Love Struggle

Love Struggle
Chapter 79



🌻Masa sulitmu adalah masa kemenangan dalam hidupmu, jangan pernah menyerah dengan keadaan dan tetaplah berjuang🌻


.


.


.


.


Arinta berlalu dari hadapan bi Susi karena tak bisa membendung lagi tangisannya. Ia naik ke lantai dua menuju balkon lantai dua untuk menumpahkan semua kesedihannya.


Bi Susi sebenarnya merasa kasihan dengan sang majikan, tapi di lain sisi ia juga ikut emosi dengan tindakan Arinta dan Budi yang tidak percaya kepada anak kandung mereka.


Bahkan dengan tega mereka mencoret nama Valeria dari kartu keluarga.


Ini semua karma buat nyonya dan tuan karena sudah menelantarkan anak kalian sendiri, batin bi Susi dengan sedih mengingat kejadian waktu Valeria di usir.


Tanpa keduanya sadari ternyata dari tadi Budi mendengar semua pembicaraan mereka. Ada rasa sakit di hatinya saat mengingat anak yang paling ia sayangi dengan brutal memukulnya dan membencinya layak seorang musuh.


"Maafkan ayah" gumam Budi dengan perasaan hancur berkeping-keping dan ada rasa bersalah yang amat besar dalam dirinya.


Ia kembali masuk ke dalam kamar sebelum bi Susi dan istrinya melihatnya. Sampai di dalam kamar Budi duduk di sofa sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Tanpa di sadari setetes air mata jatuh dari kedua matanya.


Semuanya tak tahu jika selama ini Budi juga menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi dalam keluarganya. Meskipun begitu di hatinya tidak ada rasa bersalah sedikit pun untuk Valeria.


"Ini semua karena perempuan ja***g itu" ucap Budi dengan emosi berapi-api.


Menurutnya semua yang terjadi dalam keluarga Kusumo adalah kesalahan Valeria. Jika Valeria bukan perempuan yang mengobral tubuhnya pasti keluarga Kusumo tidak akan seperti ini.


~ Rumah Tante Sisil ~


Setibanya di rumah tante Sisil dengan cepat Bianca memarkirkan mobilnya dengan asal.


Satpam yang tadi membukakan gerbang untuk Bianca hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap Bianca yang sangat tidak sopan dan tak menghargai orang lain.


Tok.........tok..........tok.........tok..........


"Tante Sisil" teriak Bianca dengan kencang sambil mengetok pintu.


Ia tak perduli jika teriakannya membuat semua penghuni bangun.


Tante Sisil yang terbangun karena teriakan Bianca mengumpat kesal beruntung suaminya sedang berada di rumah istri pertamanya jika tidak ia akan menghukum orang yang sudah lancang membangunkannya.


"Siapa sih teriak-teriak! Ganggu orang aja malam-malam" ucap tante Sisil dengan emosi.


Tante Sisil segera memakai kimono dan keluar melihat siapa yang sudah bertamu malam-malam begini. Saat keluar tante Sisil segera menyuruh pembantunya untuk melihat siapa yang sudah membuat keributan di rumahnya.


"Dimana tante Sisil" ucap Bianca dengan suara tinggi saat pintu di buka.


"Siapa bi?" tanya tante Sisil yang berjalan ke ruang tamu.


"Ini nona Bianca nyonya" jawab sang pembantu.


Mendengar suara tante Sisil ia segera menerobos masuk ke dalam tidak memperdulikan pembantu yang sedang berdiri di depan pintu.


Pembantu tante Sisil menatap Bianca dengan mata melotot karena kelakuan Bianca yang tak sopan.


"Sombong" cibir sang pembantu dengan ketus.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Tante" ucap Bianca dengan suara tinggi.


Tante Sisil tak menyangka jika orang yang membuat keributan di rumahnya yaitu keponakannya sendiri. Melihat wajah panik Bianca ia sudah bisa menebak jika ada sesuatu yang terjadi.


"Tante ini gawat tante" ucap Bianca dengan panik.


"Kamu tenang dulu sayang. Atur napas kamu baru ngomong"


Bianca mengikuti saran tante Sisil untuk mengatur detak jantungnya yang berdetak dengan cepat sedari tadi. Setelah merasa sudah lebih baik ia melihat tante Sisil dengan wajah panik dan takut.


"Ada apa sayang? Kenapa kamu bisa datang ke rumah tante malam-malam gini dan teriak kayak di hutan?" tanya tante Sisil dengan kesal.


"Kangmas tante"


"Kangmas" ucap tante Sisil sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Orang yang kita bayar buat foto bareng Valeria sekarang ada di tangan kangmas tante" ucap Bianca dengan wajah panik.


"Apa" teriak tante Sisil karena kaget.


"Gimana nih tante? Bianca takut kalau orang itu buka mulut ke kangmas lalu kangmas tahu semuanya tante" ucap Bianca dengan panik.


"Tenangkan diri kamu Bianca. Apa kamu yakin orang itu Ringo?" tanya tante Sisil dengan tenang meski dalam hatinya ia sangat takut.


"Bener tante! Coba tante lihat ini" ucap Bianca sambil menyodorkan foto-foto tadi.


Tante Sisil mengambil foto-foto itu dan melihatnya dengan saksama. Matanya melotot melihat wajah orang yang sangat dikenalinya di dalam kotak panjang itu.


"Bagaimana bisa" ucap tante Sisil dengan kaget.


"Tante aku takut kangmas tahu semuanya dan apa yang harus kita lakukan sekarang"


"Kenapa Ringo di dalam kotak dan memakai oksigen apa dia sedang sekarat" ucap tante Sisil tak menggubris ucapan Bianca.


"Bianca yakin dia masih hidup tante dan mungkin saja dia di bius dan di masukan ke box makanya pakai oksigen untuk bisa bernapas"


"Ya kamu benar bisa jadi seperti itu"


"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang tante?" tanya Bianca dengan wajah semakin panik.


"Untuk saat ini kamu jangan melakukan hal-hal yang mencolok dulu. Jangan sampai kakakmu curiga kamu adalah dalang di balik ini semua"


"Tapi bagaimana kalau orang itu sudah buka mulut tante"


"Kita tunggu om Arya datang karena hanya om Arya yang bisa menyelamatkan orang itu dari kangmasmu"


"Iya tante"


Tante Sisil lalu mengambil hpnya dan mengirim pesan kepada suaminya tentang hal ini. Ia yakin jika orang yang di tangkap oleh Bagas belum membuka mulutnya jadi sebelum semuanya terlambat mereka harus bergegas dengan cepat.


~ *Dubai, Uni Emir**ate Arab* ~


Valeria saat ini tengah berada di salah satu kawasan mall ternama di Dubai. Saat sedang berjalan mencari sesuatu yang cocok hpnya berbunyi tanda ada pesan masuk.


Ares


"Misi berhasil nyonya"


Valeria tersenyum penuh arti melihat pesan Ares yang sudah berhasil menjalankan perintahnya. Bahkan Ares juga mengirim foto-foto Bagas dan Bianca saat mendapat paket darinya.


Hahahaha................


Seketika tawa Valeria pecah saat melihat foto-foto Bianca yang sangat panik. Bahkan tanpa Bianca sadari Ares mengikuti kemana ia pergi setelah mendapat foto-foto tersebut.


Para pengawal yang berada di belakang Valeria hanya diam saat mendengar master mereka tertawa. Menurut mereka tawa Valeria seperti iblis yang sedang menertawakan lawannya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Gue pengen lihat bagaimana mereka bisa mengusik seorang Bagas Panji Kusumo" ucap Valeria dengan senyum sinis.


Ia tahu jika mereka pasti akan melakukan segala cara untuk mendapatkan Ringo.


Valeria berpikir jika sebaiknya ia buat mereka merasakan ketakutan lebih dulu sebelum akhirnya mereka hancur sampai berkeping-keping.


^^^"Mulai dari madam Rosa"^^^


"Baik nyonya"


^^^"Jangan biarkan si berengsek itu buka mulut"^^^


"Apa saya harus menyuntiknya dengan dosis tinggi"


^^^"Hemmmm! Jangan lupa beri tanda spesial di tubuhnya dari gue" ucap Valeria sambil tersenyum penuh arti.^^^


"Siap nyonya"


Valeria lalu memutuskan panggilannya sepihak dan kembali melanjutkan kegiatannya di mall. Sesuai perkataan Valeria hari itu juga Ares menyelinap ke markas milik Bagas dan menyuntikkan virus di tubuh Ringo sehingga ia tidak bisa berbicara.


Tak lupa Ares juga memberikan sebuah flashdisk berisi video percakapan madam Rosa dan seseorang yang wajahnya di blur.


Bagas yang mendapat video tersebut langsung bertindak menculik madam Rosa. Dengan tak berperasaan ia mencambuk dan memukul madam Rosa untuk berbicara.


Tapi sekuat apapun ia memukul madam Rosa ia tak mendapat bukti tentang siapa orang yang berbicara dengan madam Rosa di video tersebut.


2 Tahun kemudian


Tak terasa sudah 2 tahun berlalu dengan cepat sejak Valeria memberikan sedikit bocoran informasi mengenai dirinya kepada sang kakak. Tapi sampai saat ini Bagas belum juga menemukan siapa dalang sebenarnya di balik masalah Valeria waktu itu.


~ Roma, Italia ~


Seorang gadis berambut panjang warna silver keemasan sedang berdiri melihat anak buahnya berlatih di mansion sambil menyesap wine. Tak berselang lama seorang pemuda berwajah datar bermata violet menghampirinya.


"You ready" (kamu siap) ucap Valeria dengan suara dingin.


"Im ready! I will kill them all if something bad happens to my mom" (aku siap! Aku akan membunuh mereka semua jika sesuatu yang buruk terjadi kepada ibuku) ucap Bryan dengan tatapan membunuh dan penuh kebencian.


"Kontrol emosi loe kalau loe ingin menang dalam pertempuran kali ini"


"Heemmmm! Gue tahu Valeria"


"Dimana Yorla?" tanya Valeria.


"Dia berada di Paris sedang menghadiri fashion week ajang internasional"


"Suruh dia buat awasi seseorang"


"Siapa?" tanya Bryan dengan bingung.


"Bianca Angraini desainer asal Indonesia" ucap Valeria dengan suara dingin.


Bryan merasakan aura yang sangat dingin memenuhi ruangan ini, ia tahu jika ada sesuatu yang tidak di ketahuinya tentang Valeria dan orang yang barusan ia sebutkan.


Apa yang loe sembunyikan dari kami Val, batin Bryan.


"Dari penasaran dan rasa ingin tahu bisa membunuh seseorang" ucap Valeria dengan suara dingin dan tatapan membunuh.


Glek.............


Bryan menelan salivanya dengan susah mendengar ucapan Valeria barusan dan ia tahu perkataan Valeria tertuju kepadanya. Valeria melirik Bryan sambil tersenyum penuh arti karena bisa menebak isi kepala Bryan.


"Maafin gue Val" ucap Bryan yang tahu kesalahannya.


"Heeemmmm"


"Val apa kita akan langsung menyerang mereka?" tanya Bryan.


"Malam ini kita hadiri pesta yang di adakan keluarga tercinta loe itu baru ambil langkah selanjutnya"


"Kenapa ngak langsung aja kita serang mereka Val"


"Ngak akan seru kalau mereka langsung di jatuhkan. Ada kalanya kita bermain-main dulu dengan mainan kita sebelum mereka kita habisi" ucap Valeria sambil terkekeh.


"Gue setuju sama ide loe" ucap Bryan sambil tersenyum sinis.


"Suruh tim delta bergerak ke lokasi bagian timur kerajaan Wizpet"


"Apa Rehan harus terjun langsung?" tanya Bryan.


"Heeemm! Beritahu dia jangan menyerang sebelum ada aba-aba dari gue"


"Oke Val"


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Bryan segera beranjak dari sana mencari Rehan untuk memberitahu perintah Valeria. Tak berselang lama Ares masuk setelah pulang menjalankan misinya.


"Wie?" (Bagaimana) bahasa Jerman, tanya Valeria to the point.


"Ringo wurde noch nicht gefunden, Madam, selbst der junge Meister hat seine MΓ€nner angewiesen, alle Ecken abzusuchen, hat ihn aber nicht gefunden" (Ringo sampai saat ini belum di temukan nyonya, bahkan tuan muda sudah mengerahkan anak buahnya mencari ke seluruh pelosok tapi belum menemukannya"


"Du Idiot, sich um eine Person zu kΓΌmmern ist nicht gut genug" (Dasar bodoh, ngurus satu orang saja tidak becus) bentak Valeria dengan emosi.


Ares diam saja melihat Valeria yang mengamuk saking emosinya Valeria melempar gelas wine yang dipegangnya ke tembok sampai hancur.


Pasalnya keamanan Bagas sangat lemah dan mudah di masuki oleh musuh sehingga dengan mudah musuhnya bisa mengambil Ringo dan membunuh madam Rosa sebelum Bagas mendapat informasi.


"Hast du irgendwelche interessanten Informationen Ares?" (Apa kamu punya informasi menarik Ares) tanya Valeria dengan tatapan membunuh.


"Es stellte sich heraus, dass das uneheliche Kind mit der Mafia aus SΓΌdkorea, Kim Jeong, zusammenarbeitete" (Anak haram itu ternyata bekerja sama dengan mafia asal korea Selatan bernama Kim Jeong)" ucap Ares sambil mengirimkan data diri Kim Jeong ke email Valeria.


Hahahahaha............


Seketika tawa Valeria pecah membaca identitas Kim Jeong dan apa yang Bianca lakukan agar bisa bekerja sama dengannya.


"Segitu bodohnya loe terima tawaran Arya Ginanjar buat lindungi loe dari gue" ucap Valeria sambil tersenyum menyeringai.


Bryan yang barusan datang melihat keduanya dengan bingung pasalnya mereka berbicara dengan bahasa yang tidak ia mengerti.


Saat melihat Bryan datang Valeria melirik Ares dan menganggukkan kepalanya sebagai isyarat untuk tak berbicara lagi.


"Apa yang lagi loe rencanakan Val?" tanya Bryan yang sudah sangat penasaran.


"Bukan urusan loe!" bentak Valeria dengan tatapan membunuh.


Phew..............


Bryan membuang napasnya dengan kasar melihat Valeria yang tertutup dengannya. Saat ia melihat ke samping matanya bertatapan dengan Ares yang melihatnya.


Bryan menelan salivanya dengan susah mendapat tatapan mata merah Ares yang sangat mengerikan.


Bahkan tak ada ekspresi apapun di wajah Ares hanya datar dan dingin, ia seperti monster yang siap membunuh mangsanya kapan saja.


"Ares malam ini loe ikut sama gue dan Bryan"


"Baik nyonya"


"Bryan suruh Alfarezi sebarkan profil loe ke publik kalau loe itu wakil direktur VA corp"


"Oke Val"


"Malam ini kita akan bermain-main dengan keluarga loe Bryan" ucap Valeria dengan senyum penuh arti.


"Gue udah ngak sabar pengen ketemu sama keluarga sialan itu" ucap Bryan dengan emosi.


❄❄❄❄❄


To be continue.............


Hay guys jangan lupa beri dukungan kalian dengan cara like, vote, rating, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀