
π»Apapun yang kamu rencanakan untuk hari ini maupun esok, belum tentu bisa berjalan seperti yang kamu inginkan karena itu selalulah bawa Tuhan dalam segala rencanamuπ»
.
.
.
.
Selama perjalanan tidak ada yang bersuara baik itu Bagas atau pak Udin. Keduanya sibuk dengan pemikiran masing-masing.
Bagas yang sudah sangat merindukan keluarganya merasa sudah tidak sabar lagi untuk bertemu. Sedangkan pak Udin di depan sibuk memikirkan kemungkinan yang akan terjadi saat tuan mudanya itu mengetahui perihal Valeria.
~ Mansion Kusumo ~
Selang 40 menit mobil mewah yang di tumpangi Bagas akhirnya tiba di mansion. Pak Udin lalu bergegas turun dan membukakan pintu untuk Bagas.
Bagas melangkah keluar dari mobil sambil mengedarkan pandangannya ke setiap penjuru mansion.
Para pelayan muda yang baru melihat Bagas seketika berteriak histeris karena ketampanan seorang Bagas Kusumo.
"Ckk! Menyebalkan seperti biasa" gumam Bagas tak suka melihat histeris para pelayan.
Bagas lalu masuk ke dalam mansion dengan langkah tegap yang di sambut oleh para pelayan. Saat masuk Bagas melihat tidak ada yang berubah dari mansion hanya aura kehidupan di sana seperti tidak ada.
Ia mengerutkan keningnya merasakan aura di dalam mansion seperti tidak ada penghuni. Padahal ada begitu banyak pelayan yang berada di sana sedang melakukan pekerjaan mereka masing-masing.
Kenapa jantung gue berdetak dengan cepat ya, batin Bagas dengan curiga.
"Tuan muda" ucap bi Susi dengan kaget.
"Surprise bi" ucap Bagas sambil merentangkan tangannya.
Bi Susi yang sudah membesarkan Bagas dari kecil sudah di anggap ibu kedua oleh Bagas dan Valeria. Bi Susi lalu berjalan dengan cepat menghampiri Bagas dan memeluknya.
Tangisan bi Susi seketika pecah saat memeluk Bagas, melihat hal tersebut Bagas mengira kalau bi Susi sangat merindukannya sampai ia menangis.
Tanpa Bagas tahu jika bi Susi menangis karena tidak tahu harus berkata apa mengenai Valeria. Ia yakin Bagas akan mengamuk jika mengetahui kondisi keluarga Kusumo saat ini.
"Yang lain kemana bi?" tanya Bagas setelah melepas pelukannya.
"Belum pulang tuan muda" ucap bi Susi dengan sesegukan.
"Ya udah bi Bagas ke kamar dulu jangan beritahu yang lain kalau Bagas sudah pulang ya bi"
"Baik tuan muda"
Bagas lalu naik ke lantai dua menuju kamarnya, bi Susi sendiri memandang kepergian Bagas dengan tatapan sedih. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi jika Bagas mengetahui masalah mengenai Valeria.
"Semoga tuan muda bisa membawa kembali nona muda" gumam bi Susi dengan penuh harap.
Sampainya di kamar Bagas segera membersihkan tubuhnya sebelum istirahat. Bagas melihat sekeliling kamarnya yang tidak berubah sedikit pun.
"Akhirnya gue pulang juga" ucap Bagas sambil membuang napasnya dengan lega.
~ Jakarta, Indonesia ~
Saat ini Valeria tengah berada di apartemennya. Kebetulan hari ini libur jadi ia memilih menghabiskan waktu untuk mengecek laporan perusahaan miliknya.
Saat melihat email yang masuk tiba-tiba perutnya berbunyi. Valeria mengedarkan pandangannya dan melihat kalau sudah jam 13:00 dan sedari pagi ia belum makan sama sekali.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Lapar banget gue" ucap Valeria sambil berdiri menuju dapur.
Sampainya di sana Valeria membuka kulkas dan mendadak lesu karena tak ada makanan ban bahan makanan. Valeria memutuskan untuk makan di luar sekaligus membeli bahan makanan.
~ Mix Cafe ~
Valeria saat ini sudah tiba di cafe yang tak jauh dari apartemennya. Ia lalu mengedarkan pandangannya mencari tempat kosong dan memilih duduk di paling pojok.
"Selamat datang mau pesan apa dek?" tanya pelayan cafe dengan sopan.
"Udang asam manis satu, soto dagingnya satu, sama minumnya air mineral" ucap Valeria dengan suara dingin.
"Silahkan di tunggu ya dek pesanannya"
Pelayan cafe segera berlalu dan memberikan pesanan Valeria kepada koki. Tak lama pesanannya datang dan tak berlama-lama Valeria langsung memakan pesanannya.
Saat tengah menikmati makanan tiba-tiba ada 3 orang gadis remaja yang mendekat ke mejanya. Valeria melihat mereka sekilas tapi tidak di pedulikan.
"Hay guys lihat siapa nih yang lagi makan" ucap Tiara teman sekelas Valeria.
Valeria memandang ketiganya dengan tatapan datar dan tidak perduli. Ia sangat tahu jika ketiga gadis di depannya adalah teman sekelasnya di SMA Negeri 50 Jakarta Barat.
"Nyuri duit dimana loe ampe bisa makan di sini?" tanya Siska dengan sinis.
Melihat Valeria yang tak menangapi ucapan mereka seketika mereka menjadi emosi. Tiara yang sudah sangat emosi langsung mengambil air mineral di depan Valeria dan menyiram ke muka Valeria.
Byur................
Valeria menghentikan makannya sambil membuang napas dengan kasar. Ia lalu memandang ke tiga gadis di depannya dengan tatapan tajam mengintimidasi.
Plak.........
Tiara kaget bukan main mendapat tamparan kuat di pipinya dari Valeria. Bahkan kedua temannya Siska dan Lian kaget bukan main melihat Tiara yang di tampar.
"Loe berani nampar gue gadis sialan" teriak Tiara dengan emosi.
"Sekali lagi loe cari masalah sama gue detik itu juga loe bakal nyesal" ucap Valeria dengan tatapan membunuh.
Tubuh ketiganya bergetar merasakan aura intimidasi dari Valeria. Bahkan semua pengunjung cafe bergidik ngeri melihat tatapan tajam dan intimidasi dari Valeria.
Valeria lalu menaruh 2 lembar uang seratus di atas meja dan pergi dari sana. Karena ketiga orang itu Valeria sudah tidak bernafsu untuk makan lagi.
"Sial!" ucap Valeria dengan kesal sepanjang jalan.
Saat sedang berjalan Valeria memutuskan untuk pergi ke taman kota. Beruntung cuacanya tidak terlalu panas jadi Valeria bisa berlama-lama di taman.
Tatapan mata Valeria menatap setiap pengunjung yang berlalu-lalang di depannya. Hatinya sakit melihat pemandangan keluarga yang harmonis di depannya.
Valeria lalu melirik jam di tangannya dan sudah menunjukkan pukul 16:00 sore. Melihat sudah sore Valeria lalu bergegas menuju ke supermarket.
~ Mansion Kusumo ~
Bagas yang merasa tubuhnya sudah enakan segera berlalu keluar dari kamar. Sampai di depan kamar ia melihat ke arah kamar Valeria dan penasaran apa adiknya sudah pulang atau belum.
Bagas lalu masuk ke dalam kamar Valeria dan melihat tidak ada siapa-siapa. Ia merasa kamar Valeria seperti tidak ada yang menempati dan tak ada tanda-tanda kehidupan.
Bagas mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar Valeria dan matanya menyipit melihat hp yang tersimpan di atas meja.
Bukannya ini hp Valeria dan setahu gue Valeria ngak akan bisa pergi tanpa membawa hp, batin Bagas.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Valeria" ucap Bagas mencoba memanggil Valeria.
Ia mencari di kamar mandi, walk in closet, dan balkon tapi tidak ada tanda-tanda Valeria. Karena penasaran Bagas lalu mengambil hp milik Valeria tapi saat di hidupkan tidak mau hidup.
Bagas lalu mencharger hp Valeria dan tak berapa lama ia lalu menghidupkannya. Saat hp Valeria menyala banyak sekali pesan dan panggilan tak terjawab di hpnya.
Kening Bagas berkerut melihat pesan-pesan yang masuk ke hp Valeria bahkan sekarang ia baru ingat jika semua pesan yang di kirimnya tak pernah di baca adiknya.
"Ini pesan gue dari 3 bulan yang lalu kenapa baru masuk" ucap Bagas dengan bingung.
Perasaan Bagas sudah tidak tenang membaca pesan yang ia kirim baru saja masuk.
Saat hendak keluar mata Bagas menangkap diary Valeria yang setahunya Valeria tak pernah menaruh diary miliknya sembarang.
Lembar demi lembar Bagas buka diary tersebut. Sampai matanya seakan ingin keluar dari tempatnya membaca tulisan tangan Valeria pada saat hari keberangkatannya.
Dear diary
Kenapa gue harus alami ini semua kenapa.......
Apa salah gue ampe harus di pukul sampai segitunya, rasanya sakit ya Tuhan waktu ayah mukul gue untuk pertama kali.
Bahkan gue sendiri ngak pernah ngelakuin hal yang di tuduhkan ayah apa lagi membohongi mereka. Kenapa saat kangmas pergi mereka dengan tak berperasaan mukul gue kayak gitu.
Kangmas kenapa Valeria harus rasain ini semua, sakit hati dan tubuh Valeria kangmas hiks hiks hiks
Valeria ngak pernah beli tas sama sepatu itu kangmas, kenapa ayah ngak percaya sama Valeria dan malah nampar dan pukul Valeria.
Ibu juga ngak percaya lagi sama Valeria kenapa mereka ngak percaya Valeria. Seandainya kangmas ada pasti kangmas bakal belain Valeria kan???
Valeria kangen sama kangmas tapi Valeria ngak bisa cerita ke kangmas
"Apa yang terjadi kenapa ayah mukul Valeria" ucap Bagas dengan bingung.
Bagas kembali membaca catatan diary Valeria sampai ia meneteskan air matanya. Seketika ia menjadi emosi melihat tulisan Valeria mengenai putri kedua keluarga Kusumo.
Bahkan Bagas menutup mulutnya mengetahui Valeria yang di pukul sang ayah sampai membuat Valeria trauma. Bahkan ibunya juga turut ikut andil memukul Valeria karena hal yang tak di perbuat adiknya.
"Hiks hiks hiks.........apa yang terjadi sama kamu dek selama kangmas pergi..........hiks hiks" ucap Bagas sambil menangis.
Dear diary
Sekarang gue ngak punya lagi sahabat karena mereka sudah berkhianat sama gue dan yang lebih sakit lagi ternyata saudara yang gue anggap saudara gue selama ini ternyata semua itu hanya kepalsuan.
Bianca tega nuduh gue pacaran di sekolah ampe ayah mukul gue ampe berdarah. Bahkan ayah juga nendang dan nampar gue berulang kali.
Hati gue sakit ngerasain itu semua tapi lebih sakit lagi saat ayah mukul gue make tangkai mawar.
Hiks hiks karena kejadian itu gue ampe sekarang trauma sama bunga mawar. Setiap kali gue lihat bunga mawar tubuh gue bakal gemetar dan ingatan kejadian itu mulai muncul.
Kenapa gue harus alami ini semua........
Bagas berteriak histeris membaca catatan diary Valeria. Hatinya terasa sangat sakit membaca tulisan tangan Valeria apa lagi ia melihat jejak air mata di setiap tulisan Valeria.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Bagas lalu bergegas keluar dari kamar Valeria sambil membawa diary Valeria. Ia yakin sudah ada banyak hal yang ia lewatkan selama ini.
"Bi Susi" teriak Bagas menggema dari lantai dua.
Bi Susi yang mendengar teriakan Bagas segera berlari menuju lantai dua. Sampai di sana ia kaget melihat mata Bagas yang memerah seperti baru habis menangis.
"Tuan muda ada apa?" tanya bi Susi dengan gugup.
"Katakan apa yang terjadi di mansion selama aku di luar negeri" ucap Bagas dengan tatapan emosi.
"Hiks hiks hiks.........tuan m...uda.......hiks hiks" ucap bi Susi sambil menangis.
"Katakan bi! Apa yang sudah terjadi!" hardik Bagas dengan suara tinggi karena pikirannya sudah tak tenang.
"No...na... mu....d...a" ucap bi Susi dengan terbata.
"Valeria kenapa bi? Apa yang tejadi sama Valeria bi jawab!" bentak Bagas sudah tak berpikiran jernih.
Dengan sekuat tenaga bi Susi menceritakan semua kejadian yang menimpa Valeria saat keberangkatan Bagas. Semuanya ia ceritakan tanpa ada satu pun yang terlewat.
Brugh..............
Bagas terjatuh di lantai mendengar cerita bi Susi bahkan tanpa ia sadari ternyata air matanya mengalir sedari tadi membayangkan apa yang adiknya alami selama ini.
"Dimana Valeria sekarang bi?" tanya Bagas dengan wajah khawatir.
Bi Susi kembali meraung dan menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Bagas. Melihat hal tersebut pikiran Bagas sudah tak tenang jika ada sesuatu yang sudah terjadi.
"Katakan dimana Valeria bi katakan" ucap Bagas sambil memegang bahu bi Susi dengan kuat.
"Hiks hiks...... nona muda.......hiks hiks hiks.......di usir oleh tuan dari mansion tuan muda........hiks hiks" ucap bi Susi sambil menangis histeris.
Deg............
Jantung Bagas seperti di pukul hamar mendengar ucapan bi Susi. Tatapannya kosong seakan tak percaya dengan ucapan bi Susi.
"Ngak mungkin bibi bohong kan........hiks hiks hiks" ucap Bagas sambil menangis.
"Nona muda di usir dari mansion tuan muda.........hiks hiks........nona muda sangat menderita selama kepergian tuan muda" tangis bi Susi dengan histeris.
Pikiran Bagas blank tak tahu harus berbuat apa seketika ia ingat jika di mansion ada cctv dan terhubung di ruang kerja sang ayah.
Ia akan melihat apa yang sebenarnya terjadi. Bagas lalu masuk ke ruang kerja Budi dan membuka laptop di atas meja kerja Budi.
Selang 30 menit Bagas menatap tak percaya apa yang ia lihat di layar laptop.
"TIDAK" teriak Bagas dengan kencang sambil menangis histeris.
βββββ
To be continue...............
Hay guys jangan lupa beri dukungan kalian lewat vote, like, rating, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€