Love Struggle

Love Struggle
Chapter 109



🌻Ada saatnya kita harus bertindak dan ada saatnya kita harus diam dan menunggu🌻


.


.


.


.


Albert masuk ke ruangan Thomas dan kaget melihat ruangan Thomas yang sangat berantakan. Sedangkan Thomas ia tidak marah atau kesal melainkan tersenyum bahagia sambil memakan sandwich yang di bawa Valeria tadi.


"Dude apa yang terjadi?" tanya Albert.


"Tidak ada apa-apa"


"Jadi bisa kamu jelaskan dengan keadaan saat ini" ucap Albert dengan senyum smirk menunjuk kekacauan di depannya.


"Well tadi aku lagi memukul kecoa yang masuk" ucap Thomas sambil terkekeh.


"Kecoanya perempuan kan" ucap Albert dengan ketus.


"Hehehehe.......itu kamu tahu jawabannya dude" ucap Thomas sambil terkekeh.


Albert berlalu pergi karena kesal dengan jawaban Thomas, sedangkan Thomas kembali tersenyum melihat ruangannya yang sudah hancur. Ia menggelengkan kepala tak menyangka jika pacarnya itu sangat jago berkelahi.


"Kamu sangat mengemaskan jika sedang marah honey" ucap Thomas sambil tersenyum manis.


Haciu.................


Valeria bersin merasa hidungnya sangat gatal entah siapa yang sedang menyebut namanya ia hanya bisa mengumpat dalam hati.


Sang sopir hanya diam tidak berbicara atau melirik ke belakang kerena masih takut dengan wajah seram Valeria tadi saat masuk.


~ Galaxy company ~


Mobil akhirnya sampai di perusahaan Galaxy Company yang bergerak di bidang supplay berlian.


Baru dua bulan Valeria membeli perusahaan ini karena akan bangkrut, dan dengan kepiawaiannya dalam dunia bisnis ia berhasil membawa Galaxy Company kembali berjaya.


Meski baru saja dua bulan tapi Galaxy Company sudah bisa bersaing dengan perusahaan berlian di Spanyol.


Raksa lalu membuka pintu untuk Valeria sebelum masuk Valeria melihat nama perusahaannya di atas sana.


"Master apa gue perlu konfirmasi kedatangan kita ke Mr. Abra?" tanya Raksa.


"No"


Valeria segera masuk ke dalam perusahaan dan melihat lobby perusahan yang di tata dengan rapi dan nyaman. Lampu berlian asli tertata rapi dengan apik di bagian atas membuat lobby terlihat sangat mewah dan berkelas.


Mereka tidak langsung menuju ke ruangan Tom di lantai 30 melainkan menuju ke resepsionis. Sampai di depan resepsionis Valeria menatap kedua resepsionis dengan tatapan datar dan dingin.


"Selamat datang di Galaxy Company nona. Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya salah satu resepsionis yang bernama Lucy.


"Mr. Tom Abra ada?" tanya Valeria dengan suara dingin.


"Mr. Abra ada nona dan saat ini sedang meeting di lantai 28 nona" ucap Lucy dengan sopan.


"Di lantai berapa ruangan Mr. Abra?" tanya Valeria lagi.


"Di lantai 30 nona. Maaf sebelumnya nona apa nona sudah membuat janji dengan Mr. Abra"


"Beritahu VA is coming" (sudah datang)


"Baik nona mohon tunggu sebentar"


Valeria tak berkata apa-apa dan menunggu Lucy yang sedang menelpon sekertaris Mr. Abra.


Saat menunggu Lucy ia melihat ke sekelilingnya dan bingung melihat hanya ada satu cleaning service yang bertugas di lobby.


Tak lama Lucy memberitahu jika Valeria di suruh naik ke lantai 30. Valeria lalu menyuruh Raksa dan lainnya masuk ke sana lebih dulu karena ia ingin berkeliling perusahaannya tanpa di temani siapa pun.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Valeria mulai dari lantai satu di bagian kantin dan tempat istirahat cleaning service. Saat melewati ruangan office CS ia melihat jika ada 7 orang wanita yang sedang bermain kartu tidak bekerja.


Tatapan matanya berkilat tajam saat mendengar ucapan mereka yang membuat wanita tadi di lobby bekerja sendiri. Ia tersenyum smirk dan kembali melanjutkan inspeksi mendadak di dalam perusahaan.


Sedangkan di lantai 30 Tom Abra baru saja selesai meeting di lantai 28. Setelah meeting selesai ia langsung bergegas menuju lantai 30, saat keluar dari lift ia kaget melihat orang berbadan besar dengan pakaian hitam-hitam.


Tom melirik orang-orang itu yang seperti pengawal dengan kening berkerut. Dengan cepat Tom segera bergegas menuju ruangannya yang langsung di sambut sekretarisnya.


"Tuan ada tamu yang sudah menunggu tuan di dalam" ucap Ariana.


"Siapa?" tanya Tom dengan bingung.


"Tadi kata resepsionis Nona VA tuan"


Tom kaget bukan main mendengar nama tersebut yang ia tahu adalah presdir utama.


Bergegas ia masuk ke dalam ruangannya, saat pintu dibuka Tom mengernyitkan keningnya melihat orang yang dikenal sebagi kepala pengawal Valeria.


"Tuan Raksa apa anda datang sendiri saja?" tanya Tom.


"No aku dengan master"


"Lalu dimana presdir"


"Tunggu saja nanti juga master akan datang"


"Iya tuan"


Tom lalu duduk berhadapan dengan Raksa di sofa, waktu terus berlalu entah sudah berapa jam Valeria belum juga datang. Dengan cemas Tom menunggu kedatangan Valeria yang membuatnya tak tenang.


Brak...........


Pintu ruangan Tom di buka dengan kuat mengagetkan keduanya, Tom langsung berdiri saat melihat siapa yang datang. Valeria menatap Tom dengan tatapan dingin dan tajam membuat Tom merasa sangat gugup.


"Selamat datang presdir" ucap Tom dengan gugup.


"Jika kamu sudah bosan menjadi direktur silahkan berikan surat pengunduran diri" ucap Valeria dengan suara tinggi.


"Ma...af presdir. Tapi a...pa maksudnya?" tanya Tom dengan terbata.


"Pecat semua karyawan yang kinerjanya buruk selama 6 bulan terkahir!" bentak Valeria menggelegar.


"Baik presdir"


"Oh satu lagi bawakan informasi mengenai wanita ini" ucap Valeria sambil menunjukkan foto seorang cleaning service.


"Baik presdir" ucap Tom yang melihat sekilas wajah wanita yang difoto itu.


Selang 5 menit Ariana masuk dan memberikan informasi yang Valeria minta tadi. Dengan teliti Valeria membaca informasi mengenai wanita yang tadi ia lihat di foto.


"Larasati" gumam Valeria dengan suara pelan.


"Dia adalah OG yang sudah bekerja selama 7 bulan presdir" ucap Tom.


"Selain dia pecat semua cleaning service"


"Apa" ucap Tom dengan kaget.


"Kamu dengar dengan jelas ucapan aku Tom" ucap Valeria dengan tatapan tajam.


"Iya presdir saya dengar"


"Besok buka lowongan besar-besaran untuk posisi karyawan yang di pecat hari ini tidak perduli pendidikan mereka asal kemampuan mereka"


"Apa kita akan merekrut pekerja yang baru lulus juga presdir"


"Heeemm! Seleksi semuanya jangan sampai ada kecurangan dan buat pegawai lama suruh mereka untuk bekerja dengan profesional"


"Baik master"


"Suruh tim audit dan perancang untuk membuat desain terbaru untuk di luncurkan 4 bulan lagi"


"Apa ada syarat khusus untuk desain kali ini presdir?" tanya Tom sambil menulis semua yang diucapkan Valeria.


"Simpel tapi mewah"


"Baik presdir"


"Satu lagi. Renovasi bagian rooftop dan buat jadi tempat santai untuk karyawan"


"Iya presdir"


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Valeria dan Raksa segera pergi dari perusahaannya meninggalkan Tom yang akan sibuk mulai detik itu juga. Valeria segera menyuruh Raksa mengantarnya pergi ke bandara.


~ LAX International Airpot ~


Selang 30 menit mobil Valeria beserta pengawalnya tiba di landasan pribadi milik Valeria. Saat keluar ia sudah di sambut pilot dan co-pilot jet miliknya.


"Semuanya siap?" tanya Valeria dengan tatapan datar.


"Siap nyonya" ucap sang pilot.


"Baik nyonya"


"Raksa loe pergi ke Indonesia buat urus masalah anggota Rehan" ucap Valeria menatap Raksa.


"Apa yang terjadi master?" tanya Raksa dengan cepat.


"Sampai sana loe bakal tahu"


"Baik master"


"Suruh anak buah loe untuk jaga Yorla dan nyokap Bryan selama gue pergi"


"Master ngak bawa pengawal"


"No"


Valeria segera naik ke jet pribadi miliknya yang hanya boleh ia saja yang naik. Jet milik Valeria kali ini adalah jet paling mewah dari jet yang lain dengan nama VA di bagian ekor berwarna emas asli.


Apa lagi warna jet milik Valeria berwarna hitam seperti pribadinya.


Saat di dalam jet ia langsung di sambut 3 pramugari dengan sopan sebelum pergi Valeria mengambil hpnya dan melihat informasi yang di kirim eyes one yang ada di Indonesia.


Sebentar lagi kita akan bertemu tuan dan nyonya Kusumo, batin Valeria dengan penuh kebencian.


~ Cayman Island ~


Setelah 10 jam berada di atas udara akhirnya ia sampai di pulau Cayman yang terletak di wilayah luar Britania Raya di laut Karibia wilayah Barat Daya.



Valeria melihat suasana pulau Cayman dimana saat ini udaranya sangat panas, ia segera masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir di bawah jet pribadi dimana Ares juga ada disana.


"Gimana Bryan"


"Bryan masih mengurus masalah di kerajaan Wizpet karena hanya dia satu-satunya ahli waris takhta nyonya" ucap Ares.


Valeria lalu diam sambil menutup mata memikirkan misi yang akan mereka lakukan saat ini. Kali ini ia sendiri yang harus turun tangan langsung dalam misi Juan.


~ Rumah Persembunyian ~


Selang 20 menit akhirnya Valeria sampai rumah persembunyian miliknya. Juan yang mendengar kedatangan mereka sudah menyambutnya dengan semua anak buah Juan.


"Selamat datang master" ucap Juan dan anak buahnya serentak.


"Heeemmm" deham Valeria.


Valeria segera masuk ke dalam rumah diikuti Juan dan Ares, tak membuang waktu ketiganya lalu membahas rencana yang akan mereka lakukan untuk membasmi *******.


"Jadi brankas itu ada di dalam bungker?" tanya Valeria sambil melihat foto-foto bungker.


"Iya master dan penjagaannya sangat ketat apa lagi sistem keamanan di sana sangat tinggi"


"Berapa senjata otomatis di sana"


"Ada 4 master mereka menggunakan M134 buatan Amerika master"



...(M134 Buatan Amerika)...


"Heeemmm"


"Master apa kita akan menggunakan bahan peledak nanti?" tanya Juan.


"Ya siapkan sebanyak mungkin dan kita akan ledakan bersamaan untuk mengacaukan mereka menjadi panik"


"Baik master"


"Siapkan 4 sniper untuk menembak ke orang yang bertugas memegang senjata otomatis"


"Siapa master"


"Ares setelah ledakan itu loe masuk dan matikan infra red di sekitar tembok"


"Baik nyonya"


"Juan bagi anak buah kita menjadi 4 kelompok. Setiap kelompok harus terdiri dari penembak jarak jauh dan dekat"


"Apa tim penjinak bom juga di bawa master?" tanya Juan dengan cepat.


"Bawa mereka semua dan siapkan anak buah kita 500 orang"


"Baik master"


"Oh ya kita akan bergerak lusa pas tengah malam"


"Baik master"


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Juan segera pergi untuk mempersiapkan anak buah mereka dan memberi tahu rencana mereka buat lusa nanti. Valeria masuk ke dalam kamar bersama Ares keduanya masih harus memecahkan enkripsi keamanan untuk membuka brankas nanti.


2 Hari kemudian


Valeria saat ini sedang berdiri di depan balkon melihat anak buahnya yang sudah siap untuk menyerang. Ares tak lama datang sambil membawa topeng milik Valeria.


"Ares selesai ini semua kita pulang ke Indonesia"


"Apa sudah waktunya nyonya?" tanya Ares.


"Heemmm! Gue mau siksa ketiganya sebelum mereka bertiga mati" ucap Valeria dengan senyum smirk.


"Baik nyonya"


"Master semuanya sudah siap" ucap Juan.


Valeria tak berbicara apa-apa dan segera menuju ke arah taman di mana anggota Black Shadow semuanya sudah berdiri dengan rapi. Mereka sudah tak sabar untuk menyerang musuh mereka malam ini.


"Satu aja yang gue bilang di bunuh atau membunuh" ucap Valeria dengan suara lantang.


"Siap master" ucap anggota Black Shadow serentak.


Meski malam ini sangat dingin tidak membuat Valeria dan anggotanya untuk menyerah. Valeria dan lainnya sudah sampai di luar markas musuh mereka yang adalah seorang *******.


Valeria memberi isyarat kepada Juan untuk segera memasang bom di sekitar tembok dan juga ada yang bertugas untuk menembak roket ke dalam. Setelah semuanya sudah di posisi Valeria lalu mengangguk kepala untuk segera bertindak.


Duar.......duar.........duar.......duar......duar......


Bunyi ledakan bersamaan membuat semua musuh mereka panik dan berlari kocar-kacir. 4 orang sniper yang bertugas untuk menembak 4 musuh di bagain senjata mesin dengan cepat melepaskan peluru.


Dor.......dor......for......dor.......


"Terus tembak roket ke dalam sarang mereka jangan berhenti" ucap Valeria lewat earpiece.


"Siap master"


"Ares sekarang"


"Baik nyonya"


Dengan cepat Ares berlari masuk setelah tembok berhasil di hancurkan. Ares memindai dimana letak server mereka yang mengatur infra red di sana, Ares lalu memanjat tiang menuju lantai 3 setelah mendapat letak server.


"Siapa kamu?" ucap musuh mereka saat melihat Ares masuk lewat jendela.


Dor.......dor........dor.......dor......dor........dor.....


6 tembakan tepat di kepala ke-6 orang di depannya, Ares lalu mencabut semua konektor di server infra red. Tak lupa ia memasukkan anti virus ke dalam sistem keamanan musuh agar semua pintu terbuka dengan otomatis.


"Master semuanya sudah selesai" ucap Ares.


"Maju dan bunuh mereka semua" teriak Valeria dengan suara lantang.


"Maju" teriak semua anggota Black Shadow.


Dor.........dor........dor.......dor......dro......


Aarrrgghhh........aaarrrgghhh......


Valeria dan Juan berlari masuk ke dalam menghindar tembakan dari depan. Bunyi tembakan dan jeritan kesakitan entah deri kelompok mana terus bergema di dalam sana.


Valeria dan Juan bersama beberapa anak buahnya segera masuk ke dalam markas musuh. Saat masuk mereka langsung menembak dengan brutal ke semua musuh mereka yang berdatangan.


"Dimana posisi bungker Ares?" tanya Valeria.


"Ada di lantai bawah nyonya" ucap Ares sambil membidik musuh.


"Juan selesaikan disini aku dan Ares akan ke ruang bawah tanah"


"Hati-hati master" ucap Juan.


Juan menembak musuh di depannya membuka jalan untuk Ares dan Valeria ke ruang bawah tanah. Malam semakin larut tapi pertarungan antar kedua pihak belum juga selesai.


❄❄❄❄❄


To be continue.................