Love Struggle

Love Struggle
Chapter 54



🌻Dewasa itu bukan di lihat dari usia tapi di lihat dari cara menghargai orang lain🌻


.


.


.


.


Saat ini Dion dan Ana panik karena tiba-tiba Valeria pingsan saat dalam mobil. Ana yang panik terus menyuruh Dion agar membawa Valeria segera ke rumah sakit tapi Dion memutuskan membawa Valeria ke apartemennya.


"Bang kenapa kamu malah kesini sih" bentak Ana saat mobil Dion memasuki basement apartemen Gril.


"Nanti abang jelasin sayang" ucap Dion dengan suara lembut.


"Mau jelasin apa lagi sih bang? Apa abang buta....hah! Ngak lihat keadaan nona muda sekarang?" tanya Ana dengan emosi.


Dion tak menggubris ucapan tunangannya melainkan membuka pintu penumpang dan langsung mengendong Valeria. Melihat hal tersebut emosi Ana semakin menjadi karena pertanyaannya tak di gubris.


Ihhh.........kesal banget deh, batin Ana sambil menghentak kakinya dengan kesal.


"Yang ngapain masih disitu ayo cepetan" teriak Dion saat sudah agak jauh.


Mendengar ucapan Dion mau tak mau Ana segera turun dari mobil dan berlari menghampiri Dion yang sudah sampai di lift. Tahu Dion yang kesusahan Ana langsung menekan tombol lift untuk terbuka.


Sepanjang jalan ke apartemen Dion tak menggubris Ana yang sedari tadi mengumpat karena kesal.


Yang ada di pikirannya saat ini hanya membawa Valeria ke apartemennya dan segera menghubungi temannya yang bekerja sebagai dokter.


Sampai di apartemen Dion segera membawa Valeria ke kamar tamu dan menidurkannya di ranjang. Ana hanya diam melihat Dion yang langsung menghubungi seseorang.


Selesai menelpon Dion langsung beranjak menghampiri tunangannya yang sedang cemberut. Ia lalu duduk di samping Ana yang sedang duduk di ranjang.


"Maaf sayang tadi abang ngak jawab pertanyaan kamu" ucap Dion sambil mengelus kepala Ana dengan lembut.


"Abang ngak khawatir apa sama keadaan nona muda" ucap Ana dengan sedih.


"Abang sangat khawatir sayang"


"Kalau abang khawatir kenapa ngak bawa nona muda ke rumah sakit tapi malah kesini"


"Jika kita bawa nona muda ke rumah sakit pasti ini akan menjadi berita heboh"


"Maksud abang?" tanya Ana dengan bingung.


"Semua orang tahu siapa nona muda meski saat ini namanya sudah di coret dari keluarga kusumo" ucap Dion sambil menghela napas dalam.


"Lalu apa hubungannya bang? Kan nona muda bukan lagi bagian dari keluarga Kusumo?" tanya Ana.


"Tuan Budi tidak akan tinggal diam jika namanya buruk di publik. Aku tahu sifat tuan Budi meski nona muda sudah di usir dari mansion tapi tuan tidak akan tinggal diam jika citranya jadi buruk" ucap Dion dengan wajah serius.


Ana memikirkan ucapan sang tunangan dan membenarkan hal tersebut. Ia sangat tahu jika kedua majikannya itu memiliki ego tinggi dan sifat keras tidak ingin ada satu kesalahan.


"Abang besok aku akan mengundurkan diri"


Dion seketika kaget mendengar ucapan Ana barusan. Ia lalu menatap tajam Ana meminta penjelasan mengenai ucapannya barusan.


"Aku sudah ngak respek kerja sama nyonya setelah kejadian ini" ucap Ana dengan sendu sambil melihat Valeria di atas ranjang.


"Apapun keputusanmu abang akan dukung tapi maaf abang akan tetap bekerja untuk tuan Budi sampai kapan pun"


"Iya bang aku ngerti kok" ucap Ana sambil tersenyum manis.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Ting.......tong.......ting.......tong........


Keduanya lalu saling melihat menebak siapa yang datang. Dion segera beranjak dan pergi ke depan untuk melihat siapa yang datang.


"Hay bro" ucap Bayu sahabat Dion yang tadi di hubunginya.


"Aku kirain siapa" ucap Dion sambil bertos ria ala laki-laki dengan sahabatnya itu.


"Btw siapa yang meski aku periksa nih"


"Ikut aku"


Dion lalu berjalan dahulu menuju kamar tamu bersama Bayu. Baru saja masuk ke dalam kamar Bayu kaget bukan main melihat seorang gadis di atas ranjang yang penuh dengan darah.


"Ini" ucap Bayu sambil menunjuk Valeria.


"Entar aku ceritain mending kamu obati saja nona muda" ucap Dion dengan suara tegas.


Bayu tak bertanya lagi langsung bergegas menuju ranjang untuk memeriksa dan mengobati Valeria. Ana dan Dion hanya diam saja melihat tangan Bayu yang sibuk membersihkan darah dan mengobati luka di tubuh Valeria.


Selesai dengan tugasnya Bayu langsung menyerahkan resep obat kepada Dion untuk di tebus di apotek. Ketiganya lalu keluar setelah Bayu menyelesaikan tugasnya.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Bayu to the point.


"Sayang tolong ambilkan minum buat Bayu ya" pinta Dion sambil melihat Ana.


"Iya bang" ucap Ana sambil berlalu menuju dapur.


"Cewek kamu?" bisik Bayu dengan suara pelan.


"Hemmmm" deham Dion sambil mengangguk kepalanya.


"Cantik" ucap Bayu sambil menggoda Dion.


"Jaga mata kamu berengsek" ucap Dion dengan tatapan tajam.


Hahahahahaha............


Bayu hanya tertawa sambil mengangkat jarinya tanda peace. Melihat kelakuan sahabatnya Dion hanya menggelengkan kepalanya.


Tak lama Ana datang sambil membawa 3 gelas minuman dingin dan snack. Dion lalu menceritakan semua kejadian yang di alami Valeria kepada Bayu.


"Ada ya seorang ayah yang tega mukul anaknya sendiri ampe segitu" ucap Bayu dengan heran.


"Sifat manusia mana ada yang tahu" ucap Ana dengan ketus.


Ia sangat kesal dengan sifat kedua majikannya yang tak berperasaan. Bahkan ia tak percaya jika darah daging mereka sendiri tidak mereka pedulikan.


"Itulah sifat seorang Budi dan Arinta Kusumo yang sebenarnya. Phew!" ucap Dion sambil menghembuskan napas dengan kasar.


"Ternyata benar kalau kita itu ngak bisa nilai orang hanya dari penampilan luarnya aja" ucap Bayu.


"Hemmm! Aku minta sama kamu untuk jangan pernah cerita masalah ini ke siapa pun" ucap Dion dengan tegas.


"Kamu tenang aja aku ngak akan pernah cerita masalah ini ke siapapun. Apa lagi aku masih sayang sama nyawa aku" ucap Bayu dengan serius.


"Bagus deh kalau begitu" ucap Dion.


"Lalu sekarang apa rencana kamu buat nona Valeria?" tanya Bayu.


"Itu ide yang bagus. Tapi aku saranin mending kalian berdua lebih ketat jagain nona Valeria karena aku yakin dia bakal mengalami trauma karena kejadian ini" ucap Bayu dengan wajah serius.


Dion dan Ana mengangguk membenarkan ucapan Bayu. Apa lagi umur Valeria yang baru 15 tahun pasti bakal ngerasain trauma akibat kejadian ini.


Setelah berbincang-bincang Bayu lalu pamit pergi di ikuti Dion yang akan menebus obat untuk Valeria. Ana yang sendiri saja di dalam apartemen segera berjalan ke dapur untuk menyiapkan makan siang buat mereka bertiga.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


~ Oxford, Britinia Raya ~


Bagas yang saat ini sedang tertidur seketika terbangun dengan keringat bercucuran di sekujur tubuhnya. Ia langsung meminum air di samping ranjang karena tenggorokannya sangat kering.


"Kenapa gue bisa mimpi kayak gitu sih" ucap Bagas dengan bingung.


Ia lalu duduk sambil memikirkan mimpinya barusan dimana ia bermimpi tentang Valeria yang sedang menangis histeris di bawah pohon dengan darah dan luka di sekujur tubuhnya.


"Semoga itu hanya mimpi saja bukan kenyataan" ucap Bagas sambil menetralkan degup jantungnya yang berdetak dengan cepat.


Bagas mengambil hpnya dan menghubungi Valeria karena perasaannya tak tenang. Berkali-kali ia menghubungi Valeria tapi nomornya tidak aktif.


Ia lalu menaruh hpnya kembali di atas meja dan berniat untuk berolahraga karena tidak bisa tidur. Bagas melampiaskan semua perasaannya saat ini ke samsak tinju.


Entah kenapa ia merasa kalau ada sesuatu yang terjadi saat ini tapi ia tidak tahu apa itu. Tanpa ia sadari ternyata mimpinya barusan sudah menjadi kenyataan beberapa jam yang lalu.


~ Apartemen Grill ~


Valeria membuka matanya perlahan dan menetralkan cahaya yang masuk ke dalam matanya. Valeria bingung dimana ia berada saat ini tapi tak lama ingatannya berputar tentang kejadian beberapa jam yang lalu.


Aaarrgghhhh..............


Teriak Valeria dengan suara kencang sampai terdengar di dapur. Ana yang baru selesai menata makanan di atas meja terkejut mendengar teriakan Valeria.


"Nona muda" ucap Ana sambil membuka pintu dengan kencang.


Matanya kaget melihat Valeria yang berteriak sambil menangis histeris di atas tempat tidur. Ana segera memeluk tubuh Valeria yang saat ini bergetar hebat.


"Hiks hiks........kenapa........hiks hiks.......kenapa ayah dan ibu.........hiks hiks hiks.........ngak percaya Valeria......hiks hiks" ucap Valeria sambil menangis dengan pilu.


Air mata Ana seketika jatuh karena tak kuasa mendengar tangisan pilu Valeria. Ia sangat kasihan kepada Valeria yang mengalami semua ini di usia yang masih sangat muda.


"Hiks hiks........nona muda.......hiks hiks......tenang ya.......hiks hiks.........ada mbak Ana di sini........hiks hiks" ucap Ana sambil menangis.


"Ke...na.....pa.......hiks hiks hiks" ucap Valeria dengan terbata karena menangis.


"Non pasti bisa lewati ini semua"


Ana terus memeluk Valeria sambil berkata dengan lembut menenangkan Valeria. Dion yang baru saja datang menahan tangisnya melihat kedua orang di depannya yang sedang menangis.


Siapa saja yang mendengar tangis dari Valeria saat ini akan ikut menangis. Seolah mereka juga merasakan apa yang di rasakan Valeria saat ini.


Nona muda pasti bisa lewati semua ini, batin Dion dengan sedih.


Setelah berjam-jam akhirnya Valeria sudah lebih tenang. Ana lalu membantu Valeria untuk bersandar di tempat tidur Dion dan Ana lalu mengajak Valeria untuk berbicara tapi tak di jawab oleh Valeria.


keduanya saling melirik untuk keluar dan memberikan waktu kepada Valeria. Setelah keduanya keluar tiba-tiba air mata Valeria menetes.


Ia kembali terisak tanpa bersuara karena saat ini hatinya sangat hancur berkeping-keping. Terlebih ia mengingat ucapan kedua orang tuanya.


Tatapan matanya kosong dan pikirannya saat ini melayang-layang. Ia tidak bisa berpikir apa pun hanya ada rasa yang amat sangat sakit di dalam hatinya.


Rasa itu seperti menusuk dan mengoroti seluruh tubuhnya sampai ke tulang-tulang. Baru kali ini Valeria merasakan sakit yang amat luar biasa melebihi luka di sekujur tubuhnya.


1 Minggu kemudian


Perubahan yang di alami oleh Valeria sangat di rasakan oleh Ana dan Dion. Valeria yang dulunya di kenal sebagai gadis tegas, baik hati, dan hangat sekarang tidak ada lagi.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Tatapan mata Valeria hanya datar dan dingin. Siapa saja yang melihat tatapan Valeria akan menjadi merinding karena aura tatapannya sangat mengerikan dan seperti ada kesedihan, rasa sakit, kecewa dan kepedihan.


Ana yang dari seminggu yang lalu berhenti dari pekerjaannya memilih tinggal di apartemen Dion untuk menjaga Valeria.


Ia sangat takut jika Valeria di biarkan sendiri maka dia akan melakukan hal-hal yang membahayakan hidupnya.


Berulang kali Ana dan Dion mendapati Valeria yang mencoba mengakhiri hidupnya tapi usahanya gagal karena Ana dan Dion berhasil menghentikannya.


"Nona muda ayo kita sarapan" ucap Ana.


Valeria yang sedang menatap keluar jendela langsung berbalik dan berjalan ke meja makan tanpa berkata apa-apa. Dion dan Ana yang melihat perubahan drastis Valeria hanya menatapnya dengan sedih.


Meski begitu keduanya sangat bersyukur karena Valeria tidak mengalami trauma akan kejadian waktu itu.


Tanpa keduanya sadari ternyata selama seminggu ini Valeria selalu bermimpi tentang kejadian waktu itu sampai tidak bisa tidur.


Sudah seminggu ini Valeria hanya tidur selama 2 jam karena saat tidur ia akan selalu terbangun karena mimpi buruk itu. Valeria yang tak berbicara selama seminggu membuat Ana dan Dion tak mengetahui apa yang terjadi.


"Nona muda" ucap Dion.


Valeria menghentikan gerakannya menyantap sarapan dan melihat Dion dengan wajah datar.


Mendapat tatapan seperti itu Dion menelan salivanya dengan susah karena tatapan tajam Valeria yang seperti menenggelamkan dalam rasa sakit.


Kenapa aku selalu merinding setiap kali bertatapan dengan nona muda, Batin Dion.


Melihat Dion yang hanya diam Ana langsung menyenggolnya untuk sadar dari lamunannya. Dion yang tersadar dari lamunannya seketika berdeham menetralkan rasa takut dalam dirinya.


"Hari ini pengumuman kelulusan nona muda dan saya berniat akan mengambil hasilnya" ucap Dion.


Valeria hanya mengangguk kepalanya sebagai jawaban. Setelah itu Valeria langsung meminum air dan segera pergi dari sana.


"Kasihan nona muda" ucap Ana dengan sedih.


"Semoga nona muda bisa kembali ke sifatnya yang dulu" ucap Dion.


"Bagaimana dengan tuan dan nyonya bang?" tanya Ana.


"Keduanya seperti biasa menjalani aktifitas mereka seakan tidak ada yang terjadi" ucap Dion dengan kesal.


"Aku udah kecewa banget sama tuan dan nyonya bang"


"Hemmm! Aku berharap tuan muda segera kembali agar mempersatukan kembali keluarga ini" ucap Dion.


"Iya bang"


Tanpa keduanya sadari ternyata semua pembicaraan mereka di dengar oleh Valeria di belakang pintu kamar. Air matanya mengalir mendengar nama kedua orang tuanya yang tak merasa kehilangan.


"Gue bakal balas semua rasa sakit hati gue suatu saat" gumam Valeria sambil menatap bayangannya di cermin dengan tatapan penuh kebencian.


❄❄❄❄❄


To be continue.............


Hay guys jangan lupa beri dukungan kalian lewat vote, like, rating, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀