Love Struggle

Love Struggle
Chapter 154



🌻Bahagia itu berasal dari diri sendiri bukan tergantung orang lain. Banyak bersyukur karena tidak semuanya itu sempurna🌻


.


.


.


.


Clara mengamuk dan berteriak seperti orang kesurupan di dalam apartemen. Jeslyn yang baru saja datang kaget melihat apartemen yang sudah hancur berantakan karena ulah Clara.


"Berengsek kamu ja***g. Beraninya kamu hamil anak priaku" teriak Clara dengan emosi.


Jeslyn diam tak berbicara apa-apa membiarkan nona mudanya melampiaskan emosinya. Sebenarnya ia heran untuk apa Clara harus marah karena Valeria mengandung anak Thomas lagian mereka itu kan suami istri.


Cinta yang aneh, batin Jeslyn tak habis pikir.


"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Clara dengan tatapan tajam menatap Jeslyn.


"Maaf nona saya hanya berpikir untuk memesan perabotan yang sudah nona hancurkan" ucap Jeslyn seperti biasa agar Clara tak curiga.


"Kapan pertemuan dengan perusahaan Wesly?" tanya Clara dengan emosi.


"Besok jam 13:30 nona muda" ucap Jeslyn.


"Siapkan pakaian terbaikku dan panggil orang salon kesini" hardik Clara dengan suara tinggi.


"Baik nona"


Jeslyn segera mengambil hpnya dan menghubungi salon langganan Clara untuk segera datang ke sini. Dengan santai Clara berlalu masuk ke dalam kamar tak memperdulikan apartemennya yang sudah hancur berantakan.


Phew.............


Jeslyn membuang napasnya dengan kasar harus membereskan kekacauan yang dilakukan oleh Clara. Mau bagaimana lagi ia adalah asisten Clara jadi harus bertanggung jawab membereskan semua kekacauan.


~ Blue Ocean Apartment ~


Malam ini Thomas dan Valeria menginap di apartemen Thomas sesuai keinginan Valeria. Entah kenapa dia ingin tidur di apartemen suaminya sambil menikmati jamuan makan malam romantis di balkon.


"Jangan lupa minum susu kamu sebelum tidur honey" ucap Thomas setelah selesai makan malam dan bersantai di balkon apartemen.


"Kamu bikinin ya honey"


"Iya honey"


Thomas berlalu pergi ke dapur membuatkan susu hamil untuk istrinya sesuai ajaran Ares tadi sore. Beruntung ada Ares yang sudah menyiapkan semuanya jadi ia tidak repot lagi.


"Ini susunya honey" ucap Thomas menyodorkan segelas susu coklat khusus ibu hamil.


Valeria menerimanya dan langsung menghabiskannya dengan cepat. Thomas yang melihat tetesan susu di mulut Valeria menahan libidonya yang naik.


"Honey" ucap Thomas dengan suara serak dan tatapan penuh gairah.


Melihat tatapan mata suaminya yang bergairah Valeria memeluk suaminya seakan memberitahu jika ia mengijinkan apa yang suaminya pikirkan.


"Lakukan dengan pelan honey" bisik Valeria dengan menggoda.


Cup.............


Thomas mencium bibir istrinya dengan menggebu-gebu karena sudah tidak tahan lagi. Ia mengendong Valeria membawanya ke kamar untuk mulai pergulatan malam mereka dengan bergairah.


Ahhhhhh........


Suara ******* keduanya bergema setelah sejam mendapat pelepasan masing-masing. Thomas mencium kening istrinya dengan lembut dann menjatuhkan tubuhnya di samping sang istri.


"I Love you honey" bisik Thomas.


"Heemmm"


Valeria berdeham menjawab ucapan suaminya karena ia sudah sangat lelah melayani napsu sang suami yang sangat besar dan tak pernah lelah sedikit pun.


~ Galaxy Company ~


Hari ini setelah suaminya berangkat ke perusahaan Valeria dan Ares lalu pergi ke Galaxy Company untuk mengecek kinerja Tom Abra selama 6 bulan terakhir.


"Selamat datang presdir" ucap Tom Abra bersama sekretarisnya di depan lobby.


"Bawakan semua laporan 6 bulan terkahir"


"Baik presdir"


Ting.............


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Lift berhenti tepat di lantai khusus presdir di paling atas, Valeria keluar bersama Ares dan Rehan dari lift sedangkan Tom Abra dan Ariana sekretarisnya ada di ruangannya mengambil laporan yang dibutuhkan oleh Valeria.


Tak lama Tom Abra datang sambil membawa 6 laporan bulan terakhir yang sudah di rangkum menjadi satu.


Valeria memeriksa laporan-laporan tersebut dengan teliti membuat Tom Abra berdiri dengan gugup dia depannya takut membuat kesalahan.


"Rekrut perancang baru"


"Bagaimana dengan kualifikasi pendidikan presdir?" tanya Tom.


"Tidak penting yang penting hasil desain mereka"


"Baik presdir"


"Bagaimana persiapan peluncuran set perhiasan terbaru kita?" tanya Valeria membaca laporan mengenai peluncuran tersebut.


"Sudah 90% presdir. Sesuai jadwal peluncuran akan diadakan minggu depan di ballroom hotel Arthur presdir"


"Heemm! Pantau tim publikasi dan marketing jangan sampai ada kesalahan"


"Baik presdir"


"Berapa banyak yang akan di pasarkan"


"Ada 200 paket lengkap yang akan di luncurkan presdir"


"Heeemm"


"Presdir apa saya boleh mengusulkan yang mulia raja Peterson untuk manjadi cover edisi pin dasi di peluncuran bulan depan?" tanya Tom dengan gugup.


Valeria menatap Tom Abra memikirkan usulannya barusan. Memang peluncuran mereka bulan depan adalah pin dasi dengan bahan utama berlian murni dan hal itu memang butuh seorang model yang bisa mendongrak penjualan saat peluncuran.


"Sandingkan Bryan dan Zero untuk jadi modelnya" ucap Valeria dengan tegas.


"Baik presdir" ucap Tom dengan senang.


Karena sedari kemarin ia sangat bingung mencari model untuk peluncuran produk mereka yang terbaru tapi tidak ada yang cocok.


"Temanya buat elegan tapi berkelas dan gabungkan suasana kerajaan dan perkantoran untuk story iklannya" ucap Valeria sambil mengetuk jari di atas meja.


"Apa kita harus melakukan pemotretan di kerajaan Wizpet presdir"


"Minta persetujuan dari pihak istana tapi sebelum itu kirim proposal resmi ke Bryan"


"Baik presdir"


"Apa" ucap Tom dengan kaget.


"Ada masalah?" tanya Valeria dengan tatapan tajam.


"Tidak presdir. Tapi presdir kita sudah menekan kontrak dari sebulan yang lalu dengan model itu" ucap Tom meminta Valeria untuk berpikir ulang.


"Bayar pinaltinya karena aku tidak mau citra perusahaanku rusak karena model ja***g itu" hardik Valeria dengan suara tinggi.


"Bai....k pres.....dir" ucap Tom dengan terbata-bata.


Valeria lalu memberi isyarat ke Tom untuk segera pergi. Setelah Tom pergi Valeria menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya.


"Bawakan anggur hijau"


"Baik nyonya"


Ares menaruh sekotak anggur hijau yang tadi ia bawa dari apartemen sesuai perintah Valeria. Sejak mengetahui kehamilannya ia sangat suka dengan anggur hijau.


~ Wesly Group ~


Setelah jam makan siang Thomas yang sedang memeriksa beberapa berkas laporan mengenai server mereka harus berhenti karena ia harus menemani Xavier ikut meeting.


"Dimana bos?" tanya Thomas saat masuk ke dalam lift dan hanya melihat Albert saja.


"Bos tidak ikut"


"Kenapa?" tanya Thomas lagi.


"Nyonya mengidam ingin di suapi bos"


"Aku penasaran bagaimana istriku ngidam nanti" ucap Thomas dengan cepat.


"Kamu akan merasakannya sendiri" ucap Albert sambil tersenyum getir.


"Kenapa? Apa kamu tidak menikmati waktu istrimu ngidam?" tanya Thomas beruntun.


"Lihat saja nanti waktu istrimu ngidam"


Albert menjawab dengan suara dingin membuat Thomas semakin penasaran. Keduanya lalu berjalan menuju ruang meeting karena kliennya sudah menunggu mereka.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Saat masuk ke dalam ruang meeting sudah ada 3 orang yang menunggu mereka di dalam sana. Mereka adalah perwakilan dari AS Corp.


Thomas mengenali salah satu dari ketiganya dan itu adalah Clara Aiden putri ketiga dari tuan Seno Aiden di Meksiko dan juga cinta pertamanya.


Ckk! Kenapa harus ada ja***g itu sih, batin Thomas dengan kesal.


"Tunjukkan profesionalmu" bisik Albert yang tahu tatapan tajam dari Thomas ke Clara.


"Heemmm"


"Meeting kita mulai" ucap Albert dengan suara dingin.


Selama meeting Thomas merasa risih dengan tatapan Clara yang menatapnya seperti kelaparan. Ia tahu tatapan itu karena dulu dia adalah pemain wanita apa lagi melihat penampilan Clara yang seperti seorang pela**r.


"Bagaimana tuan Kendrick?" tanya Jeslyn dengan sopan.


"Proposal yang bagus. Kami akan memberi informasi dalam 2 hari mengenai proposal kerja sama yang perusahaan kalian tawarkan" ucap Albert dengan suara dingin.


"Baik tuan Kendrick kami tunggu kabar dari anda" jawab Clara.


"Heemmm"


"Meeting cukup sampai disini dan kalian akan diantar sekretaris utama" ucap Thomas.


"Baik tuan Parker" jawab Clara dengan suara menggoda.


Thomas merasa risih dan jijik mendengar suara Clara. Raut wajahnya menunjukkan rasa jijik kepada Clara yang ditangkap oleh Jeslyn.


Nona saya mohon jangan permalukan diri anda, batin Jeslyn penuh harap.


Albert dan Thomas berlalu keluar dari ruang meeting membuat Clara yang melihatnya sengaja mengejar Thomas karena ingin berbicara pribadi dengannya.


"Mr. Parker tunggu" teriak Clara berlari keluar dari ruang meeting.


"Ckk! Mau apa lagi ja***g itu" decak Thomas dengan kesal.


"Mungkin dia butuh belaian kamu" ucap Albert dengan santai.


"Tutup mulutmu sialan" maki Thomas dengan tatapan tajam.


Albert mengedikkan bahunya dengan acuh menekan tombol lift tak perduli. Tiba-tiba pintu lift terbuka bersamaan dengan Clara yang sampai di depan Thomas.


"Apa saya boleh berbicara dengan anda secara pribadi Mr. Parker?" tanya Clara dengan penuh harap.


"Ada urusan apa kamu dengan suamiku?" tanya Valeria dengan aura dingin keluar dari lift.


"Honey" pekik Thomas dengan senang melihat kedatangan sang istri.


Sial! Kenapa dia harus muncul sih bikin rencana aku gagal buat dekati Thomas, batin Clara berdecak kesal.


Cup.............


Thomas mencium bibir Valeria tak perduli dimana mereka berada. Valeria melirik ke arah Clara yang mengepal kedua tangannya dengan tatapan tajam melihat mereka.


"Aku duluan dude" tegur Albert.


"Oke" ucap Thomas tak melihat ke arah Albert karena ia sibuk memeluk istrinya.


"Kenapa kamu ingin bicara dengan suamiku secara pribadi?" tanya Valeria dengan suara dingin seperti es.


"Aku ada urusan pribadi yang harus dibahas dengan Mr. Parker" ucap Clara dengan santai tak perduli perempuan di depannya adalah istri sah Thomas Parker.


"Sedekat apa kamu sama suamiku hingga ingin berbicara pribadi dengannya" sinis Valeria dengan senyum smirk.


"Ini tidak ada hubungannya dengan anda nona jadi mohon tidak ikut campur!" bentak Clara dengan suara tinggi.


Plak.................


Valeria menampar pipi Clara dengan kuat hingga bibirnya berdarah. Jeslyn menutup mata memaki kecerobohan nonanya yang tak sabar.


"Aku ISTRI orang yang ingin kamu temui. Lalu apa aku tidak berhak atas suamiku?" tanya Valeria menekan ucapannya.


"Beraninya kamu menamparku perempuan ja***g" hardik Clara dengan emosi.


Plak........


Bugh..........brak............


Semuanya kaget melihat Thomas yang menampar Clara dan menendangnya hingga membentur vas di tembok samping hingga hancur berantakan.


❄❄❄❄❄


To be continue..............