Love Struggle

Love Struggle
Chapter 95



🌻Jadilah dirimu sendiri dan buktikan kalau kamu itu bisa, bukan menjadi diri orang lain hanya untuk diakui oleh orang lain🌻


.


.


.


.


Setelah mengambil paket berisi cerutu Juan segera pergi dengan helikopter. Pak Dev memandang anaknya dengan khawatir berharap misi yang anaknya jalankan semoga berhasil.


Doa ayah selalu menyertai kamu dan adikmu, batin pak Dev.


~ Markas Besar Valeria ~


Raksa dan Rehan yang sudah mendapat perintah dari Valeria untuk bersiaga di markas, saat ini mereka sedang memantau pergerakan musuh mereka. Andre sudah memberitahu mereka kalau kali ini mereka akan berhadapan dengan Kim Jeong.


"Dre loe udah tahu belum rencana mereka?" tanya Raksa.


"Udah dan mereka ingin menghancurkan markas kita di kota B" ucap Andre sambil mengutak beberapa angka di laptopnya.


"Gimana kalau kita siapkan penyambutan buat mereka" ucap Rehan sambil tersenyum smirk.


"Maksud loe?" tanya Raksa.


Rehan lalu memberitahu idenya kepada Raksa dan Andre ketiganya lalu tersenyum penuh arti memikirkan rencana Rehan.


Tak berlama-lama Rehan dan Raksa beserta 100 anggota Black Shadow bergegas ke markas mereka di kota B.


Waktu berlalu dengan sangat cepat dan tak terasa matahari sudah berganti dengan bulan. Kim Jeong dan Woo Bin asistennya saat ini sudah tiba di markas Black Shadow di kota B.


"Tuan anak buah kita sudah siap" ucap Woo Bin.


"Kita serang mereka sekarang" ucap Kim Jeong dengan tatapan penuh dendam.


Kim Jeong dan anak buahnya berjalan mengendap ke markas Black Shadow, kening Kim Jeong mengerut melihat markas Balck Shadow yang terlihat sepi seperti tak ada penghuni.


"Kita masuk ke dalam" ucap Kim Jeong dengan gerakan isyarat.


Anak buah Kim Jeong lalu berpencar masuk ke markas Black Shadow mereka berpencar masuk ke bangunan yang seperti terowongan.


Sedangkan Kim Jeong dan Woo Bin masuk ke ruangan yang paling besar saat melihat cahaya lampu dan terdengar suara seperti sedang berpesta.


Brak............


Pintu di tendang sampai terlepas oleh Kim Jeong dan saat masuk ke dalam mereka semua kaget karena tak ada orang di dalam. Hanya ada speaker di atas meja yang mengeluarkan suara seperti sedang berada di pesta.


"Apa-apaan ini" teriak Kim Jeong dengan emosi.


Dor...........dor.........dor.........dor..........


Bunyi tembakan bersahutan dari luar mengagetkan Kim Jeong yang berada di dalam ruangan. Baru saja ia keluar mereka langsung di serang oleh Rehan, Raksa, dan anggota Black Shadow.


"Selamat datang berengsek" ucap Raksa sambil terkekeh.


Dor........dor.........dor.........dor........


Bunyi tembakan terus bergema dari pihak Black Shadow membuat anak buah Kim Jeong tak sempat mengelak. Kim Jeong yang melihat anak buahnya banyak yang tewas menatap musuhnya yang memakai topeng dengan gertakan gigi.


"Habisi mereka semua. Jangan biarkan satu pun lolos" teriak Rehan.


"Siap bos" ucap anggota Black Shadow serentak.


Dor........dor........dor........dor........dor.........


Aaarrgghhhh........


Woo Bin yang melihat jumlah mereka semakin sedikit langsung menyuruh anak buahnya untuk mundur, Kim Jeong yang sudah di penuhi emosi tak memperdulikan ucapan asistennya itu.


"Tuan sebaiknya kita mundur jika tidak kita akan mati disini" ucap Woo Bin.


"Akan ku habisi mereka semua" teriak Kim Jeong.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Woo Bin tidak memperdulikan ucapan Kim Jeong dan menarik paksa tuannya untuk pergi dari sana. Raksa yang melihat anak buah Kim Jeong mundur segera menyuruh anggotanya untuk menembak semua anak buah Kim Jeong.


Woo Bin yang melihat semua anak buah mereka mati semakin panik. Ia dan Kim Jeong terus berlari menghindar dari tembakan Black Shadow, Raksa mengangkat tangannya memberi isyarat kepada anggotanya berhenti menembak.


Dor.............dor.............


2 tembakan melesat ke tempurung lutut musuhnya melihat hal tersebut Rehan berdecak kesal karena Raksa tak membunuh mereka berdua.


"Loe kenapa biarin mereka lolos sih!" bentak Rehan.


"Itu perintah master buat ngak bunuh mereka berdua"


"Kenapa?" tanya Raksa.


"Mana gue tahu! Tanya aja sama master sana" ucap Raksa sambil mengangkat bahunya tak tahu.


"Arrgghh.......sial padahal gue pengen mereka semua mati" teriak Raksa dengan kesal.


"Well nanti ada waktunya buat mereka mati. Saat ini biar mereka menikmati penyambutan dari Black Shadow" ucap Raksa sambil menyeringai.


"Loe nembak mereka di bagian mana"


"Tempurung lutut. Toh semoga mereka bisa berjalan dengan normal ke depannya" ucap Raksa sambil terkekeh.


"Loe emang manusia licik" ucap Rehan yang mengerti maksud Raksa.


Keduanya tertawa membuat anggota mereka diam tak berkata apa-apa. Mereka lalu membakar semua jasad anak buah Kim Jeong karena tak ingin mendapat masalah dengan pihak kepolisian.


~ Mansion Valeria ~


Valeria dan Ares akhirnya sampai di mansion yang terletak di pinggiran kota Seoul agak jauh dari perkotaan. Saat masuk semua mata pelayan tergelak kaget melihat penampilan Valeria.


Bahkan Zero yang menunggu kedatangan Valeria sedari tadi kaget bukan main. Ia diam tak berbicara satu kata pun seperti biasa karena takut dengan penampilan Valeria apa lagi tubuh Valeria yang berbau anyir darah.


"Bawa makanan gue ke kamar" ucap Valeria saat hendak masuk ke lift.


"Baik nyonya" ucap Ares dan berbalik menuju dapur.


Valeria lalu masuk ke dalam kamar miliknya di lantai 3 dan segera menuju ke kamar mandi. Ia berdiri di bawah shower membiarkan air mengalir menghapus jejak darah di tubuhnya.


Ingatan Valeria dengan jelas berputar mengingat apa yang ia lakukan sampai ia bisa kelepasan emosinya. Valeria menutup mata menormalkan emosi dalam dirinya yang bisa memancing monster dalam dirinya bangkit.


Mata merah seperti mata berengsek itu, ucap Valeria sambil terkekeh.


Masih dengan jelas ingatannya saat pertama kali melihat mata orang berubah warna. Orang itu adalah ayah kandung Valeria atau orang yang sangat ia benci selama ini.


Pertama kali ia melihat warna mata ayahnya yang berubah warna ketika ia di hukum oleh Budi di taman belakang. Saat itu Valeria sempat melihat mata sang ayah yang berubah warna tapi berubah kembali setelah 5 menit.


Dari situ ia mencari tahu tentang apa yang ia lihat dan hasilnya sangat mengejutkan.


Kalau dalam tubuh Kusumo mengalir darah seorang raja terkenal yang sangat mengerikan dengan mata berwarna merah dan pemicu munculnya perubahan warna mata saat emosi pemilik tubuh tak terkontrol.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Valeria keluar dari kamar mandi hanya memakai kimono sambil mengeringkan rambutnya. Semua pakaiannya yang tadi ia buang sudah di simpan di keranjang pakaian kotor oleh Ares.


"Bagaimana keadaan Bryan dan Yorla" ucap Valeria sambil berjalan ke arah balkon.


"Mereka hanya di dalam apartemen Bryan tidak keluar kemana-mana nyonya" ucap Ares.


"Heemmmm! Lalu Juan"


"Juan sedang dalam perjalanan menuju pulau Cayman"


"Baik nyonya" ucap Ares sambil mengirim pesan ke Juan.


"Pasang foto gue tadi di semua tempat" ucap Valeria sambil melihat fotonya yang di bagikan anak buahnya.


"Baik nyonya"


"Pergilah"


"Baik nyonya selamat beristirahat" pamit Ares.


Valeria tersenyum sinis mendengar ucapan Ares seperti biasa padahal Ares tahu kalau ia hanya akan tidur selama 2 jam saja dan tidak akan bisa tidur lagi.


"The Queen of Blood, i like that" (ratu darah, aku suka itu) gumam Valeria sambil terkekeh.


Valeria lalu minum segelas anggur merah yang di bawakan oleh Ares tadi dan memakan makanan yang di depannya. Setelah itu ia memakai perawatan tubuhnya sebelum tidur.


Tepat 2 jam kemudian Valeria terbangun dari tidurnya yang seperti biasa, ia lalu memakai jubah tidur yang bertali satu dengan merek terkenal dan berlalu menuju ruang kerja untuk bekerja.


~ AS Entertainment ~


Pagi ini lagi-lagi Jakson di buat pusing oleh ulah Zero yang menggantikannya menjadi juri kemarin. Ia sudah tahu jika Zero pasti akan membuat masalah di acara kemarin.


Bagaimana tidak semua peserta di kritik pedas oleh Zero bahkan ia tak segan-segan menyuruh mereka pulang karena menurutnya mereka tak cocok mengikuti audisi.


Juri-juri lain hanya diam dengan pasrah melihat kelakuan Zero yang bikin naik darah, karena kelakuannya itu ada salah satu peserta yang sempat merekamnya menyebarkan ke dunia maya.


"Dimana anak berengsek itu" teriak Jakson dengan emosi.


"Maaf tuan tapi sejak kemarin malam nomor Zero tidak aktif tuan. Bahkan manajer dan asistennya tak tahu kemana ia pergi" ucap asisten Jakson.


Arrrghhhh...........


Teriak Jakson dengan emosi mendengar ucapan asistennya, ia pikir kemarin Zero akan melakukan kerjaannya dengan baik karena perintah sang master. Tapi lagi-lagi ia yang di buat pusing dengan perbuatan Zero.


Kring........kring......kring...


^^^"Ada apa" bentak Jakson saat telpon di mejanya berbunyi.^^^


"Maaf t....uan. Tapi sekertaris presdir menyuruh anda ke ruangan presdir sekarang" ucap sekertaris Jakson dengan gugup.


^^^"Heemmm"^^^


Jakson menormalkan emosinya dan segera ke ruangan Valeria. Sampai di lantai 70 ia langsung di sambut Misya sekertaris Valeria, sesudah mendapat ijin masuk Jakson segera masuk ke dalam ruangan Valeria.


"Kamu" tunjuk Jakson kepada orang yang sedari tadi membuatnya emosi.


"Kenapa pak tua" ucap Zero dengan ketus.


Bugh.........


Lemparan sepatu Jakson mendarat dengan sempurna di kening Zero. Ia sudah tak perduli jika Valeria melihat kelakuannya karena saat ini ia ingin sekali menghajar Zero yang sudah membuat kekacauan untuknya.


"Beraninya kamu melempar aku dengan sepatu jelekmu itu pak tua" teriak Zero dengan emosi.


"Itu akibat karena lagi-lagi kamu membuat kekacauan bocah" teriak Jakson.


Bugh.......bugh.....bugh........prang......prang.....


Bunyi pukulan dan benda pecah menggema di dalam ruangan Valeria, keduanya tak memperdulikan keadaan dan terus berkelahi.


Meski umur Jakson yang sudah menginjak 40an ia masih bisa meladeni pukulan Zero yang berumur 28 tahun.


"Ares" ucap Valeria sambil memberi isyarat untuk keduanya.


"Baik nyonya" ucap Ares.


Bugh...........bugh.............


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


2 Tendangan dari Ares tepat di perut Jakson dan Zero menghentikan keduanya yang sedang berkelahi. Zero dan Jakson meringis sakit merasakan tendangan Ares yang sangat kuat.


"Apa masih ingin berkelahi?" tanya Valeria dengan suara dingin dan tatapan tajam.


"Maafkan saya master" ucap Jakson sambil berdiri menahan sakit di perutnya.


"Maaf sister" ucap Zero dengan ringisan kecil keluar dari mulutnya.


"Hari ini juga kalian berdua buat konferensi pers tentang kejadian kemarin"


"Baik master, sister" ucap keduanya dengan serentak.


"Zero pertahankan citramu seperti saat ini dan jadi dirimu sendiri"


"Oke sister" ucap Zero sambil tersenyum bahagia.


"Tapi master? Bukannya sifat Zero seperti kemarin akan membuat citranya rusak" protes Jakson.


"Lebih baik menunjukkan sifat aslimu di depan publik dari pada menipu publik" ucap Valeria.


"Baik master"


"Jangan lupa keluarkan semua tikus koruptor dari perusahaan aku" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Maksud master?" tanya Jakson dengan bingung.


"Sebarkan ini saat konferensi nanti" ucap Valeria sambil memberikan map kepada Jakson.


Jakson mengambil map tersebut dan melihat isinya, matanya kaget tak percaya melihat ada 3 kepala direksi di perusahaan ini yang melakukan koruptor. Zero yang penasaran mendekat dan melihat isi map tersebut.


"Wow" ucap Zero.


"Ngapain kamu ikut lihat bocah" ucap Jakson dengan tatapan sinis.


"Ck! Dasar pelit" decak Zero.


Jakson diam saja mendengar ucapan Zero karena ia tahu jika meladeni ucapan Zero sudah pasti keduanya akan berdebat terus. Keduanya lalu membaca semua berkas itu dan tak menyangka ada banyak pegawai yang ikut andil dalam hal itu.


"Pecat semua karyawan yang terlibat dan black list nama mereka setelah konferensi"


"Baik master"


"Jangan lupa buka lowongan besar-besaran untuk mengantikan posisi yang kosong dan aku tidak mau ada campur tangan orang dalam"


"Baik master"


"Urusan perusahaan aku serahkan kepadamu karena sore nanti aku berangkat ke California"


"Sister kenapa cepat sekali disini" ucap Zero dengan kaget.


"Aku sibuk" ucap Valeria dengan singkat.


Zero tak berkata apa-apa lagi karena ia tahu Valeria adalah seorang pimpinan dari begitu banyak perusahaan. Keduanya lalu keluar dan menyiapkan konferensi pers sebentar lagi.


"Ares kamu pergi ke pulau Cayman dan bantu Juan"


"Baik nyonya"


Valeria segera mengerjakan berkas yang yang belum selesai ia kerjakan.


Sorenya Valeria segera pergi ke California dengan jet pribadinya yang khusus dia sendiri yang boleh naik, sedangkan Ares pergi ke pulau Cayman dengan jet pribadi Valeria yang lainnya.


❄❄❄❄❄


To be continue...........


Hay guys jangan lupa beri dukungan kalian yang sebanyak-banyaknya ya guys, biar author lebih semangat lagi nulisnya😘❀