Love Struggle

Love Struggle
Chapter 181



🌻Tetaplah jadi dirimu sendiri tetapi memiliki hati yang mau dan menerima koreksi🌻


.


.


.


.


Sampainya di rooftop rumah sakit ketiganya sudah ditunggu Ari anak buah Rehan yang selalu ikut mengawal Valeria kemana pun ia pergi.


"Dimana sister manis?" tanya Yorla dengan centil.


"Silahkan ikut saya bos dan tuan muda" ucap Ari dengan suara dingin tak menggubris pertanyaan Yorla.


"Ckk! Hey you berani you ngak balas ucapan eke" hardik Yorla dengan kesal.


"Diam ubur-ubur gagal! Telinga gue sakit dengar suara jelek loe itu!" bentak Bryan dengan tatapan tajam.


"Ckk!! Bisanya cuma bentak eke terus" gerutu Yorla.


Bryan diam melihat bibirnya Yorla yang seperti bebek jika sedang kesal. Ia tidak memperdulikannya karena saat ini lebih baik menemui Valeria dan Thomas sebelum bocah setan di depannya ini mengamuk.


Mikhail menatap Bryan dengan wajah datar dan dingin khasnya. Ingin marah tapi tak bisa jika ia terus menatap mata coklat Mikhail yang seakan menelan jiwanya.


"Manis sebenarnya sister and brother in law ngapain disini?" tanya Yorla semakin penasaran.


"Nanti juga tuan tahu" jawab Ari dengan suara dingin.


"Mata you buta hah!!! Cantik gini you panggil eke tuan!" pekik Yorla.


Ari menatap Yorla dengan kening berkerut melihatnya dari ujung kelapa hingga ujung kaki memindainya.


Cantik apaan yang ada loe kayak siluman jadi-jadian, batin Ari bergidik ngeri.


Mikhail menatap Ari dengan wajah datar tapi otaknya berpikir mengenai ucapan Ari tentang siluman jadi-jadian karena baru pertama kali ia dengar kata itu.


Apa itu sejenis hewan langka, batin Mikhail dengan penasaran.


Ting...............


Lift akhirnya berhenti di lantai 6 ruangan rawat Valeria. Saat keluar mereka menatap Rehan dan Juan yang sedang berjaga disana apa lagi ada beberapa anggota inti di sekitar sana.


Ada apa ini? Kenapa ada anggota inti ada disini, batin Bryan dengan kening berkerut.


"Pak tua" panggil Yorla dengan suara gemulai membuat Juan dan Rehan langsung menatap mereka bertiga.


"Sekali lagi loe manggil gue pak tua, gue bakal buat loe jadi laki-laki tulen" ancam Juan dengan tatapan membunuh.


"Uuuhhh........eke takut" ucap Yorla berlagak ketakutan sambil tersenyum sinis.


"Rehan ada apa ini? Kenapa anggota inti ada disini?" tanya Bryan dengan suara dingin.


"Uncle where is my mommy and daddy?" (om dimana mama dan papaku) tanya Mikhail.


"Tuan muda ayok ikut saya" ajak Juan sambil mengandeng tangan Mikhail masuk ke dalam kamar rawat Valeria.


Yorla dan Bryan yang ingin masuk ke dalam langsung ditahan Rehan agar tidak ikut masuk.


"Tampan kenapa eke ditahan?" tanya Yorla dengan suara centil.


"Katakan" ucap Bryan merasa ada sesuatu yang sedang disembunyikan oleh Rehan.


"Master saat ini koma" ucap Rehan.


"Apa" teriak Bryan dan Yorla serentak dengan kaget.


Keduanya seketika tidak bisa berpikir dengan jernih mendengar ucapan Rehan barusan. Melihat hal itu Rehan segera menceritakan dari awal sampai akhir.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Hiks...........hiks...........hiks..............


Yorla menangis meraung-raung mendengar cerita Rehan. Ia terduduk di lantai tak bisa menerima kenyataan kalau Valeria akan seperti ini setiap kali mereka menyerang musuh besar-besaran.


"Kenapa.........hiks hiks.......kenapa sister seperti ini tiap kali menyerang musuh?" tanya Yorla sambil menangis.


Crooott.............


Bryan dan Rehan menatap Yorla dengan jijik saat melihat Yorla yang sangat jorok. Keduanya yang tadinya juga menangis seketika terdiam.


"Eke mau lihat princess milik sister" ucap Yorla dengan sesegukan.


"Loh kenapa? Eke kan mau lihat princess sister sekaligus lihat keadaan sister?" tanya Yorla dengan bingung.


"Tuan melarang siapa pun masuk ke dalam"


"Apa! Kenapa tiap kali sister lahiran eke selalu ngak di ijinkan masuk" hardik Yorla dengan suara tinggi.


"Tuan tahu kalau loe itu biang virus buat anaknya jadi dia ngelarang loe" ucap Rehan sambil tersenyum menyeringai.


"You pikir eke yang cantik mengalahkan miss universe ini virus apa" sewot Yorla dengan kesal.


"Loh bukannya loe itu spesies virus manusia purba ya" ejek Juan dengan sinis.


"You berdua keterlaluan" tunjuk Yorla dengan kesal.


Juan dan Rehan tertawa melihat wajah merajuk Yorla yang sangat lucu seperti bebek. Saat ketiganya saling menjahili Bryan menatap ketiganya dengan tatapan datar.


"Apa loe semua pikir ini waktunya bercanda!" bentak Bryan dengan suara dingin.


Hening seketika tak ada suara apapun disana saat Bryan membentak mereka. Ketiganya saling menatap menyalahkan satu sama lain.


"Maafkan kami yang mulia raja" ucap Rehan dan Juan dengan serentak.


Keduanya memilih tak ingin membantah karena tahu Bryan sekarang bukan Bryan yang dulu lagi karena saat ini statusnya itu lebih tinggi dari mereka semua.


"Loe bertiga lari keliling rumah sakit 10 kali" titah Bryan dengan suara dingin.


"Baik yang mulia raja" ucap Juan dan Rehan dengan serentak segera pergi melakukan perintah Bryan.


"Kenapa loe masih disini ubur-ubur gagal!" bentak Bryan dengan tatapan tajam.


"Brother kaki eke lagi sakit" keluh Yorla dengan wajah memelas.


"Gue ngak perduli! Cepat lari sekarang atau hukuman loe gue tambah jadi 30 kali putaran" dengus Bryan yang tahu trik Yorla ingin memelas.


"Ckk!! Iya iya eke lari sekarang" decak Yorla dengan kesal.


Yorla berlalu pergi sambil berjalan dengan gemulai membuat Bryan menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Yorla.


Sedangkan didalam kamar rawat Valeria saat ini Thomas sedang mendiamkan putranya yang sedari tadi menangis melihat kondisi sang mommy.


"Mommy........hiks hiks hiks........bangun mommy.....hiks hiks" ucap Mikhail sambil menangis mengguncang tubuh Valeria di atas brankar.


"Son jangan seperti itu. Luka mommy masih belum kering" ucap Thomas memperingati putranya.


Thomas mengendong putranya sambil mengelus punggungnya dengan lembut menenangkan putranya yang sedari tadi menangis melihat Valeria menutup mata.


"Dadd...y" ucap Mikhail dengan sesegukan.


"Heemmmm"


"Who is that?" tanya Mikhail sambil menunjuk bayi di dalam inkubator.


Thomas menatap ke arah yang ditunjuk putranya lalu berjalan menuju ke sana. Mata Mikhail melotot melihat bayi mungil didalam sana.


"She is your sister son" (dia adikmu nak) ucap Thomas dengan suara lembut.


"My sister" (adikku) tanya Mikhail dengan wajah polos.


"Yes son"


"From mommy belly?" (dari perut mama) tanya Mikhail.


"Iya son"


"Bukannya masih 2 bulan lagi baru adik aku lahir daddy?" tanya Mikhail dengan selidik seakan menuduh daddynya menculik bayi orang lain.


"Jangan berpikir aneh-aneh bocah setan. Mommy harus melahirkan karena pendarahan jadi adikmu lahir lebih cepat" papar Thomas dengan suara tegas.


"Jadi itu benar adikku dad?" tanya Mikhail dengan mata berbinar.


"Iya son"


"Yeay! Aku akhirnya punya adik daddy. Nanti kita ajak adikku bermain dengan Boy dan Girl ya dad" ucap Mikhail dengan antusias.


Thomas hanya mengangguk kepalanya menjawab ucapan putranya sambil menatap istrinya dengan tatapan sedih.


Kamu dengar ucapan putra kita kan honey. Aku mohon bangunlah honey, batin Thomas dengan tatapan sendu.


❄❄❄❄❄


To be continue................