Love Struggle

Love Struggle
Chapter 92



🌻Jadilah baik tapi jangan terlalu baik, karena kita tidak bisa melihat isi hati seseorang apakah mereka menerima kebaikan kita dengan tulus atau tidak🌻


.


.


.


.


Setelah mematikan panggilannya dengan Andre seketika bibirnya tersenyum penuh arti. Pramugari dan pilot yang melihat senyuman Valeria bukan terpesona melainkan merinding takut.


Pasalnya senyuman Valeria seperti seorang iblis yang sedang tersenyum melihat mangsanya. Dari sekian banyak yang berada di dalam jet pribadi hanya Ares saja yang berdiri dengan tatapan datar tak takut dengan senyum Valeria.


"Nyonya semuanya sudah siap" ucap Ares.


"Jakson"


"Di ada dibawah menunggu nyonya"


"Heemmmm"


Pramugari yang bertugas di jet pribadi Valeria menelan saliva mereka dengan susah mendengar percakapan keduanya.


Pasalnya Ares dan Valeria berbicara dengan suara dingin dan datar tidak ada kelembutan sedikit pun di setiap kata-kata mereka.


Sebelum keluar dari jet pribadi Valeria melirik Ares dan memberinya isyarat yang hanya di mengerti oleh Ares.


Dor............


Arrrgghhhh...........


Bunyi tembakan seketika membuat ketiga pramugari berteriak ketakutan. Mereka tak menyangka Ares akan menembak salah satu teman mereka tepat di kepala entah apa alasannya hanya Valeria dan Ares yang tahu.


"Ini peringatan buat kalian semua! Jangan pernah mengotori barang milik nyonya dengan tubuh kotor kalian" ucap Ares dengan tatapan tajam dan dingin.


"B....a....ik tu....an" ucap ketiga pramugari dengan terbata.


Mereka seketika tahu apa alasan yang kenapa teman mereka dibunuh, pasalnya pagi sebelum mereka berangkat teman mereka melakukan s**s di jet milik Valeria. Valeria melihat ketiganya dengan tatapan datar dan acuh


Valeria dan Ares segera turun dari jet pribadi yang langsung di sambut oleh Jakson dan anak buahnya. Valeria mengedarkan pandangannya melihat langit malam kota Seoul, Korea Selatan.


"Selamat datang master" ucap Jakson dan anak buahnya dengan serentak.


Valeria tak menjawab ucapan mereka dan memilih masuk ke limousine yang sudah terparkir di depannya.


Ares dan Jakson juga segera masuk ke dalam limousine dan pergi dari sana setelah memberi perintah ke anak buahnya untuk mengurus jasad pramugari tadi.


"Nyonya Kim Jeong sudah melihat video itu" ucap Ares.


"Lalu?" tanya Valeria sambil terkekeh.


"Sesuai rencana nyonya"


Hahahaha...........


Tawa Valeria seketika pecah mendengar ucapan Ares, ia yakin Kim Jeong akan sangat murka melihat ja***g kesayangannya di sentuh orang lain.


Jakson pria paruh baya berumur 42 tahun melihat tawa Valeria menelan saliva dengan susah pasalnya tawa Valeria membuatnya merinding takut.


"Bagaimana dengan apa yang aku suruh Jakson" ucap Valeria dengan tatapan mengintimidasi.


"Anak buah kita sudah menyamar di 3 markas Kim Jeong di Korea master. Bahkan mansion utama dan perusahaannya juga master" ucap Jakson dengan gugup.


"Beritahu anak buah kita besok malam kita serang markas mereka"


"Baik nyonya"


"Keluargamu?" tanya Valeria dengan tatapan dingin.


"Keluarga saya baik-baik saja master dan jika master berkenan saya ingin mengundang master makan malam di mansion saya"


"You know what is my answer" (kamu tahu apa jawabanku)


"Iya master maafkan saya" ucap Jakson sambil menunduk.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Valeria melihat Jakson yang menunduk memikirkan jawaban apa yang harus ia katakan kepada istrinya.


Pasalnya sedari dulu istri dan anaknya ingin bertemu dengan Valeria ingin mengucapkan terima kasih, karena tanpa Valeria mungkin saat ini keluarga mereka telah tiada.


"Bawa keluargamu ke perusahaan besok dan bertemu dengan aku disana" ucap Valeria seakan tahu apa yang di pikirkan Jakson.


"Beneran master?" tanya Jakson dengan raut senang.


"Heeemmmm"


Jakson sangat senang mendengar ucapan Valeria ia sudah tak sabar ingin pulang dan memberitahu hal ini kepada istri dan anak-anaknya.


~ Mansion Kusumo ~


Tak berselang lama mobil yang dinaiki Bianca sudah tiba di mansion Kusumo. Dion yang sedang berdiri di depan mansion melihat mereka dengan tatapan dingin dan datar.


Teriakan Bianca yang memarahi anak buah Budi membuat Dion tersenyum sinis. Ia sudah tidak sabar ingin melihat pertunjukan di dalam mansion.


Deru mobil milik Bagas yang baru saja memasuki mansion semakin membuat Dion tak sabar.


Ini balasan untuk anak tak tahu diri seperti anda nona Bianca, batin Dion dengan tatapan tajam melihat Bianca.


"Lepasin gue sialan! Lepasin tangan kotor kalian dari tubuh gue!!" teriak Bianca yang memberontak.


Anak buah Budi tak menggubrisnya dan malah menyeret Bianca dengan paksa masuk ke dalam mansion. Di dalam mansion Budi dan Arinta sudah menunggu kedatangannya sejak kemarin.


Glek.........


Bianca menelan salivanya dengan susah melihat tatapan tajam dari Budi dan Arinta. Ia yang tak tahu apa yang terjadi mendadak diam tidak berteriak seperti tadi.


"Mak..su....d ibu a...pa?" tanya Bianca dengan terbata dan tubuh gemetar takut.


"Dion tunjukan apa yang sudah di lakukan anak dari pe***ur itu" teriak Arinta dengan emosi.


"Jangan pernah sebut ibuku pe****r" teriak Bianca dengan emosi saat mendengar nama ibunya di hina.


Plak.........plak...........plak...........plak..........


4 tamparan menggema di ruang keluarga karena Arinta sangat emosi mendengar Bianca berteriak kepadanya. Bukan tamparan saja tapi Arinta juga menjambak rambut Bianca sampai ia berteriak kesakitan.


"Arrghhhh..........sakit bu lepasin sakit bu" ucap Bianca merasa sakit luar biasa di kepala dan pipinya.


"Kamu itu memang anak pe***ur ngak tahu diri. Sudah di beri hidup mewah masih saja jadi ja***g" hardik Arinta dengan suara tinggi.


"Arrgghh.........sakit bu.....hiks hiks hiks.....aku mohon lepasin bu.......hiks hiks hiks"


"Liat itu pel***r kecil! Lihat!" bentak Arinta sambil menjambak rambut Bianca sehingga ia menatap ke depan.


Bianca kaget bukan main melihat video tentang dia yang sedang bercinta di club Remix bahkan video itu bukan cuma hanya satu pria saja tapi beberapa pria yang berbeda.


Kenapa bisa jadi begini, batin Bianca dengan kaget.


"Masih mau mengelak pe***ur" teriak Arinta dengan wajah merah padam karena marah.


"Hiks hiks hiks....bu ampun itu bukan Bianca....hiks hiks...ibu"


"Bukan kamu? Asal kamu tahu video itu asli dan yang didalam sana itu kamu sialan. Gara-gara kamu nama Kusumo tercoreng di luar sana!" bentak Arinta.


Hahahahahaha...............


Bianca yang mendengar ucapan Arinta seketika tertawa melupakan rasa sakit di kepalanya. Apa lagi saat ia mendengar nama Kusumo yang selama ini sangat ia benci.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Akhirnya nama Kusumo hancur" ucap Bianca dengan senyum bahagia.


"Dasar anak sialan. Kamu dan ibumu memang keturunan hina!" hardik Arinta.


"Jaga ucapanmu perempuan tua!" bentak Bianca dengan emosi.


"Bawa cambukku kesini" ucap Budi dengan suara tinggi menggelegar di dalam sana.


Budi sangat emosi mendengar ucapan Bianca kepada istrinya. Wajahnya menghitam menandakan ia sangat emosi tak lupa tatapan matanya yang seperti pisau seakan siap menghunus siapa pun.


"A....ya....h" ucap Bianca dengan gugup.


Bi Susi lalu memberikan cambuk milik Budi. Budi menerimanya dan menghempas cambuk itu di lantai membuat Bianca semakin takut dan gemetar.


Crash.......crash.........crash..........crash......


Arrrgghhh..........


Bunyi cambukan dan teriakan Bianca menggema di dalam mansion.


Entah sudah berapa kali Budi mencambuk Bianca tidak ada yang menghentikannya bahkan para pelayan, bi Susi, Dion, dan Arinta hanya melihat saja tak ada niat untuk menghentikannya.


"Kamu dan ibumu memang keturunan ja***g!" bentak Budi sambil mencambuk Bianca.


Baju Bianca robek sampai melekat dengan kulitnya d***h yang keluar dari tubuhnya memenuhi ruangan itu sehingga berbau anyir. Bianca menatap Budi dengan tatapan penuh kebencian sambil berteriak kesakitan.


"Ini akibatnya kamu mempermalukan namaku anak sialan!! Darahmu memang darah pel**ur seperti ibumu itu!" teriak Budi dengan emosi.


Budi terus mencambuk Bianca sampai ia puas karena tak kuasa menahan rasa sakit akhirnya Bianca jatuh pingsan. Melihat hal tersebut Budi menghentikan cambukannya di tubuh Bianca.


Prok.........prok...........prok.........prok...........


Bunyi tepuk tangan membuat mata semuanya tertuju ke arah ruang tamu. Bagas tersenyum sinis melihat kedua orang tuanya sedari tadi apa lagi saat melihat tubuh Bianca yang penuh dengan luka cambukan.


"Darah pe***ur itu juga mengalir darah Kusumo tuan Budi Kusumo yang terhormat" ucap Bagas sambil tersenyum sinis.


"Bagas Panji Kusumo!" bentak Budi dengan emosi.


"Kenapa tuan Budi? Memangnya apa yang saya bilang salah?"


"Nak" ucap Arinta dengan wajah sedih.


"Bukannya kalian sendiri yang mengakui Bianca sebagai putri kedua Kusumo di publik jadi jangan marah kalau putri kalian mencoreng nama Kusumo"


"Hentikan Bagas jangan berbicara seperti itu nak" ucap Arinta.


"Tuan muda" ucap Dion sambil menggelengkan kepala untuk tak membuat suasana tambah panas.


"Kenapa om Dion? Bukannya ini memang yang diinginkan tuan dan nyonya Kusumo" ucap Bagas sambil tersenyum penuh arti.


"Bagas" desis Budi dengan tatapan tajam.


"Oh nyonya Arinta! Aku cuma mau bilang kalau putrimu yang kamu bangakan itu sudah menipumu selama ini bahkan putrimu sudah mengelapkan uang butikmu sebesar 3 miliar"


"Apa" ucap Arinta dengan kaget.


Bagas tersenyum penuh arti melihat wajah sang ibu yang kaget sambil mengepal tangannya dengan erat melihat Bianca. Budi yang melihat senyum sang anak merasa Bagas seakan menjauh dari jangkauan mereka.


"Nyonya Arinta ada pepatah berkata kalau darah itu lebih kental. Seharusnya nyonya lebih percaya putri kandungmu di bandingkan anak haram itu" ucap Bagas dengan suara dingin.


Deg..............


Jantung Arinta berdetak dengan cepat mendengar ucapan putranya, ada perasaan marah, sakit, dan sedih di dalam hatinya. Tak sadar air matanya jatuh memikirkan ucapan Bagas.


Bagas tersenyum penuh arti dan segera berlalu pergi sebelum sampai di ruang tamu Bagas berbalik melihat Budi dengan tatapan dingin dan penuh kebencian.


"Tuan Budi Kusumo sebaiknya anda bersiap untuk besok karena besok ada rapat bersama pemegang saham dan investor membahas perihal putri tercinta kalian" ucap Bagas.


❄❄❄❄❄


To be continue ..............