Love Struggle

Love Struggle
Chapter 65



🌻Boleh menyesal tapi setelahnya harus bersyukur, boleh terjatuh tapi setelah itu harus bangkit lagi, karena kenyataannya hidupmu tidak ada orang lain yang dapat menolong hanya kamu yang mampu melakukannya🌻


.


.


.


.


Setelah berbincang-bincang dan sedikit mengenal satu sama lain keduanya lalu bergegas masuk ke dalam markas.


Saat melewati ruang latihan Raksa mengernyitkan keningnya mendengar bunyi dari dalam ruang latihan.


"Loe dengar ngak ada bunyi dari dalam?" tanya Raksa.


"Iya gue dengar. Mungkin ada yang sedang berlatih kali" ucap Bryan.


"Bukannya semua ada di ruang kesehatan ya"


Bryan tak menjawab ucapan Raksa dan memilih untuk segera mengecek bunyi dari dalam. Saat pintu di buka keduanya kaget bukan main melihat sosok yang sedang memukul samsak tinju dengan brutal.


"Valeria"


"Master"


Keduanya bergumam tak menyangka kalau yang sedang memukul samsak di depan mereka adalah Valeria.


Saat melihat Valeria memukul samsak tinju, Bryan merasa kalau ada sesuatu yang membuat Valeria emosi dan melampiaskannya di samsak.


"Gue ngerasa ada sesuatu yang bikin master emosi" ucap Raksa mengagetkan Bryan dari pikirannya.


"Apa loe juga ngerasa?" tanya Bryan.


"Heeemmm! Baru kali ini gue lihat anak balasan tahun punya tatapan membunuh seperti seekor monster yang siap menghabisi nyawa mangsanya"


"Apa loe tahu siapa sebenarnya Valeria?" tanya Bryan dengan penasaran.


"Bukannya loe yang harus tahu ya. Lagian loe kan tinggal serumah sama master"


"Valeria orangnya tertutup banget" ucap Bryan sambil mengingat kelakuan Valeria selama ini.


"Gue kira loe tahu karena loe kakak angkatnya master"


"Gue cuma kakaknya di atas kertas aja"


"Maksud loe?" tanya Raksa dengan bingung.


"Valeria bukan orang yang mudah percaya sama orang lain meski kita sudah jadi keluarga" ucap Bryan dengan tatapan sedih.


"Itu berarti master belum percaya sepenuhnya dengan kita atau bisa jadi master memang tidak berniat percaya sama kita" ucap Raksa menebak arah pembicaraan mereka.


"Seperti yang loe pikirkan tapi Valeria cuma minta kita buktikan apa kita memang layak di percayai atau tidak"


Raksa diam tak berkata apa-apa lagi ia berpikir jika apa yang di bilang Bryan memang harus seperti itu. Bukan tanpa alasan Valeria harus mempercayai mereka secepat itu lagian mereka baru saja menjadi anak buah Valeria selama 1 minggu.


"Gue bakal buktikan ke master kalau gue pantas buat jadi orang kepercayaannya" ucap Raksa dengan percaya diri.


"Heemmm! Gue juga" ucap Bryan.


"Jangan pernah ada pengkhianat di antara kita ya brother" ucap Raksa sambil menepuk pundak Bryan.


"Katakan itu pada diri loe" ucap Bryan sambil berlalu pergi menuju Valeria.


"Hey berengsek loe bocah!" umpat Raksa dengan kesal.


Valeria yang sedang berlatih merasa terganggu dengan perbincangan keduanya. Tanpa mereka sadari ternyata Valeria sudah mendengar obrolan mereka sejak mereka masuk dan menurutnya itu sangat menganggu.


Bugh..............


Raksa melototkan matanya melihat Bryan yang terpental jauh karena pukulan Valeria barusan. Ia seketika berdiri kaku tak bisa mengerakkan kakinya melihat tatapan membunuh Valeria saat ini.


Bryan sendiri meringis merasa sakit yang amat luar biasa di perutnya. Tatapan mata Bryan bersih tatap dengan tatapan mata Valeria yang sangat mengerikan saat ini.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Apa salah gue kenapa Valeria mukul gue, batin Bryan penasaran sambil menahan rasa sakit di perutnya.


"Jangan pernah ganggu gue saat gue lagi sendiri" ucap Valeria dengan suara dingin tak lupa tatapan tajamnya yang siap membunuh.


"Sorry Val gue ngak tahu kalau loe pengen sendiri" ucap Bryan sambil menahan rasa sakit.


"Hemmm! Ini peringatan pertama dan terakhir buat loe" ucap Valeria.


"Oke Val"


Valeria lalu berjalan menghampiri Raksa yang berdiri dengan tubuh gemetar ketakutan. Entah kenapa tubuhnya tak bisa di gerakkan saat ia menatap tatapan mata Valeria.


Bugh...........aarrrgghhh...........


Teriakan Raksa bergema disana karena tak sanggup menahan rasa sakit akibat pukulan Valeria. Belum sembuh rasa sakitnya tadi sekarang ia harus merasakan rasa sakit itu lagi yang lebih sakit dua kali lipat.


"Ini peringatan juga buat loe" ucap Valeria sambil menepuk pundak Raksa.


"M...a...af mas...ter" ucap Raksa dengan terbata-bata.


"Heeemmm"


Valeria lalu berlalu pergi dari sana meninggalkan markas menuju apartemennya. Bryan yang melihat Valeria sudah pergi meninggalkannya sendiri memilih untuk beristirahat malam ini di markas.


~ Puri Orchid Apartment ~


Sampainya di apartemen Valeria melihat jam sudah menunjukkan pukul 22:00 malam. Valeria lalu membersihkan tubuhnya tak lupa memberi aroma terapi berbau bunga kosmos coklat.


Sesuai namanya bunga kosmos coklat mempunyai warna coklat kemerahan. Aromanya pun memiliki aroma coklat bercampur vanila yang manis.


Bunga kosmos coklat biasanya hidup di wilayah sekitar Meksiko dan akan mekar pada malam hari.


Tak hanya itu saja bunga kosmos coklat akan mengeluarkan aroma yang sangat kuat saat musim panas. Valeria yang sangat menyukai aroma bunga kosmos perlahan-lahan menghirupnya untuk merilekskan tubuhnya.


Setelah puas berendam Valeria lalu keluar menggunakan jubah kimono dan handuk yang membungkus rambutnya.


Valeria lalu mengeringkan rambutnya dengan handuk dan memakai perawatan tubuh yang ia pakai setiap hari dari kepala sampai kaki.


"Lapar juga gue" ucap Valeria sambil memegang perutnya.


Valeria lalu membuka kulkas dan melihat apa ada yang bisa ia makan atau masak. Di dalam kulkas hanya ada telur, udang, kangkung, dan beberapa tomat.


Ia lalu mengambil udang, kangkung, tomat, dan bahan lainnya untuk membuat udang asam manis dan tumis kangkung.


Setelah 30 menit berkutat dengan bahan makanan akhirnya masakannya sudah jadi. Valeria tak menunggu lama lagi dan langsung melahap makanan yang sudah ia buat hanya untuk 1 porsi saja.


Setelah kenyang Valeria lalu menuju ruang kerjanya ia lalu berkutat dengan laptop memeriksa email masuk dari asistennya di VA corp di Dubai.


Setelah mengecek email yang masuk ia lalu berkutat dengan laptop ingin melihat suasana mansion.


Valeria yang sangat jago hacker tak membutuhkan waktu lama langsung mendapat rekaman cctv mansion 1 bulan yang lalu.


Melihat isi rekaman cctv saat ayah, ibu, dan Bianca makan bersama di ruang makan membuat hati Valeria sangat sakit.


Valeria mempercepat rekaman cctv dan ia kaget saat melihat rekaman waktu Bagas pulang dari London. Air matanya jatuh dengan deras melihat kemurkaan Bagas yang bisa ia pastikan itu ada hubungannya dengannya.


"Hiks hiks........kangmas.........hiks hiks" ucap Valeria dengan kerinduan melihat Bagas.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Valeria menangis sejadi-jadinya saat melihat Bagas menghancurkan seisi mansion. Apa lagi saat Bagas bersih tegang dengan kedua orang tuanya dan pergi dari mansion.


Valeria lalu mencari rekaman cctv di apartemen om Dion karena ia penasaran apa Bagas sudah membaca suratnya atau belum.


Tak lama ia bisa bernapas dengan lega saat melihat Bagas yang keluar dari apartemen om Dion sambil memegang suratnya.


"Syukurlah kangmas sudah baca. Valeria mohon penuhi permintaan Valeria ya kangmas" ucap Valeria dengan lega saat melihat tatapan hancur sang kakak di dalam lift.


Valeria sebenarnya sangat merindukan Bagas tapi ia tak mau membuat Bagas pergi dari mansion apa lagi membenci kedua orang tua mereka. Cukup dia saja yang di usir dari mansion dan bukan bagian dari keluarga Kusumo lagi.


"Valeria kangen sama kangmas tapi Valeria mohon kangmas jangan pernah pergi dari mansion demi keutuhan keluarga kita ya kangmas.......hiks hiks" ucap Valeria sambil menangis.


Valeria tahu kalau Bagas akan mencarinya jadi dengan cepat ia memblokir semua jejaknya di cctv dan dimana pun ia berada. Tak lupa Valeria membuat nama Valeria Anastasia berada di seluruh Asia dan Eropa.


Bukan hanya itu saja Valeria juga mengunci data pribadinya dan tidak ada yang bisa membukanya hanya ia sendiri yang bisa membukanya. Tak hanya itu Valeria juga membuat foto identitasnya tak jelas sehingga tak bisa di kenali.


"Gue minta maaf kangmas tapi ini hanya satu-satunya cara biar Valeria pergi dari kehidupan kalian" ucap Valeria dengan sedih.


~ Mansion Kusumo ~


Di waktu yang sama Bagas juga sedang menunggu Rendi di kamarnya. Rendi yang tadi datang ke mansion untuk membicarakan tentang hasil penyelidikan anak buahnya segera masuk ke dalam kamar Bagas.


"Hay bro" ucap Rendi yang langsung saja masuk ke dalam kamar Bagas tanpa mengetuk pintu.


"Loe bisa ngak masuk itu ketuk dulu" ucap Bagas dengan tatapan tajam.


"Hehehehe.......... sorry! Lupa gue tadi"


"Hemmmm"


Rendi lalu bergegas menuju ruang kerja Bagas yang berada di samping kamarnya terhubung dengan kamarnya. Sampai di dalam keduanya langsung duduk di sofa untuk membahas perihal Valeria.


"Orang yang waktu itu sama Valeria ternyata dia pakai identitas palsu" ucap Rendi sambil menyodorkan map hasil pencarian anak buahnya.


"Gimana sama fotonya?" tanya Bagas.


"Wajahnya ngak bisa dilihat di cctv dan gue yakin orang ini udah ahli banget soalnya dia dengan mudah menghindar cctv tanpa wajahnya terekam" ucap Rendi dengan serius.


"Hemmmm! Lalu informasi Valeria apa loe udah dapat"


"Semua jejak Valeria hilang dengan sekejap barusan" ucap Rendi.


"Maksud loe"


"Barusan anak buah gue beritahu kalau jejak Valeria udah ngak bisa di lacak lagi. Bahkan nama Valeria Anastasia bukan hanya ada di Asia tapi sudah menyebar ke Eropa"


Bagas kaget bukan main mendengar ucapan sahabatnya tentang sang adik. Ia berpikir kalau hal ini tidak mungkin hilang dengan sekejap saja dan pastinya ada campur tangan orang lain di balik ini semua.


Deg..............


Tubuh Bagas menegang setelah berpikir kenapa jejak Valera hilang dengan sekejap. Bagas langsung berdiri dan pergi dari ruang kerjanya meninggalkan Rendi yang bingung melihat sahabatnya berdiri dan berlalu pergi.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Woy kemana loe? Masa gue di tinggal sendirian di sini" teriak Rendi.


Bagas tak menggubris teriakan Rendi dan berlalu dengan cepat menuju kamar Valeria. Rendi yang penasaran kenapa Bagas tergesa-gesa memilih mengikuti Bagas entah kemana ia pergi.


Bagas dengan langkah cepat masuk ke dalam kamar Valeria dan hal tersebut membuat Rendi mengumpatnya dengan kesal. Sampai di dalam Bagas langsung membuka walk in closet Valeria dan membuang semua pakaiannya di lantai.


"Loe sebenarnya ngapain sih bro" ucap Rendi dengan penasaran.


Bagas tak menggubris pertanyaan Rendi dan kembali mencari sesuatu di dalam deretan pakaian Valeria. Rendi membuang napasnya dengan kasar karena lagi-lagi ia di cuekin oleh Bagas.


"Sialan loe anj**g mana gue di cuekin lagi!" umpat Rendi dengan ketus.


"Diam loe!" bentak Bagas yang pusing mendengar ucapan Rendi sedari tadi.


Rendi langsung diam tak mau membuat Bagas kembali kesal ia sangat tahu bagaimana tabiat sang sahabat jika sedang kesal.


Setelah beberapa saat Bagas menemukan apa yang di carinya dan itu adalah tombol kecil berukuran patung malaikat.


Srek.............


Bagas langsung menekan tombol tersebut dan terbukalah pintu di belakang mereka yang terdapat cermin besar. Bagas dan Rendi kaget bukan main melihat isi di balik cermin tersebut.


"Ini" tunjuk Rendi dengan mata melotot.


"Koleksi kesukaan adik gue selama ini" ucap Bagas.


Bagas lalu melirik rak-rak buku yang berisi buku pemrograman dari tahun ke tahun. Rendi belum mengerti apa maksud Valeria mengoleksi buku pemrograman komputer sebanyak ini.


"Ini maksudnya apa bro?" tanya Rendi karena sudah sangat penasaran.


"Ini jawaban kenapa jejak adik gue hilang gitu aja"


1 detik


10 detik


4 menit


5 menit


Barulah Rendi paham dengan maksud Bagas. Mata Rendi melotot seakan ingin keluar dari tempatnya saat mengetahui maksud Bagas.


"Jadi jejak Valeria hilang sekejap karena" ucap Rendi yang kaget bukan main.


"Karena Valeria sendiri yang menghapus semua jejaknya"


"Wah gila! Jangan bilang adik loe itu seorang hacker" ucap Rendi tak percaya.


"Hemmmm" deham Bagas sambil mengangguk kepalanya.


"Pantas aja semua jejak Valeria hilang begitu saja dan data Valeria Anastasia tersebar di seluruh penjuru dunia"


"Gue ngerasa adik gue mau kita ngak usah nyari keberadaannya" ucap Bagas dengan sedih.


"Tapi bro" ucap Rendi yang langsung dipotong Bagas.


"Hentikan pencarian Valeria mulai detik ini"


"Loe yakin sama keputusan loe ini?" tanya Rendi dengan cepat.


"Hemmm! Gue yakin" ucap Bagas dengan suara tegas.


"Oke nanti gue beritahu anak buah gue"


"Untuk pria itu tetap cari. Kalau perlu kita harus cari bukti tentang masalah adik gue mulai dari club" ucap Bagas dengan mata berkilat emosi.


"Tenang aja orang gue udah mulai bergerak"


"Heeemmmmm"


Bagas dan Rendi lalu kembali menutup ruang rahasia Valeria dan menyuruh bi Susi merapikan kembali semua pakaian di dalam walk in closet.


Saat keluar Bagas bertemu dengan sang ayah yang hendak ke ruang kerjanya.


Keduanya saling berhadapan dengan tatapan datar tapi Rendi tahu kalau sahabatnya menatap sang ayah dengan tatapan benci. Budi yang melihat tatapan benci dari sang putra merasa hatinya sangat sakit.


Maafin ayah nak, batin Budi dengan sedih.


❄❄❄❄❄


To be continue...............


Hay guys jangan lupa beri dukungan kalian dengan cara vote, like, rating, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀