Love Struggle

Love Struggle
Chapter 11



🌻Kesabaran yang baik adalah saat kamu menahan emosimu yang siap meledak saat itu juga🌻


.


.


.


.


Bagas yang karena keasyikan di rumah sahabatnya Rendi, pulang ke mansion tepat pukul 23:00 malam. Saat tiba di mansion Bagas keluar dari mobil sportnya dan segera masuk ke dalam mansion.


Baru saja ia akan mancapai pintu mansion, mobil milik sang ayah memasuki halaman mansion. Tak lama Dion turun dan membuka pintu buat tuannya.


"Kamu pulanglah" ucap Budi dengan suara tegas.


"Baik tuan" ucap Dion sambil membungkuk memberi hormat.


Budi berjalan dengan langkah tegap menuju arah pintu. Ia bingung melihat sang anak yang berdiri di depan pintu masih menggunakan pakaian seragam sekolah.


"Ayah" ucap Bagas sambil mencium tangan Budi.


"Dari mana kamu Bagas kenapa baru pulang jam segini?" tanya Budi dengan suara tegas.


"Maaf yah tadi aku keasyikan main di rumah Rendi sepulang sekolah makanya baru pulang" ucap Bagas sambil mengaruk kepalanya yang tak gatal.


"Hemmm! Ayah ngak larang kamu main sampai jam segini, tapi ingat jangan buat masalah di luar sana apa lagi bentar kamu ujian akhir" ucap Budi sambil menepuk pundak sang anak.


"Baik ayah" ucap Bagas sambil tersenyum.


Keduanya lalu masuk ke dalam mansion yang langsung di sambut bi Susi dan para pelayan. Budi dan Bagas hanya menampilkan ekspresi datar dan dingin saat para pelayan menyapa mereka.


Sampai di ruang keluarga keduanya kaget melihat Arinta yang tertidur di sofa. Budi lalu menyuruh Bagas untuk segera pergi ke kamarnya.


Budi lalu mengendong sang istri menuju ke kamar mereka, Bagas yang sedang naik ke lantai dua kaget melihat Valeria yang berjalan turun sambil mengucek mata.


"Dek" ucap Bagas dengan lembut.


"Kangmas baru pulang" ucap Valeria dengan suara serak.


"Heemmm! Kamu mau kemana dek?" tanya Bagas.


"Valeria lapar kangmas" jawab Valeria dengan suara serak karena baru bangun.


"Emang kamu belum makan"


"Belum kangmas. Tadi Valeria ketiduran dari sore ampe jam segini baru bangun"


"Yaudah sini kangmas temenin kamu dek"


"Tapi gendong ke bawah ya kangmas" seru Valeria dengan manja.


Bagas terkekeh melihat sifat sang adik yang sangat manja saat bersama dirinya.


Berbeda jika bersama dengan kedua orang tua mereka, sifat Valeria akan berubah drastis dari yang manja menjadi mandiri dan tegas.


"Tuan, nona muda" ucap bi Susi kaget melihat kedua anak majikannya.


"Bi ada makanan ngak Valeria lapar nih" ucap Valeria sambil memegang perutnya.


"Ada non tadi di simpan sama nyonya buat non nanti" ucap bi Susi.


"Asyik bawa kesini makanannya ya bi" ucap Valeria dengan senang.


"Baik non. Apa tuan muda juga ingin sekalian?" tanya bi Susi menawarkan pada Bagas.


"Ngak bi aku udah kenyang" tolak Bagas dengan suara lembut.


"Baik tuan muda" ucap bi Susi.


Bi Susi lalu menyiapkan makan malam buat Valeria di atas meja. Karena sudah terlalu lapar Valeria segera melahap makanan di atas meja dengan lahap.


"Pelan-pelan dong dek ngak ada yang ngambil juga" ucap Bagas kesal melihat sang adik yang makan dengan terburu-buru.


"Lafaarr bensgta kenmas" ucap Valeria tak jelas karena mulut penuh.


"Telan dulu dek jangan ngomong nanti keselak lagi"


Uuuhhhuukk........uhhukkk......uhhhukkk


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Nah baru juga di bilang" ucap Bagas sambil menyodorkan air minum dan menepuk punggung Valeria.


"Maaf kangmas" ucap Valeria setelah meminum air.


"Hemmmm"


Valeria lalu melanjutkan acara makannya dengan hening dan tidak tergesa-gesa. Budi dan Arinta yang baru saja keluar dari kamar melihat kedua anak mereka dengan bingung.


"Kamu lapar ya sayang?" tanya Arinta dengan lembut.


"Iya bu lapar banget" jawab Valeria.


"Ibu sama ayah mau makan juga ya?" tanya Bagas.


"Ibu mau nyiapin makan malam buat ayah kamu karena ayah belum makan" jawab Arinta.


"Ayah belum makan?" tanya Valeria.


"Belum nak" jawab Budi.


"Ayah itu ngak boleh lupa sama makan nanti kalau ayah sakit kan ayah yang susah sendiri" ucap Valeria dengan khawatir.


"Iya ayah ngak bakal lupa lagi nanti" ucap Budi sambil tersenyum.


"Nah gitu baru ayah Bagas" ucap Bagas sambil cekikan.


"Cih! Kangmas itu ayahnya Valeria juga kali" decih Valeria dengan kesal.


Ketiganya hanya tertawa melihat reaksi Valeria. Bianca yang ingin mengambil air minum meneteskan air mata saat melihat mereka berempat, ia sangat iri dengan kedua saudara tirinya yang mendapat kasih sayang dari sang ayah.


Coba aja ibu masih ada gue ngak bakalan ngerasa sedih kayak gini, batin Bianca dengan sedih.


Tak sanggup melihat pemandangan di depannya Bianca kembali masuk ke dalam kamar membatalkan niatnya untuk mengambil air.


"Gue berjanji gue akan buat keluarga mereka hancur berantakan" ucap Bianca dengan emosi.


~ Kusumo Group ~


Tak terasa waktu berlalu dengan cepat dan hari telah berganti. Saat ini Budi sedang melakukan meeting bersama dengan kliennya dari Jakarta yaitu dari perusahaan AB company.


"Senang bekerja sama dengan anda tuan Abimayu" ucap Budi dengan tegas.


"Suatu kehormatan juga tuan Kusumo kita bisa bekerja sama" ucap Abimayu.


Keduanya saling berjabat tangan karena sudah berhasil menekan kontrak kerja sama. Kontrak kali ini akan sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak dengan omset pemasukan sebesar 200%.


"Apa anda masih lama di Solo tuan Abimayu?" tanya Budi dengan sopan.


"Saya hari ini harus segera kembali ke Jakarta karena banyak sekali pekerjaan saya"


"Ah.......padahal saya ingin mengajak anda untuk makan malam di mansion saya"


"Suatu kehormatan bisa mendapat undangan dari tuan Kusumo, tapi mohon maaf saya tidak bisa menghadirinya"


"Tidak apa-apa tuan Abimayu mungkin lain kali saja kita bisa makan bersama"


"Iya tuan Kusumo. Kalau begitu saya pamit undur diri tuan Kusumo" ucap Abimayu dengan sopan dan tegas.


"Baik tuan Abimayu semoga sampai tujuan dengan selamat"


"Terima kasih tuan Kusumo"


"Sama-sama tuan Abimayu"


Budi lalu mengantar kliennya hingga di depan pintu lift. Setelah lift turun Budi segera mengambil hpnya untuk mengabari sang istri.


"Halo mas" ucap Arinta dari seberang.


^^^"Halo sayang apa kamu lagi sibuk?" tanya Budi.^^^


"Ngak mas ini lagi cek pesanan dari ibu Risma klien aku mas"


^^^"Oh gitu ya. Kalau gitu ada yang mau mas sampaikan"^^^


"Apa mas"


^^^"Mas berhasil mendapat kerja sama dengan perusahaan AB company sayang"^^^


"Apa yang benar mas?" tanya Arinta dengan kaget.


"Ahhh.......senang banget dengarnya mas"


^^^"Sama sayang aku juga senang banget"^^^


"Itu karena perjuangan kamu mas dan patut di acungi jempol"


^^^"Makasih ya sayang"^^^


"Iya sama-sama mas"


^^^"Ya udah sayang aku lanjut kerja dulu ya my wife"^^^


"Iya mas semangat kerjanya mas"


^^^"Hemmmm"^^^


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Budi lalu mematikan panggilannya dan melanjutkan pekerjaannya yang masih menumpuk di atas meja kerjanya.


~ Arinta butik ~


Selesai bertelfonan dengan sang suami Arinta juga melanjutkan pekerjaannya. Tak lama pintu ruangannya di buka dan masuklah sang ibu dan ayah.


"Ibu, ayah" ucap Arinta sambil bangun mencium tangan keduanya.


"Apa kamu lagi sibuk nak?" tanya Putri.


"Ngak kok bu" ucap Arinta.


"Bagaimana usaha kamu saat ini?" tanya Arya sambil mengedarkan pandangannya melihat ke sekeliling.


"Seperti yang ayah lihat usaha aku makin maju dan semuanya aman terkendali" ucap Arinta.


"Heeeemmm"


Tak lama Ana masuk dengan membawa nampan berisi minuman dan cemilan untuk ketiganya. Melihat asisten sang anak sudah pergi, Putri lalu memberitahu maksud kedatangan mereka.


"Arinta ada yang mau ibu omongin sama kamu" ucap Putri dengan suara lembut.


"Ada apa bu?" tanya Putri.


"Begini, ibu sama ayah ingin meminta bantuan kamu dan Budi untuk membantu kami menyelenggarakan acara amal dua bulan lagi" jawab Putri.


"Ayah mau kamu membantu kami kali ini dengan dukungan financial" ucap Arya dengan suara tegas.


"Bagaimana Arinta apa kamu bisa?" tanya Putri.


Sebelum menjawab Arinta memikirkan terlebih dahulu apa yang harus ia katakan. Pasalnya ia harus meminta jawaban dari suaminya dulu.


"Ibu, ayah sebelumnya Arinta minta maaf ngak bisa ngasih jawaban sekarang, karena Arinta harus membicarakan hal ini dengan mas Budi terlebih dulu" ucap Arinta dengan bijak.


Arya mengangguk kepala tanda mengerti maksud sang anak. Biar bagaimanapun Arinta sudah bukan lagi tanggung jawabnya melainkan seorang istri dan ibu di rumah tangganya.


"Coba kamu tanyakan dulu sama Budi kasi jawaban ke kami nak" ucap Putri.


"Iya bu nanti sebentar aku akan bicarakan hal ini ke mas Budi" ucap Arinta.


"Iya nak terima kasih" ucap Putri sambil tersenyum manis.


"Iya sama-sama bu" ucap Arinta.


Ketiganya lalu mengobrol berbagai macam hal, tak lama Arya dan Putri pamit untuk pulang ke keraton. Arinta mengantar ayah dan ibunya sampai naik ke mobil di depan butik.


"Tante" ucap Bianca yang baru saja datang di butik Arinta.


Arinta tersenyum dan menyuruh Bianca untuk masuk ke dalam ruangannya. Di dalam ruangan Arinta keduanya duduk berhadapan sambil menatap satu sama lain.


"Kamu tahu kenapa tante panggil kamu kesini?" tanya Arinta.


"Ngak tante" ucap Bianca sambil menggelengkan kepalanya.


"Dua minggu lagi kita akan adakan fashion week untuk peluncuran baju terbaru butik tante, jadi tante mau kamu buat desain kamu sendiri untuk di peragakan nanti"


Bianca kaget mendengar ucapan Arinta yang mengatakan akan mengeluarkan desainnya. Jantungnya berdegup sangat kencang memikirkan jika sebentar lagi ia akan menjadi terkenal.


"Bagaimana Bianca apa kamu bisa?" tanya Arinta.


"Bisa tante" jawab Bianca dengan suara tegas.


"Baguslah. Kalau begitu kamu bisa mulai membuat desain kamu dari sekarang"


"Baik tante" ucap Bianca sambil tersenyum bahagia.


Arinta lalu menyuruh Bianca untuk pulang ke mansion dan mulai membuat desainnya. Sepanjang jalan Bianca selalu tersenyum bahagia memikirkan namanya yang sebentar lagi akan menjadi terkenal.


Ibu bentar lagi Bianca akan menjadi orang yang terkenal, batin Bianca.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


~ Mansion Kusumo ~


Hari berlalu dengan cepat dan tanpa terasa sudah seminggu berlalu. Saat Bianca mendesain baju terbarunya ia tak lupa meminta ide-ide Valeria untuk mendesain sebuah dres simpel tapi elegan.


Valeria yang awalnya akan menanyakan perihal jam tangan miliknya, memilih tidak bertanya karena melihat Bianca yang sedang sibuk membuat rancangannya.


Desain gaun Bianca sudah jadi tinggal membuat gaun seperti sketsanya. Semua kebutuhan dan bahan yang ia perlukan sudah di persiapkan oleh Arinta untuknya.


Meskipun begitu perhatian Arinta kepada kedua anak-anaknya tidak berkurang sedikit pun. Seperti saat ini Arinta sedang mempersiapkan semua kebutuhan Valeria untuk lomba cerdas cermat tingkat nasional.


"Semuanya sudah ibu siapkan di tas kamu ya sayang"


"Iya bu makasih ya" ucap Valeria sambil memeluk sang ibu.


Cup...


Satu kecupan hangat di kening Valeria dari sang ibu. Valeria sangat senang meski ibunya saat ini tengah sibuk tapi Arinta masih menyempatkan waktu mengurus kebutuhannya dan kangmas.


"Doain Valeria biar bisa juara ya bu" ucap Valeria dengan lembut.


"Pasti doa ibu selalu menyertai kamu sayang" ucap Arinta dengan tulus.


"Iya bu"


"Kamu sudah siap Valeria" ucap Budi yang masuk ke dalam kamar Valeria.


"Sudah ayah" ucap Valeria.


"Semangat buat lombanya ayah yakin kamu pasti bisa" ucap Budi sambil tersenyum hangat.


"Terima kasih ayah" ucap Valeria dengan senang.


"Hemmmm"


Valeria sangat senang karena sekarang sang ayah sangat lembut dan perhatian kepadanya. Ketiganya lalu keluar untuk mengantar Valeria menuju mobil di depan mansion.


Setelah melihat mobil Valeria sudah meninggalkan mansion, Arinta dan Budi segera berangkat menuju ke tempat kerja masing-masing.


Bianca yang berjalan keluar hendak ke sekolah tak sengaja melihat buku sketsa milik Arinta di meja samping ruang keluarga. Bianca melihat kesana-kemari tidak ada orang disana langsung mengambil buku sketsa itu dengan cepat.


Bianca membawa buku itu ke sekolah dan memikirkan apa yang harus ia lakukan dengan buku tersebut.


Sepertinya gue harus buat sedikit pertunjukan, batin Bianca tersenyum penuh iblis.


Tanpa semuanya tahu ternyata Bianca menjual 3 rancangan utama Arinta ke salah satu saingan Arinta.


Ia menutup jati dirinya saat melakukan transaksi tapi ia meminta pembayaran dengan uang cash dan di simpan di dalam kantong plastik di dekat tong sampah di taman.


"Hahahahahaha.........ternyata gampang juga ya gue dapat uang sebanyak ini" ucap Bianca sambil tertawa senang.


Waktu berjalan dengan sangat cepat dan saat ini Arinta kaget melihat berita tentang desain terbaru milik Sinta Malik.


Pasalnya desain Sinta adalah desain utama miliknya yang akan ia luncurkan minggu depan.


"Ny...o...nya" ucap Ana dengan napas satu-satu.


"Bagaimana bisa rancangan Sinta dan aku sama persis Ana" bentak Arinta dengan suara tinggi.


Ana tidak tahu harus berkata apa pasalnya ia tidak mengetahui bagaimana hasil rancangan milik desainer Sinta Malik sama persis dengan rancangan sang nyonya.


Arinta syok melihat desainnya yang ia buat selama ini dengan susah payah, bisa menjadi desain dari saingannya. Ia pusing apa yang harus ia lakukan untuk fashion week minggu depan.


❄❄❄❄❄


To be continue............


Jangan lupa beri dukungan kalian dengan cara vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀