Love Struggle

Love Struggle
Chapter 17



🌻Belajarlah mandiri mulai dari sekarang karena suatu saat kamu harus bisa berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain🌻


.


.


.


.


Keesokan harinya sesuai pesan Rian, Valeria segera bersiap untuk menemui Rian di taman kota. Karena kedua orang tuanya belum pulang jadi Valeria memutuskan untuk keluar tanpa meminta ijin.


"Udah jam 15:40 mending gue berangkat sekarang" ucap Valeria.


Valeria lalu mengambil handbag dan memasukkan dompet, hp, tisu basah, dan tisu kering. Valeria melihat penampilannya sekali lagi sebelum keluar.


Saat ini Valeria memakai celana levis hitam panjang, baju model sabrina berwarna biru dan sneaker warna hitam. Tak lupa rambut panjangnya ia gerai yang semakin mempercantik penampilannya.


"Perfect" ucap Valeria sambil tersenyum manis.


Valeria segera turun ke bawah untuk berangkat ke taman kota. Sampai di ruang keluarga Valeria berpapasan dengan Bianca yang akan keluar.


"Ca loe mau kemana?" tanya Valeria.


"Gue ada janji sama Riri dan Kelly mau ketemuan di cafe"


"Oh ya udah kita bareng aja. Kebetulan gue mau ke taman kota" ajak Valeria.


"Ngak usah deh Val soalnya arah tujuan kita beda. Lagian gue udah pesan taksi online kok" tolak Bianca sambil tersenyum manis.


"Ya udah kalau loe maunya kayak gitu. Hati-hati ya"


"Loe juga ya Val"


"Bye Ca"


"Bye Val"


Valeria lalu masuk ke dalam mobil yang diantar oleh sopir yang biasa mengantar ia pergi yaitu pak Udin. Melihat mobil Valeria sudah pergi Bianca segera bergegas masuk ke dalam taksi online yang di pesannya.


"Ke taman kota pak" ucap Bianca.


"Baik nona" ucap sang sopir.


Di dalam mobil, Valeria saat ini ia sedang mengobrol dengan pak Udin. Meski hanya seorang sopir tapi Valeria tidak membedakan status mereka.


"Non Valeria mau kencan ya" ucap pak Udin.


"Hehehe........ngak pak lagian aku ngak ada pacar masa mau kencan" ucap Valeria sambil terkekeh.


"Kirain non mau kencan soalnya setahu saya kalau ke taman kota itu tandanya mau ngedate non"


"Pak Udin bisa aja. Valeria itu mau ketemu sama teman sekelas aku udah janjian dari kemarin"


"Oh iya non. Nanti saya tunggu atau gimana non?" tanya pak Udin.


"Tunggu aja ya pak soalnya ngak lama"


"Baik non"


~ Taman Kota ~


Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit akhirnya Valeria tiba di taman kota. Valeria lalu keluar dan mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Rian.


Tak jauh dari mobil mereka taksi yang di tumpangi Bianca juga sudah sampai disana. Bianca lalu membayar taksi dan segera keluar mengikuti Valeria.


Valeria berjalan memutari taman kota yang saat ini sangat ramai karena banyak pengunjung yang bersantai, olahraga, atau sekedar bertemu dengan teman mereka.


"Rian dimana sih" ucap Valeria sambil mengedarkan pandangannya.


"Valeria" ucap seseorang dari belakang sambil menepuk pundaknya.


"Rian" ucap Valeria setelah berbalik ke belakang melihat siapa yang menepuk pundaknya.


"Sorry kalau gue ngagetin"


"Ngak kok tenang aja"


"Hemmm! Kesana yuk" tunjuk Rian ke salah satu kursi yang kosong dan jauh dari keramaian.


"Heemmm"


Keduanya lalu berjalan menuju kursi yang ditunjuk oleh Rian tadi. Bianca yang mengikuti Valeria dari tadi berjalan agak jauh agar tidak ketahuan keduanya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Jadi loe ngajak gue ketemuan disini buat apa" ucap Valeria to the point.


Rian menarik napasnya dalam dan membuangnya perlahan. Ia saat ini sangat gugup berhadapan dengan Valeria, bahkan sedari tadi jantungnya berdetak dengan cepat.


"Ada yang mau gue omongin sama loe" ucap Rian dengan gugup.


Valeria melihat Rian dengan tatapan datar, melihat hal tersebut Rian semakin gugup untuk mengutarakan perasaannya. Menit berganti menit dan sudah 15 menit berlalu tapi Rian masih saja bungkam.


"Loe niat ngak sih mau ngomong" ucap Valeria dengan kesal.


"It...u s...ebenar..nya gue pengen ngomong sesuatu" ucap Rian dengan gugup.


"Ya ngomong aja dari tadikan gue udah nunggu mau dengar apa yang mau loe ngomongin"


"Uhmmm.........gue suka sama loe Val" ucap Rian dengan cepat.


Valeria diam mendengar ucapan Rian barusan, otaknya sedang berpikir mengenai ucapan Rian. Setelah mengerti maksud Rian ia melihat Rian dengan tatapan sulit diartikan.


"Hah! Sebelumnya makasih loe udah suka sama gue tapi maaf gue" ucap Valeria yang langsung di potong Rian.


"Loe nolak gue" ucap Rian dengan kecewa.


"Gue belum mau pacaran saat ini dan lagian gue juga udah anggap loe teman gue ngak lebih"


Duar............


Bagai di sambar petir tubuh Rian menegang mendengar ucapan Valeria barusan.


Jadi selama ini dia permainkan perasaan gue, batin Rian dengan kecewa.


"Loe ternyata suka mainin perasaan orang ya" ucap Rian sambil tersenyum sinis.


"Apa maksud loe?" tanya Valeria dengan bingung.


"Kalau emang loe ngak suka sama gue jangan kasi harapan palsu ke gue" bentak Rian dengan suara tinggi.


"Gue"


"Loe itu perempuan berpendidikan tapi kelakuan loe itu ngak lebih dari seorang yang ngak berpendidikan"


"Jaga ucapan loe" bentak Valeria sudah tersulut emosi.


"Kenyataannya seperti itu Valeria. Ini didikan ortu loe ya makanya loe jadi orang yang suka memberi harapan palsu ke orang lain" ucap Rian dengan emosi.


Plak............


Bunyi tamparan menggema di sana beruntung tidak ada orang di sekitar mereka jadi tidak ada yang melihat kejadian barusan. Valeria berdiri sambil menatap Rian dengan tatapan tajam penuh emosi.


"Sekali lagi loe jelekin nama ortu gue, gue ngak segan-segan robek mulut loe itu"


"Hahahahaha..........loe itu perempuan yang ngak punya hati ya, tega loe udah permainkan perasaan gue" bentak Rian sambil terkekeh.


"Tutup mulut loe berengsek karena selama ini gue ngak pernah permainkan perasaan loe anj**g" maki Valeria dengan suara tinggi.


Valeria segera beranjak pergi dari sana tapi tangannya di cekal oleh Rian. Valeria berusaha melepaskan cekalan tangan Rian tapi tenaganya tidak sebanding dengan Rian.


"Ingat ini Val! Gue bakal balas loe atas perbuatan loe ini" ucap Rian sambil menatap tajam Valeria.


Bukannya takut malah Valeria balas menatap Rian dengan tatapan tak kalah tajam. Valeria lalu menarik tangannya dengan cepat saat dirasa cekalan tangan Rian tak sekuat tadi.


"Jangan pernah deketin gue lagi berengsek" ucap Valeria dengan suara dingin.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Valeria segera beranjak dari sana meninggalkan Rian yang terduduk lesu karena cintanya ditolak. Rian sangat emosi karena berpikir selama ini Valeria hanya memberinya harapan palsu.


"Gue benci sama loe Valeria. Gue bakal balas loe sama kayak loe yang udah permainkan perasaan gue" ucap Rian sambil mengepalkan tangannya.


Bianca yang melihat mobil Valeria sudah pergi segera beranjak ke tempat Rian. Ia lalu duduk di samping Rian membuat Rian mengangkat kepala melihat siapa yang datang.


"Cih! Pergi loe!" decih Rian dengan suara dingin.


"Apa loe ngak pengen balas rasa sakit hati loe" ucap Bianca sambil menatap Rian.


"Apa maksud loe?" tanya Rian.


"Gimana kalau kita bersatu buat balas Valeria, hitung-hitung sebagai balasan untuk rasa sakit hati loe" tawar Bianca.


"Ngak nyangka gue ternyata saudaranya malah ngajak gue buat hancurkan saudaranya sendiri" ucap Rian sambil tersenyum sinis.


"Well loe ngak tahu aja gimana kelakuan sepupu gue itu dan hanya gue yang tahu sifat aslinya" ucap Bianca berbohong.


Rian yang sakit hati saat ini sangat ingin membalaskan rasa sakitnya kepada Valeria, apa lagi dengan tawaran Bianca yang memudahkan ia membalaskan dendamnya.


Sepertinya gue bisa manfaatkan dia, batin Rian tersenyum licik.


"Deal gue terima tawaran loe" ucap Rian sambil tersenyum sinis.


"Deal mulai saat ini kita partner" ucap Bianca sambil tersenyum puas.


"Hemmmm"


1 minggu kemudian


Tak terasa hari berlalu dengan sangat cepat dan sudah 1 minggu berlalu dari kejadian di taman kota. Dan selama itu juga Valeria tidak pernah bertegur sapa dengan Rian bahkan ia sudah memblokir nomor Rian.


~ SMP Kencana ~


Saat ini suasana di dalam kelas Valeria sangat berisik karena guru matematika tidak masuk. Valeria yang tidak suka keributan lalu beranjak ingin ke perpus.


"Mau kemana loe Val" ucap Tika.


"Gue mau ke perpus"


"Oh kirain mau ke kantin" ucap Tika sambil terkekeh.


"Makanan aja yang loe pikirin" ucap Valeria sambil menggelengkan kepalanya.


"Loe kan tahu lambung gue ini udah bocor parah jadi bawaan lapar melulu"


"Hadeh itu mah loe aja yang rakus jadi pengen makan terus" cibir Sari sambil terkekeh.


"Sialan loe teman ngak ada akhlak" ucap Tika dengan kesal.


Valeria dan Sari tertawa melihat sahabatnya yang sudah mulai kesal. Valeria lalu pergi meninggalkan kedua temannya menuju perpus sesuai rencana awalnya.


Rian yang melihat Valeria sudah pergi segera melancarkan aksinya. Ia berjalan menuju tempat Rudi yang duduk di belakang Valeria.


Rian berdiri sambil berhadapan Rudi kebetulan semua teman-temannya pada sibuk dan tidak memperhatikan apa yang ia lakukan. Rian lalu menaruh dompet salah satu murid yang tadi di berikan Bianca saat jam istirahat di dalam tas Valeria.


Selesai ia segera beranjak menuju tempatnya di paling belakang. Rian tersenyum penuh arti karena sebentar lagi ia akan melihat nama Valeria di permalukan.


Bianca


^^^"Misi berhasil"^^^


Di dalam kelas Bianca ia tersenyum penuh arti melihat pesan yang di kirim oleh Rian. Bianca lalu memulai aksinya untuk menjatuhkan nama Valeria.


"Kelly loe masih simpan foto bias loe ya?" tanya Bianca.


"Ya masih dong secara gitulah gue udah ngefans banget sama Jimin BTS" ucap Kelly dengan mata berbinar-binar.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Segitu suka banget ya loe sama member BTS" ucap Riri.


"Oh jelas dong mereka itu idaman gue banget apa lagi oppa Jimin" ucap Kelly sambil membayangkan wajah biasnya.


"Cih! Model kayak gitu aja loe bangga" cibir Riri.


"Biarin suka-suka gue dong" ucap Kelly dengan penuh percaya diri.


"Gue tebak pasti banyak banget foto Jimin di dompet loe" ucap Bianca.


"Yups! Tebakan loe benar banget beb" ucap Kelly sambil membuka tasnya ingin mengambil dompet memperlihatkan foto idolanya.


Wajah Kelly seketika berubah menjadi panik saat tidak menemukan dompetnya. Bianca dan Riri yang melihat perubahan wajah sahabatnya segera bertanya.


"Kenapa loe?" tanya Bianca.


"Dompet gue hilang" ucap Kelly dengan panik.


"Hah! Yang benar loe atau loe lupa bawa dompet loe tadi" ucap Riri juga ikutan panik.


"Tadi pas istirahat gue masih sempat ngambil dompet gue dan bawa ke kantin, habis itu gue taruh di saku rok gue dan ampe kelas gue taruh di dalam tas" ucap Kelly.


"Coba ingat lagi mungkin loe salah taruh kali" ucap Bianca.


"Gue yakin tadi gue habis dari kantin terus taruh di dalam tas" ucap Kelly.


"Berarti ada yang ambil dong" ucap Riri dengan cepat.


"Bisa jadi" ucap Bianca sambil tersenyum licik dalam hati.


"Kita ke ruang guru sekarang" ucap Kelly segera berlalu ke ruang guru.


Sampai di ruang guru ia langsung memberitahu ke guru piket hari ini. Kebetulan hari ini adalah jadwal piket pak Gatot yang terkenal paling kejam di SMP kencana.


"Apa ada uang di dalam dompet kamu?" tanya pak Gatot.


"Ada pak sebanyak Rp.500.000, kartu atm, kartu kredit, dan ada kalung emas aku di dalam dompet itu pemberian mama aku pak" jawab Kelly.


"Oke bapak akan koordinasi dengan anggota osis untuk memeriksa semua tas murid"


"Baik pak terima kasih"


"Apa kamu punya gambar dompet kamu?" tanya pak Gatot.


"Ada pak"


Kelly lalu mengirimkan foto bentuk dompetnya ke pak Gatot. Setelah itu pak Gatot lalu bersama seluruh anggota osis segera melakukan razia ke semua kelas, di mulai dari kelas satu yaitu kelas 1.1 kelas Valeria.


"Selamat siang anak-anak" ucap pak Gatot.


"Siang pak" ucap semua siswa serentak.


"Hari ini bapak akan melakukan razia karena teman kalian ada kehilangan dompetnya, dimana di dalamnya ada barang berharga jadi bapak mohon kerja samanya"


"Baik pak" ucap semua siswa serentak.


Valeria yang duduk bersama dengan Tika segera bangun menuju ke depan meninggalkan tas bawaan mereka untuk di periksa. Selang 10 menit salah satu anggota osis lalu memanggil pak Gatot.


"Pak apa ini dompetnya" ucap Satria anak kelas 3.


Pak Gatot melihat dompet itu dan mencocokan dengan foto yang di kirim Kelly tadi. Ternyata sama itu adalah dompet yang sedang mereka cari.


"Siapa pemilik tas ini?" tanya pak Gatot.


"Saya pak" ucap Valeria sambil mengangkat tangan.


"Kamu ikut bapak ke ruang guru karena dompet yang hilang ada dalam tas kamu" ucap pak Gatot.


"Apa bagaimana bisa pak" ucap Valeria dengan bingung.


"Cih! Ternyata loe itu seorang pencuri ya" ucap Rian dengan sinis.


"Jaga ucapan loe Rian gue bukan pencuri" bentak Valeria.


"Mana ada maling mau ngaku" cibir Rian dengan sinis.


"Sudah-sudah jangan pada ribut. Kamu Valeria ikut bapak sekarang" ucap pak Gatot dengan tegas.


"Baik pak" ucap Valeria.


Valeria lalu mengikuti pak Gatot yang sudah keluar lebih dulu, saat keluar Valeria bisa mendengar bisik-bisik teman sekelasnya tentang namanya tapi ia tidak perduli.


"Rasain loe Valeria" gumam Rian sambil tersenyum puas.


❄❄❄❄❄


To be continue..............


Jangan lupa beri dukungan kalian lewat vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀