Love Struggle

Love Struggle
Chapter 187



🌻Teruslah bernyanyi meski suaramu tak seindah nyanyian burung di pagi hari karena ini adalah hidupmu bukan orang lain🌻


.


.


.


.


Pelayan itu berlalu masuk ke dalam kastil sambil memikirkan rencana yang akan ia jalankan malam nanti.


Menurutnya ini waktu melakukan semua rencananya setelah 2 bulan mengamati keadaan kastil. Apa lagi pemilik kastil yang terkenal akan kekejamannya tidak menerima kesalahan apapun saat ini terbaring koma.


Sebentar lagi sayangku! Kita akan bersatu dalam cinta abadi kita sayang, batin pelayan itu dengan senang.


"Sarah" panggil seorang pelayan yang lebih senior darinya.


"Iya Asna" jawab Sarah dengan sopan.


"Kerjakan tugasmu jangan hanya berdiri saja disitu" hardik Asan dengan suara tegas.


"Maaf" ucap Sarah sambil menunduk.


"Kali ini aku maafkan Sarah! Jika aku lihat kamu tidak bekerja jangan salahkan aku melapor kamu ke pak Dev" ancam Asna.


"Aku akan bekerja dengan sebaik mungkin Asna" ucap Sarah dengan tegas.


"Aku akan terus memperhatikanmu Sarah" ucap Asna sambil berlalu pergi.


Sarah menatap Asna teman pelayannya yang lebih senior darinya dengan emosi. Kedua tangannya mengepal ingin rasanya merobek mulut Asna.


Awas kamu ja***g! Kalau aku sudah jadi nyonya di kastil ini kamu orang pertama yang akan aku tendang keluar dari sini, batin Sarah dengan tatapan penuh kebencian.


Tanpa Sarah sadari ternyata Mikhail membaca pikirannya dan mengetahui rencananya itu. Tatapan matanya berkilat menatap Sarah dengan aura membunuh disekitar sana.


"Uncle Rehan" panggil Mikhail dengan suara dingin.


"Iya tuan muda" jawab Rehan yang selalu mengawasi Mikhail setiap saat.


"Suruh pelayan itu potong rumput di taman dan juga kuras kolam berenang lalu bersihkan hingga bersih" titah Mikhail dengan tatapan tajam sambil menunjuk Sarah.


Sarah dan Rehan kaget bukan main mendengar ucapan Mikhail barusan. Keduanya tak menyangka jika anak 3 tahun akan menyuruh pelayan melakukan pekerjaan seperti itu.


Bukan masalah untuk memotong rumput di taman tapi masalahnya luas taman di kastil ini sangat luas apa lagi ada 3 taman di sini.


"Apa anda yakin tuan muda?" tanya Rehan mencoba memastikan kembali perintah Mikhail.


"Cepat beritahu pelayan jelek itu!" hardik Mikhail dengan suara tinggi.


"Baik tuan muda" Rehan dengan cepat menjawab Mikhail karena takut melihat mata tajam Mikhail yang sama persis dengan Valeria.


Sarah menggelengkan kepalanya menatap Rehan meminta untuk tak mengikuti perintah Mikhail barusan.


"Oh satu lagi! Jangan ada satu pun pelayan yang boleh bantu dia jika tidak kalian akan dihukum" ancam Mikhail sambil tersenyum menyeringai menatap Sarah.


Bocah sialan awas kamu ya bocah, batin Sarah sambil menatap Mikhail dengan tajam.


Ckk!! Kamu pikir bisa menggoda daddyku nenek sihir jelek, batin Mikhail dengan tatapan tajam menatap Sarah.


"Cepat kerjakan perintah tuan muda" hardik Rehan menyadarkan Sarah dari lamunannya.


"Baik tuan Rehan" ucap Sarah berlalu pergi sambil memaki dalam hati.


Mikhail tersenyum smirk menatap kepergian Sarah menuju taman samping yaitu dekat taman kaca milik Valeria.


Pak Dev terus memantau pergerakan Mikhail saat melihat Mikhail yang berjalan mengikuti Sarah dari belakang menuju taman samping yang ada air terjun buatan.


Melihat tuan mudanya tak menuju taman kaca pak Dev merasa lega karena mengingat perintah Thomas tadi sebelum ia pergi.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Mikhail duduk di sofa sambil bersedekap tangan di dada dengan tatapan tajam menatap Sarah dengan dingin.


Tak berselang lama Rehan menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Mikhail yang sudah mulai memetik kelopak bunga di vas samping sofa.


Sepertinya pak Dev akan pusing sebentar lagi, batin Rehan sambil tersenyum menyeringai.


~ VA Corp ~


Mobil mewah Thomas akhirnya terparkir di lobby perusahaan. James pengawal pribadi Thomas sedari dulu segera membuka pintu untuk Thomas.


Alfarezi dan karyawan VA Corp sudah berbaris rapi di depan pintu masuk untuk menyambut kedatangan Thomas yang datang sebagai presdir hari ini.


"Selamat datang tuan" ucap Alfarezi dan semuanya dengan serentak.


Tatapan dingin dan tajam Thomas menatap lurus ke depan tak memperdulikan sambutan Alfarezi dan lainnya. Aura wibawa yang keluar dari tubuhnya sedari dulu membuat semua karyawan dan bergidik ngeri.


Mereka tak menyangka jika aura Thomas juga seperti istrinya yang sangat mengintimidasi lawan.


Thomas berjalan di ikuti James dan Alfarezi dari belakangnya menuju lift khusus petinggi menuju ruangan meeting di lantai 102.


"Apa semuanya sudah hadir?" tanya Thomas dengan suara dingin.


"Sudah tuan" jawab Alfarezi yang ikut bersama Thomas di lift petinggi.


Ting..............


Lift akhirnya sampai di lantai 102 ruang khusus meeting di VA Corp. Setelah masuk ke dalam ruang meeting semua peserta meeting segera berdiri dari tempat duduknya.


"Meeting kita mulai" ucap Alfarezi membuka meeting kali ini.


Masing-masing direktur cabang VA Corp mulai mempresentasikan laporan mereka selama 6 bulan terakhir.


"Bagaimana lajur krusial uang di perusahaan?" tanya Thomas tiba-tiba mengagetkan semua peserta meeting.


(Krusial adalah penting atau esensial untuk memecahkan masalah)


Bagaimana tidak karena saat ini giliran direktur SDM di VA Corp mempresentasikan rencana proyek untuk tahun depan.


"Maaf tuan? Tapi untuk krusial uang perusahaan di atur oleh direktur keuangan" jawab direktur SDM.


"Nilai mata uang kita berada di posisi atas dari mata uang dunia tuan. Untuk krusial uang perusahaan saat ini kami bagian keuangan sedang mengawasi Cash Flow untuk setiap anak cabang perusahaan dan proyek kantor utama" papar Hamzal direktur Keuangan VA Corp.


(Cash Flow adalah pengukuran jumlah uang tunai yang masuk keluar dari bisnis anda di waktu tertentu)


"Awasi setiap Cash Flow untuk semua anak cabang perusahaan dan sebentar bawakan laporannya ke ruanganku" ucap Thomas dengan suara tegas.


"Baik tuan"


"Alfarezi awasi tikus-tikus pekerja direktur Ali Syarif. Jika mereka berulah lagi singkirkan mereka karena aku tidak mau proyek ini berantakan" titah Thomas dengan suara dingin.


"Baik tuan"


"Beritahu pak tua itu jika tidak bisa mengurus karyawannya kita batalkan kerja sama ini!!" tegas Thomas dengan suara lantang.


"Tapi tuan proyek ini bernilai miliaran dollar dan ini akan membantu perusahaan ini semakin maju" potong direktur Pemasaran.


"Aku tidak perduli. Lagian perusahaan istriku tidak akan jatuh miskin hanya kehilangan beberapa miliar dollar!" bentak Thomas dengan suara tinggi.


Seketika semuanya diam tak bisa mengeluarkan satu kata pun karena memang yang dibilang Thomas benar adanya.


VA Corp adalah perusahaan terbesar urutan nomor 2 di dunia dan untuk kekayaannya bersih pemiliknya tidak ada yang tahu karena semuanya milik pribadi Valeria Anastasia Parker.


Berjam-jam Thomas dan direktur perusahaan meeting dengan suasana mencekam karena pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan Thomas tak bisa diprediksi.


Deg...............


Tiba-tiba jantung Thomas berdetak dengan cepat merasakan ada sesuatu yang terjadi. Pikirannya seketika melayang ke putranya yang ditinggal di kastil.


Thomas melirik James dan menyuruhnya mendekat lalu membisikan sesuatu. James mengangguk kepala dan berjalan keluar lalu mengambil hpnya dan menelpon pak Dev.


"Halo tuan James"


^^^"Dimana tuan muda?" tanya James to the point dengan suara dingin.^^^


"Tuan muda sedang berman di taman belakang dengan kedua peliharaan nyonya" ucap pak Dev sambil melihat Mikhail yang sedang bermain.


^^^"Awasi nyonya, tuan muda, dan nona muda"^^^


"Baik tuan James"


James segera mematikan panggilannya sepihak dan kembali masuk ke dalam ruang meeting dan memberitahu Thomas.


Thomas sedikit lega setelah mendengar ucapan James barusan yang sudah menelpon pak Dev menanyai kabar putranya.


"Alfarezi bawakan semua laporan 6 bulan terakhir setiap cabang perusahaan ke ruangan istriku" titah Thomas sambil berlalu pergi.


"Baik tuan"


Setelah Thomas keluar dari ruang meeting semua peserta meeting membuang napas dengan lega karena selama 9 jam mereka meeting tak ada satu pun yang bisa bernapas dengan baik.


"Sebelum pulang kirim laporan yang diminta tuan tadi ke ruanganku" ucap Alfarezi dengan suara tegas.


"Baik direktur Alfarezi" ucap semuanya dengan serentak.


~ Kastil Valeria ~


Thomas sampai di kastil tepat jam 21:00 malam dari perusahaan memeriksa semua laporan anak cabang perusahaan setelah meeting.


Wajah lelahnya seketika hilang melihat putranya yang sedang melempar mainannya ke Yorla dan Rehan di ruang keluarga.


"Son" panggil Thomas.


"Daddy" pekik Mikhail dengan suara kencang melihat kedatangan Thomas.


Hup...........


Mikhail melompat ke arah Thomas dan langsung ditangkapnya. Beruntung ia selalu merawat tubuhnya sehingga tak jatuh saat putranya itu melompat ke arahnya.


Meski umur Mikhail baru 3 tahun lebih tapi posturnya sudah seperti anak umur 5 tahun karena mengikuti perawakan Thomas yang bule.


"Siapa yang memandikanmu son?" tanya Thomas.


"Aunty Yorla daddy" tunjuk Mikhail ke arah Yorla.


Thomas kaget melihat mata Yorla yang menghitam bagian kiri. Yorla menatapnya dengan bibir mengerucut dengan wajah ditekuk.


"Jelaskan son!" titah Thomas dengan suara tegas.


"Itu salah aunty daddy" ucap Mikhail dengan santai.


"Hey setan kecil! You bilang salah eke. Ini semua karena you yang berontak tak mau mandi dan melempar botol sabun ke aunty" pekik Yorla dengan mata melotot tajam.


"Siapa suruh aunty berdiri disana dan tidak mengelak" ketus Mikhail dengan sinis.


"You!!! Awas ya aunty bakal ulek-ulek wajah tampan you yang menjengkelkan itu" hardik Yorla dengan emosi.


"Daddy what is ulek-ulek?" tanya Mikhail dengan bingung.


"Nama anjing uncle mungkin" jawab Thomas asal.


"Namanya jelek seperti wajah aunty Yorla" cibir Mikhail.


Hahahahaha............


Tawa Rehan seketika pecah mendengar ucapan keduanya tentang ulek. Yorla menatapnya dengan mata melotot karena kesal.


"Diam pak tua" hardik Yorla dengan kesal.


"Wah nama anjing loe itu ternyata ulek-ulek ya banci" ejek Rehan.


Yorla melempar bantal sofa ke arah Rehan tapi ia berhasil mengelaknya. Keduanya lalu kejaran di dalam kastil seperti kucing dan tikus.


"DIAM!" bentak Thomas yang merasa pusing dengan suara melengking keduanya.


Seketika keduanya diam di tempat tak kejaran lagi mendengar bentakan Thomas. Keduanya menunduk takut melihat wajah Thomas yang sedang marah saat ini.


"Pak Dev cambuk mereka 20 kali" titah Thomas dengan suara dingin.


"Apa! Jangan brother in law eke minta maaf" pekik Yorla dengan wajah memucat.


"Cepat pak Dev" teriak Thomas.


"Baik tuan" ucap pak Dev.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Mikhail tersenyum mengejek ke arah keduanya sambil menjulurkan lidahnya membuat Yorla dan Rehan melotot kesal.


Thomas lalu menyuruh putranya bermain sendiri karena ia ingin membersihkan tubuhnya. Setelah membersihkan tubuh ia lalu makan malam ditemani Mikhail.


Thomas menuju ruang kesehatan setelah menidurkan putranya di kamarnya di lantai 3.


"Hay honey bagaimana kabarmu?" tanya Thomas setelah mencium bibir dan kening Valeria.


Ia menggenggam erat tangan Valeria sambil menaruhnya di pipinya. Matanya tertuju ke arah sang istri yang belum juga bangun dari koma selama ini.


"Apa disana sangat indah dan membuatmu betah disana honey.........hiks hiks hiks.........aku merindukanmu honey" lirih Thomas berderai air mata.


Malam itu ia menangis hingga tertidur sambil duduk di kursi samping brankar Valeria. Tak berselang lama pintu ruangan Valeria terbuka dengan pelan.


Sarah pelayan yang terobsesi dengan Thomas berjalan dengan langkah pelan agar tak ada bunyi. Matanya berkilat penuh napsu melihat tubuh Thomas yang hanya di balut baju tidur model bathrobe.


"Malam ini kamu akan jadi milikku sayang" gumam Sarah sambil mengeluarkan botol semprotan kecil dari dalam lingerie seksi yang berwarna merah.


Ia lalu berjalan ke arah Thomas dengan pelan tak ingin Thomas terbangun.


Eeugghhh..........


Thomas menggeliat dalam tidurnya sehingga tangan Valeria terlepas dari genggamannya. Melihat hal itu Sarah bernapas lega karena Thomas tidak terbangun.


Matanya berkilat penuh napsu mencium bau maskulin Thomas yang membuat gairah dalam tubuhnya semakin menjadi.


Saat Sarah ingin menyemprot cairan itu ke wajah Thomas seketika tangannya di genggam dengan sangat kuat membuat matanya terbelak.


Tatapan matanya beradu dengan mata hitam tajam milik Valeria yang baru saja terbuka.


Krek.............aaarrrghhh...........


Teriak Sarah menggelegar kesakitan karena tiba-tiba tangannya di patah oleh Valeria yang baru saja terbangun. Thomas seketika terbangun saat mendengar teriakan Sarah.


"Apa yang kamu lakukan ja***g sialan!" bentak Thomas menggelegar menatap Sarah dengan tatapan membunuh.


❄❄❄❄❄


To be continue............