarezi. Keduanya melewatkan hal tersebut karena hanya berpikir tentang rencana kerja sama untuk kedua belah pihak.


"Tuan maaf sepertinya ada kesalahan dengan proposal kami. Jika tuan berkenan kami akan merubah proposal kami saat ini juga" pinta Vanesa dengan memohon.


Brak............


Alfarezi mengebrak meja di depannya membuat kedua perempuan itu melonjak kaget. Tatapan matanya berkilat tak suka dengan ucapan Vanesa barusan.


"Proposal anda kami tolak nona" ucap Alfarezi dengan suara dingin.


Alfarezi berlalu keluar dari ruang meeting membuat Vanesa dan Jeslyn tak bisa berkata apa-apa. Jordan yang masih berdiri disana lalu menyuruh keduanya menunggu karena ada yang ingin bertemu dengan mereka.


"Silahkan tuan" ucap Jordan dengan sopan mempersilahkan orang yang baru datang.


Vanesa dan Jeslyn menelan saliva dengan susah melihat siapa yang datang. Keduanya tahu siapa orang itu dia adalah asisten sekaligus tangan kanan Valeria yang terkenal kejam.


"Tuan A....res" ucap Vanesa berdiri sambil membungkuk meski ia sedang gemetar ketakutan.


"Langsung saja. Aku paling benci yang namanya pengkhianat" ucap Ares dengan suara dingin dan tegas.


Ares menatap keduanya dengan mata merahnya dengan sangat tajam. Ia lalu menunjukkan video rekaman berdurasi dua menit kepada keduanya.


"Mommy" ucap Vanesa dengan wajah merah padam menahan emosi.


Ia tak menyangka mommynya akan melakukan hal kotor seperti itu hanya untuk membalas kematian adiknya.


Padahal adiknya mati itu karena kebodohannya sendiri dan juga karena daddy mereka yang haus akan harta.


"Jadi bagaimana nona Aiden?" tanya Ares.


"Apa saya boleh minta tolong tuan?" tanya balik Vanesa.


"Heemmm"


"Tolong cari bukti kesalahan mommy saya 10 tahun yang lalu dan jebloskan dia ke penjara seumur hidupnya"


"Lalu apa untungnya buat kami?" tanya Ares.


"Perusahaan Aiden milik anda tuan"


"Nona" protes Jeslyn dengan cepat.


"Diam Jeslyn ini sudah keputusanku" hardik Vanesa dengan suara tinggi.


Valeria yang menonton mereka dari kastil hanya tersenyum smirk sudah ia duga jika Vanesa akan memilih menghancurkan mommy kandungnya sendiri.


"Gue ngak butuh perusahaan mereka Ares. Beritahu kita akan membantu tapi dengan satu syarat jangan pernah mengusik keluarga gue lagi" ucap Valeria lewat earpiece di telinga.


Ares yang mendengar ucapan Valeria menatap keduanya dengan tatapan datar. Ia lalu mengatakan seperti yang Valeria katakan barusan.


"Terima kasih banyak tuan" ucap Vanesa dengan senang.


"Heemmm"


Ares lalu memberi isyarat ke Jordan untuk mengantar keduanya keluar. Ia akan mengirimkan bukti-bukti kejahatan Alin kepada Vanesa setengah jam lagi.


Mommy maafkan aku tapi ini lebih baik dari pada mommy membunuh banyak orang yang tak bersalah, batin Vanesa dengan mata berkaca-kaca.


❄❄❄❄❄


To be continue...................