
π»Tanpa kita sadari di balik setiap penderitaan kita ada keberuntunganπ»
.
.
.
.
Seharian sepasang suami istri yang baru menikah semalam menghabiskan waktu sepanjang hari di dalam kamar.
"Honey udah aku tidak sanggup lagi.....ugghhh" ucap Valeria dengan lelah.
"Bentar la....gi h....oney" ucap Thomas mengerakkan pinggulnya dengan cepat di atas tubuh istrinya.
Aaahhhhhh..........
Keduanya mende**h saat mencapai pelepasan, entah sudah berapa kali Valeria mencapai pelepasannya ia tidak menghitung lagi sedangkan suaminya baru mendapat pelepasan setelah sekian lama.
Cup.........
"I love you honey" Thomas mencium bibir istrinya sambil mengatakan kata cinta.
"I love you too honey" balas Valeria dengan mata terpejam.
Thomas menjatuhkan tubuhnya di samping sang istri. Ia memeluk istrinya dengan erat sambil menaruh kepalanya di dada sang istri.
Tak terasa waktu berlalu dengan cepat dan sudah kembali pagi lagi. Valeria membuka matanya perlahan-lahan menetralkan cahaya yang masuk ke dalam matanya.
Uuuggghhh..........
Valeria meregangkan tubuhnya yang terasa sangat kebas karena dari kemarin sore ia tidur tak bangun-bangun hingga pagi ini.
"Morning my wife" ucap Thomas yang baru keluar dari kamar mandi menggunakan handuk sepinggang.
"Morning too honey" ucap Valeria dengan suara serak karena baru bangun.
Thomas tersenyum melihat tanda kepemilikannya di leher dan dada sang istri, ia merasa puas melihat hasil karyanya bertebaran di seluruh tubuh istrinya.
"Ayo aku bantu ke kamar mandi honey" ucap Thomas sambil mengecup bibir sang istri.
Valeria tak menolak karena badannya remuk semua akibat ulah sang suami hampir dua hari di gempur habis-habisan. Bahkan untuk berjalan saja ia kesusahan karena area bawahnya terasa sakit.
Gue yakin pasti lecet di dalam sana, batin Valeria saat air mengenai kem****nnya.
Selesai membersihkan diri Thomas membantu istrinya berpakaian dan saat melihat pakaian yang di siapkan oleh Ares ia terus mengumpat dan memaki Ares.
"Cukup honey! Apa kamu tidak capek marah-marah terus" hardik Valeria yang tak suka keributan.
"Lihat saja nanti. Aku bakal beri pelajaran kepada asisten sialan kamu itu honey" ketus Thomas dengan tatapan tajam.
"Terserah"
Selesai sarapan Thomas segera mengendong istrinya keluar dari hotel menuju lobby dimana Ares sudah berdiri membuka pintu mobil sport milik Valeria disana.
"Honey kita tinggal di apartemenku ya" ucap Thomas sambil menyetir.
"No kita ke penthouse"
"Oke"
Valeria melirik suaminya dan mendapati raut wajah Thomas yang berubah. Ia tahu pasti hal itu menyakiti perasaan suaminya karena menganggap harga dirinya sebagai suami seperti tidak di anggap.
Dengan cepat Valeria mengambil hpnya dan menelpon Ares yang berada tepat di belakang mereka.
"Kamu nelpon siapa honey?" tanya Thomas dengan selidik.
"Ares"
"Buat apa sih kamu nelpon Ares terus" ketus Thomas dengan kesal.
"Halo nyonya" ucap Ares dari seberang membuat Valeria tak menjawab pertanyaan suaminya.
^^^"Ganti semua furniture dan interior di apartemen suamiku"^^^
Thomas dengan cepat menatap istrinya mendengar ucapannya barusan. Melihat hal itu Valeria tersenyum sambil mengelus lengan suaminya dengan lembut.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Baik nyonya"
^^^"Jangan lupa bawa sebagian pakaianku di penthouse ke sana"^^^
"Apa sekalian dengan berkas penting master?" tanya Ares.
^^^"Tidka perlu. Cukup bawa laptop pribadiku saja"^^^
"Baik master"
^^^"Jangan lupa kosongkan jadwalku dua minggu lagi dari sekarang Ares"^^^
"Baik nyonya"
Valeria segera mematikan panggilannya sepihak tak membalas ucapan Ares lagi.
"Terima kasih honey"
"Kamu itu suamiku honey jadi sudah seharusnya aku ikut kata suamiku"
"Benar itu honey" ucap Thomas sambil tersenyum penuh arti.
"Tapi jika itu masuk akal honey" ucap Valeria balik tersenyum smirk.
"Ckk!" dengus Thomas kesal karena niatnya sudah terbaca.
~ Blue Ocean Apartment ~
Saat ini pengantin baru itu sudah tiba di apartemen Thomas yang telah selesai di renovasi. Valeria melirik ke sekeliling apartemen dan puas dengan interior apartemen sang suami yang telah berubah menjadi elegan dan mewah.
"Apa kamu suka honey?" tanya Thomas sambil memeluk sang istri dari belakang.
"Heemmm"
Cup...........
Thomas mencium seluruh wajah sang istri membuat Valeria geli. Ia mengelus tangan sang suami dengan lembut menikmati momen kebersamaan mereka.
"Kamu mau bulan madu dimana honey?" tanya Thomas.
"Aku ikut kamu saja honey"
"Baiklah aku akan mengaturnya honey"
"Honey apa boleh kita honeymoon setelah penobatan Bryan?" tanya Valeria.
"Penobatan?" tanya balik Thomas dengan kening berkerut.
"Bryan itu seorang putra mahkota kerajaan Wizpet di Italia honey"
"Apa" pekik Thomas dengan kaget.
"Mamanya yang waktu itu datang bersamanya"
"Heemmm"
"Lalu dimana papanya honey?" tanya Thomas.
"Mati"
Thomas melihat istrinya dengan kening berkerut merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh istrinya dari ucapannya.
"Kamu tidak berbohong honey" selidik Thomas dengan mata memicing.
"Kamu bisa bertanya ke Bryan jika penasaran"
"No! Tidak perlu honey" tolak Thomas dengan cepat.
Valeria tersenyum smirk melihat wajah kusut suaminya yang masih penasaran tapi egonya tinggi jadi tak mau bertanya lagi.
~ Kerajaan Wizpet ~
2 Minggu tak terasa berlalu dengan sangat cepat dan hari ini Valeria dan Thomas sedang menghadiri pesta penobatan Bryan sebagai Raja yang baru di Kerajaan Wizpet mengantikan posisi papanya.
"Ahh! Akhirnya eke punya gelar bangsawan juga" pekik Yorla dengan histeris sedari tadi.
"He banci diam loe pusing gue dengarnya" hardik Rehan yang sedari tadi pusing dengan kelakuan Yorla yang seperti cacing kepanasan.
"Ck! Mending you diam aja pak tua yuuuhhuu ngak usah ngurus pribadi eke" sungut Yorla dengan kesal.
"Pengen gue hajar tuh muka banci sialan" gumam Rehan dengan emosi.
"Mas udah dong malu tahu di lihatin orang" bisik dokter Lauren memperingati kekasihnya.
"Aku tuh kesal sama banci ngak ada akhlak itu yang" protes Rehan.
"Udah mas ngak usah ladenin Yorla" tegas dokter Lauren.
"Selamat buat penobatan anda yang mulia raja Bryan Peterson" ucap Thomas berwibawa sambil memeluk pinggang istrinya dengan posesif.
"Tidak usah formal Thomas kita itu sudah jadi keluarga" ucap Bryan dengan suara dingin.
"Oke"
Akhirnya berkurang satu pengganggu di sisi istriku, batin Thomas bersorak gembira dalam hati.
Valeria menggelengkan kepalanya mengetahui apa yang dipikirkan suaminya ia tak menyangka suaminya itu semakin posesif setiap hari.
"Val kapan loe bakal go publik dengan identitas loe?" tanya Bryan.
"Eehhmmm! English please" deham Thomas dengan suara dingin.
Bryan menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Thomas yang terlalu posesif dengan istrinya sendiri.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Lihat saja kedepannya nanti" ucap Valeria dengan suara dingin.
"Aku harap kamu segera publikasi identitasmu yang sebenarnya Val"
"Heemmm"
Bryan lalu pamit ke keduanya menghampiri sang mama yang memberi isyarat kepadanya untuk mendekat dan menyambut tamu pemerintahan yang sedang bercakap-cakap dengannya.
"Dude kamu disini juga?" tanya Kevin dengan mata berbinar.
"Kamu ngapain disini?" tanya balik Thomas kaget melihat kehadiran Kevin.
"Bos menyuruhku datang mewakili perusahaan. Kamu kan tahu bos dan Albert tidak bisa kemana-mana lagi sekarang" ucap Kevin dengan cepat.
"Heemmm"
Valeria yang sedari tadi diam melirik wanita yang datang bersama Kevin dengan tatapan dingin dan datar.
Another b***h......huh, batin Valeria sambil tersenyum smirk.
"Jaga tatapanmu dari suamiku" ucap Valeria dengan suara dingin dan aura membunuh.
Deg...........
Wanita yang menjadi pasangan Kevin seketika menegang mendengar ucapan Valeria apa lagi ia merasa seperti mangsa yang sedang diintai oleh pemburu.
Thomas menatap Kevin dengan kesal karena pasangannya malam ini membuat sang istri tidak nyaman.
"Kevin" desis Thomas dengan tatapan tajam.
"Bukan salahku dude" bantah Kevin tak tahu tentang hal ini.
Valeria maju ke depan wanita yang bersama Kevin sambil menatapnya dari atas ke bawah dengan tatapan dingin dan datar.
"Jangan mengusik singa yang sedang tidur b***h" bisik Valeria sambil tersenyum sinis.
"Kamu" tunjuk wanita itu dengan emosi.
"Felicia singkirkan tanganmu!" bentak Kevin dengan mata melotot.
Krek................Aaarrgghhh............
Felicia berteriak kesakitan tapi dengan cepat Ares menutup mulutnya agar tamu undangan tak mendengar teriakannya saat jari tangannya di patah oleh Valeria dengan santai.
Hehehehe..............
Thomas mengurut keningnya melihat kelakuan sang istri beruntung mereka agak jauh dari tamu undangan jadi tak ada yang menyadari apa yang di lakukan istrinya.
"Honey cukup. Jangan buat pesta Bryan menjadi gosip besok pagi" ucap Thomas sambil memeluk sang istri dari belakang.
"Aku belum puas" ucap Valeria dengan tatapan tajam.
"Nanti lagi honey.........hemmm"
"Tapi....eemmmpp"
Dengan cepat Thomas mencium bibir sang istri memotong ucapannya agar istrinya tak berbuat keributan.
Felicia yang merasa kesakitan menatap keduanya dengan tatapan membunuh dan penuh kebencian. Apa lagi saat ini jari tangannya terasa sangat sakit.
Perempuan sialan aku akan membalasmu j***ng, batin Felicia dengan penuh kebencian.
Valeria yang bisa membaca pikiran orang menatap Felicia dengan tatapan membunuh seakan ingin mencabiknya saat ini.
Tubuhnya langsung di bopong oleh suaminya saat melihat gelagat aneh sang istri yang hendak maju menuju Felicia dan Kevin. Bryan yang sempat melihat Thomas dan Valeria mengerutkan keningnya dengan bingung.
Mata Bryan bertatapan dengan Rehan memberi isyarat ke arah Valeria. Melihat isyarat Bryan dengan cepat Rehan segera menuju ke arah Valeria yang saat ini sedang di bopong suaminya keluar dari aula kerajaan.
"Urus wanita anda tuan Walts" ucap Ares dengan suara dingin melepas bekapan mulut Felicia.
"O.........ke" ucap Kevin dengan gugup melihat mata merah Ares yang seakan ingin menerkamnya.
βββββ
To be continue...................