Love Struggle

Love Struggle
Chapter 41



🌻lebih baik punya hati yang tulus dari pada wajah yang mulus tapi berhati busuk🌻


.


.


.


.


Acara fashion sudah berlalu sejak tadi dan menjadi sangat sukses, semua pakaian yang di luncurkan Arinta malam ini langsung sold out.


"Kerja bagus semuanya" ucap Arinta kepada timnya.


"Selamat nyonya atas kesuksesan acara ini" ucap Ana.


"Terima kasih. Ini semua karena kalian karena tanpa kalian acara ini tidak akan bisa sukses seperti ini" ucap Arinta.


"Iya nyonya" ucap semua team fashion week serentak.


"Besok kalian semua bisa nikmati liburan sebelum kita kembali ke Solo" ucap Arinta.


"Terima kasih nyonya" ucap semuanya dengan serentak.


"Oh ya untuk bonus kalian besok aku akan transfer ya" ucap Arinta sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Wah nyonya memang terbaik" ucap Ana dengan senang.


Arinta hanya tertawa melihat semua anggota team fashion yang sangat senang sekali. Ia hanya bisa membalas semua kerja keras mereka dengan bonus.


"Nyonya ini tas anda" ucap Ana sambil memberikan tas Arinta yang ia pegang selama acara berlangsung.


"Terima kasih ya Ana"


"Iya sama-sama nyonya"


Keduanya lalu segera pergi ke kamar mereka setelah semuanya sudah beres. Arinta segera masuk ke dalam kamar hotel yang di dalamnya sudah ada sang suami.


"Mas" ucap Arinta.


"Sudah selesai?" tanya Budi.


"Iya mas aku akan kasi semuanya bonus besok mas sekalian beri mereka libur selama 2 hari sebelum pulang ke Solo"


"Kamu atur saja sayang" ucap Budi sambil mengambil hpnya yang sedari tadi di simpan di dalam jas.


"Iya mas"


Budi kaget melihat ada banyak sekali panggilan tak terjawab dari Valeria. Budi tahu anaknya pasti sangat terkejut dengan pernyataan yang ia sampaikan tadi.


"Sayang apa Valeria menelponmu?" tanya Budi.


"Ngak tahu mas dari tadi aku ngak pegang hp"


Arinta lalu membuka tas dan mengambil hpnya, sama seperti Budi ia juga kaget melihat banyak panggilan tak terjawab dari Valeria.


"Valeria juga nelpon aku mas"


"Pasti dia mau tanya soal pernyataan tadi"


"Lalu Bagas bagaimana mas?" tanya Arinta.


"Bagas belum mengetahui hal ini"


"Anak-anak pasti kecewa dengan apa yang kita lakukan mas" ucap Arinta dengan wajah sedih.


"Ini semua juga untuk mereka sayang, karena perusahaan dan nama keluarga kita akan tercoreng jika publik tahu identitas Bianca yang sebenarnya" ucap Budi sambil mengelus pipi sang istri.


"Aku telpon Valeria dulu mas"


"Heemmm" deham Budi sambil mengangguk kepalanya.


Arinta lalu menghubungi Valeria tapi panggilannya berada di luar jangkauan atau tidak aktif. Berkali-kali Arinta terus mencoba tapi jawabannya tetap sama.


"Nomornya ngak aktif mas"


"Coba hubungi mansion sayang"


"Iya mas"


Arinta lalu menghubungi nomor telpon mansion dan pada dering ke tiga panggilannya langsung di jawab oleh bi Susi.


"Halo selamat malam dengan kediaman Kusumo"


^^^"Halo malam bi"^^^


"Iya nyonya"


^^^"Valeria lagi dimana bi dan kenapa hpnya ngak aktif?" tanya Arinta.^^^


"Nona muda ada di kamarnya setelah mengamuk tadi nyonya"


^^^"Valeria mengamuk" ucap Arinta dengan kaget.^^^


"Iya nyonya. Tadi nona muda menonton acara nyonya dan langsung mengamuk saat tuan mengumumkan nona Bianca sebagai putri kedua keluarga Kusumo" ucap bi Susi dengan cepat.


^^^"Lalu apa yang Valeria lakukan bi"^^^


"Nona muda melempar televisi di ruang keluarga dengan vas bunga nyonya. Bahkan nona muda sampai menangis karena nyonya dan tuan tak memberitahu hal ini kepadanya, nona muda juga berteriak kalau ia sangat kecewa kepada nyonya dan tuan"


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Arinta langsung menjatuhkan hpnya mendengar ucapan bi Susi. Ia tak menyangka Valeria akan menjadi seperti itu bahkan sampai kecewa dengannya.


"Apa yang terjadi sayang?" tanya Budi dengan penasaran.


"Valeria mas..........hiks hiks hiks" ucap Arinta sambil menangis.


Budi mengambil hp Arinta lalu mematikan panggilan yang masih terhubung. Ia lalu memeluk dan menenangkan sang istri yang sudah berderai air mata.


Arinta lalu menceritakan semuanya kepada Budi tentang Valeria. Budi sendiri diam tidak bisa berkata apa-apa karena ini semua ia lakukan agar tidak ada masalah ke depannya.


"Kita pulang besok pagi"


"Iya mas"


Budi lalu mengirim pesan ke Dion untuk menyiapkan jet besok pagi. Dion yang berada di dalam kamarnya hanya bisa pasrah mengikuti semua perintah tuannya.


"Kenapa bang?" tanya Ana yang saat ini berada di dalam kamar Dion.


"Besok pagi kita pulang ke Solo" ucap Dion dengan wajah cemberut.


"Tapi tadi kata nyonya kita di beri libur selama 2 hari sebelum kembali ke Solo" ucap Ana dengan bingung.


"Untuk team fashion tetap di beri libur dan kita yang akan balik duluan sayang"


"Memangnya ada masalah ya bang"


"Nona muda mengamuk di mansion setelah menonton pengumuman yang di umumkan tuan tadi"


"Apa" ucap Ana dengan kaget.


"Abang sebenarnya ngak suka dengan keputusan tuan Budi tapi abang bisa apa ini semua perintah tuan Budi demi menjaga nama perusahaan dan keluarga"


"Nona muda dan tuan muda ngak akan menerima keputusan tuan besar ya bang" tebak Ana.


"Tuan muda Bagas belum mengetahui hal ini. Jika ia sampai tahu sudah pasti ia akan menolak dengan keras"


"Apa tuan besar memblokir semua informasi tadi ke luar negeri?" tanya Ana dengan penasaran.


"Hemmm! Tuan menyewa hacker untuk menghapus berita tadi agar tuan muda tidak tahu" ucap Dion sambil mengingat perintah Budi kemarin.


Budi menyuruh Dion untuk mencari seorang hacker untuk menghapus berita tadi setelah 3 jam di upload. Bahkan ia membuat berita itu tidak sampai di mancanegara tapi di dalam negeri saja.


~ Bandar udara Adi Soemarmo ~


Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam 15 menit akhirnya Budi, Arinta, Ana, Dion, dan Bianca sampai di bandar udara internasional Adi Soemarmo. Mereka tiba di bandara tepat pukul 08:00 pagi.


Bianca yang dari Jakarta sampai Solo merasa sangat kesal.


Ana yang melihat Bianca terus memasang wajah kesal tersenyum puas dalam hati. Ia tahu jika Bianca sangat kesal karena harus pulang hari ini, apa lagi Bianca sudah membuat planning selama di Jakarta.


Rasain loe emang enak ngak jadi jalan-jalan, batin Ana sambil tersenyum puas.


~ Mansion Kusumo ~


Tak lama 2 mobil mewah Budi memasuki halaman mansion. Mereka langsung di sambut oleh bi Susi yang sudah di beri tahu kedatangan mereka oleh Dion tadi pagi.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Selamat datang tuan, nyonya, dan nona Bianca" ucap bi Susi menyapa semuanya.


Seketika Bianca menatap tajam bi Susi yang masih memanggilnya dengan sebutan nona Bianca. Padahal dia sudah di umumkan menjadi putri kedua keluarga Kusumo.


Awas loe pembantu sialan, batin Bianca dengan kesal.


"Dimana Valeria bi?" tanya Arinta.


"Nona muda sudah berangkat ke sekolah nyonya" ucap bi Susi.


"Apa Valeria masih mengamuk?" tanya Budi dengan cepat.


"Tidak tuan. Nona muda sudah lebih tenang pagi ini" ucap bi Susi.


"Heemmmm"


"Bawa masuk koperku dan suamiku ke kamar ya bi" ucap Arinta.


"Baik nyonya"


"Ana kamu aku kasih libur selama 2 hari" ucap Arinta.


"Terima kasih nyonya" ucap Ana dengan antusias.


Dion yang melihat sang kekasih mendapat liburan melihat ke arah tuannya. Budi mengangkat sebelah alisnya melihat Dion dengan bingung.


"Kamu mau liburan juga?" tanya Budi setelah tahu arti tatapan Dion.


"Iya tuan kalau tuan mengijinkan" ucap Dion dengan cepat.


"Besok kamu libur dan lusa harus masuk kembali" ucap Budi dengan suara dingin.


"Baik tuan terima kasih" ucap Dion dengan senang.


"Hemmm"


Dion dan Ana segera pamit pulang setelah melihat majikan mereka sudah masuk ke dalam mansion. Bianca yang akan masuk ke dalam mansion melewati bi Susi sambil menatap tajamnya.


Bi Susi tidak memperdulikan tatapan Bianca yang menurutnya tidak menakutkan sedikit pun.


Tatapan nona Valeria lebih menakutkan dari pada situ bahkan mengalahkan nyonya, tuan, dan tuan muda, batin bi Susi mengingat tatapan Valeria saat mengamuk kemarin.


Waktu tak terasa berlalu dengan sangat cepat. Arinta keluar dari kamar setelah tadi ia tidur beberapa jam, saat melihat jam ternyata sudah jam 15:00 sore.


"Valeria sudah pulang belum?" tanya Arinta.


"Nona muda belum pulang nyonya" ucap salah satu pelayan.


Arinta lalu menuju ke ruang keluarga karena ia ingin menunggu Valeria. Arinta menarik napas dalam saat melihat televisi sudah pecah tak berbentuk lagi.


Ternyata kamu memang keturunan Kusumo sayang sama persis seperti ayahmu saat sedang emosi, batin Arinta sambil menggelengkan kepalanya.


Tak lama Arinta mendengar bunyi deru mobil berhenti di depan pintu mansion. Bahkan ia sudah tidak tenang saat mendengar suara Valeria yang sedang membalas sapaan para pelayan.


"Sayang" panggil Arinta sambil tersenyum menyambut Valeria yang tiba di ruang keluarga.


Valeria berdiri dan menatap sang ibu dengan tatapan tajam dan dingin. Arinta seketika berdiri dengan kaku mendapat tatapan tajam dan aura yang sangat mengintimidasi.


Budi yang baru keluar dari kamar juga merinding merasakan aura yang sangat mengintimidasi. Ia bahkan bisa merasakan aura seperti Bagas tapi lebih kuat lagi.


Aura yang sangat mengerikan, batin Budi bergidik ngeri.


Sampai di ruang keluarga Budi melototkan matanya saat mengetahui siapa pemilik aura tubuh ini. Ia tak menyangka putrinya akan memiliki aura yang sangat mengerikan seperti seorang predator ganas.


Valeria tersenyum sinis menatap kedua orang tuanya, ia sangat kecewa karena hanya ia dan Bagas saja yang tak tahu dengan keputusan sang ayah dan ibu.


"Kenapa kalian sudah pulang?" tanya Valeria dengan sinis.


"Nak" ucap Arinta dengan wajah sedih.


Valeria tidak perduli dengan keduanya dan memilih berlalu. Baru saja sampai di anak tangga langkahnya terhenti mendengar ucapan Budi.


"Dimana sopan santunmu Valeria" bentak Budi saat mendengar ucapan sinis Valeria tadi.


Valeria berbalik dan melihat Budi tanpa takut sedikit pun. Bahkan keduanya saat ini saling menatap dengan tatapan tajam bak elang.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Jadi Valeria ngak punya sopan santun ya yah" ucap Valeria sambil terkekeh.


"Valeria" bentak Budi yang sudah mulai terpancing emosi.


"Mas kontrol emosimu" ucap Arinta.


"Kamu lihat anak kamu ini dia seperti anak yang tidak punya sopan santun sama ayahnya sendiri" ucap Budi dengan suara tinggi.


"Apa putri kedua keluarga Kusumo yang punya sopan santun di mansion ini?" tanya Valeria dengan suara tinggi.


Budi dan Arinta kaget bukan main mendengar ucapan Valeria yang baru pertama kali berbicara dengan suara tinggi di depan mereka. Keduanya melihat Valeria dengan wajah penuh tanda tanya.


"Apa kangmas tahu dia punya adik perempuan baru?" tanya Valeria lagi.


"Sayang ibu cuma" ucap Arinta yang langsung di potong Valeria.


"Cuma apa! Cuman rahasiakan dari aku dan kangmas. Bahkan seluruh keluarga besar kita tahu dengan rencana ayah dan ibu" teriak Valeria dengan emosi.


"Valeria" ucap Arinta dengan lirih.


"Aku kecewa dan sakit hati sama ayah dan ibu. Apa ibu dan ayah sudah tidak menganggap aku dan kangmas anak kalian lagi?" tanya Valeria dengan tatapan kecewa.


"Ibu dan ayah ngak pernah berpikir seperti itu sayang" jawab Arinta.


"Lalu kenapa kalian umumkan hal tersebut tanpa persetujuan kami?" tanya Valeria.


"Dengar dulu penjelasan kami sayang" ucap Arinta.


"Penjelasan apa lagi bu. Penjelasan kalau aku sudah punya saudara baru saat ini" ucap Valeria dengan suara tinggi.


"Jangan berbicara dengan suara tinggi kepada ibu kamu Valeria" bentak Budi.


"Apa ayah mau mukul Valeria lagi? Ayah egois ngak pernah dengar penjelasan Valeria tapi kenapa Valeria harus mendengar penjelasan dari ayah dan ibu" bentak Valeria dengan suara dingin.


"Ayah..." ucap Budi yang tak tahu harus berkata apa.


Ia ingat kalau hubungannya bersama dengan Valeria belum baik sejak masalah waktu itu. Valeria tersenyum getir melihat sang ayah yang seperti tidak mau mengatakan kata maaf atau penyesalan kepadanya.


"Sampai kapanpun aku ngak mau Bianca jadi saudaraku" ucap Valeria dengan tegas.


"Kenapa nak? Bukannya kamu selalu ingin mempublikasikan Bianca di luar sana sebagai saudaramu?" tanya Arinta dengan bingung.


"Aku sudah tidak mau lagi sejak ayah dan ibu lebih menuduhku tanpa mendengar penjelasan Valeria lebih dulu" ucap Valeria dengan tatapan penuh kekecewaan.


Valeria lalu pergi menaiki tangga menuju lantai dua. Bianca melihat Valeria dari depan pintu kamarnya dengan tatapan emosi.


Sadar ada yang melihatnya dari arah samping, Valeria lalu berbalik melihat ke samping. Keduanya saling bertatapan mata dengan aura permusuhan.


Gue bakal buka semua kedok loe Bianca, Batin Valeria dengan perasaan kecewa.


Sedikit lagi gue bakal menyingkirkan loe dari mansion ini, batin Bianca tersenyum licik memikirkan rencananya dengan tante Sisil.


❄❄❄❄❄


To be continue..............


Jangan lupa beri dukungan kalian lewat vote, like, komen, dan rating yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀