Love Struggle

Love Struggle
Chapter 16



🌻Aku mencintaimu dengan caraku sendiri meski berbeda tapi cintaku padamu setulus hati🌻


.


.


.


.


Suasana yang tadinya riuh seketika menjadi hening, mereka semua kaget bukan main dengan kejadian yang barusan saja terjadi. Bahkan keluarga besar keraton Winata melihat dengan perasaan was-was.


Arya yang tadi berjalan berdampingan bersama Raja Panji menatap Valeria dengan tatapan membunuh. Mereka tahu jika Raja Panji adalah raja yang sangat tegas dan tidak mengampuni kesalahan apa pun.


Valeria masih berdiri dengan tubuh menegang dan perasaan takut, ia bisa melihat jika kedua orang tuanya dan keluarga besarnya sedang menatap dia dengan tatapan membunuh.


Valeria yang sudah di didik dari kecil untuk tidak gentar dan takut di depan umum, berdiri di depan Raja Panji dengan tubuh tegap tidak takut sedikit pun. Meski jantungnya berdetak dengan cepat saat ini.


"Maafkan akan kecerobohan saya yang mulai Raja Panji" ucap Valeria dengan suara tegas sambil membungkuk.


Raja Panji yang terkenal dengan sifat tegas menarik bibirnya membentuk senyuman tipis. Ia sebenarnya akan memarahi Valeria akan kecerobohannya tapi ia urungkan saat melihat Valeria.


"Menarik" gumam Raja Panji dengan suara amat pelan.


Baru kali ini ia bisa melihat seorang gadis remaja yang melihatnya dengan tatapan tidak takut dan gentar. Raja Panji tahu Valeria bukan gadis remaja biasa karena pembawaan dirinya sangat bagus.


"Siapa nama kamu?" tanya Raja Panji dengan suara dingin.


Budi dan Arinta kaget bukan main mendengar pertanyaan Raja Panji saat ini. Pikiran mereka sudah berkelana memikirkan nasib sang anak saat ini.


"Valeria Anastasia Kusumo" ucap Valeria dengan suara tegas.


"Hahahahaha.........ternyata tuan Kusumo memiliki putri yang sangat luar biasa" ucap Raja Panji sambil tertawa kencang.


Budi mengernyitkan kening mendengar ucapan Raja Panji barusan. Sedangkan Valeria masih berdiri di depan Raja Panji dengan tatapan datar dan tegas.


"Aku suka sikap tegas dan kepercayaan diri kamu nak. Pertahankan itu dan aku tahu ini bukan kesalahanmu" ucap Raja Panji sambil tersenyum tipis.


"Terima kasih atas kemurahan hati yang mulia raja" ucap Valeria dengan sopan.


"Tuan dan nyonya Kusumo kalian memiliki berlian yang sangat langka" ucap Raja Panji sambil berlalu pergi.


Meski bingung dengan ucapan Raja Panji barusan, Budi tetap mengikuti langkah tamu kehormatan mereka. Seketika suasana yang tadi mencekam berubah kembali menjadi riuh.


Bianca mengepalkan tangannya dengan emosi karena lagi-lagi ia gagal. Tanpa Bianca sadari ternyata aksinya tadi sempat di lihat oleh Sandra.


"Gue bakal laporin loe ke tante Arinta" ucap Sandra sambil tersenyum penuh arti.


Edo dan Raka lalu menghampiri Valeria yang masih berdiri dengan syok di depan sana. Edo menepuk pundak Valeria mengagetkan sepupunya yang masih tetap diam.


"Loe beruntung Val" ucap Edo.


"Kakak baik-baik aja kan?" tanya Raka dengan wajah khawatir.


"Kakak baik-baik aja dek" ucap Valeria sambil tersenyum hangat.


"Ya udah kita lanjutin lagi pembagian sembako" ajak Edo.


"Iya kak" ucap keduanya dengan serentak.


Mereka lalu melanjutkan kegiatan pembagian sembako kembali. Sandra yang melihat Bianca tersenyum sinis saat mendapati tatapan benci Bianca kepada Valeria.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Raja Panji maafkan kecerobohan cucu saya" ucap Arya dengan sopan.


"Anda mempunyai seorang cucu yang sangat istimewa Raden Arya, dia memiliki sesuatu yang sangat spesial di dalam dirinya"


"Ah! Anda terlalu memuji Raja Panji" ucap Arya sambil tertawa.


Ia bisa bernapas dengan lega karena tamu kehormatannya tidak memperpanjang masalah tadi. Budi yang mendengar ucapan Raja Panji masih tetap memikirkan Valeria.


"Jangan marahi putri anda tuan Kusumo karena aku tahu itu bukan kesalahannya" ucap Raja Panji seakan tahu pikiran Budi.


"Baik raja" ucap Budi tersentak dari pemikirannya.


Acara pembagian sembako telah selesai dan di lanjutkan dengan acara kerja bakti di salah satu daerah di pinggiran kota Solo. Semua keluarga besar dari keraton Winata dan tamu lainnya sudah berada di tempat kerja bakti.


Semuanya melakukan kerja bakti dengan tekun dan saling membantu. Tak terasa waktu berlalu dengan cepat dan acara kerja bakti telah selesai.


Saat ini semuanya sedang menikmati jamuan makan malam yang sudah di siapkan oleh keluarga keraton. Sandra yang melihat Arinta pergi ke kamar mandi langsung mengikuti tantenya.


"Kamu mau kemana sayang?" tanya Wina pada putrinya.


"Aku mau ke kamar mandi bu" ucap Sandra.


"Ya udah sana" ucap Wina.


"Iya bu"


Sandra segera bergegas ke kamar mandi, sampai di kamar mandi ia melihat Arinta yang sedang mencuci tangan di wastafel.


"Tante" ucap Sandra.


"Ada apa Sandra" ucap Arinta sambil melihat Sandra dari balik kaca di depannya.


"Ada yang mau aku omongin sama tenta, ini menyangkut Valeria"


Arinta langsung berbalik ke belakang sambil mengelap tangannya dengan tisu. Melihat tatapan tegas sang tante Sandra segera mengutarakan maksudnya.


"Aku tahu siapa yang mendorong Valeria tadi sampai menumpahkan air ke jas Raja Panji tante"


"Siapa?" tanya Arinta dengan penasaran.


"Bianca"


"Kamu lagi ngak bercanda sama tante kan Sandra" ucap Arinta dengan penuh selidik.


"Aku lihat sendiri dengan mata kepala aku tante, kalau Bianca yang mendorong Valeria tante" ucap Sandra dengan tegas.


Arinta mencari kebohongan di mata Sandra atas ucapannya barusan, tapi yang ia temukan hanya kejujuran saja.


Awas kamu anak sialan, batin Arinta penuh emosi.


"Jangan beritahu siapapun mengenai hal ini" ucap Arinta penuh penekanan.


"Baik tante" ucap Sandra.


Arinta segera keluar dengan sangat emosi, melihat hal tersebut Sandra sangat yakin jika sebentar lagi akan ada kekacauan besar di mansion Kusumo.


"Itu balasan dari gue untuk gadis sombong kayak loe Bianca" desis Sandra sambil tersenyum sinis.


Arinta yang sudah berada di meja jamuan menatap Bianca dengan tatapan emosi. Arinta sangat ingin menampar Bianca yang sudah membuat sang anak tadi berada dalam masalah.


"Ada apa sayang" bisik Budi yang melihat istrinya sedang emosi.


"Entar sampai mansion baru aku ceritain mas"


"Hemmm"


Jamuan makan malam akhirnya berjalan dengan lancar, semua tamu undangan dan keluarga keraton Winata yang turut ikut ambil bagian dalam kegiatan barusan sudah meninggalkan lokasi kerja bakti.


~ Mansion Kusumo ~


Kedua mobil mewah Budi akhirnya sampai di mansion Kusumo. Sang sopir segera membukakan pintu untuk Valeria dan Bianca begitu juga dengan mobil yang di tumpangi oleh Budi.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Kamu pulanglah Dion" ucap Budi.


"Baik tuan, selamat beristirahat" ucap Dion.


"Heeemmm"


"Selamat datang tuan, nyonya, nona muda, dan nona Bianca" ucap bi Susi dan para pelayan.


"Selamat malam bi Susi" ucap Valeria.


"Selamat malam juga nona muda" ucap bi Susi.


"Dimana Bagas bi?" tanya Arinta.


"Tuan muda sudah tidur nyonya" ucap bi Susi.


"Apa Bagas sudah makan malam?" tanya Arinta.


"Sudah nyonya" ucap bi Susi.


"Mas kamu ke kamar lebih dulu aku lihat Bagas dulu ya sayang" ucap Arinta dengan lembut.


"Iya sayang jangan lama-lama" ucap Budi.


"Iya mas" ucap Arinta.


"Ibu Valeria ke kamar dulu ya cape banget" ucap Valeria.


"Iya nak, bi Susi anterin susu ke kamar Valeria" ucap Arinta.


"Baik nyonya" ucap bi Susi.


"Kamu tunggu tante di ruang studio kamu" ucap Arinta sambil menatap tajam Bianca.


"Baik tante" ucap Bianca.


Arinta segera naik ke lantai dua untuk melihat Bagas terlebih dahulu, Bianca yang penasaran dengan maksud Arinta segera masuk ke ruang studio miliknya di samping kamarnya.


Setelah melihat Bagas di kamarnya Arinta segera menuju ke lantai satu. Saat masuk ke dalam ruang studio milik Bianca ia bisa melihat Bianca yang sedang berdiri sambil tersenyum hangat.


Plakk.......


Bunyi tamparan kuat bergema di dalam sana, Bianca yang tak tahu akan di tampar kaget bukan main. Bahkan saking kuatnya tamparan Arinta membuat wajahnya sampai menengok ke samping.


"T...a....nte" ucap Bianca dengan gugup.


"Beraninya kamu ingin mencelakai anakku" bentak Arinta dengan suara tinggi.


"Mak...su...d tan...te?" tanya Bianca dengan terbata-bata.


"Kamu pikir aku tidak tahu apa yang kamu lakuin sama Valeria saat pembagian sembako tadi" ucap Arinta dengan emosi.


Plak.........plak............


Dua tamparan kembali di dapatkan oleh Bianca di kedua pipinya. Bahkan sudut bibirnya sampai robek karena tamparan Arinta yang sangat kuat.


"Sekali lagi aku tahu kamu berniat melakukan sesuatu pada anakku, maka saat itu juga aku akan tendang kamu keluar dari mansion ini"


"Maaf tante"


Arinta lalu keluar dari ruang studio Bianca, air mata Bianca jatuh dari kedua pipinya karena tak kuat menahan sakit di pipinya.


"Awas loe Valeria gue bakal hancurin loe dan keluarga loe!" ucap Bianca dengan amarah berkobar-kobar.


Keesokan paginya semua berkumpul di meja makan seperti biasa. Valeria yang melihat bibir Bianca luka segera bertanya padanya.


"Bibir kamu kenapa Ca?" tanya Valeria dengan khawatir.


"Uhmm........ini tadi malam gatal jadi aku garuk ampe berdarah" ucap Bianca dengan gugup.


"Beneran"


"Hemmm"


Bianca gugup karena melihat tatapan tajam dari Arinta dari kursi seberang.


Kamu terlalu baik sayang pada orang yang berniat mencelakai kamu nak, batin Arinta merasa kasihan pada putrinya.


Selesai sarapan mereka semua segera berangkat. Valeria dan Bianca yang semobil tidak ada perbincangan diantara keduanya di dalam mobil.


~ SMP Kencana ~


Setelah 30 menit akhirnya mobil yang di tumpangi Valeria tiba di sekolah. Keduanya lalu turun dan segera masuk ke dalam sekolah, Valeria lalu meninggalkan Bianca yang masih menunggu sahabatnya di lobby.


"Pagi say gimana acara kemarin?" tanya Kelly.


"Lancar sampai selesai" ucap Bianca sambil tersenyum manis.


"Bagus deh"


Keduanya lalu bergegas menuju kelas mereka, sampai di sana Sandra yang sudah datang lebih dulu tersenyum senang saat melihat sudut bibir Bianca yang sobek.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Kayaknya ada yang kena tamparan semalam, batin Sandra.


Tak lama bel masuk berbunyi dan pelajaran siap di mulai. 2 jam pelajaran di lewati semua siswa-siswi SMP Kencana dengan tertib di kelas masing-masing.


Bel istirahat pertama sudah berbunyi tanda waktunya istirahat. Semua murid segera keluar dari kelas menuju kantin dan tempat lainnya, tak terkecuali dengan Bianca dan teman-temannya.


"Guys gue ke toilet dulu udah kebelet nih" ucap Bianca.


"Ya udah sana kita tunggu di kantin ya" ucap Riri.


"Oke say"


Bianca segera berlalu menuju toilet di dekat ruang perpus, Sandra yang melihat hal tersebut segera mengikutinya. Sampai di dalam toilet Sandra bersandar di dekat wastafel menunggu Bianca yang berada di bilik toilet.


Saat keluar Bianca menatap tajam Sandra dengan tatapan sinis. Melihat hal tersebut Sandra tersenyum penuh arti seakan meledek Bianca.


"Gimana rasanya semalam" ucap Sandra sambil tersenyum penuh arti.


"Maksud loe?" tanya Bianca dengan bingung.


"Gue yakin semalam tante Arinta memberi pelajaran kepada anak tidak tahu diri yang mencoba untuk menyakiti sepupu gue" ucap Sandra sambil mengejek.


"Loe" tunjuk Bianca dengan wajah merah padam setelah tahu maksud Sandra.


"Benar gue yang laporin loe ke tante Arinta"


"Ternyata ja***g licik kayak loe yang udah ngelaporin gue ya........hehehehe" ucap Bianca sambil terkekah.


"Apa loe bilang" ucap Sandra dengan emosi.


Baru saja Sandra akan mengangkat tangannya ingin menampar Bianca, tangannya langsung di tepis oleh Bianca.


Plak..........plak...........


Bunyi dua tamparan bergema di dalam kamar mandi saat Bianca menampar Sandra. Bianca lalu menjambak rambut Sandra sambil mencengkram pipi Sandra dengan kuat.


Tak mau kalah dari Bianca, Sandra juga membalas menjambak rambut Bianca. Bahkan keduanya sudah acak-acakan karena saling menjambak.


"Beraninya loe laporin gue ke tante Arinta sialan" bentak Bianca.


"Itu balasan buat loe karena mau nyakitin sepupu gue bi**h"


Keduanya saling mencakar satu sama lain hingga Sandra mendorong tubuh Bianca sampai menabrak wastafel. Saat itu juga Valeria kaget bukan main saat membuka pintu kamar mandi.


"Bianca" teriak Valeria dengan mata melotot.


"Val sakit" ucap Bianca mendramatis.


"Loe apain Bianca hah" bentak Valeria dengan tatapan tajam.


"Tanya sama jal**g itu dia yang mulai nampar gue duluan" ucap Sandra dengan sinis.


"Bohong Ca dia yang mukul gue duluan karena ngak suka lihat gue dekat sama tante Arinta" ucap Bianca berbohong.


"Sandra apa betul" ucap Valeria.


"Ngak dia bohong Val, loe kan tahu gue itu paling benci yang namanya berbohong" ucap Sandra.


Valeria membenarkan ucapan Sandra apa lagi ia bisa melihat bekas tamparan di kedua pipi sepupunya. Veleria lalu menatap keduanya dengan tatapan tajam.


"Loe berdua sekarang minta maaf satu sama lain" ucap Valeria.


"Apa gue ngak mau" ucap keduanya dengan serentak.


"Gue ngak mau tahu atau gue laporin ke guru biar pada panggil ortu loe masing-masing" ucap Valeria dengan suara tegas.


"Jangan! Oke gue minta maaf" ucap Sandra dengan cepat.


"Ca" ucap Valeria yang melihat Bianca hanya diam.


"Gue juga minta maaf" ucap Bianca dengan sinis.


Valeria hanya menatap keduanya dengan dingin tidak mengatakan satu kata pun. Ia tahu jika keduanya saling meminta maaf tidak dengan tulus tapi hanya terpaksa.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Pokoknya gue ngak mau dengar ada kejadian seperti ini lagi" ucap Valeria.


"Iya" ucap keduanya serentak.


"Loe berdua sekarang perbaiki penampilan loe dan segera pergi ke UKS" ucap Valeria.


Keduanya diam dan merapikan pakaian mereka lalu keluar dari kamar mandi. Valeria memijit pelipisnya yang sakit saat melihat kedua saudaranya sudah pergi.


"Ternyata hati loe sangat keji Ca" gumam Valeria dengan sedih.


Ia tahu jika kemarin orang yang mendorongnya adalah Bianca. Awalnya ia berpikir jika itu adalah tindakan yang tak di sengaja oleh Bianca tapi saat mendengar ucapan Bianca semalam ia pun bisa menebak kelakuan Bianca.


Bianca yang sudah mengobati lukanya segera berjalan menuju ke kelasnya. Tapi tanpa sengaja ia bertemu dengan Rian yang akan menuju ke perpus.


"Rian" panggil Bianca.


"Hemmmm"


"Gimana tawaran gue waktu itu"


Rian berpikir tentang tawaran apa yang di tawarkan oleh Bianca, setelah ia ingat ia melihat Bianca dengan tatapan datar dan dingin.


"Oke gue setuju" ucap Rian dengan suara dingin.


"Pilihan yang sangat tepat"


"Hemmm"


"Bentar loe anterin Valeria lagi ke tempat lesnya, nanti gue yang atur selanjutnya"


"Hemmmm"


Rian segera pergi ke perpustakaan meninggalkan Bianca disana. Bianca tersenyum penuh arti sambil memikirkan langkah apa yang akan ia buat untuk menjebak Valeria bahkan di benci oleh kedua orang tuanya.


Saatnya pembalasan gue Valeria, batin Bianca tersenyum penuh arti.


Seperti omongan Bianca tadi sepulang sekolah Rian kembali mengantar Valeria ke tempat les. Valeria yang ingin menolak ajakan Rian seakan tidak di beri kesempatan oleh Bianca.


"Kenapa gue terus berurusan sama Rian ya" gumam Valeria dengan risih.


Ia sangat tidak suka berurusan dengan Rian karena ia tak nyaman. Tapi ada saja alasan Bianca yang selalu pulang dengan mobil jemputan sendiri membuat Valeria harus berangkat ke tempat les diantar Rian.


Waktu berlalu dengan cepat tak terasa kedekatan Rian dengan Valeria semakin dekat. Hal itu membuat Rian salah artikan kedekatannya dengan Valeria dan menganggap Valeria juga mempunyai perasaan yang sama dengannya.


Tanpa Rian tahu ternyata selama ini yang membalas semua pesan dari Rian di hp Valeria adalah Bianca. Bianca sering meminjam hp milik Valeria dengan alasan hp Valeria lebih bagus saat streaming.


Valeria yang tak terlalu suka megang hp saat di mansion membiarkan hpnya di pinjam Bianca. Ia lebih tertarik membaca novel atau buku-buku yang berkaitan dengan pemrograman komputer.


"Val ada pesan masuk dari Rian" ucap Bianca memberikan hp ke Valeria.


"Hemmmm"


Rian Saputra


"Val besok gue tunggu loe di taman kota jam 16:00"


Valeria mengernyitkan keningnya bingung dengan pesan Rian, ia tak tahu mengapa Rian mengajak Valeria untuk bertemu di taman besok sore.


"Aneh" gumam Valeria dengan suara pelan.


Bianca tersenyum penuh arti karena tahu apa tujuan Rian mengajak Valeria bertemu besok.


Besok loe bakal punya seseorang yang bakal membenci loe seumur hidup loe Valeria, batin Bianca sambil tersenyum penuh arti.


❄❄❄❄❄


To be continue.............


Jangan lupa beri dukungan kalian lewat vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀