Love Struggle

Love Struggle
Chapter 25



🌻Tak ada yang tak mungkin di dunia ini, apa yang kamu inginkan pasti bisa kamu dapatkan, asal sabar, usaha, dan ikhlas dalam doa🌻


.


.


.


.


"Beraninya loe nampar gue" ucap Bianca dengan suara tinggi.


"Pelankan suara loe sebelum gue permaluin loe lebih dari ini" ucap Valeria dengan suara dingin.


Ana yang sedari tadi melihat keduanya bergidik ngeri melihat Valeria. Baru kali ini ia melihat Valeria membentak sampai menampar orang.


Valeria yang ia kenal adalah gadis yang sopan, lemah lembut, tegas, dan berwibawa sama seperti Arinta.


Gila aura nona muda sangat mengerikan seperti nyonya saat sedang marah, batin Ana dengan kaget.


Bianca menatap Valeria dengan tatapan permusuhan tapi Valeria hanya menatapnya dengan datar dan dingin. Tak lama suara Arinta menginterupsi mereka yang sedang dalam suasana tegang.


"Apa yang kalian lakukan di depan ruanganku" ucap Arinta dengan bingung.


"Halo tante, Bianca tadi sedang nunggu tante disini" ucap Bianca yang merubah wajahnya menjadi polos dan lemah lembut.


"Cih! Perempuan bermuka dua" gumam Ana dengan suara sangat pelan.


Valeria yang berdiri di depan asisten sang ibu hanya diam saja. Ia mendengar apa yang di ucapkan oleh Ana tapi ia tidak perduli.


"Valeria kamu sudah datang nak" ucap Arinta yang tak mengubris ucapan Bianca.


Bianca seketika kesal karena ia yang menyapa Arinta duluan tapi tidak di gubris. Malahan Arinta lebih bertanya kepada Valeria yang sedari tadi hanya diam.


Ana tersenyum mengejek melihat Bianca seakan meremehkannya. Melihat hal itu Bianca melotot ingin memukul Ana saat ini juga.


"Tadi kata mbak Ana kita ngak boleh masuk ke ruangan ibu kalau ibu ngak ada" ucap Valeria.


"Owh gitu ya. Emang ibu yang beri perintah seperti itu karena ibu ngak mau sampai kecolongan seperti waktu itu" ucap Arinta dengan raut sedih.


Valeria tahu ibunya masih kepikiran akan masalah waktu itu tapi ia sekarang sudah memaafkan sang ibu. Meski hatinya sakit tapi Valeria berusaha memaafkan kesalahan ibunya hari itu.


"Jangan di pikirkan lagi hal itu bu, semuanya udah berlalu" ucap Valeria dengan suara lembut.


"Iya sayang, ayok kita masuk" ajak Arinta sambil tersenyum manis.


"Iya bu" ucap Valeria.


Keempatnya segera masuk ke dalam ruangan Arinta, sampai di dalam Valeria dan Bianca langsung duduk di sofa. Sedangkan Arinta dan Ana sedang membahas meeting yang baru saja Arinta lakukan.


"Kamu siapkan semua pesanan nyonya Risma dan kirim ke mansion dia" ucap Arinta.


"Baik nyonya"


"Apa janjian makan malam nanti dengan keluarga Sanjaya sudah kamu atur"


"Sudah nyonya"


"Heemm! Baiklah nanti kamu ambil pakaianku dan suamiku di mansion lalu bawa ke sini"


"Baik nyonya"


Ana segera pergi dari ruangan Arinta untuk melanjutkan pekerjaannya tak lupa pergi ke mansion Kusumo seperti perintah Arinta. Setelah itu Arinta segera menuju ke sofa dimana ada Valeria dan Bianca.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Apa kalian berdua sudah makan siang?" tanya Arinta.


"Sudah bu, tante" ucap keduanya dengan serentak.


"Ibu nyuruh kalian kesini karena ada sesuatu yang ingin ibu sampaikan" ucap Arinta.


"Apa itu bu?" tanya Valeria.


"Eyang putri minta salah satu dari kalian menemani eyang untuk kegiatan sosialisasi di kelurahan Gandekan kecamatan Jebres minggu depan. Tapi kalau kalian berdua ikut itu lebih baik" ucap Arinta.


"Jadwal les aku padat minggu depan bu" ucap Valeria sambil mengingat jadwal lesnya.


"Kamu Bianca?" tanya Arinta.


"Bianca bisa tante lagian Bianca hanya ikut satu les aja jadi ngak sibuk banget" ucap Bianca sambil tersenyum manis.


"Baguslah kalau begitu kamu saja yang ikut" ucap Arinta.


"Iya tante" ucap Bianca.


"Valeria apa kamu masih berlatih bela diri?" tanya Arinta.


"Masih bu" ucap Valeria.


"Coba kurangi waktumu jangan terlalu banyak ambil jadwal les" ucap Arinta.


"Iya bu nanti aku usahakan kurangi jadwal les aku"


"Hemmm"


"Ya sudah bu Valeria pergi dulu ke tempat latihan taekwondo"


"Iya hati-hati sayang"


"Iya bu Valeria pamit" ucap Valeria sambil mencium tangan Arinta.


Setelah Valeria pergi Arinta segera meminta desain Bianca yang sudah ia buat. Arinta membuka satu per satu desain Bianca dengan wajah cemberut.


"Apa ngak ada lagi desain kamu yang lain"


"Ngak ada tante itu semua desain terbaru aku"


"Semua desain kamu tidak ada yang menarik, kurang sesuatu yang menonjol dari desain ini"


"Tapi tante itu desain yang menurut aku trend saat ini" protes Bianca.


"Bianca ide-ide kamu ini sudah banyak desainer yang pakai bahkan mereka membuatnya lebih bagus dari ini"


"Tapi tante" ucap Bianca yang langsung di potong Arinta.


"Buat desain seperti waktu kamu ikut fashion week waktu itu. Kembangkan ciri khasmu sendiri yang bisa menarik semua mata untuk berdecak kagum akan desainmu itu" ucap Arinta dengan suara tegas.


"Baik tante"


"Ya sudah kamu cari ide yang lain lagi dan buat sesuatu yang baru dan usahakan beda dari yang lainnya"


"Iya tante"


Bianca segera pergi dari ruangan Arinta untuk kembali ke mansion. Di dalam mobil Bianca terus memikirkan semua ucapan Arinta, ia akui jika semua desainnya ide dari Valeria.


Sepertinya gue harus baikan dengan Valeria biar dia mau bantu gue buat ide desain gue yang terbaru, batin Bianca memikirkan ide di otaknya.


~ Raya Perguruan ~


Di sebuah ruangan besar saat ini Valeria sedang berlatih dengan seorang coach taekwondo. Dia adalah Rendi sahabat dari Bagas kakak Valeria yang sangat mahir ilmu bela diri.


Sedari tadi Valeria terus berlatih bersama dengan Rendi tanpa henti. Rendi yang sangat ahli dalam bela diri taekwondo sempat kelelahan berduel dengan Valeria.


"Wah semakin cepat dan gesit langkah loe Valeria" ucap Rendi terus menangkis serangan Valeria.


Valeria terus menendang dan memukul Rendi dengan cepat tanpa berkata apa pun.


Bugh...........


Satu pukulan tepat di bahu Valeria dengan kuat, melihat hal tersebut Rendi terkekeh.


Bugh.................bugh..............


"Stop stop Val........gue udah cape banget ngak kuat lagi" ucap Rendi sambil mengangkat tangan menyerah.


"Kakak coach gue tapi lemah banget" cibir Valeria.


"Sialan loe! Gini-gini gue coach loe Val" ketus Rendi dengan kesal.


Valeria hanya tersenyum mengejek melihat wajah kusut Rendi. Meski Rendi seorang coach tapi Valeria tidak perduli dalam hal pertarungan, karena baginya itu adalah lawan dalam sebuah permainan.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Valeria lalu mengambil handuk dan air mineral yang tadi ia bawa. Rendi pun melakukan hal yang sama seperti Valeria sambil menetralkan rasa cape.


"Sialan pukulan loe kuat banget" desis Rendi yang merasa sakit di perutnya.


Valeria hanya terkekeh melihat wajah Rendi yang meringis sakit di bagian perutnya. Melihat hal itu Rendi hanya menggelengkan kepalanya karena kelakuan Valeria sama persis dengan Bagas.


Ngak adik ngak kakak sifat keduanya bikin gue kesal aja, batin Rendi.


Valeria lalu duduk di depan Rendi sambil meluruskan kakinya. Sudah 2 tahun Valeria belajar bela diri di perguruan Raya, saat itu pertama kali Valeria datang bersama dengan Bagas.


Rendi yang saat itu sudah menjadi coach di perguruan Raya di minta langsung oleh Bagas, untuk mengajari sang adik bela diri. Rendi dengan senang hati menerima permintaan sang sahabat.


"Ngak terasa udah 2 tahun loe disini"


"Hemmm"


"Apa ada yang pengen loe pelajari selain karate, mua thai, dan taekwondo?" tanya Rendi.


"Ngak tahu kak soalnya gue pengen kurangi jadwal kegiatan gue" ucap Valeria sambil mengingat ucapan Arinta tadi.


"Menurut gue itu ide yang bagus soalnya loe udah pegang sabuk hitam di karate dan taekwondo, bahkan di mua thai loe udah pro banget"


"Gue ngak pro ka karena pasti masih ada yang lebih pro dari gue"


"Ya benar kata loe"


"Iya ka"


"Tapi gue minta sama loe kalau udah kuat jangan pernah salah gunakan kemampuan loe itu"


"Iya kak gue akan selalu ingat semua nasehat loe"


"Good girl" (gadis pintar)


"Heeemmm"


"Btw si Bagas ngak pulang lagi tahun ini"


"Ngak tahu kak, soalnya udah dua hari kangmas ngak hubungi gue" ucap Valeria sambil mengangkat bahunya.


"Gue kangen sama thu anak" ucap Rendi sambil terkekeh.


"Gue juga kak" ucap Valeria dengan wajah sedih.


Rendi tahu ada sesuatu yang membuat Valeria merasa sedih selama ini, tapi ia tidak mau bertanya soalnya itu adalah privasinya.


"Val kalau suatu saat loe butuh sesuatu bilang aja ke gue. Anggap gue ini sebagai kakak loe" ucap Rendi.


"Oke ka" ucap Valeria sambil tersenyum manis.


Rendi seketika terpesona dengan senyuman Valeria tapi ia langsung membuang pandangannya ke arah lain.


Sadar Rendi dia itu adik sahabat loe jangan sampai loe di bunuh sama Bagas, batin Rendi.


Karena sudah selesai dengan latihannya Valeria segera bergegas pulang. Pak udin yang menjemput Valeria sudah menunggunya dari 5 menit yang lalu.


~ Mansion Kusumo ~


Sampainya di mansion Valeria segera bergegas masuk ke dalam. Para pelayan menyapa Valeria saat ia baru saja memasuki mansion.


"Val" panggil Bianca dengan suara lembut.


Valeria melihat ke samping dimana Bianca sedang duduk di sofa sambil tersenyum manis menatapnya. Ia bingung karena baru kali ini ia melihat Bianca berbicara dengannya tanpa tatapan benci.


"Kenapa Ca" ucap Valeria dengan suara lembut.


"Gue pengen ngomong sesuatu sama loe di studio gue"


"Oke gue bersihkan diri baru ke studio loe"


"Iya Val"


Valeria segera ke kamarnya dan membersihkan diri. Setelah membersihkan diri dan memakai baju santai ia lalu turun ke bawah menuju studio Bianca.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Bi Susi" ucap Valeria saat bertemu bi Susi di anak tangga terakhir.


"Iya nona ada yang bisa bibi bantu?" tanya bi Susi.


"Tolong buatkan jus melon dan cemilan untuk Valeria ya bi"


"Baik non"


Valeria lalu pergi menuju ruang studio Bianca di samping kamarnya. Saat masuk ke dalam Valeria melihat Bianca yang sedang duduk di sofa.


"Loe mau ngomong apaan Ca" ucap Valeria to the point.


Brugh............


Valeria seketika kaget melihat Bianca yang langsung berlutut di depannya. Ia tak menyangka jika Bianca akan melakukan hal ini.


"Apa yang loe lakuin Ca?" tanya Valeria dengan bingung.


"Gue minta maaf atas semua perbuatan gue selama ini Val.........hiks hiks hiks" ucap Bianca sambil menangis.


"Loe bangun Ca jangan kayak gini"


"Ngak sampai loe maafin gue baru gue bangun"


"Ca loe bangun dulu habis itu baru kita bicarakan baik-baik"


"Tapi Val"


"Loe mau gue maafiin kan jadi loe harus bangun baru gue maafin loe" potong Valeria sambil memijit keningnya.


"Yang benar Val?" tanya Bianca dengan cepat.


"Hemmm"


Bianca segera bangun sambil tersenyum manis di depan Valeria. Keduanya lalu menuju ke sofa dan duduk disana.


"Maafin gue ya Val"


"Gue udah maafin loe kok Ca. Lagian kita ini saudara jadi ngak boleh marahan terus-menerus" ucap Valeria dengan senyum manis.


"Makasih ya Val loe udah mau maafin gue"


"Sama-sama Ca"


Tak lama bi Susi masuk dan mengantar pesanan Valeria tadi. Keduanya lalu duduk mengobrol sambil menemani Bianca membuat desain rancangannya yang terbaru.


Tanpa Valeria sadari ternyata ini semua akal Bianca untuk mendapat ide dari Valeria dalam membuat desainnya. Valeria terus memberikan ide-idenya kepada Bianca mengenai desainnya.


Hehehehe! Ternyata gampang juga buat nipu loe Val, batin Bianca sambil tersenyum senyum penuh arti.


❄❄❄❄❄


To be continue..............


Jangan lupa beri dukungan kalian lewat vote, like, komen, dan rating yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀