
π»Apa yang kamu minta dengan sungguh-sungguh dalam doa maka kamu akan mendapatkannyaπ»
.
.
.
.
Setelah meniup lilin ulang tahun Thomas dan Valeria segera turun dari panggung dan berbaur bersama para tamu undangan.
Thomas mengendong anaknya sambil merangkul pinggang Valeria dengan posesif menemui rekan kerja mereka dan juga pemerintahan setempat yang di undang.
"Selamat ulang tahun tuan muda Parker" ucap direktur Raziq rekan kerja Valeria yang saat ini bekerja sama dengan mereka di bidang minyak bumi.
"Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk hadir di pesta ulang tahun anak saya tuan Raziq" ucap Thomas sambil menjabat tangan direktur Raziq.
"Suatu kehormatan saya diundang ke acara ini tuan Parker"
"Silahkan nikmati jamuan yang sudah disediakan tuan Raziq"
Saat Thomas dan Valeria sedang berbicara dengan perdana mentri Dubai tatapan mata Mikhail menangkap sosok yang menatap ke arah mereka dengan tatapan tajam.
Meski baru berusia 3 tahun tapi otak Mikhail sangat cerdas dan kepekaannya sangat tinggi. Ia bisa menebak siapa saja tamu yang datang malam ini dengan maksud tertentu.
Sekilas mata keduanya bertatapan, orang itu kaget melihat tatapan tajam Mikhail yang seakan menenggelamkannya ke dasar lautan yang paling dingin.
"Son" panggil Valeria merasa aura yang keluar dari tubuh anaknya terasa berbeda.
"Aku ingin makan mommy" ucap Mikhail dengan suara dingin.
"Kamu ditemani uncle Ares dulu ya son karena mommy harus temani daddy kamu"
"Heemmm"
Ares lalu mengendong Mikhail pergi menuju stand makanan. Tapi belum sampai di stand makanan langkah kaki Ares terhenti saat mendengar ucapan Mikhail.
"Aku ingin kepala orang itu Ares" ucap Mikhail dengan tatapan membunuh.
"Siapa tuan muda?" tanya Ares dengan suara dingin.
Mikhail menunjuk ke arah sudut di bagian timur membuat pandangan Ares mengarah ke sana dan memindai setiap orang yang berada disana.
"Dia sudah pergi" ucap Mikhail setelah melihat ke arah orang tadi dan tidak ada lagi.
"Apa tuan muda hafal ciri-cirinya?" tanya Ares.
"No. Dia berdiri di gelap dan aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas tapi aku ingat tatapan matanya" jawab Mikhail dengan suara dingin.
Siapa saja yang mendengar ucapan Mikhail barusan pasti tidak akan percaya jika yang berbicara adalah bocah berumur 3 tahun.
Tapi itulah Mikhail bocah jenius meski baru berumur 3 tahun karena kepintaran dan kepekaannya menurun dari sang mommy dan daddy.
"Jadi apa yang harus saya lakukan tuan muda?" tanya Ares.
"Biarkan saja. Pasti dia akan muncul lagi jika ingin menghabisi keluarga ku" jawab Mikhail dengan santai.
"Baik tuan muda"
Ares lalu memilih beberapa makanan yang diinginkan oleh Mikhail tak lupa buah kesukaannya yaitu anggur hijau dan sebotol air mineral.
Mikhail lalu menuju meja yang disediakan untuk keluarga inti tapi ia berdecak kesal melihat kelima anak kecil yang sudah duduk di sana.
Ckk! Menyebalkan, batin Mikhail dengan kesal.
"Selamat ulang tahun Mikhail" ucap Victor dengan antusias.
"Heemmm" deham Mikhail dengan malas.
"Semoga kamu menyukainya" ucap Xander dengan suara dingin sambil menyodorkan kotak segi empat ke Mikhail.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Mikhail membuka kotak tersebut dan matanya berbinar melihat hadiah yang diberikan oleh Xander sesuai seleranya.
"I like it" (aku menyukainya) ucap Mikhail dengan senang.
"Baguslah"
Mikhail senang karena ia mendapat 1 buah miniatur mobil sport jenis porsche yang hanya di produksi 3 buah saja di dunia.
Sedari dulu ia sangat menyukai koleksi mobil mewah yang limited edition. Keenamnya lalu berbicara seperti teman akrab tak seperti awal pertama kali bertemu.
"Apa hadiah yang kamu dapat dari mommy dan daddy kamu Mikhail?" tanya Victor dengan penasaran.
"1 jet terbaru yang dipesan khusus oleh mommy" jawab Mikhail sambil memakan buah anggur.
"Wow amazing! Apa kita boleh melihatnya?" tanya Victor dengan penuh harap.
"Heemmm"
Mikhail menunjukkan foto jet yang tadi sore baru saja sampai di bandara pribadi Valeria di samping kastil. Xander yang melihat jet milik Mikhail sangat menyukai desainnya.
"Pasti mahal" ucap Leon dengan cepat.
"Itu sudah pasti" tambah Vincent.
"Boleh aku menaikinya?" tanya Victor penuh harap.
"No" tolak Mikhail dengan tegas.
"Kenapa?" tanya Victor dengan wajah polos.
"Nanti kotor" ketus Mikhail dengan sinis.
Hahh...............
Xander menepuk keningnya mendengar jawaban Mikhail apa lagi saat melihat kedua adik kembarnya yang terbengong kaget mendengar ucapan Mikhail yang tak masuk akal.
David dan Leon hanya menatap Mikhail tak tertarik dengan ucapannya. Mereka berpikir buat apa menaiki jet pribadi Mikhail toh mereka juga punya.
~ Kastil Valeria ~
Valeria dan Ares sedang membicarakan ucapan Mikhail semalam di ruang kerjanya di lantai 3. Sedangkan Thomas sedang menemani Xavier dan lainnya bercengkrama di ruang santai.
"Jadi hanya Mikhail yang tahu wajah orang itu?" tanya Valeria dengan suara dingin.
"Tidak nyonya. Tuan muda hanya mengenali tatapan matanya saja" ucap Ares tak kalah dingin.
"Tidak ada nyonya. Semua tamu semalam adalah tamu yang sudah di konfirmasi identitas mereka sebelum masuk ke dalam auditorium" papar Ares.
"Perketat penjagaan anak dan suami gue mulai sekarang. Suruh tim inti di kantor pusat untuk perketat penjagaan perusahaan"
"Baik nyonya"
"Siapkan keperluan gue, suami gue, dan anak gue buat besok"
"Semua sudah siap nyonya"
"Paspor Mikhail?" tanya Valeria lagi.
"Paspor tuan muda mengikuti paspor Dubai karena tuan muda lahir disini nyonya dan juga tuan muda sudah terdaftar di 3 kewarganegaraan"
"Bagus urus semua data pribadi anak gue jangan sampai bermasalah"
"Baik nyonya"
Valeria segera beranjak pergi bersama Ares keluar dari ruang kerja menuju ruang santai untuk bergabung bersama dengan yang lainnya.
Besok mereka akan terbang ke California untuk mengikuti acara pertunangan Bryan dan seminggu kemudian mereka akan menikah di kerajaan Wizpet.
Roooaarr...........rooaaarr..............
"Mommy aku takut.......hiks hiks hiks" teriak Victor sambil menangis.
"Jangan kesini! Jangan mendekat" teriak Rahel istri Kevin ketakutan.
Valeria tahu jika mereka pasti ketakutan dengan kedua hewan peliharaannya. Dan benar saja sampai di ruang santai Valeria langsung disuguhi pemandangan yang membuatnya emosi.
"BOY GIRL" hardik Valeria dengan suara menggema membuat kedua hewan itu ketakutan.
Valeria tak habis pikir melihat kekacauan di ruang santai karena kedua hewan peliharaannya dan ia yakin ini semua kerjaan sang putra.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Keluar Mikhail" ucap Valeria dengan suara dingin.
Thomas yang baru datang bersama Xavier dan lainnya karena tadi mengelilingi kastil menatap sang istri dengan kening berkerut.
"Ada apa honey?" tanya Thomas dengan bingung.
Valeria tak menjawab pertanyaan sang suami dan matanya berkilat menatap ke arah air terjun. Tak lama kaki kecil Mikhail terlihat keluar dari tanaman yang merambat di tembok bersama Vincent dan Leon.
"Mommy" cicit Mikhail dengan takut.
"1 bulan tidak ada namanya main game dan nonton tv. Selama 1 bulan kamu tidak boleh bermain bersama Boy, Girl, dan anak-anaknya" ucap Valeria dengan tegas.
"No mommy aku tidak mau" bantah Mikhail dengan emosi.
"Keputusan mommy tidak bisa diganggu gugat"
"Daddy" adu Mikhail dengan mata berkaca-kaca.
"Honey jangan menghukum lagi anak kita, lagian dia masih kecil honey" bujuk Thomas.
"Apa kamu mau bertanggung jawab jika Boy dan Girl menyakiti Rahel dan Victor tadi sebelum aku sampai!" bentak Valeria dengan suara tinggi.
"Tapi kan mereka baik-baik saja honey"
"Jangan mencoba membujukku honey dan kalau kamu mau satu bulan juga kamu tidur di kamar Mikhail" tegas Valeria.
"Apa" teriak Thomas dengan suara tinggi.
"Pak Dev" panggil Valeria dengan suara dingin.
"Iya nyonya"
"Bereskan ini semua dan pindahkan beberapa potong pakaian suamiku ke kamar Mikhail karena mulai sekarang sampai satu bulan dia tidur disana"
"No honey aku tidak mau dihukum" bantah Thomas dengan cepat.
"Son mulai sekarang kamu tidur sama daddy selama 1 bulan kalau perlu kalian berdua jalani hukuman kamu sama-sama" paper Valeria.
"Oke mommy" ucap Mikhail sambil tersenyum smirk karena bukan dia saja yang dihukum.
Thomas melotot melihat anaknya dengan kesal tapi tidak dipedulikan oleh sang anak. Ia terus memohon agar istrinya membatalkan hukumannya tapi tetap saja tak digubris oleh Valeria.
~ California, Los Angeles ~
Setelah balasan jam akhirnya jet pribadi Valeria mendarat di landasan pribadi miliknya yang bersebelahan dengan landasan pribadi milik Xavier dan Albert.
Mereka tiba di California dan langsung disambut oleh anak buah Black Shadow yang berada di sana dan sudah menunggu kedatangan mereka.
"Mommy kita tidur dimana?" tanya Mikhail.
"Di penthouse mommy dan besok di apartemen daddy" jawab Valeria.
"Daddy punya apartemen disini?" tanya Mikhail sambil mengangkat sebelah alisnya.
"Daddy berasal dari sini son tapi setelah menikah daddy mengikuti mommy kamu karena perusahaan mommy di Dubai" jawab Thomas sambil memangku anaknya di atas mobil.
"Jadi dari kecil daddy tinggal disini"
"Heemmm"
"With grandma and grandpa?" (dengan nenek dan kakek) tanya Mikhail dengan penasaran.
"Heemmm! Tapi mereka meninggal saat daddy masih kecil son" ucap Thomas dengan getir.
Valeria menggenggam tangan suaminya dengan erat karena tahu pasti suaminya saat ini sangat sedih memikirkan kedua orang tuanya.
Thomas tersenyum hangat menatap istrinya meski hatinya hancur mengingat kedua orang tuanya. Mikhail yang melihat perubahan wajah di daddynya tahu kalau saat ini sang daddy sedang bersedih.
"Daddy jangan sedih lagi ya kan ada aku sama mommy dan adik yang akan menemani daddy sekarang"
"Ya kamu benar jagoan" ucap Thomas sambil mencium kepala Mikhail dengan lembut.
Tak lupa ia memeluk pinggang istrinya dan mencium kening Valeria dengan lembut.
Dor..........dor........dor..........dor..............
βββββ
To be continue..................