Love Struggle

Love Struggle
Chapter 131



🌻Jangan pernah menyerah ketika kamu masih mampu berusaha lagi. Tidak ada kata berakhir sampai kamu berhenti mencoba🌻


.


.


.


.


Thomas kembali memeluk tubuh Valeria dengan erat tak memberikan cela sedikit pun. Valeria sendiri tersenyum manis di dalam pelukan Thomas bahkan ia juga membalas pelukan Thomas.


"I miss you so bad honey" (aku sangat merindukanmu sayang) ucap Thomas dengan suara lembut.


"Heemmm"


Tak......tak......tak.......tak........


Keduanya saling melihat saat mendengar bunyi langkah kaki yang menuju ke arah mereka.


"Sepertinya itu orangmu" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Biarkan saja honey" ucap Thomas dengan santai.


"Aku tidak suka banyak yang melihatku" ucap Valeria dengan tatapan tajam.


"Oke! Tunggu disini honey" dengus Thomas dengan kesal.


Saat Thomas akan melangkah turun melihat siapa yang datang ia berbalik menatap Valeria dengan tajam memberi peringatan untuk tak beranjak dari posisinya saat ini.


Valeria hanya menatapnya dengan malas melihat tingkah Thomas seperti itu. Dengan wajah datar ia menatap Thomas seperti tak memperdulikan peringatan itu sama sekali.


Thomas turun ke bawah dan melihat siapa yang datang ternyata ucapan Valeria benar, mereka adalah pengawal pribadi Thomas yang menyusulnya kesini.


"Ada apa?" tanya Thomas dengan tatapan dingin.


"Maaf bos kami pikir bos mengalami sesuatu jadi kami menyusul" ucap seorang pengawalnya.


"Aku baik-baik saja! Kembali ke posisi kalian"


"Baik bos"


Rahang Thomas seketika mengeras melihat Valeria yang sudah tak berada di tempatnya tadi. Giginya geletuk tanda ia sangat emosi saat ini.


"Honey" desis Thomas dengan tatapan mengerikan.


Sedangkan Valeria ia saat ini berada di lift menuju ruangannya di lantai paling atas. Sampainya di lantai ruangannya ia keluar dengan langkah tegap mengagetkan Misya yang menatap ke arah lift.


"Presdir" ucap Misya dengan kaget.


Pasalnya tidak ada pemberitahuan kepadanya tentang kedatangan Valeria. Sedangkan sosok yang di sapa Misya hanya menatapnya dengan datar tak memperdulikannya sama sekali dan bergegas masuk ke ruangannya.


Ceklek..........


Valeria masuk diikuti Misya yang tadi melihat isyarat tangan Valeria untuk mengikutinya. Sampai di dalam ruangannya Valeria menatap sekeliling ruangannya yang tak ada perubahan sama sekali.


"Suruh Jakson dan Zero serta Jay ke ruanganku"


"Baik presdir"


"Bawakan ice expresso less sugar dan burger"


"Baik presdir"


Misya segera berlalu keluar untuk mengerjakan perintah dari Valeria. Valeria lalu membuka laptop di depannya dan melihat keberadaan Thomas lewat cctv.


Gue yakin bentar lagi dia bakal nyusul gue kesini, batin Valeria tersenyum smirk tak sabar.


1 Jam kemudian


Tok.........tok..........tok.............


Mendengar ada yang mengetuk pintu ruangannya Valeria lalu menekan tombol di bawah mejanya untuk membuka pintu.


"Noona" pekik Zero dengan histeris melihat Valeria di depannya.


Valeria lalu mengangkat kepalanya dan melihat Zero dengan tatapan dingin. Sedangkan 3 orang di depannya kaget dengan pemikiran mereka masing-masing.


She is gergous like angel, (dia sangat menawan seperti malaikat) batin Jay menatap seluruh wajah Valeria.


Baju itu, batin Jakson dengan kening berkerut.


Jangan bilang noona penyanyi misterius tadi, batin Zero.


Valeria tersenyum smirk membaca pikiran ketiganya saat ini. Belum juga Valeria berbicara pintu ruangannya seketika ditendang sampai hancur.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Brak..............


Ketiganya kaget bukan main melihat pintu ruangan Valeria yang terlepas ditendang oleh sosok pria bertubuh proposional dengan tatapan tajam dan dingin.


"Mr. Parker" ucap Jakson yang mengenal sosok di depannya.


"Oh my God! Apa anda tidak punya sopan santun Mr.Parker" hardik Zero dengan emosi.


Thomas tak menggubris keduanya dan pandangan matanya terlihat berkilat tajam melihat sosok yang duduk di kursi kebesarannya sambil tersenyum menyeringai.


Langkah kaki Thomas bergema di dalam ruangan Valeria dengan aura membunuh membuat 3 orang di depannya bergidik ngeri.


Valeria sendiri mengangkat alisnya sebelah merasakan aura Thomas yang tak seperti biasanya malahan seperti seorang pembunuh berdarah dingin atau seorang mafia.


Deg.............


Mata Valeria melotot memikirkan sosok sebenarnya Thomas, senyum di bibirnya semakin merekah saat ia yakin jika tebakannya kali ini benar.


"Aku sudah memperingatkanmu honey" ucap Thomas mengungkung tubuh Valeria di kursi kebesaran Valeria dengan tatapan tajam.


Rahangnya mengeras menandakan jika saat ini ia sangat emosi karena Valeria sudah berani melanggar perkataannya tadi.


"I know you can find me" (aku tahu kamu akan menemukanku) ucap Valeria sambil tersenyum smirk.


Cup...........


Mata ketiga orang di depan mereka seakan ingin keluar dari tempatnya melihat Thomas yang berani mencium Valeria. Seketika Zero mengingat siapa sebenarnya Thomas dan apa hubungan keduanya.


"Mr. Parker apa yang anda lakukan kepada presdir!" bentak Jakson dengan emosi.


"Ckk!!" dengus Thomas menatap Jakson dengan tatapan membunuh.


"Pak tua jangan menganggu keduanya jika masih sayang sama nyawamu" ucap Zero memperingati.


"Kenapa?" tanya Jakson penasaran.


"Dia pacar presdir"


"Apa" pekik Jakson dengan kaget.


Jakson melihat Thomas tak menyangka jika ia adalah pacar dari sang presdir.


Sifat keduanya sangat cocok, batin Jakson bergidik ngeri.


Valeria tersenyum smirk melihat Jakson saat membaca pikirannya, Thomas yang melihat kekasihnya melihat kearah lain memegang dagunya sehingga pandangannya hanya tertuju kepadanya.


"Jangan menatap laki-laki lain honey" tegas Thomas dengan suara geram.


"Kamu keluarlah aku ingin berbicara dengan mereka" usir Valeria dengan wajah dingin.


"Kamu mengusirku?" tanya Thomas dengan tatapan tajam.


"Heemmm"


"Keluar" ucap Valeria dengan suara dingin dan aura mengintimidasi.


"No" ucap Thomas dengan tatapan tak kalah tajam.


Dengan sekali gerakan Valeria sudah berpindah duduk di pangkuan Thomas pinggangnya di peluk erat oleh Thomas tak memberikan Valeria bisa terlepas.


Phew..................


Valeria menghembuskan napasnya dengan kasar melihat kelakuan Thomas ia ingin marah dan memukul Thomas tapi percuma saja.


"Jakson" panggil Valeria dengan suara dingin.


"Iya presdir"


"Urus kontrak kerja Jay dan juga pindahkan dia ke apartemen biasa"


"Baik presdir"


"Zero kamu jadi produsernya Jay"


"Tapi noona" ucap Zero yang langsung dipotong Valeria.


"Aku tidak menerima penolakan Zero" ucap Valeria dengan tatapan mengintimidasi.


"Baiklah noona" pasrah Zero dengan wajah kesal.


Jay menatap Zero dengan gugup merasa bersalah karena dirinya sudah membuat Zero kesal.


"3 bulan aku tunggu progres kamu Jay"


"Ba...ik pres....dir" ucap Jay terbata-bata.


"Pergi" usir Valeria dengan suara dingin.


"Iya presdir, noona" ucap ketiganya dengan serentak.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Thomas memeluk Valeria dengan erat sambil membalas pesan Kevin dan Albert. Valeria menatapnya dengan datar seakan tidak perduli.


"Mafia"


"What do you mean honey?" (apa maksudmu sayang) tanya Thomas tak mengalihkan pandangannya dari hp.


"You are mafia"


Gerakan tangan Thomas terhenti saat mendengar ucapan Valeria. Tatapan keduanya saling menatap dengan tajam.


"Ya! Aku seorang mafia dari Devil Dragon" jujur Thomas tak ingin berbohong kepada Valeria.


Valeria mengangkat alisnya sebelah tak menduga jika Thomas salah satu anggota mafia dari Devil Dragon mafia nomor satu di dunia.


"So your boss is Xavier" (jadi ketuamu adalah Xavier) tebak Valeria.


"Heemmm"


"Menarik"


"Apa kamu takut honey?" tanya Thomas.


"No! Buat apa aku takut lagian kamu tahu sosok asliku" ketus Valeria.


"Psycopath..........heeemm" ejek Thomas.


"Mau coba pisauku honey" tawar Valeria tersenyum smirk.


"No aku tidak berminat" tolak Thomas dengan cepat.


"Takut" ejek Valeria lagi.


"Tubuhku milikmu honey! Lakukan apa pun yang kamu inginkan" ucap Thomas dengan suara tegas.


Valeria tak menyangka akan mendengar ucapan Thomas yang tak memikirkan tubuh dan jiwanya saat bersamanya. Ia lalu berbalik dan memeluk Thomas dengan erat bersandar di dada bidangnya.


"Kenapa kamu tetap mencari aku?" tanya Valeria dengan suara lembut.


"Awalnya aku sakit hati dengan ucapanmu" ucap Thomas mengingat kejadian di penthouse.


"Tapi saat di markas bos memberitahu aku untuk mencari tahu alasan kamu mengajakku menikah. Aku yakin kamu hanya menggunakan alasan itu untuk menjauhkan aku dari sesuatu" lanjutnya lagi.


Valeria menatap Thomas tak menyangka Thomas bisa menebak apa yang ia rencanakan selama ini.


"Dimitri Sergeyar adalah musuh bebuyutanku" ucap Valeria dengan jujur.


"Mafia Harimau dari Rusia" Thomas mengangkat alisnya sebelah tak menyangka Valeria akan berurusan dengan mafia licik itu.


"Heemmm"


"Kenapa"


"Aku merusak wajahnya waktu itu dan menggagalkan transaksi terbesarnya dengan ******* asal Iran"


"Berapa banyak yang kamu sembunyikan dariku honey?" tanya Thomas dengan tatapan menyelidik.


Valeria hanya tersenyum smirk tak berniat menjawab ucapan Thomas. Melihat hal tersebut Thomas tak perduli asalkan Valeria bersamanya.


"Jangan pergi lagi honey" bisik Thomas.


"Never honey"


"I love you"


"I love you too"


Thomas tersenyum manis mendengar balasan cinta Valeria bibir keduanya bertemu menyalurkan perasaan bahagia yang saat ini keduanya tengah rasakan.


~ Kerajaan Wizpet ~


Bryan baru saja keluar dari dalam mobil kerajaan yang langsung di sambut antusias oleh rakyat kerjaan Wizpet.


Saat ini ia tengah menghadiri peresmian rumah sakit gratis untuk pasien cancer di pinggiran kota Wizpet yang menjadi rencana kerjanya yang pertama.


Ia ditemani oleh ratu Camelia dan penasehat kerajaan beserta jenjang menteri kerajaan yang turut hadir di peresmian tersebut.


Selesai acara peresmian rumah sakit Bryan lalu bergegas pergi ke tempat selanjutnya di dampingi oleh asistennya dan pengawal kerajaan.


Dor.........dor.........dor.........dor.........


Tiba-tiba saja mobil Bryan dan pengawal kerajaan diserang oleh musuh dari semua arah. Beruntung mobilnya anti peluru sehingga tembakan tersebut tak mengenainya.


"Cari jalan lain" teriak Bryan dengan suara tinggi.


"Baik yang mulai pangeran" ucap sang sopir.


Dor.......dor.......dor........duar.........


Bunyi tembakan disertai bunyi ban meledak di mobil yang dinaiki oleh Bryan. Tiba-tiba mobilnya terbalik beberapa kali di jalanan membuat orang yang menembak Bryan dan pengawalnya tersenyum smirk.


"Selamat menikmati hadiahku Queen" ucap Dimitri sambil tersenyum bahagia.


❄❄❄❄❄


To be continue.............