Love Struggle

Love Struggle
Chapter 35



🌻Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, apa yang kamu inginkan pasti akan kamu dapatkan asal sabar, usaha, dan ikhlas dalam doa🌻


.


.


.


.


Bagas menjalani kehidupannya di negeri orang dengan memendam rasa rindu kepada keluarganya. Bagas bertekad ingin segera menyelesaikan kuliahnya agar bisa berkumpul bersama keluarganya.


Bukan tanpa alasan ia ingin menyelesaikan kuliahnya, tapi semenjak tahu Valeria mendapat masalah ia memilih untuk cepat-cepat menyelesaikan kuliahnya. Bagas tak ingin Valeria mendapat kesulitan saat tidak bersamanya.


"Tunggu kangmas dek secepatnya kangmas segera pulang" ucap Bagas yang melihat foto dirinya bersama Valeria di hpnya.


"Wooww..........dia seperti bidadari men" puji Riel.


"Ya kamu benar dia seperti bidadari yang turun ke bumi" ucap Bagas sambil tersenyum manis.


"Apa aku tidak salah lihat Bagas?" tanya Riel.


"Apa?" tanya Bagas dengan bingung.


"Baru kali ini aku lihat kamu tersenyum dengan tulus tidak seperti biasanya mukamu datar saja"


"Hemmmm"


"Dia pacar kamu"


"No, dia adik aku yang paling aku sayang"


"Really?" tanya Riel tidak percaya.


"100% benar"


"Dia sangat cantik men! Aku tidak menyangka kamu punya adik yang sangat cantik" puji Riel dengan decak kagum.


"Hemmm"


"Boleh aku mendekatinya?" tanya Riel dengan tatapan penuh harap.


"Boleh saja jika kamu ingin namamu ada di salah satu batu nisan" ucap Bagas dengan sorot mata tajam.


"Oke oke! Aku tidak akan mendekati adikmu men" ucap Riel menyerah sebelum berjuang.


"Hemmmm"


Riel tahu jika saat Bagas menatap dengan tatapan tajamnya, berarti itu menandakan apa yang di dikatakannya akan menjadi kenyataan.


~ Solo, Indonesia ~


Berbeda dengan kehidupan Bagas di Inggris, di Solo tempat kelahiran Valeria ia menjalani hari-harinya dengan perasaan yang tidak menentu.


Valeria merasa seperti akan ada sesuatu yang terjadi tapi entah itu apa. Sudah beberapa malam ia terus memimpikan hal yang sama setiap malam.


Pertama kali Valeria bermimpi ia menganggap itu hanya bunga tidur saja, tapi setelah lewat 3 hari ia terus bermimpi hal yang sama.


~ SMP Kencana ~


Valeria yang terus memikirkan mimpinya tidak mengetahui jika Rini teman sekelasnya ada bertanya. Rini mengerutkan keningnya dengan bingung pasalnya Valeria tidak menjawab pertanyaannya.


"Valeria" ucap Rini dengan suara agak tinggi.


Seketika Valeria kaget mendengar teriakan Rini yang sangat kencang. Bahkan teman sekelas mereka pada menatap keduanya dengan bingung.


"Sorry guys udah ganggu kalian" ucap Rini sambil terkekeh malu.


"Kenapa loe teriak-teriak segala" ucap Valeria dengan bingung.


"Hehehehe..........maaf Val tadi gue lagi nanya sama loe tapi loe diam aja melamun. Jadi gue panggil nama loe dengan kencang biar loe sadar" ucap Rini sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Hmmm! Ngak apa-apa. Btw ada apa?" tanya Valeria.


"Gue cuman mau minjam buku Fisika loe Val sekalian mau nanya kapan kita kerjain tugas kelompok Bahasa"


"Oh. Ini bukunya" ucap Valeria sambil memberikan buku Fisika miliknya.


"Lalu belajar kelompok Val?" tanya Rini.


"Gimana kalau pulang sekolah aja kita kerjain"


"Oke nanti gue beritahu teman kelompok kita yang lain"


"Sekalian loe tanya mereka mau ngerjain dimana"


"Oke Val"


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Rini lalu bergegas ke tempat duduknya dan juga memberitahukan teman kelompok mereka tentang tugas kelompok mereka. Setelah berunding ingin mengerjakan dimana Rini langsung memberitahu Valeria.


"Val anak-anak setuju dan mereka nyuruh kita ngerjain di rumahnya Tika"


"Tika" ucap Valeria sambil mengangkat alisnya sebelah.


"Ups sorry Val gue lupa kalau kita satu kelompok sama Tika" ucap Rini yang baru sadar apa yang terjadi di antara Valeria dan Tika.


"It's oke ini itu urusan tugas jadi ngak ada sangkut paut sama urusan pribadi gue"


"Benar ngak apa-apa Val?" tanya Rini dengan tidak enak.


"Santai aja emang ngak ada masalah kok buat gue" ucap Valeria sambil tersenyum manis.


"Oke deh kalau loe ngak keberatan" ucap Rini dengan lega.


"Heeemmm"


Rini lalu kembali ke tempat duduknya, Valeria membuang napasnya dengan kasar karena harus menghadapi Tika. Ia belum bisa memaafkan perbuatan Tika dan Sari waktu itu.


Loe bisa Val ngak boleh terlalu memikirkan pengkhianat seperti mereka, batin Valeria.


Waktu tak terasa sudah berlalu dengan sangat cepat, sesuai kesepakatan mereka tadi sepulang sekolah mereka segera bergegas menuju rumah Tika untuk belajar kelompok.


"Ca loe pulang duluan aja soalnya gue masih mau belajar kelompok" ucap Valeria di parkiran sekolah.


"Loe kerja kelompok dimana?" tanya Bianca.


"Di rumah Tika"


"Ya udah gue balik dulu ya"


"Hati-hati Ca"


"Iya Val loe juga" ucap Bianca sambil tersenyum manis.


"Hemmmm"


Bianca dan pak Udin lalu bergegas pulang ke mansion. Valeria juga segera beranjak ke mobil jemputan Rini untuk ke rumah Tika.


~ Cafe Mix ~


Bukannya pulang ke mansion tapi Bianca menyuruh pak Udin untuk ke cafe Mix. Sampai di cafe Bianca menyuruh pak Udin pulang saja karena ia akan lama.


Setelah melihat pak Udin sudah pergi Bianca segera masuk ke dalam cafe. Hari ini ia ada janjian dengan tante Sisil, saat masuk ke cafe Bianca segera mengedarkan pandangannya.


Setelah melihat keberadaan tante Sisil ia segera menuju ke meja tante Sisil. Sampai di sana ternyata tante Sisil sedang bersama seorang pria paruh baya berumur sekitar 50.


"Tante Sisil" ucap Bianca.


"Sayang kamu sudah nyampe" ucap tante Sisil sambil melihat Bianca di depannya.


"Iya tante"


"Ayok duduk sayang"


Bianca segera menarik kursi di depannya yang berhadapan dengan tante Sisil dan seorang pria paruh baya. Sedari tadi pria itu terus melihat Bianca dengan tatapan sulit di artikan.


"Sayang kenalin ini suami tante" ucap tante Sisil menunjuk pria di sampingnya.


"Halo om, kenalin aku Bianca" ucap Bianca sambil menyodorkan tangannya.


"Hahaha..........makasih om atas pujiannya" ucap Bianca sambil tertawa.


"Panggil saja om Arya" ucap Arya sambil menjabat uluran tangannya Bianca.


"Iya om" ucap Bianca sambil tersenyum manis.


Sepertinya gadis ini cocok jika aku kenalkan ke rekan kerjaku yang ingin mencari daun muda, batin Arya tersenyum licik.


"Mas singkirkan pikiran negatifmu dari keponakan aku ya karena dia itu anak dari sahabat yang paling aku sayang" bisik tante Sisil seakan tahu tujuan suaminya.


"Jika dia sendiri yang mau bukan salah aku sayang" bisik om Arya dengan cekikan.


"Aku pastikan ngak akan sampai terjadi seperti yang kamu katakan mas"


"Kita lihat saja ke depannya sayang"


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Bianca mengerutkan keningnya melihat kedua orang di depannya. Pasalnya sejak tadi keduanya sibuk berbisik tidak tahu membicarakan apa.


Sial apa om Arya dan tante Sisil ngak lihat gue di depan mereka ya, batin Bianca dengan kesal.


Tante Sisil yang melihat perubahan raut wajah Bianca seketika tersadar. Ia cekikan merasa malu karena sudah membiarkan keponakannya seperti tidak di anggap di sini.


"Maaf ya sayang om kamu ini orangnya usil banget" ucap tante Sisil berbohong.


Om Arya tersenyum penuh arti mendengar ucapan istri simpanannya barusan. Ya tanpa Bianca tahu jika tante Sisil sebenarnya hanya nikah siri dengan om Arya bahkan saat ini om Arya masih mempunyai istri sah.


"Ngak apa-apa tante tapi lain kali jangan lupain keberadaan Bianca" ucap Bianca dengan suara dingin.


"Iya sayang maaf ya" ucap tante Sisil.


"Hemmmm"


Tante Sisil sebenarnya kaget melihat perubahan wajah Bianca dan cara bicaranya. Ia lalu mengingat jika sahabatnya itu adalah orang yang pandai menutup ekspresinya.


Sepertinya Bianca sama seperti Siska yang pandai banget memainkan emosinya, batin tante Sisil.


"Gimana kabar rumah tangga ayah kamu sayang?" tanya tante Sisil.


Bianca kaget mendengar pertanyaan tante Sisil. Ia lalu melihat ke arah om Arya karena tidak tahu harus berkata apa, seakan tahu tatapan Bianca yang melihat ke arah suaminya ia segera memberitahu alasannya.


"Tenang aja om Arya udah tahu semuanya kok" ucap tante Sisil menjawab pertanyaan Bianca.


"Baiklah tante" ucap Bianca.


"Jadi? Gimana rumah tangga ayah kamu?" tanya tante Sisil kembali.


"Mereka kembali berdamai seperti dulu tante" ucap Bianca dengan menghembuskan napasnya dengan kasar.


"Jadi gagal rencana kita waktu itu"


"Iya tante"


"Sial! Padahal tante pikir semuanya sudah berjalan sesuai rencana" dengus tante Sisil dengan emosi.


"Apa yang harus kita lakuin sekarang tante?" tanya Bianca dengan bingung.


"Tante ngak tahu sayang"


"Aku ada ide sayang" ucap om Arya yang sedari tadi hanya diam saja.


"Apa itu mas?" tanya tante Sisil dengan cepat.


"Tapi ide ini sedikit berisiko" ucap om Arya.


"Maksudnya mas?" tanya tante Sisil.


"Kita pakai cara lama waktu kamu masih di tempat lama" ucap om Arya sambil tersenyum penuh arti.


"Maksud mas kita harus" ucap tante Sisil yang langsung di potong om Arya.


"Bingo tepat sesuai yang kamu pikirkan sayang"


"Ide yang sangat berlian mas" ucap tante Sisil sambil tersenyum penuh arti.


"Om sama tante ngomong apa sih?" tanya Bianca dengan penasaran.


"Tante sama om punya ide yang sangat brilian bahkan dengan cara ini tante yakin saudara tiri kamu akan di usir dari mansion"


"Apa tante yakin?" tanya Bianca selidik.


"Sangat yakin sayang! Bahkan ide ini sangat menguntungkan buat kamu"


"Oke Bianca ikut rencana tante" ucap Bianca dengan tegas.


"Tapi ide juga punya resikonya" ucap om Arya dengan serius.


"Maksudnya om?" tanya Bianca sambil mengangkat alisnya sebelah.


"Rencana ini tidak semudah yang kamu pikirkan, bahkan salah sedikit kamu yang akan jatuh dalam rencana ini"


Bianca diam memikirkan ucapan om Arya, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini. Di satu sisi ia tertarik dengan rencana ide itu tapi ia juga tidak mau ambil resiko dengan rencana ini.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Melihat kebimbangan Bianca tante Sisil lalu membisikan rencana meraka. Bianca kaget bukan main setelah mendengar rencana tante Sisil.


Ia akui rencana ini sangat berisiko karena salah sedikit saja maka ia yang akan terjatuh dalam lubang yang ia gali untuk tangkapannya.


"Kamu pikirkan saja rencana ini jangan terburu-buru"


"Baik tante" ucap Bianca.


Ketiganya lalu membicarakan rencana mereka baik keuntungan dan kerugian dari rencana tersebut. Setelah membahas panjang lebar Bianca lalu diantar pulang oleh orang suruhan om Arya.


~ Mansion Kusumo ~


Sepulangnya dari cafe mix Bianca segera masuk ke dalam mansion. Bi Susi dan pelayan yang menyapanya tidak di pedulikan oleh Bianca.


Melihat hal tersebut para pelayan semakin tidak menyukai sikap Bianca yang bergaya seperti nona muda di mansion. Setelah menganti pakaian Bianca lalu beristirahat.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 19:00. Saat ini Valeria dan Bianca sedang makam malam bersama, sedangkan Arinta dan Budi belum pulang karena masih menghadiri undangan rekan kerja Budi.


Selesai makan makam Valeria lalu pamit pada Bianca segera ke kamarnya. Baru saja tiba di anak tangga Valeria lalu berbalik melihat bi Susi.


"Bi tolong anterin teh hijau ke kamar Valeria ya" pinta Valeria sambil tersenyum manis.


"Baik non" ucap bi Susi.


Bi Susi lalu membuatkan teh hijau pesanan Valeria. Bianca yang sedari tadi melihat hanya duduk diam saja, ia tidak perduli apa yang ingin di lakukan oleh Valeria saat ini.


Tepat pukul 23:40 bunyi deru mobil Budi berhenti di depan mansion. Bianca yang saat itu hendak ke luar kamar menuju dapur mengurungkan niatnya saat mendengar ucapan Budi dan Arinta.


"Jadi Bagas akan kembali 1 tahun lagi ya mas" ucap Arinta.


"Iya sayang, tapi kata Bagas ia bisa kembali pulang sebelum setahun" ucap Budi.


"Aku udah ngak sabar ketemu sama putra aku mas" ucap Arinta dengan senang.


"Aku juga sayang. Bahkan saat Bagas pulang aku sudah berencana memberi dia jabatan di perusahaan"


"Jabatan apa yang akan mas kasi ke Bagas"


"Aku akan memberinya jabatan sebagai manajer biar Bagas bisa mempelajari perusahaan dari bawah sebelum memimpin kelak"


"Ide yang bagus mas"


"Hemmmm"


Keduanya lalu masuk ke dalam kamar di samping ruang studio Bianca. Sedangkan Bianca memikirkan setiap ucapan ayah dan tante Arinta.


"Aku harus cepat menyingkirkan Valeria sebelum kangmas Bagas pulang" ucap Bianca dengan panik.


❄❄❄❄❄


To be continue...........


Jangan lupa beri dukungan kalian lewat vote, like, komen, dan rating yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀