Love Struggle

Love Struggle
Chapter 128



🌻Jalani, tekuni, syukuri, walaupun kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi kedepannya. Sebab tidak ada rancangan-Nya yang buruk, percayalah semua akan indah pada waktunya🌻


.


.


.


.


Selama 2 bulan ia hanya berdiam di dalam kamar tak keluar sama sekali. Saat keluar dari kamar hal pertama yang ia lihat yaitu pak Dev dan Ares berdiri di depan pintu kamarnya.


Setelah kejadian di Indonesia semua anggota inti Black Shadow sudah di pindahkan ke markas utama mereka di Shadow island.


Pak Dev juga sudah pindah menjadi kepala pelayan di kastil Valeria sedangkan Juan ia tetap yang menjadi pimpinan di markas utama mengontrol semua jalannya markas disana.


"Berapa anggota inti di kastil" ucap Valeria berjalan menuju lift.


"Ada 1000 orang nyonya! 500 orang yang menjadi penjaga bayangan dan 500 sisanya di markas Black Shadow yang berada 1 KM dari kastil" ucap Ares menjelaskan.


"Kita ke markas"


"Baik nyonya"


Pak Dev mengantar Valeria dan Ares menuju depan kastil. Keduanya masuk ke mobil masing-masing yang sudah disiapkan pengawal di depan kastil.


Rehan dan anak buahnya segera masuk ke mobil mereka mengikuti keduanya dari belakang menuju markas Black Shadow yang baru selesai di bangun 3 bulan yang lalu.


~ Markas Black Shadow ~


Cekitt..............


Bunyi decitan ban terdengar jelas di sana membuat anggota Black Shadow yang berada di depan markas langsung berdiri untuk menyambut kedatangan master mereka.


Ares turun lebih dulu lalu berjalan menuju mobil Valeria dan membukakan pintu untuknya. Kaki jenjang dibalut high hells setinggi 12 cm turun dengan gerakan pelan membuat semua mata berdecak kagum melihat sosok tersebut.


"Selamat datang master" ucap anggota Black Shadow serentak.


"Heemmm"


Valeria, Ares, dan Rehan masuk ke dalam markas melihat sekeliling. Markas mereka tak jauh dari kastil Valeria yang berbatas langsung dengan hutan buatan yang menyimpan udara oksigen disana.


"Ada berapa kesayangan gue disini?" tanya Valeria sambil menatap sekeliling.


"Ada 15 nyonya termasuk Pita nyonya" ucap Ares.


"Heemmm"


Valeria menuju bagian belakang markas yang dibuat khusus untuk kandang hewan peliharaan Valeria beserta rawa buatan yang sangat besar.


Prok.........prok........prok.........


Bunyi tepuk tangan terdengar seperti sinyal yang membuat 15 ekor buaya bertubuh sangat besar datang menghampiri Valeria dan Ares.


"Apa kalian senang disini?" tanya Valeria sambil tersenyum menyeringai.


Crash.........crash.......crash.........


Bunyi kibasan ekor 15 buaya di depannya bersahut-sahutan menjawab pertanyaan Valeria. Rehan yang berdiri di pintu melotot kaget melihat 15 ekor predator ganas itu mengerumuni Valeria seakan mereka mengerti apa yang di ucapkan Valeria.


Apa master ngak takut, batin Rehan bergidik ngeri.


"Rehan apa loe mau kenalan sama mereka?" tanya Valeria sambil tersenyum smirk.


"Ngak master!" tolak Rehan dengan cepat.


Hehehehe..........


Valeria terkekeh melihat reaksi Rehan yang menolak tawarannya dengan cepat. Valeria lalu memberi isyarat kepada Ares untuk memberi makan kesayangannya.


"Kalian harus patuh saat diberi makan jangan rebutan" ucap Valeria dengan suara tegas.


Crash...........crash.............crash...........


"Anak pintar" puji Valeria.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Tak lama beberapa ekor sapi di turunkan dari mesin pengait untuk makan siang kesayangan Valeria. Dengan patuh mereka menunggu giliran tak berebutan jatah makanan yang disediakan oleh anggota Black Shadow.


"Gila master sangat mengerikan" ucap si A anggota Black Shadow.


"Kamu belum aja lihat kedua kesayangan master di kastil" ucap temannya.


"Memangnya kenapa" si A yang penasaran.


"Keduanya dibiarkan berkeliaran di kastil saat master ada" ucap si B.


"Gue yakin pelayan di kastil pasti sangat ketakutan" tebak si A.


"Hemmmm! Bahkan jika ada pelayan atau penjaga yang berbuat salah kedua kesayangan master yang akan turun tangan langsung"


"Gila! Apa master itu manusia" ucap si A dengan kaget.


"Ya iyalah master manusia tapi seorang psycopath juga"


"Yang benar kamu"


"Heemmmm"


"Orang yang banyak bergosip hidupnya tidak akan lama" ucap Ares mengagetkan keduanya.


"T.....uan" ucap keduanya dengan gemetar.


Bugh.........bugh.............


Ares memberi 2 bogem mentah dengan sangat kuat. Keduanya terjatuh di lantai tak kuat menahan rasa sakit di perutnya.


Valeria hanya menatap keduanya dengan wajah datar tak ada ekspresi kasihan atau apapun.


Keduanya lalu berjalan keluar dari dalam kandang Pita bergegas menuju mobil mereka di depan markas.


"Tambah 1500 anggota disini" ucap Valeria merasa markas mereka harus lebih banyak orang disini.


"Dari kelompok mana nyonya?" tanya Ares.


"Gabung dari setiap kelompok, pilih yang paling terbaik"


"Baik nyonya"


Ketiganya segera masuk ke dalam mobil menuju perusahaan. Hari ini Valeria akan mengecek langsung pekerjaan Alfarezi di kantor pusat VA Corp selama 2 bulan ini.


6 Bulan kemudian


Tak terasa waktu sudah berlalu selama 6 bulan dan selama itu Valeria sudah merencanakan pembalasan yang cocok untuk Dimitri.


"Dimana mereka akan bertransaksi?" tanya Valeria sambil memainkan pistol ditangannya.


"Montena Harbor master tepat jam 11 malam" ucap Ares.


"Panggil Wono dan Rehan kesini"


"Baik nyonya"


Valeria memainkan pistol ditangannya melihat suasana malam kota Madrid dari balkon lantai dua mansion.


Ya saat ini Valeria berada di Madrid, Spanyol. Ia ingin menggagalkan rencana transaksi penjualan senjata Dimitri dengan seorang Yakuza asal Jepang.


"Nyonya keduanya disini" ucap Ares.


"Master" ucap Wono dan Rehan dengan serentak.


"Bagaimana persiapan malam ini?" tanya Valeria to the point.


"Semuanya sudah siap di posisi masing-masing master" jawab Rehan.


"Berapa yang berada di lokasi"


"Ada 4 master dan mereka semua adalah sniper"


"Wono kamu pimpin pasukan Omega untuk menyerang dari jarak 1 kilo tempat transaksi"


"Baik master"


"Baik master"


"Jangan lupa bawa anggota kesehatan di setiap kelompok" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Baik master" ucap keduanya serentak.


"Kita berangkat sekarang" ucap Valeria sambil tersenyum penuh arti.


Mereka segera berangkat ke lokasi transaksi tepat pukul 22:00. Valeria dan anggota Black Shadow sudah memakai topeng identitas mereka masing-masing.


"Apa an***g Rusia itu datang?" tanya Valeria dengan suara dingin.


"Erika yang datang nyonya dan an***g Rusia itu menunggu di hotelnya"


"Cari tahu kamar hotelnya"


"Baik nyonya"


Valeria tersenyum smirk memikirkan rencana untuk Dimitri setelah misi ini selesai.


~ Montena Harbor ~


Suasana hening dan gelap terasa sangat mendukung malam ini. Valeria bersama anggotanya sudah bersiap di posisi mereka masing-masing menunggu target mereka datang.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Ternyata anak buah klan mafia Harimau sudah berjaga disana sesuai prediksi Valeria. Valeria menatap Rehan dengan isyarat untuk bergerak maju mendekati mereka.


"Piaraan An***g itu sudah tiba" ucap Wono lewat earpiece.


"Rubah 3 menit sampai" ucap salah satu sniper di arah utara.


Valeria melihat jam tangannya dan tempat pertemuan mereka dari atas bukit di samping ruang kontrol pelabuhan.


"Wono sekarang" perintah Valeria lewat earpiece.


Dor.........dor......dor........dor.......dor........dor......


Wono bersama anggotanya berjumlah 50 orang langsung menembak anggota mafia Harimau yang berjaga di sana. Beruntung senjata mereka semua memakai peredam suara jadi tidak ada bunyi apapun.


"Rehan sekarang" ucap Valeria memberi isyarat.


Rehan memberi isyarat kepada pasukannya untuk bergerak maju menyerang musuh mereka semua.


Duar...............


Bunyi ledakan tepat di tengah-tengah transaksi antara Erika dan suruhan Yakuza asal Jepang. Mereka semua terpental saat ledakan tersebut mengagetkan semua anggota mafia Harimau dan pihak Yakuza Jepang berusaha menyelamatkan diri.


"Bunuh semua yang sudah berani menganggu transaksi kita" ucap salah satu anggota mafia Harimau.


Dor........dor......dor......dor.......dor......dor......dor.......


"Nona Erika apa anda baik-baik saja?" tanya salah satu anak buah mafia Harimau.


"T......ol.....ong" ucap Erika dengan lemah karena ledakan tadi.


Dor......dor......dor......dor......dor.......


Bunyi tembakan terdengar disana baik dari pihak Valeria dan Dimitri, melihat hal tersebut Valeria dan Ares langsung bergabung bersama Black Shadow.


Dor......dor.......dor.......dor.......dor.......dor......


Valeria berjalan dengan santai sambil menembak musuh-musuhnya dengan di lindungi Ares dari belakangnya.


"Black Shadow" ucap anggota Dimitri saat melihat bendera yang berkibar di tengah-tengah pertempuran.


Gambar malaikat pencabut nyawa bermata merah dengan sabitnya yang panjang menandakan musuh mereka kali ini adalah mafia paling misterius di dunia yaitu Black Shadow.


"Q......ue.....en" ucap Erika dengan terbata-bata.


"Kematian mutlak untukmu" ucap Valeria dengan aura membunuh.


Srett..................


Dengan sekali tebas kepala Erika seketika pisah dari tubuhnya. Melihat ketua mereka yang mati dengan mengenaskan semua anggota mafia Harimau menjatuhkan senjata mereka tanda menyerah.


"Ampuni kami Queen" ucap mereka semua dengan serentak.


"Kill them all" (bunuh mereka semua) ucap Valeria dengan suara dingin sambil berbalik pergi dengan Ares yang memegang kepala Erika yang masih berdarah-darah.


Dor........dor......dor.......dor......dor......dor......


Aaarrgghhhh...........


Bunyi tembakan dan jeritan kesakitan bergema di malam itu. Selesai membunuh semua musuh mereka Wono dan Rehan lalu meledakan tempat itu hingga hancur.


~ La Siento Hotel ~


Dimitri sedang menunggu kabar dari Erika yang malam ini melakukan transaksi besar menjual senjata ilegal bersama klan Yakuza dari Jepang.


Tanpa ia tahu ternyata Valeria dan Ares sudah berada di hotel tempat ia menginap dan saat ini keduanya berada di rooftop.


"President suit VIP 3! Ada 8 orang pengawal yang berjaga di lantai itu sedangkan di dalam kamar hanya ada dia sendiri" jelas Ares melihat kondisi lantai tempat Dimitri menginap lewat matanya.


"Kita turun lewat luar gedung" dengan santai Valeria mengucapkan hal tersebut.


Bagi orang biasa sudah bisa dipastikan mereka akan menolak ide Valeria tapi ini adalah Ares robot AI cerdas yang tak ada rasa takut atau apapun.


Wush..............


Keduanya menuruni hotel dengan tali yang diikatkan di atas gedung tanpa beban. Sampai di lantai tempat Dimitri menginap Valeria lalu menempelkan bom di kaca dan kembali naik ke atas satu lantai.


Duar.....................


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Dimitri kaget mendengar suara ledakan kecil di kaca jendela sampai pecah apa lagi saat melihat sosok yang berada di depannya saat ini.


"Queen" ucap Dimitri dengan kaget.


Brugh...........


"Hadiah buat kamu" ucap Valeria sambil terkekeh saat Ares melempar kepala Erika yang berdarah-darah di depan kaki Dimitri.


Matanya hampir ingin keluar dari tempatnya melihat hal tersebut. Wajahnya seketika merah padam sudah bisa menebak apa yang terjadi.


"Berengsek kamu Queen" teriak Dimitri dengan emosi.


Dor........dor.......dor.......dor........dor.........


"Nikmati awal kejatuhanmu An***g Rusia" ejek Valeria langsung melompat keluar setelah menembak seisi kamar.


Aaarghhhhh................


Dimitri berteriak kesetanan saat transaksi bisnisnya kembali gagal karena ulah Valeria. Barnabas dan para pengawal Dimitri segera masuk ke dalam kamarnya saat mendengar suara tembakan.


Barnabas kaget melihat kamar sang tuan yang sudah hancur seperti kapal pecah apa lagi kaca jendelanya sudah tidak ada lagi.


"Ini" ucap Barnabas kaget melihat kepala Erika.


"Aku tidak mau tahu malam ini juga cari Queen ja***g itu dan bunuh dia" hardik Dimitri.


"Baik tuan" ucap Barnabas segera berlalu pergi.


Sedangkan Valeria dan Ares saat ini sudah pergi dengan helikopter miliknya yang menjemput mereka di rooftop hotel.


Valeria tersenyum sinis melihat kaca jendela kamar hotel Dimitri yang sudah tidak ada lagi.


"Ares kirim rudal ke gudang senjata Dimitri sekarang" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Baik nyonya"


Ares lalu berkutat dengan iPad yang selalu ia bawa kemana pun. Dalam 10 menit Valeria tertawa menyeringai melihat kobaran api di salah satu gudang terbesar milik Dimitri di Rusia.


"Itu akibat karena sudah ganggu milik gue bangsat" ucap Valeria sambil tersenyum sinis.


❄❄❄❄❄


To be continue................