
π»Hati harus penuh dengan kasih karena kasih adalah kualitas hatiπ»
.
.
.
.
Tamu undangan yang mendengar ucapan Valeria semakin berbisik. Budi dan Arinta menatap Valeria dengan tatapan tajam karena sudah membuat pesta malam ini kacau.
Valeria tersenyum smirk melihat raut wajah kedua mantan orang tuanya yang menatapnya dengan tatapan penuh kebencian. Bianca masih berakting menangis seolah-olah dia yang paling tersakiti.
Gue yang paling menderita disini kenapa dia menangis, batin Valeria tersenyum menyeringai.
"Pergi kamu dari sini jangan buat aku mengusir kamu dengan kasar!" bentak Budi dengan suara dingin.
"Langkahi dulu mayatku tuan Kusumo" ucap Bagas dengan suara dingin.
"Budi, Bagas sudah hentikan! Apa kalian tidak lihat kita berada dimana sekarang" ucap Arya dengan suara tegas.
"Kenapa harus berhenti eyang? Bukannya lebih bagus jika para tamu sekalian tahu seperti apa sifat asli seorang BUDI KUSUMO" ucap Valeria menekan nama Budi.
"Eke setuju sama ucapan sister" tambah Yorla membuat suasana semakin panas.
"Desainer Yorla Keung saya harap anda tidak ikut campur dalam masalah keluarga kami!" bentak Arinta.
"Omo omo!!!! Desainer Arinta yang terhormat apa anda ngak salah" cibir Yorla dengan nada mengejek.
"Kamu memang bukan bagian keluarga kami jadi jangan ikut campur" ucap Arinta dengan suara tinggi.
"Tapi eke keluarga sister gimana dong? Memang situ punya hubungan keluarga sama sister eke" ejek Yorla sambil tersenyum penuh arti.
"Kamu" tunjuk Arinta melotot tak bisa membalas ucapan Yorla.
"Turunkan tangan anda dari wajah saudaraku nyonya Kusumo!" bentak Valeria dengan suara menggelegar.
Semuanya diam tak menyangka Valeria akan berbicara dengan nada seperti itu. Bahkan Bagas dan eyang putri yang baru kali ini melihat Valeria membentak tercengang kaget.
Dek apa yang sudah kamu alami selama ini, batin Bagas penuh tanda tanya.
"Jangan membentak istriku perempuan sialan!" teriak Budi dengan suara tinggi.
Suasana di dalam aula Kusumo Group semakin memanas. Para tamu yang penasaran semakin mendekat ke arah mereka untuk melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.
Hahahaha.................
Tawa Valeria seketika pecah menggelegar di dalam sana, Yorla yang tahu arti tawa Valeria segera melirik Raksa untuk bersiap kemungkinan yang akan terjadi.
"Jika tidak ingin istrimu dibentak maka jangan pernah membentak orang lain tuan Kusumo" ucap Valeria dengan suara dingin.
Aura di dalam sana seketika berubah menjadi sangat mencekam, semua orang berdiri dengan tubuh gemetar merasa bulu kuduk mereka merinding.
Sial jangan sampai sister berubah menjadi monster, batin Yorla.
Master gue mohon tahan emosi loe, batin Rehan.
Apa yang terjadi dengan tubuhku kenapa rasanya sakit sekali, batin Budi sambil menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
Tatapan matanya melihat Valeria yang berdiri dengan aura mencekam. Seketika tubuhnya bergetar melihat warna mata Valeria yang berubah warna menjadi merah di sekitar iris matanya.
Ini tidak mungkin, batin Budi bergetar ketakutan.
Brugh........brugh.......brugh........brugh.........
Satu-satu tamu berjatuhan di lantai karena pingsan. Mereka tak kuat menahan rasa sakit seperti di tikam es di seluruh tubuh mereka, Yorla dan Rehan semakin berkeringat dingin melihat hal tersebut.
"Sister" teriak Yorla dengan sekuat tenaga.
Deg..............
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Jantung Valeria berdetak dengan cepat mendengar teriakan Yorla. Sekejap ia menutup mata menormalkan emosinya.
"Apa yang terjadi?" tanya Edo dengan bingung.
Ia memegang jantungnya yang terasa sangat sakit, pandangan matanya melihat sekeliling dan menemukan beberapa tamu yang tergeletak di lantai karena pingsan.
"Om Dion segera amankan tamu undangan yang pingsan" teriak Bagas.
"Baik tuan muda" ucap Dion dengan cepat.
Apa yang terjadi
Barusan itu apa. Tubuhku terasa sangat sakit
Jantung aku seperti di tikam pisau
Kenapa ada banyak yang pingsan
Bisik-bisik tamu undangan terdengar di dalam sana, Valeria tidak memperdulikan semuanya itu dan tetap memandang Budi dengan tatapan tajam dan dingin.
"K......amu" ucap Budi dengan terbata-bata.
"Mas" ucap Arinta sambil memegang jantungnya yang berdenyut sakit.
"Kenapa tuan Kusumo?" tanya Valeria sambil tersenyum smirk.
"Val gue mohon hentikan. Kamu tahu selama ini kami sangat merindukanmu" ucap Bianca dengan sedih.
"TUTUP MULUTMU ANAK HARAM" teriak Valeria menggelegar.
Duar...........
Tubuh Bianca, Budi, dan Arinta bagai disambar petir mendengar ucapan Valeria. Mereka tak menyangka jika Valeria akan berbicara seperti itu saat ini karena selama ini mereka menyembunyikan hal tersebut.
"You ja***g s****l mending you diam aja deh, ngak usah ikut campur!! sok-sokan keluarin air mata buaya" ketus Yorla.
"Sekali lagi loe bilang gue ja***g gue bakal robek mulut loe berengsek!" bentak Bianca dengan emosi.
"Uhhhh..........eke takut" ejek Yorla dengan sinis.
"Val ternyata loe itu bergaul sama orang yang ngak tahu etika dan sopan santun ya" ejek Bianca.
"Lebih baik ngak punya sopan santun dari pada menjadi anak haram" balas Valeria membungkam Bianca.
Mata Bianca melotot seperti ingin keluar dari tempatnya mendengar ucapan Valeria. Tangannya mengepal ingin sekali merobek mulut Valeria.
"Gimana rasanya jadi ja***g pemuas anak haram" ucap Valeria mengejek.
"Tutup mulutmu sialan!" bentak Bianca.
Plak...............
"Siapa yang kamu bilang sialan anak haram!" bentak Bagas sambil menampar Bianca.
Semua tamu undangan kaget melihat Bagas yang menampar Bianca di tengah umum. Baru kali ini mereka melihat aksi sosok kejam Bagas yang selama ini sangat terkenal di dunia bisnis.
"Uhhhh.........tampan tampar terus kalau perlu robek mulut ja***g itu" pekik Yorla dengan senang.
"Tuan Kusumo apa anda tidak bisa mengajar sopan santun kepada putrimu" ejek Valeria.
"Valeria" desis Arinta dengan emosi.
"Kenapa diam tuan Kusumo? Apa kamu bisu?" tanya Valeria dengan suara dingin.
"Lagi sariawan dia master" timpal Rehan dengan wajah dingin.
"Hehehehehe! Pak tua dia itu bukan sariawan tapi dia terkena serangan panik" ucap Yorla dengan suara gemulai.
"Siapa yang loe bilang pak tua! Hah" teriak Rehan dengan kesal.
"Sepertinya mulut loe perlu sekolah banci sialan" desis Rehan dengan tatapan tajam.
"Hello pak tua yang tampannya di atas rata-rata. Mulut eke ini ngak perlu di sekolahin tapi cukup di cium aja" ucap Yorla sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Issh.........jijik banget gue sama banci sialan kayak loe" Rehan bergidik ngeri.
"Bisa diam ngak sih loe berdua!" bentak Valeria.
Keduanya seketika diam tak berbicara lagi sedangkan Bagas dan lainnya hanya menjadi penonton melihat perdebatan keduanya sedari tadi.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Apa kamu puas sudah mengacaukan acara yang disiapkan kangmasmu Valeria?" tanya Arinta dengan wajah dingin.
"Ah! Apa aku mengacaukan acara ini kangmas?" tanya Valeria dengan santai.
"Menurut eke malah ada sister acara ini lebih meriah" tambah Yorla.
Rehan memutar matanya dengan malas mendengar ucapan Yorla yang membuat suasana semakin memanas.
"Ngak dek tenang aja! Malahan kangmas senang kok karena ada kamu acara ini semakin seru" ucap Bagas dengan suara lembut.
"Bagas Panji Kusumo!" bentak Arinta dengan tatapan tajam.
"Sepertinya anda tidak pantas mendapat gelar ibu terbaik nyonya Kusumo" ejek Valeria.
"Diam kamu anak sialan! Ini semua karena kamu!" bentak Arinta dengan emosi.
"Jangan pernah memanggil adikku gadis sialan nyonya Kusumo!" bentak Bagas dengan suara tinggi.
Lagi-lagi para tamu dan keluarga besar Winata tercengang melihat apa yang barusan terjadi. Bagas yang selama ini sangat menghormati dan menyayangi sang ibu tak disangka akan membentak ibunya sendiri di depan umum.
"Ka.....mu be.....ntak i....bu nak" ucap Arinta dengan terbata-bata.
"Kamu tidak pantas menjadi ibu. Karena seorang ibu akan lebih memilih melindungi anaknya sendiri dari pada membuangnya" ucap Bagas dengan suara lantang.
Deg...............
Jantung Arinta serasa di pukul dengan hamar mendengar ucapan sang anak. Entah kenapa kali ini rasanya sangat sakit mendengar ucapan Bagas yang seperti biasa.
Prok..........prok............prok..........prok.........
"Selamat ya nyonya Kusumo sudah menjadi ibu yang terbaik buat anak haram itu!! Yang tak lain anak selingkuhan suamimu" ucap Valeria sambil bertepuk tangan dengan lantang.
Semua tamu undangan kaget tak menyangka jika Bianca adalah anak hasil selingkuhan tuan Kusumo.
Tak lama layar proyektor menampilkan video berdurasi 10 menit tentang Arinta dan Budi yang memukul Valeria waktu itu.
Semua keluarga Winata menangis menonton video saat Valeria di pukul hingga berdarah bahkan saat Arinta dan Budi mengucapkan kata-kata yang sangat tak pantas.
Plak.........plak............
Arya menampar Budi dan Putri menampar Arinta saat video itu selesai di putar. Air mata keduanya mengalir dengan deras tak menyangka jika anak dan menantunya tega melakukan hal tersebut.
"Kalian berdua tidak pantas di panggil ayah dan ibu!" bentak Putri dengan suara tinggi.
Semua tamu undangan dan keluarga besar Winata tak mengetahui jika saat ini Valeria, Rehan, dan Yorla sudah menghilang tak berada di sana lagi.
Kalian memang tidak pantas menjadi orang tua
Aku tak menyangka ada orang tua seperti mereka
Ternyata tuan dan nyonya Kusumo adalah orang tua yang mengerikan
Mereka seharusnya di hukum di penjara karena ini sudah tindakan kekerasan
Rasanya aku ingin mencabik-cabik keduanya
Bisik-bisik tamu undangan bergema di dalam aula beruntung tidak ada wartawan satu pun yang ada di dalam sana. Valeria sendiri juga sudah menyuruh Ares untuk memblokir semua unggahan malam ini.
"Bagas dimana Valeria?" tanya Edo.
"Bukannya dia tadi sini" ucap Bagas dengan bingung.
"Valeria dan dua laki-laki tadi ngak ada ada lagi" ucap Edo.
"Cepat cari dimana adik gue!" bentak Bagas.
"Oke" ucap Edo berlalu.
Rendi yang sedari tadi berada di sana langsung mendekati sahabatnya. Ia tak menyangka jika kedua orang tua sahabatnya sangat kejam kepada putri kandung mereka sendiri.
"Tenangkan diri loe. Valeria pasti masih ada di sekitaran sini" ucap Rendi.
"Gue takut kalau dia pergi lagi" ucap Bagas dengan gelisah.
"Gue udah nyuruh anak buah gue buat nyari Valeria"
"Heemmmm"
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Dion langsung membubarkan pesta dengan panik, semua keluarga besar Winata mencari Valeria tapi tak ketemu. Bahkan rekaman cctv di aula juga hilang entah kemana.
Tak lama Rendi menunjukkan berita terbaru dihpnya yang baru 2 menit lalu di unggah.
...Tenyata putri kedua Kusumo adalah anak haram hasil perselingkuhan tuan Kusumo dan wanita malam berinisial SA...
"Bro loe lihat ini" ucap Rendi sambil menunjukkan hpnya ke Bagas.
"Baguslah biar dunia tahu siapa sosok yang selama ini mereka puja" sinis Bagas.
~ Mansion Kusumo ~
Berbeda dengan suasana di Kusumo Group yang sedang panik mencari Valeria, ternyata sosok yang mereka cari sedang duduk di sofa ruang keluarga dengan santai.
Para pelayan dan penjaga sudah diamankan oleh Juan di paviliun belakang. Bahkan saat ini para penjaga yang di luar mansion adalah anak buah Valeria.
"Sister apa eke boleh nampar ja***g itu" ucap Yorla.
"Heemmmm"
Plak..........plak.........
Yorla tertawa senang menampar pipi Bianca 2 kali. Tadi anak buah Juan menarik Bianca keluar dari aula Kusumo Group saat semua tamu sedang sibuk menonton video kekejaman pasangan Kusumo.
Tanpa Valeria sadari ternyata Yorla mengirim lokasi mereka saat ini ke Thomas. Entah kenapa dia merasa akan ada sesuatu yang besar yang akan terjadi malam ini di mansion Kusumo.
"Rehan kirim pesan ke pak tua itu" ucap Valeria dengan suara dingin.
"Oke master"
"Jangan lupa sertakan foto tadi"
Rehan dengan cepat mengirimkan pesan gambar tersebut ke Budi. Di Kusumo Group Dion yang memegang hp Budi kaget bukan main melihat pesan tersebut.
Dengan cepat ia menunjukkan pesan itu ke Budi. Setelah membaca pesan tersebut Budi bergegas pergi bersama Dion dan Arinta, Bagas yang melihat ketiganya buru-buru pergi memutuskan mengikuti mereka.
Bruuumm............brummm............
Bunyi deru mobil terdengar di depan mansion dan saat pintu mansion di buka Valeria tersenyum penuh arti. Ia duduk sambil berpangku kaki menunggu kehadiran mereka semua.
"Apa yang kamu lakukan Valeria?" tanya Budi dengan napas memburu.
"24 menit 12 detik. Cepat juga anda datang tuan Kusumo" ucap Valeria sambil tersenyum menyeringai.
βββββ
To be continue................