Love Struggle

Love Struggle
Chapter 89



🌻Jika seorang pendosa menasihatimu untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya, itu bukan berarti dia tidak tahu diri, melainkan ia tidak ingin kamu berada di titik penyesalan yang pernah dia alami🌻


.


.


.


.


Keesokan harinya Andre langsung berangkat ke Solo karena akan bertemu dengan Bianca. Tanpa Andre sadari ternyata Valeria bersama Ares juga turut ikut ke sana entah apa yang akan dilakukan oleh Valeria hanya dia saja yang tahu.


~ Remix Club ~


Tepat pukul 23:00 waktu setempat Andre sudah berada di salah satu ruang VIP di lantai dua. Tak berselang lama Valeria dan Ares masuk ke dalam ruangan tersebut mengagetkan Andre.


Ketiganya memakai topeng sehingga tidak ada yang bisa mengenali mereka, tapi tidak untuk Andre karena ia sangat tahu betul dengan topeng yang Valeria gunakan yaitu topeng khusus pemimpin Black Shadow.


"Master" ucap Andre langsung berdiri dari tempatnya.


"Jam berapa kalian ketemuan?" tanya Valeria to the point.


"Jam 23:30 master"


"Dan loe datang 30 menit lebih awal"


"Uhmmm...........itu gue mau awasi tempat pertemuan kita sebelum bertemu master"


"Hemmm! Loe mau nikmati suasana club terserah loe tapi ingat tugas loe" ucap Valeria dengan tatapan tajam.


"Iya master gue ingat kok"


"Heeemmm"


Ares lalu memberikan earpiece kepada Andre karena Valeria ingin mendengar semua pembicaraan mereka. Terlebih ia yang akan menentukan bayaran yang cocok untuk Bianca.


"Jangan sampai ada kesalahan" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Ngak akan master"


Valeria dan Ares segera pergi dari sana menuju salah satu ruangan VIP tepat di samping ruangan pertemuan Andre dan Bianca.


Bianca yang baru saja tiba di parkiran segera masuk ke dalam club yang disambut petugas keamanan club.


Mereka sangat mengenal siapa Bianca karena dia adalah keponakan tante Sisil yang sekarang sudah menjadi pemilik Remix club.


Setelah kematian madam Rosa, Arya langsung mengambil ahli bisnis club madam Rosa menjadi miliknya dan di urus oleh istri sirinya yaitu tante Sisil.


"Selamat datang nona muda" ucap para petugas keamanan club.


"Hemmmm! Dimana tante Sisil?" tanya Bianca.


"Nyonya berada di ruangannya nona"


Bianca segera berlalu pergi tak mengucapkan terima kasih atau apapun, ia sengaja bertanya kepada para pengawal karena tak mau mereka curiga jika Bianca datang ke sini dengan maksud lain.


Ceklek...............


Suara pintu dibuka membuat Andre langsung memandang ke arah pintu, tatapan matanya seketika menelisik penampilan Bianca dari atas ke bawah dengan penuh n***u.


Apa lagi Bianca memakai mini dres tanpa legan dan bagian dadanya seakan ingin tumpah.


Bianca melihat Andre yang sedang duduk berpangku kaki sambil menikmati segelas vodka di tangannya, apa lagi wajahnya tertutup sebagian karana memakai topeng.


"Mr. Black" ucap Bianca dengan nada angkuh.


"Heeemmmm" deham Andre sambil mengangguk kepalanya.


"Jadi apa anda menerima permintaan gue" ucap Bianca to the point.


"Gue suka dengan orang yang langsung to the point kayak loe" ucap Andre sambil terkekeh.


"Waktu gue ngak banyak! Jadi mari kita selesaikan pembicaraan kita!" ketus Bianca dengan angkuh.


"Oke nona Bianca Anggraini" ucap Andre sambil terkekeh.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Bianca melotot melihat Andre yang sedang terkekeh, pasalnya ia tidak memberitahu nama aslinya kenapa Andre bisa tahu. Valeria yang sedang menonton keduanya lewat kamera tersembunyi tersenyum smirk.


"Tanya dia dari mana dia bisa tahu Black Shadow" ucap Valeria lewat earpiece di telinga Andre.


"Tidak usah kaget nona Bianca. Semua data pribadi anda sebagai klien kami aman di tangan kami" ucap Andre menjawab pemikiran Bianca.


"Apa jaminannya data gue ngak akan di ketahui orang lain" ucap Bianca dengan tenang.


"Seharusnya loe udah tahu siapa kami untuk jawaban pertanyaan loe" bisik Andre di telinga Bianca sambil menciumnya.


Tubuh Bianca seperti tersengat listrik saat Andre mencium telinganya, Andre yang melihat Bianca masuk dalam perangkapnya tersenyum penuh arti.


"Jadi sebelum kita bekerja sama gue mau nanya loe satu pertanyaan" ucap Andre kembali duduk di tempatnya.


"Apa?" tanya Bianca dengan penasaran.


"Dari mana loe tahu Black Shadow"


"Dari kenalan gue dia seorang mafia asal Korea" ucap Bianca dengan jujur.


Andre diam menunggu perintah Valeria selanjutnya pasalnya ia tidak mengerti apa yang akan Valeria rencanakan. Valeria tersenyum penuh arti mendengar siapa yang memberitahu kelompoknya kepada Bianca.


"Lanjutkan" ucap Valeria.


"Oke! Langsung aja ke permintaan loe itu"


"Heemmmm"


"Berapa banyak yang bakal loe kasih ke gue untuk informasi saudara loe"


"Berapa pun bakal gue bayar ke loe asal loe bisa bawa informasi keberadaan saudara gue"


"500 juta $"


(500.000.000 $ setara Rp.2.884.710.000.000)


"Apa!" pekik Bianca dengan kaget.


"Loe gila! Hah? Itu bukan uang yang sedikit bahkan itu bisa 2 triliun bangsat" teriak Bianca dengan emosi.


Grep..........


"Jangan pernah teriak di depan gue b***h" bentak Andre sambil memegang dagu Bianca dengan kuat.


"Lepas sialan" desis Bianca dengan tatapan tajam.


Andre melepaskan dagu Bianca dengan kasar membuat Bianca kesakitan. Ia sendiri tidak perduli dengan Bianca karena bukan siapa-siapa untuknya dan juga ia tidak penting untuk di layani.


"Beri gue diskon soalnya itu terlalu mahal" ucap Bianca sambil memegang dagunya yang sakit.


"Take it or leave it. Itu penawaran dari gue" (ambil atau buang).


"Please gue mohon sama loe" (tolong) ucap Bianca memohon.


Bianca terus memohon untuk di beri diskon karana saat ini ia sangat ingin tahu di mana keberadaan Valeria. Sebelum Valeria kembali dan membongkar semua kedoknya, entah kenapa Bianca merasa Valeria suatu saat akan datang membalas dendam.


Andre yang melihat Bianca terus memohon tidak perduli dan melanjutkan menikmati tequila di depannya. Tak lama ia melihat Bianca dengan tatapan tajam setelah Valeria memberitahu untuk merubah penawarannya.


"Gue bakal beri loe penawaran yang lain tapi ada syaratnya" ucap Andre dengan senyum smirk.


"Apa syaratnya?" tanya Bianca.


"Gue mau loe bawakan 1 kotak cerutu dengan nama Cayman dari suami tante loe itu dan juga loe"


"Maksud loe om Arya"


"Heeemmmm"


"Tapi untuk apa loe minta 1 kotak cerutu bukannya loe bisa beli di luar sana" ucap Bianca dengan bingung.


"Jangan banyak tanya! Terima atau tidak penawaran gue!" bentak Andre.


"Oke gue terima. Tapi apa maksudnya sama gue?" tanya Bianca dengan bingung.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Andre tersenyum dengan smirk melihat raut bingung di wajah Bianca. Valeria yang tahu maksud Andre tak perduli apa yang dilakukannya, karena lebih penting cerutu milik om Arya yang sangat bernilai untuk Valeria.


"Gue pergi. Silahkan berbuat apa yang loe suka" ucap Valeria lewat earpiece.


Andre yang mendengar ucapan Valeria tersenyum bahagia ia sudah tidak sabar membayangkan apa yang menjadi fantasi liarnya dari tadi.


"Puaskan gue sekarang" ucap Andre dengan tatapan penuh n***u.


Bianca diam memikirkan penawaran Andre barusan, meski ia harus memberikan tubuhnya ia pikir itu lebih baik dari pada mencari $500 juta dimana. Lagian dia bukan perempuan suci lagi.


"Oke gue terima tawaran loe" ucap Bianca dengan suara tegas.


"Deal" ucap Andre menjulurkan tangannya.


"Deal" ucap Bianca sambil menyambut uluran tangan Andre.


Dengan cepat Andre menarik Bianca dan langsung mencium dan me****t bibir Bianca dengan n***u. Andre lalu mendorong Bianca ke sofa dan langsung melepaskan ga***hnya bersama Bianca dengan kasar tak ada kelembutan sedikit pun.


Loe bakal bayar semua yang gue rasain selama ini Valeria, batin Bianca penuh kebencian.


1 Minggu Kemudian


Tak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat dan tepat hari ini seminggu sudah Valeria berada di Solo. Selama seminggu ini Valeria terus membuntuti Bagas, kedua orang tuanya, dan eyang putri ditemani Ares.


"Kangmas Valeria rindu" ucap Valeria dengan tatapan sendu.


Saat ini Valeria sedang melihat Bagas yang sedang berbicara dengan rekan kerjanya di sebuah restoran. Pandangan mata Valeria memandang Bagas dengan sedih apa lagi melihat wajah sang kakak yang tidak ada senyum sedikit pun.


"Kita pergi" ucap Valeria tak sanggup melihat Bagas lebih lama lagi.


"Baik nyonya" ucap Ares sambil berdiri menunggu Valeria mengambil tasnya.


Valeria berjalan dengan langkah tegap dan tatapan tajam ke depan, beruntung ia memakai kaca mata hitam dan masker mulut jadi tidak ada yang tahu kalau dia adalah Valeria.


Brugh...............


Sebelum sampai di depan pintu keluar dari arah samping seseorang menabrak Valeria dengan kuat karena buru-buru pergi setelah mendapat telpon dari seseorang.


Valeria mengumpat akan memarahi orang yang menabraknya tapi matanya melotot melihat siapa yang menabraknya.


Kangmas, batin Valeria.


"Maaf nona saya tidak sengaja" ucap Bagas dengan wajah datar dan dingin melihat Valeria.


Deg................


Entah kenapa jantungnya berdetak dengan cepat saat menatap Valeria.


Ada perasaan rindu yang tak bisa ia jelaskan saat melihat orang di depannya, entah kenapa Bagas merasa sangat dekat dengan orang yang ia tabrak.


"Nyonya" ucap Ares mengagetkan Valeria.


"Tuan" ucap Ahmad mengagetkan Bagas yang terus menatap Valeria.


Valeria langsung pergi tak membalas ucapan Bagas sedikit pun ia takut perasaan rindu membuat ia lemah di depan Bagas. Padahal ia tahu selama ini Bagas selalu mencari keberadaannya.


"Tuan apa anda mencari sesuatu?" tanya Ahmad yang bingung melihat Bagas hanya diam di depan pintu masuk.


"Kita pergi" ucap Bagas setelah sadar dari lamunannya.


Saat hendak masuk ke dalam mobil Bagas sempat melihat ke samping dan seketika matanya ingin keluar dari tempat. Ternyata Bagas melihat keberadaan Valeria saat mobil Valeria memutar pergi.


Valeria yang sudah membuka masker dan kaca matanya tak sadar jika jendela mobil tidak di tutup sampai atas. Hal tersebut yang membuat Bagas bisa melihat Valeria.


"Valeria" teriak Bagas sambil berlari mengejar mobil yang baru saja lewat.


"Tuan anda mau kemana" ucap Ahmad yang ikut mengejar Bagas yang sudah berlari.


"Valeria jangan pergi dek jangan ninggalin kangmas dek........hiks hiks hiks" teriak Bagas sambil menangis.


❄❄❄❄❄


To be continue..............


Hay guys jangan lupa tinggalkan jejak yang sebanyak-banyaknya ya guys, biar author lebih semangat lagi nulisnya😘❀