
π»Bila tak bisa seperti matahari, cukuplah seperti lilin yang menerangi sekitarnya, bila tak bisa berbuat sesuatu untuk orang lain cukuplah kita berdoa untuknyaπ»
.
.
.
.
"Lepaskan aku Thomas!" bentak Valeria dengan emosi setelah sampai di taman tak jauh dari aula kerajaan.
"Tenangkan dirimu honey" ucap Thomas dengan suara dingin.
"Lepaskan aku!" bentak Valeria sambil menatap suaminya dengan tajam.
Cup............
Thomas mencium bibir sang istri karena ia tahu dengan cara itu bisa sedikit meredakan emosi istrinya dan sedikit mengalihkan perhatiannya.
"Ini pesta Bryan honey. Bukannya citranya akan rusak jika ia mendapat gosip di hari pertama ia menjadi raja" ucap Thomas dengan suara lembut sambil mengelap sisa salivanya di bibir sang istri.
Valeria menutup mata menetralkan emosinya sejenak. Ucapan suaminya ada benarnya juga karena sekarang semua orang tahu jika ia adalah saudara angkat dari raja di kerajaan Wizpet.
"1 hour Ares" ucap Valeria dengan suara dingin.
"Baik nyonya" ucap Ares.
"Apa maksudnya ini honey?" tanya Thomas dengan tatapan tajam.
"Nanti kamu akan tahu honey"
"Valeria" desis Thomas tak suka dengan sifat istrinya yang satu ini.
"Jangan membuatku menghancurkan acara di dalam sana honey" ucap Valeria memberi peringatan kepada suaminya.
Phew.................
Thomas menghembuskan napasnya dengan kasar sambil mengusap wajahnya kasar merasa emosi dengan sifat keras istrinya itu.
"Kita berangkat sekarang" ucap Thomas dengan suara dingin.
Thomas memilih pergi ke kamar yang mereka tempati tak ingin melampiaskan emosinya kepada sang istri. Melihat hal itu entah kenapa Valeria merasa tak tenang karena menyakiti suaminya.
Apa gue keterlaluan, batin Valeria menatap punggung suaminya yang sudah jauh.
"Nyonya ini informasinya" ucap Ares menyerahkan iPad kepada Valeria.
Tak sampai 1 jam Ares sudah mendapat apa yang Valeria inginkan sedari tadi matanya membaca setiap kata di dalam sana sambil tersenyum smirk.
"Jadi kamu salah satu ja***g suamiku dulu" ucap Valeria sambil tersenyum menyeringai.
"Berapa lama b***h itu bersama suamiku?" tanya Valeria dengan suara dingin.
"Hanya beberapa jam saja nyonya"
"Ckk!!" ketus Valeria dengan kesal memikirkan apa yang suaminya lakukan dengan wanita itu.
"Awasi pergerakannya Ares. Gue tahu dia bakal muncul lagi" sinis Valeria.
"Baik nyonya"
"Hancurkan karirnya lebih dulu Ares"
"Baik nyonya"
Valeria tersenyum smirk menatap foto Felicia, ia sudah tak sabar ingin melihat kehancuran Felicia perlahan-lahan. Dia pikir dia siapa ingin menganggu rumah tangganya dengan Thomas.
Setelah pesta penobatan Bryan selesai malam itu juga Valeria dan Thomas pamit pergi bulan madu meski sempat di tahan oleh Bryan untuk menginap beberapa hari lagi tapi Thomas menolaknya.
Di dalam jet pribadi suasana terasa sangat mencekam membuat Rehan dan lainnya diam tidak berani berbicara atau mengeluarkan suara sedikit pun.
Sejak masuk ke dalam jet aura di dalam sana sudah berubah menjadi sangat mencekam. Apa lagi saat melihat tuan dan master mereka yang mengeluarkan aura membunuh.
Brak..............
Thomas menghela napas mendengar pintu kamar khusus Valeria di banting kuat mengagetkan mereka semua.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Apa yang terjadi sama kamu honey?" tanya Thomas dengan suara dingin yang sudah menyusul istrinya ke dalam kamar.
"Nothing" (tidak apa-apa) singkat Valeria dengan aura membunuh.
"Apa aku ada salah sama kamu?" tanya Thomas lagi.
"No"
"Katakan honey. Aku tahu ada sesuatu yang kamu sembunyikan" desak Thomas dengan suara tegas.
"Aku bilang tidak ya tidak!" bentak Valeria dengan tatapan membunuh.
Seketika wajah dingin Thomas menyeringai licik mendengar bentakan istrinya. Dengan sekali hentakan ia sudah mengukung istrinya di atas ranjang.
"Jangan membuat aku berlaku kasar honey" bisik Thomas meremas pundak Valeria dengan kuat.
"Aku pengen sendiri"
Valeria menatap tajam sang suami tak takut dengan bisikan suaminya barusan. Melihat hal itu Thomas tak bisa menahan emosinya lagi dan detik itu juga ia memberi hukuman kepada istrinya dengan melakukan hubungan suami istri.
Aaarrgghhhh.........
Jerit Valeria saat lehernya digigit Thomas saat mencapai pelepasan setelah 1,5 jam bergumul di atas ranjang.
Di luar sana Rehan dan para pengawal menelan saliva mereka dengan susah mendengar teriakan master mereka yang terdengar sangat mengerikan.
"Aku tidak akan meminta maaf honey. Karena ini caraku menghukum istri yang tak menghargai suaminya" bisik Thomas dengan napas memburu.
"Kamu menyakitiku" lirih Valeria.
"I know honey"
"Kamu tahu bagaimana jika aku emosi dan aku tidak ingin main tangan dengan istriku sendiri" tegas Thomas sambil menatap istrinya dengan penuh cinta.
Air mata Valeria jatuh merasa bersalah mengingat kelakuannya yang memang belum bisa mengontrol emosinya apa lagi statusnya sekarang adalah seorang istri.
"Jangan menangis lagi honey. Jika ada masalah atau apapun katakan saja jangan dipendam" ucap Thomas sambil menghapus air mata sang istri.
"Aku kesal mengetahui hubunganmu dengan wanita ja***g tadi" jujur Valeria.
Thomas mengangkat alisnya sebelah mendengar ucapan sang istri. Ia sendiri tidak mengingat siapa wanita itu dan kenapa sekarang ia mendengar jika keduanya saling mengenal.
"Aku tidak mengenalnya honey"
"Maybe. Tapi kamu sudah menghabiskan beberapa jam bersamanya" (mungkin) sentak Valeria tatapan sinis.
Sepertinya ia sudah tahu ke arah mana pembicaraan mereka kali ini dan Thomas akui dulu ia adalah seorang pemain wanita dan dunia malam.
"Itu masa lalu aku honey dan aku akui dulu aku adalah laki-laki berengsek penikmat ONS dan dunia malam. Tapi aku bersumpah setelah mengenalmu aku tidak melakukan hal itu lagi dengan perempuan lain hingga kita menikah" jujur Thomas bersungguh-sungguh.
Valeria menatap langsung ke mata sang suami mencari kebohongan di setiap ucapannya tapi tidak ada.
"Jangan dekat dengan perempuan lain honey" ucap Valeria sambil memeluk leher suaminya dengan erat.
"Aku hanya milikmu honey"
Keduanya berpelukan dengan erat di atas ranjang sambil membicarakan apa yang tidak mereka sukai dan sukai.
Cup..............
Thomas mencium kening istrinya setelah melihat istrinya sudah terlelap. Perlahan-lahan ia bangun dan memakai bathrobe untuk keluar mengambil minum.
"Tuan" ucap Ares dengan sopan saat Thomas keluar.
"Berapa lama lagi kita tiba?" tanya Thomas dengan suara dingin tak pedulikan tatapan mata anak buah sang istri yang penasaran dengan apa yang mereka lakukan di dalam.
"3 jam lagi tuan"
"Heeemmm"
Thomas kembali masuk ke dalam kamar setelah mengambil minum. Ares lalu kembali ke tempatnya dan mengerjakan beberapa pekerjaan yang di kirim oleh Alfarezi tadi.
~ Deep Mountain Vila ~
Setelah berjam-jam akhirnya mereka tiba di Deep Mountain Vila milik Thomas di Swiss. Sesuai namanya Vila itu itu berada di dekat pegunungan meski tidak terjal.
"Apa kamu suka honey?" tanya Thomas sambil memeluk sang istri dengan posesif.
"Aku suka honey. Udaranya sangat sejuk dan bersih
"Baguslah honey"
Keduanya lalu masuk ke dalam vila bergaya klasik modern. Meski di luar terasa dingin tapi di dalam vila sangat hangat apa lagi pemandangannya langsung menuju ke hamparan pegunungan yang hijau.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Valeria menatap vila suaminya dengan decak kagum karena sangat suka dengan nuansa dan interior di dalam vila.
"Honey apa hanya kita berdua saja disini?" tanya Valeria sambil memeluk suaminya.
"Heemm! Aku ingin menikmati momen kita sendiri tanpa ada siapapun"
"Lalu di mana Ares dan lainnya honey"
"Mereka ada di vila yang tak jauh dari sini honey"
"Oh"
Selama seminggu keduanya menghabiskan waktu di sana menikmati bulan madu mereka dengan melakukan banyak kegiatan disana membuat Valeria tak bosan sama sekali.
Saat ini Valeria dan Thomas sedang dalam perjalanan ke bandara karena sudah waktunya mereka kembali ke aktifitas mereka selama ini.
"Terima kasih sudah membawaku kesini honey" ucap Valeria dengan tulus.
"Sama-sama honey. Nanti kita akan datang lagi jika ada waktu" ucap Thomas sambil mengelus kepala sang istri tak lupa mengecupnya beberapa kali.
~ LAX Airport ~
Setelah berjam-jam akhirnya jet pribadi Valeria landing di landasan pribadi Valeria di bandar udara internasional Los Angeles (LAX) di California.
Keduanya langsung di sambut oleh pengawal Thomas dan pengawal Valeria di bawah sana. Panas matahari membuat kulit Valeria sedikit kemerahan sehingga suaminya bergegas cepat masuk ke mobil.
"Lain kali pakai pakaian tertutup honey! Lihat kulitmu sampai kemerahan kena panas" dengus Thomas dengan kesal.
"Iya honey"
"Aku anterin kamu ke apartemen baru ke perusahaan ya honey"
"Tidak perlu honey. Kita ke perusahaanmu dulu baru aku ke apartemen"
"Tapi" ucap Thomas yang langsung di potong Valeria.
"Aku tahu kamu sedang buru-buru honey"
"Baiklah honey"
Cup...........
Thomas mencium bibir dan kening istrinya setelah sampai di lobby perusahaan. Setelah melihat mobil istrinya sudah pergi ia segera masuk ke dalam perusahaan dengan langkah cepat.
Sedangkan di dalam mobil Valeria tiba-tiba matanya terbuka saat mendengar ucapan Ares.
"Kita ke perusahaan sekarang!" bentak Valeria dengan suara dingin.
"Baik nyonya" ucap Ares memutar balik mobil menuju Galaxy Company.
Rahang Valeria mengeras menonton cctv di lobby perusahaannya saat tiba-tiba ada segerombolan kelompok yang masuk ke dalam perusahaan dan menghancurkan perusahaannya.
"Gue ngak akan biarin satu pun lolos" ucap Valeria dengan gigi gemeletuk memantau cctv perusahaan sekarang.
βββββ
To be continue.............