Love Struggle

Love Struggle
Chapter 174



🌻Buatlah dirimu tersenyum karena kebahagiaanmu itu tidak datang dari siapapun dan dari manapun kecuali dari dirimu sendiri🌻


.


.


.


.


Semuanya diam dengan pemikiran mereka masing-masing yang memikirkan rencana untuk menyelamatkan Mikhail sekaligus menghancurkan mafia Zombie.


Bryan menatap Valeria yang sedang mengetuk jari di atas meja dan ia tahu jika Valeria sedang merencanakan sesuatu yang tak masuk akal.


Rencana gila apa lagi yang loe pikirkan Val, batin Bryan dengan penasaran.


Valeria tersenyum smirk menatap Bryan seakan menjawab apa yang ia pikirkan. Meski Valeria tak punya kemampuan untuk membaca pikiran orang lain tapi ia bisa menebak apa yang mereka pikirkan dari ekspresi wajahnya.


"Eke ngak nyangka ternyata ada orang yang suka minum darah manusia" ucap Yorla bergidik ngeri.


"Kalau loe di kelompok itu gue yakin naluri jantan loe bakal keluar" ejek Bryan.


"Brother" pekik Yorla dengan mata melotot marah.


"Gue setuju sama loe dude" tambah Rehan sambil terkekeh.


"Gimana kalau kita kirim banci gagal ini sebagai mata-mata ke sana" usul Juan sambil tersenyum smirk.


"You semua menyebalkan" ketus Yorla dengan wajah cemberut kesal.


Hahahahaha.................


Seketika tawa semuanya pecah di dalam sana melihat wajah kesal Yorla. Valeria menatap mereka semua dengan tatapan dingin sambil mengeluarkan aura mengintimidasi.


Satu persatu langsung terdiam merasakan aura yang keluar dari tubuh Valeria yang menatap mereka seperti monster mengerikan.


"Apa loe semua pikir ini waktunya tertawa" ucap Valeria dengan suara dingin yang seperti menusuk ke tulang mereka yang paling dalam.


"Maaf master, Val, sister" ucap Juan dan lainnya dengan serentak.


"Selesai dari sini kalian lari keliling markas 100 kali"


"Apa" pekik Yorla dengan kaget.


"Loe bersihkan kandang peliharaan gue malam ini juga" tunjuk Valeria dengan suara dingin.


"Tapi sister" ucap Yorla dengan memelas.


"Juan cambuk Yorla 200 kali"


"Jangan sister! Eke milih bersihkan kandang peliharaan sister" ucap Yorla dengan cepat.


Valeria tersenyum smirk melihat Yorla yang dengan cepat mengiyakan perintahnya tadi.


Bisa mati eke kalau di cambuk 200 kali apa lagi kulit eke bakal rusak. Oh noooo eke ngak bisa bayangin, batin Yorla dengan ngeri membayangkan tubuhnya penuh luka.


"Juan siapkan 7000 anak buah gue dan besok siang mereka sudah harus berada si sini" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Baik master"


"Val apa yang loe rencanakan?" tanya Bryan dengan selidik.


"Menyelamatkan anak gue" jawab Valeria.


"Master apa anggota inti juga dilibatkan?" tanya Agung.


"Heemm! Loe yang pimpin mereka"


"Baik master"


"Andre tutup semua pergerakan kita jangan sampai ada kelompok lain yang tahu"


"Siap master" ucap Andre.


"Wono siapkan bahkan peledak sebanyak mungkin"


"Baik master. Master apa kita juga akan membawa pasukan panah?" tanya Wono.


"Bawa 200 orang saja dan juga 200 sniper"


"Baik master" ucap Wono dan Juan serentak karena keduanya yang selama ini mengurus pembagian pasukan di markas utama.


"Val apa loe udah tahu lokasi Mikhael?" tanya Bryan.


"Heemmm" deham Valeria sambil mengangguk kepalanya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Valeria lalu memberitahu rencananya kepada mereka semua dan juga strategi untuk menyerang. Setelah menjelaskan semuanya Valeria menyuruh mereka semua pergi meninggalkan Bryan dan Juan.


"Bryan loe pimpin 4000 anak buah gue untuk menyerang markas utama mereka besok" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Kenapa kita ngak serang mereka serentak aja Val?" tanya Bryan.


"Gue yakin suami gue bakal bawa pasukan Devil Dragon menyerang mereka di markas utama mereka"


"Jadi kita tidak menyerang di lokasi Mikhail" ucap Bryan dengan kaget.


"Gue yang akan menyelamatkan anak gue dan loe buat konsentrasi mereka terpecah"


"Oke Val"


"Juan sebar 2000 anggota inti ke seluruh markas cabang dan gudang mereka hancurkan hingga rata" titah Clarisa dengan suara dingin.


"Bagaimana dengan warga di sekitar sana master"


"Habisi saja jika mereka menyerang kalian. Lagian mereka semua disana udah jadi pengikut iblis sialan itu" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Bagaimana dengan anak-anak Val?" tanya Bryan.


"Loe berdua bukan orang bodoh kan" ucap Valeria dengan sinis.


Bryan dan Juan diam saja karena mereka tak ingin mendapat hukuman lagi kalau membuat mood Valeria buruk.


"Val loe tahu siapa pemimpin mereka?" tanya Bryan dengan penasaran.


"Gue tahu dan gue sendiri yang bakal habisin dia" ucap Valeria dengan aura membunuh.


"Master lalu 1000 anak buah kita yang tersisa apa yang akan mereka lakukan?" tanya Juan.


"Mereka pasukan elite milik gue"


Sepertinya kali ini bukan penyerangan biasa karena pasukan elite khusus Valeria harus turun tangan, batin Bryan.


"Besok kita akan berangkat serentak tapi ke tujuan yang berbeda"


" Val loe mau menuju kemana?" tanya Bryan.


"Urus saja urusan loe ngak usah ikut campur urusan gue!" bentak Valeria dengan suara tinggi.


"Heemmmm"


Bryan dan Juan segera pamit pergi meninggalkan Valeria setelah melihat isyarat tangannya untuk pergi.


"Jangan lupa hukuman kalian" ucap Valeria saat keduanya sampai di depan pintu.


"Iya master, Val" ucap keduanya dengan serentak.


Valeria menutup mata menetralkan emosinya tak ingin membuat kandungannya kenapa-kenapa. Ia bergegas keluar menuju kamarnya untuk beristirahat karena besok adalah hari yang sangat melelahkan.


~ Markas Black Dragon ~


Tak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat dan saat ini Thomas dan lainnya tengah bersiap untuk berangkat ke Austria.


"Dimana istriku?" tanya Thomas.


Ares menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Thomas mengenai keberadaan Valeria. Thomas membuang napasnya dengan kasar memikirkan istri dan anaknya yang entah berada di mana.


"Hubby tolong jaga diri disana ya. Aku tidak mau kamu dan anak kita kenapa-napa" pinta Chloe kepada suaminya.


"Aku janji akan pulang dengan selamat bersama anak kita baby" ucap Xavier dengan suara lembut.


"Heeemmm"


Xavier memeluk istrinya dengan erat sambil mengelus punggung istrinya agar tenang. Sedangkan di kamar Albert ia juga menenangkan istrinya.


"Bawa David kembali ya sayang dan tolong pulang dengan selamat" ucap Mira dengan mata berkaca-kaca.


"Pasti sayang. Kamu dan Leon juga jangan kemana-mana sampai aku pulang ya sayang"


"Iya sayang"


Albert memeluk Mira sebelum pergi dan semalam dia sudah memberitahu jika markas ini adalah tempat buat pengawal dan bodyguard Xavier berlatih.


Thomas dan Ares lalu masuk ke dalam helikopter yang akan membawa mereka ke Austria. Kepergian mereka kali ini dengan membawa 2000 pasukan Black Dragon.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Tunggu daddy son. Daddy sudah menuju ke sana" gumam Thomas menatap foto istri dan anaknya di layar depan hpnya.


~ Markas Black Shadow ~


"Master semuanya susah siap" lapor Juan kepada Valeria yang sedang berdiri di balkon lantai dua.


"1 jam lagi kita berangkat"


"Baik master"


Valeria menatap iPad di tangannya menunjukkan posisi Ares, suaminya, dan anaknya. Ia tersenyum menyeringai melihat Thomas dan Xavier yang sudah berangkat lebih dulu ke sana.


"Mommy harap kamu menyembunyikan kemampuan itu son" gumam Valeria sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


Tadi pagi ia baru ingat jika anaknya itu punya kemampuan spesial dan ia takut jika orang itu mengetahuinya.


Apa lagi posisi anaknya berbeda dengan lokasi David dan Xander yang disekap di markas utama.


~ Kastil Zombie ~


Mikhail menetap orang di depannya dengan wajah datar dan dingin tak ada ekspresi apapun. Keduanya saling menatap dengan tatapan tajam.


"Seperti rumornya kamu itu memang keturunan Valeria yang angkuh dan sombong itu" ucap orang di depannya sambil terkekeh.


"Off course. Because she is my mom" (Tentu. Karena dia adalah mamaku) ucap Mikhail dengan suara dingin.


"Menarik. Aku semakin berhasrat ingin memakan jantungmu itu" ucap pria di depannya sambil menjilat bibirnya dengan napsu.


"Ckk!! Kamu sangat jelek dan menjijikan pak tua" ketus Mikhail dengan wajah datar.


"Bocah sialan! Siapa yang kamu bilang menjijikan!" hardik pria itu dengan suara tinggi.


"Kamu tahu aku adalah orang yang sebentar lagi akan menjadi penguasa dunia ini karena besok malam nanti aku akan melaksanakan ritual terakhirku. Aku akan terlahir sebagai Kaili sang penguasa tertinggi" tambahnya lagi sambil tersenyum bahagia.


"Nama yang menjijikan seperti wajahmu itu" ejek Mikhail dengan sinis.


"Beraninya kamu bocah kurang ajar" maki Kaili dengan tatapan membunuh.


Mikhail hanya menatapnya datar tak ada rasa takut sama sekali. Melihat hal itu emosi Kaili semakin menjadi lalu menyuruh anak buahnya untuk mengikat Mikhail karena ia ingin memberi hukuman kepadanya.


Mommy, daddy aku harap kalian cepat datang sebelum tua bangka itu menyentuh kulit berhargaku, batin Mikhail dengan kesal.


Kaili tertawa melihat tubuh kecil Mikhail yang sudah diikat seperti huruf X di depannya. Ia lalu mengambil cambuk khusus yang ujungnya terdapat potongan pisau tajam yang mengkilat.


Crash..........crash..............crash...............


Kaili tersenyum menyeringai saat mencambuk lantai ingin menakuti Mikhail sebelum memberinya hukuman.


Ceklek.................


"Lord" ucap tangan kanannya yang bernama Frans.


"Beraninya kamu menganggu kesenanganku!" bentak Kaili.


"Maafkan saya Lord. Tapi ada sesuatu yang harus saya sampaikan" ucap Frans sambil membungkuk meminta maaf.


"Katakan" ketus Kaili.


"Anak buah kita di markas saling menyerang dan meminum darah anggota kita sendiri Lord"


"Apa" pekik Kaili dengan kaget.


"Sepertinya ada yang mengadu domba mereka Lord" tebak Frans.


"Manusia rendahan kotor! Beraninya mereka membuat kacau di markas aku" maki Kaili dengan emosi.


Ia membuang cambuknya dan pergi dari sana dengan emosi diikuti Frans. Melihat hal itu Mikhail bernapas dengan lega karena tak jadi dicambuk.


"Tua bangka sialan tunggu saja kedatangan mommy dan daddy aku. Kamu akan menyesal sudah membangunkan singa yang tertidur" ucap Mikhail sambil tersenyum smirk.


❄❄❄❄❄


To be continue..............