Love Struggle

Love Struggle
Chapter 81



🌻Sembunyikanlah emosimu dengan diam dan kunci diammu dengan sabar, lalu perlihatkan sabarmu dengan senyuman🌻


.


.


.


.


Masih dengan jelas di ingatan Bianca saat om Arya menyuruhnya untuk mengikuti rencananya. Tanpa ia sadari ternyata rencana om Arya bukan cuma untuk menculik Ringo dari sisi Bagas melainkan juga membuatnya menjadi pemuas napsu seorang mafia.


#Flashback On


Saat ini om Arya, tante Sisil, dan Bianca sedang memikirkan rencana untuk mengambil Ringo dari tangan Bagas.


Setelah semalam memberitahu tante Sisil mengenai paket yang ia dapat, siang besoknya Bianca sudah ada di rumah tante Sisil karena om Arya sudah pulang.


Arya yang semalam mendapat pesan dari istri sirinya itu langsung berangkat ke Solo paginya. Ia sangat tahu bagaimana kejamnya seorang Bagas Panji Kusumo kepada musuh-musuhnya, karena selama beberapa tahun terakhir nama Bagas sangat terkenal di kalangan dunia bisnis.


"Apa om sudah punya rencana?" tanya Bianca.


"Apa foto-foto ini betul bukan rekayasa?" tanya om Arya balik.


"Ini itu betul om buat apa Bianca bohong" ucap Bianca dengan ketus.


"Bianca jaga bicaramu" bentak tante Sisil karena tak menyukai cara bicara Bianca kepada suaminya.


"Maaf tante, om" cicit Bianca dengan takut.


Om Arya tak memperdulikannya meski dalam hatinya ia sangat emosi karena di bentak oleh Bianca anak kemarin.


Saat ini ia harus mencari cara agar mengambil Ringo dari tangan Bagas sebelum ia membuka mulutnya.


"Sayang kamu telpon madam Rosa" ucap om Arya.


"Iya mas"


Tante Sisil lalu menghubungi madam Rosa tapi nomornya tidak aktif, ia lalu memutuskan untuk menghubungi tangan kanan madam Rosa dan langsung di jawab.


"Halo"


^^^"Halo Bowo, dimana madam?" tanya tante Sisil to the point.^^^


"Madam sudah 2 hari tak datang ke club bahkan tak ada kabar sama sekali" ucap Bowo dari seberang.


^^^"Apa bagaimana bisa madam tak ada kabar?" tanya tante Sisil dengan kaget.^^^


Om Arya yang mendengar ucapan tante Sisil mengernyitkan keningnya karena setahunya madam Rosa tidak akan pernah bisa meninggalkan usahanya sedetik saja.


Sepertinya ada yang tidak beres jangan-jangan ini semua ada kaitannya dengan Ringo, batin om Arya.


^^^"Kenapa kamu tidak mencari madam ke rumahnya?" tanya tante Sisil.^^^


"Rumah madam sudah di jual 4 tahun lalu dan madam selama ini tinggal di lantai atas club"


^^^"Coba hubungi madam"^^^


"Handphone madam ada di tanganku dan entah kemana madam pergi ia sama sekali tak membawa hpnya dan tas"


^^^"Kalau sudah ada kabar dari madam segera hubungi aku"^^^


"Baik"


Tante Sisil segera mematikan panggilannya dan memijit keningnya yang sakit. Ia berpikir kemana perginya madam Rosa bahkan tas dan hpnya tidak di bawa.


"Sepertinya madam Rosa diculik sama Bagas" ucap om Arya mengagetkan Bianca dan tante Sisil.


"Apa maksud om?" tanya Bianca dengan cepat.


"Aku yakin madam saat ini berada di tangan Bagas"


"Itu ngak mungkin mas" ucap tante Sisil dengan suara tinggi.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Coba kamu pikirkan siapa yang bisa melakukan ini semua kepada madam Rosa dan menghilangkan jejaknya dengan bersih"


"Tapi mungkin saja bukan kangmas om" ucap Bianca.


"Setahuku hanya ada satu orang yang paling ditakuti madam Rosa dan orang itu bisa dengan mudah menghilangkan jejak seseorang dengan bersih" ucap om Arya sambil memikirkan orang tersebut.


"Memangnya siapa mas?" tanya tante Sisil dengan penasaran.


"Budi Kusumo" ucap om Arya dengan suara tegas.


Bianca dan tante Sisil kaget mendengar nama yang diucapkan oleh om Arya. Otak Bianca seketika blank memikirkan jika ini perbuatan sang ayah berarti ayahnya sudah mengetahui perbuatannya.


"Ngak mungkin om ngak mungkin itu ayah" ucap Bianca dengan tubuh gemetaran.


"Memang bukan ayah kamu tapi kakak kamu" ucap om Arya dengan tatapan tajam.


"Kangmas belum tahu kan om, tante?" tanya Bianca dengan wajah panik.


"Tante ngak tahu sayang" ucap tante Sisil sambil mengusap wajahnya.


"Bilang ke Bianca kalau kangmas belum tahu siapa dalang ini semua kan" bentak Bianca dengan suara tinggi karena panik.


Plak..........


Bunyi tamparan bergema di ruang tengah rumah tante Sisil, semuanya diam tak menyangka jika om Arya akan menampar Bianca. Bahkan tante Sisil sampai kaget karena baru kali ini suaminya menampar Bianca.


"Mas" ucap tante Sisil dengan lirih.


Ia tahu suaminya saat ini sudah sangat emosi kepada Bianca dilihat dari wajahnya yang sedang menahan emosi. Tante Sisil tahu jika om Arya paling benci dengan perempuan yang sangat berisik.


"Om nampar aku" ucap Bianca dengan kaget.


"Tenangkan diri kamu jangan hanya mengeluh saja" bentak om Arya dengan suara tinggi.


"Mas sudah kita bicarakan dengan baik-baik jangan pakai emosi" ucap tante Sisil dengan lembut.


Tante Sisil melihat Bianca dan memberi isyarat kepadanya untuk tak berbicara. Melihat hal tersebut Bianca membuang wajahnya ke samping menetralkan emosi dalam hatinya.


"Hanya ada satu cara agar kita lolos dari ini semua" ucap om Arya.


"Apa itu mas?" tanya tante Sisil.


"Kita sewa mafia" ucap om Arya.


"Kamu udah gila ya mas" pekik tante Sisil dengan mata melotot.


"Tidak ada cara lain dan hanya itu satu-satunya cara kita bisa mengambil Ringo dan madam Rosa dari tangan Bagas sebelum mereka membuka mulutnya"


"Aku ngak setuju mas kita pakai mafia! Mereka itu kejam dan bayarannya sangat mahal mas"


"Tinggal pilih saja mau kita sewa mafia atau tunggu Bagas Kusumo menjemput kita dengan tangannya sendiri"


"Sampai kapan pun aku ngak mau kita berurusan dengan mafia mas" ucap tante Sisil dengan kekuh.


"Aku setuju sama om Arya" ucap Bianca dengan tegas.


"Bianca" teriak tante Sisil dengan emosi.


Dengan cara meminta bantuan mafia dan pastinya ia sudah memikirkan bagaimana pembayarannya.


Hehehehe..........sepertinya ini waktu yang pas untuk aku jadiin anak sialan ini tumbal, batin om Arya sambil memindai tubuh Bianca dari atas ke bawah.


"Sempurna" gumam om Arya dengan suara pelan.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Om Arya tak memperdulikan ucapan tante Sisil yang terus tak setuju mereka minta bantuan dari mafia. Bukan tanpa alasan tante Sisil tak setuju ia tahu bagaimana kejamnya mafia dan bayaran yang mereka minta bukan sedikit.


Keesokkan harinya Bianca sudah bertekad untuk mengikuti rencana om Arya meski tak di setujui tante Sisil. Di pikirannya hanya ingin namanya tak dibawa dalam kejadian Valeria waktu itu meski ia harus membayar mahal.


"Om apa mereka akan meminta bayaran mahal" ucap Bianca dengan gugup.


"Hemmmm! Dan kamu tenang saja om sudah mengatur semuanya" ucap Om Arya sambil tersenyum manis.


"Iya om! Bianca serahin semuanya ke om" ucap Bianca dengan senyum manis.


Tanpa Bianca sadari ternyata ada hal besar yang sudah menunggunya sebentar lagi.


Ia tak tahu jika om Arya sudah memakainya untuk membayar kepada mafia untuk membantu mereka mengambil Ringo dan madam Rosa dari tangan Bagas.


~ Hilton hotel ~


Sampainya di hotel Hilton keduanya langsung masuk ke dalam hotel bersama asisten om Arya. Mereka segera naik lift menuju lantai 25 tempat janjian mereka.


Sampai di sana Bianca kaget melihat ada banyak orang bertubuh kekar dan memakai setelan jas hitam berdiri disana.


Keduanya segera masuk setelah memberitahu maksud kedatangan mereka. Om Arya lalu menyuruh Bianca duduk di sofa sedangkan ia pergi menemui bos mafia yang akan bekerja sama dengannya di ruangan lain.


"Berapa banyak yang akan kamu bayar untukku" ucap Kim Jeong dengan tatapan tajam.


"Saya menyerahkan keponakan saya sebagai bayarannya tuan dan tuan bisa menjadikannya sebagai budak tuan"


Hahahahahahaha............


Tawa Kim Jeong seketika pecah mendengar ucapan om Arya. Dengan cepat ia melihat Bianca yang sedang duduk di sofa dengan wajah panik dan seketika bibirnya tersenyum melihat tubuh Bianca.


"She is virgin" (dia perawan) ucap Kim Jeong.


"Iya tuan dia masih bersih belum tersentuh sama sekali"


"Good! Aku suka tawaranmu" ucap Kim Jeong dengan senyum smirk.


"Jadi bagaimana tuan Kim? apakah kita deal?" tanya om Arya.


"Deal"


Keduanya lalu saling berjabat tangan tanda kesepakatan mereka berhasil. Hari itu om Arya pulang meninggalkan Bianca sendiri bersama dengan Kim Jeong di kamar hotel.


Bianca yang tak tahu jika dia adalah tumbal om Arya harus menelan pil pahit karena hari itu juga ia langsung di jadikan pemuas napsu Kim Jeong. Meski wajahnya tampan tapi ia memperlakukan Bianca dengan sangat kasar dan tak berperasaan.


"Mulai detik ini kamu jadi budakku di atas ranjang bi**h" ucap Kim Jeong sambil tersenyum sinis.


#Flashback off


Air mata Bianca mengalir bercampur dengan suara ******* keduanya, ia hanya pasrah dengan kehidupannya sekarang yang sudah menjadi pemuas napsu Kim Jeong selama 2 tahun terakhir.


Ini semua karena perempuan j****g itu gue bakal balas semua penderitaan gue, batin Bianca dengan emosi.


"Ehmmm.......tubuhmu selalu saja nikmat ja***g" ucap Kim Jeong setelah mencapai kepuasaan.


~ Kerajaan Wizpet ~


Valeria berjalan ke arah taman samping dan berdiri di sana sambil menunggu kedatangan Selir Leila. Ia tersenyum smirk melihat mangsanya yang datang menghampirinya.


"Ada apa nyonya mengikuti?" tanya Valeria sambil berbalik.


"Siapa sebenarnya Bryan Peterson dan pengawalnya?" tanya Selir Leila to the point.


"Untuk apa anda menanyakan pasanganku nyonya Leila" ucap Valeria dengan tatapan menyelidik.


"Aku akan bayar berapa pun asal kamu memberitahuku semua tentang Bryan Peterson dan pengawalnya"


Hahahahahaha..........


Seketika tawa Valeria pecah mendengar ucapan Selir Leila, ia tak menyangka jika ia akan mendapat tawaran seperti itu. Ia berjalan dengan langkah santai dengan tatapan tajam membuat Selir Leila merinding.


"Apa anda kira uang pasanganku kurang?" tanya Valeria sambil tersenyum penuh arti.


"Aku akan memberi apapun yang kamu mau" ucap Selir Leila mencoba bernegosiasi.


"Apapun" ucap Valeria dengan senyum sinis.


"Ia apapun akan aku penuhi"


"Kalau begitu beri aku nyawamu" ucap Valeria dengan santai.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Mata Selir Leila seakan mau copot mendengar permintaan Valeria barusan. Ia tak menyangka jika permintaan Valeria sangat di luar perkiraannya melihat tampang Leila yang terkejut membuat Valeria tersenyum sinis.


"Nyonya semua ruangan sudah saya periksa dan tidak ada tanda-tanda keberadaan ibu Bryan" ucap Ares lewat earpiece di telinga Valeria.


Beruntung Leila tidak mendengar ucapan Ares barusan dan tak melihat earpiece Valeria yang berbentuk anting-anting kecil di telinga sebelah kirinya.


"Ruang bawah tanah" ucap Valeria dengan suara pelan setelah beranjak pergi dari sana.


"Baik nyonya" ucap Ares dari seberang.


Selir Leila masih kaget dengan permintaan Valeria barusan dan tak mengetahui jika Valeria sudah pergi sana. Tak berapa lama ia tersadar dan melihat sekeliling sudah kosong tak ada siapapun.


"Sial!" ucap Selir Leila dengan emosi karena gagal membujuk Valeria.


Valeria yang berdiri tak jauh dari sana dan memantau pergerakan Selir Leila tersenyum dengan sinis. Saat ia melihat Selir Leila sudah pergi ia berbalik akan pergi tapi tak menyangka akan menabrak seseorang.


Brugh...........


Tubuh keduanya bertabrakan di bawah pilar dengan pencahayaan yang minim. Valeria melihat tubuh tinggi yang di tabraknya dengan mata berwarna coklat gelap karena pantulan cahaya mengenai kedua matanya.


"Watch your step ashole" (perhatikan langkahmu bajingan) ucap Valeria dengan suara dingin dan tatapan membunuh.


Valeria pergi dari sana meninggalkan orang tersebut yang berdiri mematung karena tak menyangka akan di katai seorang perempuan.


Ia adalah Thomas hacker sekaligus orang kepercayaan Xavier yang hari ini di tugaskan untuk hadir di undangan rekan mereka.


"Gadis yang menarik" ucap Thomas sambil tersenyum penuh arti.


Valeria masuk ke dalam dan melihat Ares sudah kembali berada di sana dan mengirim pesan video kepada Valeria tentang apa yang ia temukan. Ia langsung memberi isyarat kepada mereka semua untuk pergi dari sana.


"Hancurkan semuanya Rehan jangan tersisa apapun" ucap Valeria dengan mata membunuh setelah menerima pesan video dari Ares.


Bryan segera pamit kepada tuan pesta dan berlalu pergi dari sana. Di dalam mobil suasana terasa sangat mencekam membuat bulu kuduk mereka merinding.


Tanpa mereka tahu jika selama perjalanan Rehan dan timnya sedang menghancurkan ladang ganja milik kerajaan Wizpet yang tersembunyi.


❄❄❄❄❄


To be continue............


Hay guys jangan lupa beri dukungan kalian dengan cara like, vote, rating, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀