
Suasana dingin yang terasa menusuk hingga tulang, dengan suara ayam berkokok, menandakan Hari mulai pagi, sesekali cahaya mentari itu menembus sela sela pintu jendela.
Rasa kantuk yang masih terasa, membuatku enggan beranjak dari tempat tidur, sesekali mataku berdecik perlahan melerik jam yang ada di layar kecil tersebut sudah menunjukkan pukul 06.10 Wita, ku bangunkan tubuhku dengan sangat berat dan perlahan kulahkahkan kakiku menuju kamar mandi, untuk mandi dan bergegas kesekolah.
Seperti biasa aku di antar kesekolah oleh Ayah Hans dengan mengendarai sepeda motor. ketika sampai depan gerbang sekolah lalu mencium tangan ayah dan meninggalkanku, akupun memandangi ayah yang berlalu sampai ta terlihat dari pandanganku.
Ketika kakiku melangkah menuju ke sekolah, tiba tiba terdengar suara, sontak mataku Mencari dari mana asal suara tersebut. Hanya ada seroang Kakek tua yang duduk didepan rumahnya.
***
Di depan sekolah ku ada rumah warga dan mesjid yang harus di lewati, di samping mesjid ada sebuah rumah besar bertingka 3. rumah yang paling besar dan luas di sekitar sekolah ku.
Rumah itu di huni oleh sepasang suami istri yang sudah begitu renta, dan di temani anak dan cucu kesayangannya kebetulan Namanya sama dengan Riefky. orang yang sering menghubungiku selama beberapa hari ini. yang wajahnya pun belum pernah saya lihat.
Hampir semua siswa menganggap keluarga tersebut sangat sombong, bahkan cuek dengan siswa yang lalu lalang depan rumahnya. entahlah aku sendiripun belum pernah melihat kelakuan keluarga tersebut.
Bahkan ketika waktu sholat tiba, dan kami pergi untuk sholat berjamaah, istri dari kakek tua tersebut sering membagi sujadah miliknya denganku.
***
Suara yang begitu lembut, sembari melambaikan tangannya di hadapanku.
"Sini nak," sembari melambaikan tangannya, wajahku sesekali menoleh kebelakang, namun tak ada satupun siswa atau guru yang lewat. mukaku kembali menatap wajah kakek tersebut sembari, menunjuk diriku sendiri.
" Saya kek? " jawab ku sambil menujuk diriku sendiri
'' iya nak, sini sebentar'' jawabnya lagi.
Kulangkahkan kakiku dengan perlahan, degub jantung yang mulai berdetak begitu kencang. membuat ku sesekali menarik nafas dalam, bak seperti kehabisan nafas. tepat tubuh tegakku pun berada di balik pagar kakek. hanya di pertemukan melalui sela sela pagar tersebut.
" Nama kamu siapa nak?". tanya kakek
"Salsa kek" jawabku sembari melemparkan senyuman
" kamu tinggal dimana?". tanya nya lagi.
''Di jl. Mawar kek, dekat pertigaan ", jawabku yang semakin penasaran apa maksud kakek itu, yang sejak tadi melemparkan beberapa pertanyaan.
" Tadi yang antar itu bapakmu yah nak" tanya nya lagi.
" iya kek". jawabku dengan tetap melemparkan senyuman.
Belum sempat kakek itu bertanya lagi, Bel tanda jam pelajaran akan segera di mulai. Salsa pun berpamitan dengan kakek tua tersebut sembari melemparkan senyuman. dan di balas oleh kakek dengan senyuman pula.
Salsa pun berlari menuju kelas, swmbari memikirkan, yang macam macam.
"Kenapa kakek itu, memberikan pertanyaan, seolah olah, ingin mengenal diriku lebih dalam. tapi untuk apa, entahlah''. pikirku dalam hati
Kuikuti semua mata pelajaran hingga jam pulang berakhir. Suasan begitu gaduh, dengan suara teman teman, namun tak kugubris. belakangan ini begitu banyak hal yang aneh kulewati.
Kadang saya berfikir, semua orang memanggap kakek tua dan keluarganya begitu sombong, bahkan salah satu teman keluskupun yang tinggal di dekat rumah kakek itu pun, mengatakan hal yang sama.
Tapi menurutku, apa yang di sampaikan oleh teman temanku berbanding terbalik dengan apa yang mereka perlakukan denganku. mereka sangat Ramah dan baik. bahkan ketika air di mesjid tidak mengalir. mereka mempersilahkan ku masuk ke pekarangan rumahnya untu memberiku airnya untuk wudhu.
***
jangan lupa berikan kritik dam sarannya yah. berikan Love nya ketika suka. biar lebih semangat nulisnya. Terima kasih🙏🙏🙏