
π»Ingatlah setelah hujan ada pelangi begitu pula dengan tiap kehidupan dimana setelah kesedihan akan ada kebahagianπ»
.
.
.
.
Ternyata keberangkatan Arinta ke Jakarta di majukan. Bukan besok tapi hari ini ia bersama Budi dan Bianca akan berangkat ke Jakarta.
Sejak subuh Arinta sudah mulai mengepak semua pakaian miliknya dan suaminya di bantu oleh bi Susi. Budi yang terbangun akan suara berisik segera mengedarkan pandangan mencari asal suara.
Budi melihat istrinya sedang membereskan semua pakaian mereka di walk in closet. Bi Susi yang keluar dari walk in closet segera menunduk setelah melihat tuannya sudah bangun.
"Keluar" ucap Budi dengan suara serak karena baru bangun.
"Baik tuan" ucap bi Susi tetap menunduk.
Setelah melihat bi Susi sudah pergi Budi segera memakai kimono dan berjalan menuju walk in closet. Tiba di dalam walk in closet Budi melihat istrinya yang sangat sibuk bahkan tak menyadari kehadirannya.
Grep...............
Arinta tersentak saat ada yang memeluknya dengan tiba-tiba. Tahu siapa yang memeluknya ia hanya diam dan menikmati kehangatan dari suaminya yang sudah ia rindukan selama beberapa hari ini.
"Maaf" ucap Budi dengan tulus.
"Jangan minta maaf sama aku mas tapi sama anak kita" ucap Arinta dengan suara lembut.
"Heeemmmm"
Arinta tahu suaminya memiliki ego yang sangat tinggi. Meski ia salah tapi ia tidak akan mengakui kesalahannya.
"Jangan lagi ada kekerasan untuk anak-anak kita mas" pinta Arinta dengan sedih.
Budi membalikkan tubuh sang istri karena ia tahu saat ini Arinta pasti sedang menangis. Dan benar saja dugaannya air mata sang istri sudah mengalir di kedua pipinya.
"Jangan menangis sayang hati aku sakit lihat kamu menangis" ucap Budi sambil menghapus air mata Arinta.
"Minta maaf sama Valeria mas karena dia itu putri kita satu-satunya" pinta Arinta dengan tulus.
"Iya sayang pulang dari Jakarta aku akan bicara dengan Valeria"
"Terima kasih mas"
"Heeemmm"
Cup.......
Budi mencium kening Arinta dengan lembut dan kembali memeluk tubuh istrinya. Sudah 3 hari ia di diamkan oleh Arinta dan Budi bisa gila jika terus seperti ini.
Setelah saling memaafkan dan mengeluarkan semua isi hati, keduanya lalu keluar untuk sarapan sambil membawa 2 koper besar. Valeria yang merasa sudah lebih baik juga turut ikut sarapan di meja makan.
"Pagi sayang" ucap Arinta menyapa Valeria tidak dengan Bianca.
"Pagi juga bu" ucap Valeria sambil tersenyum manis.
Berbeda dengan Budi ia hanya melirik sebentar tanpa berniat menyapa sang anak. Valeria juga tak mau kalah membalas perlakuan sang ayah karena ia sudah sangat kecewa kepada Budi.
Bianca yang melihat keduanya saling diam tersenyum dalam hati. Ia sudah tidak sabar untuk menjalankan rencananya bersama tante Sisil dan om Arya.
"Sebentar lagi" gumam Bianca dengan suara sangat pelan.
Valeria yang melihat Bianca tersenyum sinis barusan mengerutkan keningnya. Ia tak tahu apa maksud dari senyuman Bianca barusan.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Valeria" panggil Arinta.
"Iya bu" ucap Valeria.
"Hari ini ibu, ayah, dan Bianca akan ke Jakarta"
"Loh bukannya besok baru ibu berangkat ya?" tanya Valeria dengan bingung.
"Jadwal ibu dimajukan sayang soalnya ibu harus stand by disana sebelum acara"
"Oh baiklah bu"
"Apa kamu akan ke sekolah hari ini sayang?" tanya Arinta.
"Rencananya besok baru Valeria masuk bu"
"Baiklah sayang ingat jaga kesehatan selama ibu dan ayah ngak ada ya nak"
"Iya bu"
"Jangan lupa minum obatmu dan jika ada apa-apa segera hubungi ibu atau ayah"
"Iya bu"
Budi hanya mendengar pembicaraan keduanya tanpa berniat mengatakan satu kata pun. Valeria sendiri tidak perduli lagi dengan sang ayah yang hanya diam saja tanpa berkata apapun.
Setelah sarapan Valeria mengantar kepergian kedua orang tuanya bersama Bianca di depan mansion. Saat tiba di depan Valeria melihat asisten ayahnya sudah stand by di samping mobil.
"Jaga diri kamu ya sayang" ucap Arinta dengan suara lembut.
"Ibu juga jaga diri selama di sana" ucap Valeria.
"Pasti nak" ucap Arinta.
"Val gue pergi dulu ya" ucap Bianca sambil memeluk Valeria.
"Gue ngak akan biarin masalah ini cepat berlalu Ca" bisik Valeria.
"Gimana rasanya di pukul sama ayah loe sendiri bahkan ayah ngak percaya lagi thu sama loe"
"Mending loe siap-siap aja jika gue dapat bukti kalau lor dalang di balik semua ini! Jangan harap loe bisa lolos gitu aja" ucap Valeria memperingati Bianca.
"Hehehehe............gue tunggu" ucap Bianca sambil terkekeh.
Bianca segera melepaskan pelukannya dan menampilkan wajah polosnya lagi. Mereka lalu masuk ke dalam mobil yang akan mengantar mereka semua ke bandara.
Sebelum loe dapat buktinya gue yang bakalan hancurkan loe lebih dulu, batin Bianca sambil tersenyum sinis.
Valeria tahu sedari tadi Bianca menatapnya dengan tatapan sinis dari dalam mobil. Tapi ia tidak perduli karena yang lebih penting saat ini bagaimana caranya untuk mendapatkan bukti.
"Ahhh! Mending gue nelpon aja ka Rendi" ucap Valeria.
Valeria segera mengambil hpnya dan menghubungi Rendi. Pada dering keempat barulah Rendi menjawabnya.
"Halo"
^^^"Halo ka Rendi, apa gue ganggu?" tanya Valeria.^^^
"Ngak kok Val, ada apa?" tanya Rendi to the point dari seberang.
^^^"Ka Rendi punya waktu ngak sekarang"^^^
"Sekarang sih gue masih mau ngampus dulu, paling sekitar jam 11 gitu baru selesai"
^^^"Oh gitu ya ka"^^^
"Emang kenapa Val"
^^^"Gue mau minta bantuan ka Rendi"^^^
"Ya udah gimana kalau jam 11 kita ketemuan di cafe Rainbow"
^^^"Ide bagus ka"^^^
"Ya udah gue matiin dulu ya Val udah nyampe kelas nih"
^^^"Iya ka"^^^
Rendi lalu mematikan panggilannya, Valeria lebih memilih untuk meminta bantuan kepada Rendi. Ia bisa saja memberitahu kangmasnya tapi ia tidak mau Bagas sampai tahu perbuatan sang ayah.
"Kangmas Valeria berharap kangmas ngak pernah benci ayah dan ibu" ucap Valeria dengan sendu.
Valeria tak menyangka jika ia akan merasakan bagaimana amarah sang ayah dan ibu. Meski ia tidak pernah berbuat salah selama ini dan semua yang mereka tuduhkan padanya itu adalah fitnah.
~ Rainbow Cafe ~
Sesuai janjian Valeria dan Rendi tepat pukul 11:00 Valeria sudah tiba di cafe Rainbow. Valeria yang diantar oleh pak Udin ke cafe segera menyuruh pak Udin untuk pulang saja.
Selang 10 menit pintu cafe terbuka dan masuklah Rendi. Ia mengedarkan pandangannya mencari Valeria, setelah menemukan apa yang ia cari Rendi segera berjalan menuju meja Valeria.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Sorry gue telat" ucap Rendi saat tiba di depan meja Valeria.
"Ngak apa-apa kok ka. Lagian gue baru aja nyampe 10 menit yang lalu" ucap Valeria sambil melihat Rendi.
"Heemmm"
Rendi lalu menarik kursi di depan Valeria. Sebelum Valeria berbicara Rendi terlebih dulu memesan makan siang untuk mereka berdua.
"Sebelumnya gue minta maaf karena udah ganggu waktu ka Rendi"
"Santai aja kok lagian loe kayak sama siapa aja" ucap Rendi sambil terkekeh.
"Hemmm"
"So apa yang bisa gue bantuin?" tanya Rendi to the point.
"Gue mau minta tolong ka Rendi buat cari tahu siapa yang udah nyebar gosip ke ayah kalau gue saat ini sedang pacaran" ucap Valeria dengan tatapan tajam.
"What loe pacaran?" tanya Rendi dengan suara tinggi.
"Pelan-pelan aja kak ngak usah buat keributan deh" ketus Valeria dengan kesal karena mereka sudah menjadi pusat perhatian.
"Hehehe........sorry gue kan kaget" ucap Rendi sambil terkekeh.
"Heeemmm"
"Jadi beneran loe udah punya pacar Val?" tanya Rendi dengan penasaran.
"Kakak tuli ya! Kan tadi gue bilang ada yang nyebar gosip tentang gue" ucap Valeria sambil menatap tajam Rendi.
"Sorry gue ngak fokus"
"Iya ka"
"Jadi loe pengen gue cari tahu siapa yang udah nyebarin gosip tentang loe itu"
"Iya ka karena orang itu udah buat hubungan gue sama ayah jadi hancur" ucap Valeria dengan emosi.
"Loe ngak di apa-apain kan sama ayah loe" ucap Rendi dengan penasaran.
Bukan tanpa alasan karena Rendi sangat mengetahui bagaimana sifat dari ayah sahabatnya itu. Ia sudah berulang kali mendengar cerita Bagas tentang kekejaman sang ayah.
Bahkan Rendi pernah melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana kejamnya Budi memukul Bagas waktu mereka SMA kelas 1.
"Maksud ka Rendi?" tanya Valeria.
"Gue tahu bagaimana sifat ayah loe Val"
"Aku hanya di marahin aja kak dan melarang gue buat keluar"
"Om Budi ngak main tangan sama loe kan"
"Engak kok ka, jadi jangan khawatir"
"Syukur deh"
Valeria sebenarnya tahu maksud ucapan Rendi tapi ia memilih bungkam. Karena ia yakin jika Rendi tahu apa yang sudah terjadi bisa di pastikan saat ini juga Bagas akan mengetahui semuanya.
"Gue bakal nyuruh orang gue buat selidiki masalah loe"
"Makasih ya ka" ucap Valeria dengan tulus.
"Iya sama-sama"
Setelah mengobrol beberapa menit Valeria memilih pulang ke mansion. Sebelum itu Valeria juga meminta tolong pada Rendi agar tak memberitahu Bagas.
Meski awalnya ia susah membujuk Rendi tapi akhirnya Rendi menyetujui ucapan Valeria. Ia juga tak mau membuat hubungan antara ayah dan anak retak pada sahabatnya.
~ SMP Kencana ~
Hari berlalu dengan sangat cepat dan tak terasa sudah pagi. Seperti pagi biasanya hari ini Valeria ke sekolah di antar oleh pak Udin.
Setelah mengucapkan terima kasih Valeria segera masuk ke dalam kelas. Sampai di kelas ia berpapasan dengan Sari yang hendak keluar.
Keduanya saling menatap dengan tatapan datar tak ada tatapan lembut seorang sahabat. Valeria mengernyitkan keningnya melihat tatapan sinis dan marah dari tatapan Sari yang tak seperti biasa.
Kenapa sama anak itu apa gue punya salah sama dia, batin Valeria dengan bingung.
Tak mau ambil pusing Valeria segera berjalan ke mejanya. Baru saja ia duduk teman sekelasnya Wati menghampirinya.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Loe sakit apa Val?" tanya Wati.
"Gue demam" ucap Valeria dengan singkat sambil tersenyum manis.
"Tapi lu udah sembuhkan"
"Seperti yang loe lihat gue udah sembuh kok"
"Baguslah kalau gitu"
"Heeemmmm"
"Oh ya Val, kita ada tugas Biologi nih kebetulan gue sekelompok sama loe"
"Ada berapa orang dan kapan kumpulnya"
"Satu kelompok 2 orang jadi kita berdua aja"
"Mana tugasnya" tanya Valeria.
"Ini tugasnya kita di suruh buat laporan sama presentasi pas waktu pelajaran Biologi" ucap Wati sambil menyodorkan buku biologi.
"Rencana loe kapan kita mau kerjain tugas ini?" tanya Valeria.
"Gue sih dari loe aja lagian loe baru sambuh juga"
"Gimana kalau pulang sekolah nanti"
"Oke deh. Jadi kita kerjanya dimana?" tanya Wati.
"Di mansion gue gimana"
"Yang benar loe?" tanya Wati dengan kaget.
"Heeemmm" deham Valeria sambil mengangguk kepalanya.
"Gue udah ngak sabar pengen lihat mansion loe" ucap Wati dengan semangat.
"Entar juga loe bakalan lihat kok"
"Iya Val"
"Kalian mau ngerjain tugas biologi ya" ucap Rian yang mendengar percakapan keduanya.
"Iya" ucap Valeria dan Wati dengan serentak.
"Gue sama Aldo bisa gabung ngak?" tanya Rian.
"Val gimana menurut loe?" tanya Wati.
"Alasan loe mau gabung sama kelompok kita kenapa?" tanya Valeria dengan suara dingin.
"Gue sama Aldo bingung sama tugas kali ini, ya siapa tahu loe bisa bantu kita berdua buat ngerjainnya" ucap Rian.
"Wati loe keberatan ngak kalau mereka kerja bareng sama kita?" tanya Valeria.
"Ngak Val. Hitung-hitung kita bisa saling sharing tugas ini" ucap Wati.
"Ya udah loe sama Aldo boleh kerja bareng sama kita, nanti pulang sekolah kita ke mansion gue" ucap Valeria.
"Thank's ya Val" ucap Rian dengan senang.
"Sama-sama" ucap Valeria.
Sari yang mendengar percakapan mereka barusan mengepal kedua tangannya dengan kuat. Ia tak rela jika Rian terus berdekatan dengan Valeria.
"Awas loe Valeria" gumam Sari dengan suara sangat pelan.
Tak lama bel masuk berbunyi, Valeria lalu menyiapkan buku untuk mengikuti pelajaran seperti biasa. Selang beberapa jam akhirnya bel istirahat berbunyi.
Valeria segera mengambil bekal makan siangnya dan berlalu keluar. Baru saja ia akan sampai di taman belakang tiba-tiba hpnya berbunyi ada pesan masuk.
Ka Rendi
"Val gue udah tahu siapa yang udah buat gosip itu, ternyata dia itu mantan sahabat loe Sari Sata"
Valeria kaget bukan main melihat pesan dari Rendi mengenai permintaannya kemarin. Dengan emosi Valeria berbalik kembali ke kelas mencari Sari.
Saat hendak sampai kamar mandi Sari yang baru keluar dari kamar mandi langsung di tarik oleh Valeria. Sari berbalik melihat siapa yang menarik tangannya dan itu adalah Valeria.
"Loe apa-apaan sih" bentak Sari.
Plak............
βββββ
To be continue............
Jangan lupa beri dukungan kalian lewat vote, like, komen, dan rating yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€
Owh ya author juga mau ngucapin selamat natal 2021 buat yang merayakannya ya guys & tetap sehat selalu yaπππ