Love Struggle

Love Struggle
Chapter 49



🌻Jalani semua apa adanya dan jangan terlalu berfikir keras untuk hal-hal yang sebenarnya tidak perlu kamu pikirkan dan khawatirkan🌻


.


.


.


.


Bianca lalu berjalan menghampiri Tika dan Sari setelah melihat kedua temannya pulang. Ia berdiri di belakang keduanya sambil tersenyum penuh arti melihat Valeria dan Rendi di depan.


"Loe suka sama ka Rendi ya?" tanya Bianca to the point.


Tika dan Sari lalu berbalik melihat siapa yang berbicara dan itu adalah Bianca. Tatapan mata Bianca langsung mengarah ke Tika sambil tersenyum manis.


"Kalau iya kenapa?" tanya Tika dengan ketus.


"Heemmm! Di lihat dari sikap loe kayaknya ka Rendi bakal ngak suka sama loe" ucap Bianca sambil tersenyum penuh arti.


"Jaga ucapan loe sialan" bentak Tika.


"Tika udah deh jangan ladeni Bianca! Loe kan tahu dia itu siapanya Valeria" ucap Sari sambil menatap tak suka Bianca.


"Loh kan gue ngomong sesuai fakta" ucap Bianca.


"Loe" tunjuk Tika dengan emosi.


"Kalau loe mau gue bisa kok bantuin loe buat dekat sama ka Rendi" tawar Bianca.


"Jangan dengerin dia Tika. Itu pasti cuman akal-akalan dia aja supaya permalukan loe kayak saudara angkatnya dia thu" ucap Sari dengan sinis.


"Terserah loe mau percaya apa ngak. Ngak masalah juga buat gue" ucap Bianca dengan santai.


"Pergi aja loe sana jangan sok akrab sama kita" hardik Sari dengan suara tinggi.


"Hubungi gue kalau loe berubah pikiran" ucap Bianca sambil menyelipkan sepotong kertas di saku baju Tika.


Bianca lalu berlalu pergi menuju Valeria dan Rendi yang entah sedang berdebat apa. Tika mengambil kertas tadi dan melihat ternyata itu adalah nomor hp milik Bianca.


"Jangan mudah percaya sama saudara si berengsek itu say! Kita ngak tahu ini thu jebakan atau apa" ucap Sari sambil menepuk pundak Tika.


"Heemmm"


Tika sedang bimbang dengan apa yang harus ia lalukan.


Tawaran Bianca memang sangat bagus tapi ia masih belum bisa percaya Bianca sepenuhnya, apa ia akan membantunya atau ini semua akal-akalan Valeria.


Gue ngak mau sampai thu cewek sialan ngambil semua yang gue suka, batin Tika menatap Valeria dengan sinis.


Berbeda dengan Tika dan Sari saat ini Valeria masih berdebat dengan Rendi. Ia tak mau ikut pulang bersama Rendi untuk merayakan ultahnya di cafe.


"Ayolah Val! Ini kan sekali aja dalam setahun" bujuk Rendi.


"Ngak mau gue! Buat apa ke cafe segala hanya untuk makan kue yang ka Rendi bawa" ketus Valeria.


"Lah kan loe ngak mau bawa pulang kue ini jadi mending kita makan aja di cafe"


"Sekali ngak tetap ngak" ucap Valeria dengan tegas.


"Huuuhhh! Keras kepala banget sih loe" ucap Rendi dengan kesal.


Valeria hanya cuek saja karena memang dia tidak mau ke cafe hanya untuk makan kue yang di bawa Rendi. Tak lama Bianca pun datang sambil tersenyum manis melihat keduanya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Valeria hanya menatap Bianca dengan tatapan datar tidak ada senyuman sedikit pun. Rendi yang melihat keduanya merasa curiga ada sesuatu di antara mereka.


"Hay ka" ucap Bianca sambil tersenyum manis.


"Loe saudara angkat Valeria kan?" tanya Rendi yang mengingat berita tentang putri kedua Kusumo.


"Iya ka. Kenalin nama aku Bianca" ucap Bianca sambil menyodorkan tangan.


"Nama gue Rendi" ucap Rendi dengan singkat sambil menjabat uluran tangan Bianca.


"Ka Rendi teman Valeria ya?" tanya Bianca pura-pura tak tahu siapa Rendi.


"Ngak! Gue sahabat Bagas dan Valeria udah gue anggap sebagai adik gue sendiri" ucap Rendi.


"Oh kakak sahabat baiknya kangmas" ucap Bianca sengaja kaget.


"Sejak kapan loe boleh manggil kakak gue dengan panggilan kangmas" ucap Valeria dengan tatapan tajam.


"Uhmmm.........itu" ucap Bianca dengan gugup karena merasa malu di depan Rendi.


"Cuman keluarga inti aja yang boleh manggil Bagas Panji Kusumo dengan panggilan kangmas" ucap Valeria dengan tegas.


"Iya sorry Val" ucap Bianca dengan wajah sedih.


Rendi yang mendengar ucapan keduanya langsung tahu jika hubungan keduanya tidak baik seperti apa yang di curigainya tadi.


"Udah-udah mending kita ke cafe aja yuk" ajak Rendi.


"Ngak gue mau pulang" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Lah terus kuenya gimana dong Val?" tanya Rendi.


"Buat ka Rendi aja" ucap Valeria dengan santai.


Ia lalu berjalan menuju mobil jemputan mereka yang sudah tiba. Bianca lalu mengikut Valeria tak lupa pamit dengan Rendi.


"Val tunggu dong jangan asal main pergi aja" ucap Rendi mengikuti keduanya.


Sampai di mobil Valeria segera masuk ke dalam tak menggubris panggilan Rendi. Tak lama Bianca masuk bertepatan dengan kedatangan Rendi.


"Kalau ngak mau ke cafe ya udah loe bawa pulang aja kuenya sekalian sama balonnya" ucap Rendi sambil memasukkan semuanya ke kursi samping kemudi.


"Heeemmmm"


"Oh iya satu lagi. Nih buat loe" ucap Rendi sambil menyodorkan kado berukuran sedang dari dalam jaketnya.


"Buat gue?" tanya Valeria.


"Ngak buat setan yang di samping loe" ketus Rendi dengan kesal.


"Di samping gue ada Bianca jadi Bianca dong setannya ka......hehehehe" ucap Valeria sambil terkekeh.


Berengsek loe Val, batin Bianca dengan emosi.


"Di samping loe yang sebelah lagi bukan dia" ucap Rendi dengan kesal.


"Hehehe............bercanda kak" ucap Valeria.


"Hemmm! Nih buruan ambil"


"Makasih ya ka" ucap Valeria dengan tulus.


"Hemmm! Ya udah sana balik gue juga mau balik" ucap Rendi.


"Iya ka hati-hati ya"


"Heeemmm"


Mobil jemputan Valeria dan Bianca segera melaju meninggalkan sekolah mereka. Rendi juga segera bergegas menuju mobilnya untuk pulang.


"Halo kak" ucap Tika yang menghampiri Rendi.


"Siapa?" tanya Reni dengan wajah datar.


"Kakak lupa sama gue?" tanya balik Tika.


"Penting buat gue harus tahu loe itu siapa" ucap Rendi dengan ketus.


"Aku sahabat Valeria ka dan kita pernah ketemu di acara amal 3 tahun lalu ka" ucap Tika dengan semangat.


"Setahu gue Valeria ngak punya sahabat. Jadi loe ini mantan sahabatnya kan?" tanya Rendi dengan suara dingin.


Tika seketika diam tak bisa berkata apa-apa karena apa yang di bilang Rendi adalah benar. Dulu memang mereka bersahabat tapi sekarang tidak lagi.


Melihat gadis di depannya hanya diam saja Rendi pun berlalu pergi dari sana. Tika yang melihat kepergian Rendi mengepal kedua tangannya karena emosi.


Sepertinya gue harus terima tawaran Bianca, batin Tika yang sudah terlalu obsesi dengan Rendi.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Ia akan melakukan apa saja agar bisa mendapatkan Rendi, orang yang sudah ia sukai dari 3 tahun lalu. Tika lalu mengambil hpnya dan mengirim pesan ke Bianca.


Bianca yang berada dalam mobil tersenyum penuh arti setelah membaca pesan dari Tika barusan.


+6285xxxxxxxxx


"Gue terima tawaran loe tadi ~ Tika"


Dasar bego mau aja gue kadalin tapi setidaknya loe berguna buat gue nanti, batin Bianca sambil tertawa dalam hati.


~ Mansion Kusumo ~


Selang 30 menit akhirnya mereka tiba di mansion, Valeria langsung turun dari mobil sambil membawa barang pemberian Rendi.


Berbeda dengan Bianca yang langsung menyelonong masuk ke dalam mansion. Baru saja sampai di ruang keluarga Valeria kaget melihat begitu banyak kado di sana.


"Ini kado siapa?" tanya Bianca.


"Ini semua kado milik nona muda" ucap bi Susi.


"Hah! Punya Valeria bi?" tanya Valeria dengan kaget.


"Iya non sedari pagi banyak sekali yang mengantarkan kado untuk non" ucap bi Susi.


"Emang dari siapa aja bi" ucap Valeria sambil menatap tumpukan kado yang sangat banyak.


"Bibi kurang tahu non" ucap bi Susi.


"Hemmm! Bibi bagikan kue ini ke pelayan ya bi" ucap Valeria memberikan kue ulang tahun pemberian Rendi.


"Baik non" ucap bi Susi.


Tak berbicara lagi Bianca segera masuk ke kamarnya setelah tahu itu kado untuk Valeria. Ia lalu membanting tasnya di atas tempat tidur karena iri.


"Sialan loe Val kenapa loe lebih segalanya dari gue" ucap Bianca dengan emosi.


Berbeda dengan Bianca yang emosi Valeria malah segera menganti pakaiannya dan membuka semua kado itu.


Pertama ia membuka kado dari Rendi dan ia hanya tertawa saja karena ternyata Rendi memberikannya sekotak kacang almond.


Gue tahu loe punya segalanya Val! Jadi gue mutusin buat ngasih loe kado kacang almond. Oh kata orang kacang almond itu bagus untuk otak jadi siapa tahu loe bisa tambah pintar ngalahin Albert EinstenπŸ˜‚πŸ˜‚


Happy birthday ya Val


Valeria tertawa ngakak membaca surat dari Rendi di dalam kotak kacang almond. Ia bersyukur karena Rendi memberinya hadiah yang sederhana.


"Ada-ada aja ka Rendi" gumam Valeria.


~ Oxford, Inggris ~


Saat ini masih pagi di kota Oxford karena perbedaan waktu 6 jam dengan di Indonesia. Bagas yang sedang bersiap akan pergi ke kampus menghentikan gerakannya saat hpnya berbunyi.


Ting........ting.........ting.........ting


Bagas mengambil hpnya yang berbunyi sedari tadi tanda ada pesan masuk.


Rendi Wijaya


"Ping"


"Ping"


"Woy loe tahu ngak bro"


"Gue baru aja ngasih suprise ke adik loe"


"Sumpah Valeria kesal banget sama gue tadiπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜‚"


Bagas mengangkat sebelah alisnya membaca pesan dari Rendi sahabatnya. Tak lama satu pesan foto masuk dari Rendi, Bagas tersenyum tipis melihat foto aksi sahabat gilanya itu.


^^^"Gue tebak Valeria pasti marah-marah ke loe karena jadi pusat perhatian"^^^


"Heh adik loe itu emang unik bro😣 masa gue cape-cape ngasih surprise ehh dianya malah datang langsung bentak gue"


^^^"πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ rasain loe"^^^


"Bangsat loe teman macam apa😑"


^^^"Kan loe tahu sifat ade gue gimana masih aja loe kasi surprise😧"^^^


"Ya sama kayak sifat loe. Kalian berdua itu kan 11 - 12 beda tipis"


^^^"Heeemmm"^^^


"Kapan loe balik kangen gue sama loe"


^^^"Anjirrr!!! Loe kangen aja sono abang bakso depan sekolah sono"^^^


"Ckk!! ****** loe"


^^^"3 bulan lagi gue balik"^^^


"Oke deh cepat balik loe biar kita nongkrong bareng lagi"


^^^"Hemmm!! Jagain ade gue"^^^


"Sipp tenang aja broπŸ‘Œ"


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Bagas tak membalas pesan Rendi hanya membacanya saja. Ia sudah tidak sabar untuk pulang ke tanah air dan berkumpul bersama dengan keluarganya.


"Tunggu kangmas dek. Bentar lagi kangmas balik" ucap Bagas sambil melihat foto Valeria.


Entah kenapa selama ini ia merasa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Valeria dan kedua orang tuanya. Ia merasa kalau saat ini keadaan keluarganya tidak seperti dulu lagi.


1 Minggu kemudian


Seminggu telah berlalu dan tak terasa hari ini adalah hari pertama Valeria ujian akhir nasional. Sudah dari beberapa hari sebelumnya Valeria mempersiapkan diri untuk ujian kali ini.


Seperti pagi ini Valeria dan Bianca sudah berangkat ke sekolah lebih awal dari biasanya. Arinta dan Budi sudah memberi mereka semangat sebelum keduanya berangkat.


~ SMP Kencana ~


Valeria dan Bianca saat ini sudah sampai di sekolah, keduanya lalu berjalan masuk menuju ruang ujian mereka.


Valeria yang satu ruangan bersama Rian hanya tersenyum tipis melihat Ria.


"Loe udah siapa buat ujian nanti"


"Siap gue"


"Good semangat ya buat kerjain soal-soal nanti"


"Heemm! Loe juga"


Mereka lalu mulai mengikuti ujian untuk penentuan mereka selama 3 tahun. Tak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat dan hari ini adalah hari terkahir ujian.


"Wah akhirnya selesai juga" ucap Aldo dengan senang.


"Yakin loe pasti lulus?" tanya Rian sambil mengejek.


"Yakin dong! Apa sih yang ngak bisa di lewati seorang Aldo" ucap Aldo dengan sombong.


"Heemmmm"


"Nongkrong yuk entar malam udah lama ngak nongkrong bareng"


"Oke jam 7 di tempat biasa"


"Yoi bro"


Keduanya lalu berjalan keluar menuju halaman sekolah. Valeria yang sedari tadi berjalan di belakang mereka hanya diam saja.


Bianca yang baru keluar dari ruang ujian langsung berjalan mendekati Valeria. Melihat hal tersebut Valeria hanya diam saja.


"Val loe pulang duluan aja ya soalnya gue masih mau nongkrong sama Kelly da Riri di cafe" ucap Bianca.


"Oke"


Valeria langsung masuk ke mobil dan segera pergi dari sekolah, tak lama berselang mobil tante Sisil pun datang menjemput Bianca.


"Hay sayang"


"Hay tante"


"Udah lama nunggunya"


"Belum kok tante"


"Ya udah kita ke rumah tante sekarang"


"Tapi Bianca ngak bisa lama-lama tante"


"Kalau begitu kita cari tempat di sekitar sini aja"


"Iya tante"


Tante Sisil lalu melajukan mobilnya menuju taman yang tak jauh dari sana. Keduanya lalu turun dan mencari tempat duduk di sekitar taman untuk mengobrol.


"Apa kamu sudah siap buat rencana kita sayang?" tanya tante Sisil.


"Siap tante soalnya anak sialan itu cuma ngasih Bianca waktu buat jujur ke tante Arinta sampai ujian berakhir" ucap Bianca dengan emosi.


"Kalau begitu 2 hari lagi kita jalankan rencana kita"


"Oke tante"


Keduanya lalu membahas beberapa hal mengenai rencana mereka karena tak mau ada kesalahan sedikit pun dalam rencana kali ini.


❄❄❄❄❄


To be continue............


Hay guys jangan lupa beri dukungan kalian lewat vote, like, rating, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀