
π»Kemampuan paling terbaik adalah ketika kamu tahu sesuatu tapi kamu pura-pura tidak tahuπ»
.
.
.
.
Entah kenapa Thomas merasa jika foto-foto itu pasti akan di kirim ke istrinya dan dalang di balik itu pasti menginginkan kehancuran pernikahannya dan Valeria.
Aku harus memberitahu hal ini ke istriku karena aku tidak mau ada salah paham nantinya, batin Thomas sambil mengetuk meja.
Thomas mengambil hpnya dan kembali menghubungi sang istri tapi hanya ada suara operator saja.
"****! Kemana sih Valeria" umpat Thomas dengan kesal.
Berulang kali ia terus menelpon Valeria tapi tetap nomornya tidak aktif. Sudah dari pagi istrinya tak ada kabar dan karena hal itu Thomas tidak berpikir sampai untuk melacak GPS Valeria.
~ Blue Ocean Apartment ~
Thomas terus mengumpat dan memaki saat menelpon Valeria setelah tiba di apartemen. Dengan kesal ia melempar dasi dan jas yang ia pakai ke sembarang arah.
Ceklek.............
Karena sibuk mengumpat ia tidak mendengar jika pintu apartemennya baru saja dibuka. Valeria berjalan dengan langkah pelan sehingga tidak ada suara.
Sampai di ruang TV ia bersandar di tembok melihat kelakuan suaminya yang sedang memaki karena nomornya tak aktif.
Gini amat kelakuan suami gue, batin Valeria tak habis pikir.
Grep...........
Tubuh Thomas tersentak saat tiba-tiba di peluk dari belakang dan saat mencium wangi yang sangat ia kenali dengan cepat ia berbalik ke belakang.
"Suprise honey" (kejutan sayang) ucap Valeria sambil tersenyum manis.
"Kamu nyata" ucap Thomas yang berpikir ini hanya khayalannya saja.
"Ckkk! Jadi kamu pikir aku ini hanya ilusi" ketus Valeria dengan tatapan tajam.
Ia lalu melepas pelukannya dan berlalu menuju kamar sambil membanting pintu kamar mengagetkan Thomas.
"Honey kamu pulang" teriak Thomas yang baru sadar.
Grep............
Thomas memeluk tubuh Valeria dengan erat dari belakang saat masuk ke kamar. Ia mencium kepala Valeria dan lehernya merasa sangat senang.
"I miss you badly honey" (aku sangat merindukanmu sayang) ucap Thomas dengan suara lembut.
"I miss you too honey" balas Valeria sambil mengelus tangan sang suami di perutnya.
Cup..............
Thomas mencium bibir Valeria dengan lembut, lama kelamaan ciuman itu berubah menjadi menuntut. Tak lama suara de***an keduanya bergema di dalam kamar hingga keduanya melewatkan makan malam.
Tak terasa waktu pun semakin cepat berlalu dan sudah pagi lagi. Valeria mengerjab matanya beberapa kali menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam kamar.
Valeria melepas pelukan suaminya dengan pelan lalu memakai kimono dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Selesai mandi Valeria mengirim pesan ke Ares untuk mengantar sarapan buatnya dan Thomas. Selesai memakai perawatan wajah di pagi hari ia keluar dari kamar hanya memakai baju tidur bertali satu yang sangat tipis dan pendek.
"Bagaimana keadaan mereka?" tanya Valeria menatap suasana pagi sambil minum jus buatan Ares.
"Kondisi eyang putri menurun dari 3 hari yang lalu nyonya dan saat ini berada di rumah sakit Kota. Sedangkan kedua orang itu masih sama seperti waktu itu sering melamun memikirkan nyonya" papar Ares.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Hehehehe..............
Valeria terkekeh mendengar penjelasan Ares mengenai kedua mantan orang tuanya itu. Padahal mereka sendiri yang mencoretnya dari daftar keluarga dulu tapi sekarang mereka seakan tidak tahu malu menginginkannya kembali.
"Apa yang kamu lakukan disini sialan!" bentak Thomas bergema dari lantai 2.
Valeria berbalik menatap suaminya yang menuruni tangga dengan wajah kesal. Ia tahu suaminya pasti sangat cemburu melihat keberadaan Ares disini.
"Honey kamu sudah bangun?" tanya Valeria menyambut suaminya di bawah.
Cup...........
Thomas mencium bibir Valeria tak perduli dengan keberadaan Ares. Ia lalu menatap Ares dengan tatapan kesal karena keberadaannya disini.
"Kenapa berengsek ini ada disini" ketus Thomas dengan kesal.
"Aku yang suruh dia kesini buat nganterin sarapan kita honey"
"Ada pelayan honey. Tidak harus dia juga" dengus Thomas.
"Aku tidak bisa makan sembarang makanan buatan orang lain honey. You know that" (kamu tahu itu) tegas Valeria dengan suara dingin.
"Ckk!"
Thomas mendengus kesal mendengar ucapan istrinya melihat hal itu Valeria berpikir bagaimana reaksi suaminya jika tahu siapa sebenarnya Ares.
Selesai sarapan Valeria membantu suaminya untuk bersiap ke kantor meski suaminya terus merajuk agar ia ikut ke perusahaan.
"Ayolah honey" ucap Thomas sambil memeluk Valeria tak ingin lepas.
"Nanti aku antar makan siang buat kamu honey"
"Beneran honey?" tanya Thomas dengan wajah berbinar.
"Heemmm"
"Aku tunggu honey"
"Nanti aku akan ke mansion Xavier antar hadiah buat Xander honey"
"Baiklah honey. Ingat jangan satu mobil sama Ares" ucap Thomas dengan tatapan tajam.
"Iya honey"
Setelah mengantar suaminya ke depan pintu apartemen Valeria segera menyuruh Ares masuk dan membawa pelayan untuk membersihkan apartemen.
Tepat pukul 11:30 Valeria bergegas pergi bersama Ares tapi sebelum itu ia membeli makan siang buat suaminya dan mengantarnya ke perusahaan.
Kebetulan suaminya mengirim pesan jika ia akan meeting di luar bersama Albert dan Xavier di jam makan siang jadi tidak bisa makan siang bersama.
~ Mansion Xavier ~
Drummm............drrumm.......
Bunyi beberapa mobil masuk ke halaman mansion Xavier setelah satpam melihat siapa yang datang. Saat di dalam mobil Valeria mengerutkan keningnya melihat Chloe dan para pengawalnya sedang berdiri di depan mansion.
"Valeria" ucap Chloe dengan senang melihat siapa yang datang.
Valeria berjalan dengan santai menghampiri Chloe membuat semua pengawal di sana tak bisa memalingkan mata mereka melihat keindahan ciptaan Tuhan di depan mereka.
Dari balik kaca matanya Valeria menatap seorang perempuan yang sedang di peluk Chloe dan tak lama ia tersenyum menyeringai melihat gelagat aneh perempuan itu.
Bodoh, batin Valeria mengejek keamanan di mansion Xavier.
"Selamat datang Mrs. Parker" ucap Mike dengan sopan.
Crash.............crash.........
Aarrgghhh...........
Chloe berteriak dengan mata melotot melihat apa yang dilakukan oleh Valeria. Dengan santainya Valeria menebas kedua lengan perempuan yang sedang di peluk Chloe sehingga darahnya terkena baju Chloe.
"Ap.....a yang l.....oe lakuin Val?" tanya Chloe dengan terbata-bata.
"Dia seorang mata-mata"
"Dia lagi hamil Val. Kenapa loe lakuin itu" pekik Chloe dengan marah.
"Ares" ucap Valeria memberi isyarat.
"Dia tidak hamil nyonya" ucap Ares setelah memindai tubuh perempuan itu yang sudah berlumuran darah di tanah.
"Apa" ucap Chloe dan lainnya dengan kaget.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Kalian sangat bodoh" ejek Valeria sambil mengelap pisau lipatnya yang terkena darah.
Chloe sendiri sudah di papah pak Max masuk ke dalam mansion karena tubuhnya seketika lemas melihat aksi Valeria.
Are she is psycopath?, (apa dia seorang psycopath) batin Mike.
"Yes i am" ucap Valeria sambil terkekeh melihat Mike.
Deg..........
Jantung Mike berdetak dengan cepat mendengar hal tersebut dan tiba-tiba bulu kuduknya merinding melihat Valeria dan Ares yang sudah masuk ke dalam mansion.
"Val loe sangat kejam" ucap Chloe dengan wajah pucat.
"Terima kasih buat pujiannya dan satu lagi loe itu bodoh" balas Valeria dengan santai duduk di sofa.
"Apa maksud loe?" tanya Chloe dengan bingung.
"Percuma loe punya banyak pengawal di sini tapi loe biarin musuh loe masuk dengan bebas ke sini"
"Loe ngak pikir apa keselamatan anak loe dan janin loe itu" sinis Valeria dengan tatapan mengejek.
"Gue"
"Selamat ya loe udah buat pengawal loe dalam masalah besar sebentar lagi"
Deg.........
Jantung Chloe berdetak dengan cepat memikirkan ucapan Valeria. Ia baru sadar jika perbuatannya tadi akan membuat para pengawal dan pelayan mendapat masalah dari suaminya.
"Aunty Valeria" pekik Xander melihat keberadaan Valeria.
"Hai boy"
"Dimana hadiahku aunty?" tanya Xander to the point.
Ares lalu memberikan paper bag berukuran sedang kepada Xander yang sedari tadi ia pegang. Saat membuka hadiah tersebut Xander senang bukan main karena hadiah yang diberikan Valeria sesuai seleranya.
"Thank you aunty"
"Your welcome boy"
"Mommy your bleeding" (mama, kamu berdarah) pekik Xander dengan mata melotot.
"Non son ini bukan darah" ucap Chloe.
"No mommy, this is blood" (tidak mama, ini darah) teriak Xander bergema di dalam mansion.
"Siapa yang berdarah" ucap Xavier melengking dari pintu mansion.
Valeria melihat Chloe sambil tersenyum mengejek seakan berkata Silahkan melihat kemarahan suamimu Chloe.
Ia tak perduli dengan Xavier yang mengamuk di depannya karena menurutnya itu tidak penting dan memilih mengecek email masuk di iPad.
"Valeria Anastasia Parker" teriak Thomas bergema di dalam mansion.
"Honey" ucap Valeria sambil berdiri menyambut suaminya.
Mata Thomas melotot kaget melihat pakaian yang digunakan oleh istrinya. Bagaimana tidak Valeria memakai dress berlengan satu yang ukurannya sangat pendek.
"Tutup mata kamu Ares!" bentak Thomas dengan suara tinggi.
Ares menatap Thomas dengan wajah datar dan dingin seakan tidak perduli dengan ucapan Thomas. Thomas melepas jasnya dan memakaikan ke tubuh Valeria.
"Apa yang kamu lakukan honey" hardik Valeria tak terima karena Thomas menghancurkan gaya fashion yang ia pakai.
"Pulang nanti aku bakar semua baju kurang bahanmu itu" ucap Thomas dengan suara dingin.
"Jangan coba-coba honey" ucap Valeria tak mau kalah.
"Ingat petuah suami istri honey"
"Ckkk!" dengus Valeria dengan kesal karena tak bisa berkutik mendengar kata itu.
Thomas tersenyum smirk menatap istrinya dan membawanya ke sofa. Keduanya duduk saling berdempetan karena Thomas memeluk pinggangnya dengan posesif.
βββββ
To be continue...........