Love Struggle

Love Struggle
Chapter 104



🌻Lakukanlah yang terbaik tidak perduli apa kata orang lain, selagi apa yang kamu lakukan adalah yang terbaik🌻


.


.


.


.


Semalam Bryan dan Ares sudah berangkat ke Italia untuk mengurus semua konflik permasalahan keluarga Bryan. Pagi ini Valeria sedang menatap jalanan California sejak semalam ia tak tidur karena insomnianya semakin parah.


Sampai kapan gue bakal kayak gini, batin Valeria dengan wajah sedingin es.


Auranya menguar di dalam apartemen saat mengingat sejak kapan ia tidak bisa tidur. Bahkan ia sangat membenci orang yang sudah membuatnya trauma dengan bunga mawar.


Prang..................


Kursi di samping Valeria hancur di tendangnya, emosinya memuncak mengingat dua orang yang paling dia benci dalam hidupnya yaitu Budi Kusumo dan Arinta Cahya Winata - Kusumo.


Tanpa keduanya Valeria mungkin tidak akan pernah ada di dunia ini tapi siapa sangka karena keduanyalah Valeria merasa hidupnya seperti berada di dasar jurang yang sangat dalam dan gelap.


Prang........prang........prang.......prang.......


Yorla yang baru masuk ke dalam apartemen Valeria kaget bukan main mendengar suara benda pecah. Apa lagi ruang tamu penthouse Valeria sudah hancur berantakan seperti baru saja di tempa angin topan.


"Si....ster" panggil Yorla dengan gugup.


"Keluar!" bentak Valeria dengan suara melengking.


Yorla segera keluar tak membantah seperti biasa ia tahu saat ini emosi Valeria tak stabil jadi jangan pernah mengganggunya. Sedangkan di dalam penthouse Valeria menutup matanya meredakan emosinya saat ini.


Kring..........


Valeria membuka mata saat mendengar hpnya berbunyi. Ia melirik sekilas melihat nama Eyes One yang tertera di sana.


^^^"Heemmmm"^^^


"Halo master"


^^^"Bagaimana"^^^


"Semua bukti sudah saya serahkan ke tangan tuan muda master"


^^^"Good. Apa kangmas lihat wajah loe"^^^


"Tidak master"


^^^"Heemmm! Bagaimana kedua orang itu"^^^


"Keduanya saat ini sudah jatuh miskin master dan bahkan hidup mereka sekarang di kejar-kejar depcolector"


Hahahaha............


Valeria tertawa mendengar ucapan Eyes One ia sudah bisa membayangkan apa yang terjadi kepada keduanya. Wajahnya tersenyum menyeringai memikirkan apa yang harus ia perbuat untuk keduanya.


^^^"Loe buat hidup mereka semakin menderita. Buat mereka setidaknya mati pun tak bisa bahkan hidup pun tak bisa"^^^


"Baik master"


^^^"Pantau anak haram itu saat kembali ke mansion pak tua itu"^^^


Valeria segera memutuskan panggilannya sepihak tak mendengar balasan Eyes One. Ia tersenyum menyeringai memikirkan dua orang yang ikut berperan saat ia di jebak.


Tak berselang lama Raksa dan Yorla masuk setelah Valeria mengirim pesan ke keduanya. Mata keduanya terbelak melihat semua benda di ruang tamu hancur tak tersisa.


Begini nih jadi orang kaya, batin Raksa sambil menggelengkan kepalanya.


"Sister" cicit Yorla dengan takut.


"Heemm"


Yorla membuang napas dengan lega melihat Valeria tak emosi lagi, sedari dulu ia paling takut melihat Valeria emosi sedangkan Valeria hanya melirik keduanya dengan acuh.


"Suruh orang bersihkan ini semua Yorla"


"Oke sister"


"Sekalian ganti semua furniture di dalam sini"


"Apa" pekik Yorla dengan kaget.


"Ada masalah?" tanya Valeria dengan tatapan datar.


"Bukannya baru sebulan sister beli semua furniture ini, kenapa di ganti lagi" ucap Yorla memprotes.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Valeria menatap Yorla dengan tatapan dingin dan datar tak ada ekspresi apapun di wajahnya. Melihat hal itu Yorla menjadi kikuk sendiri karena tak tahu harus berbicara apa.


"Gue ngak butuh ijin loe buat ganti semua milik gue" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Uhmmm.......maaf sister" ucap Yorla dengan takut.


"Heeemmm"


Yorla segera menelpon petugas kebersihan tak lupa menyuruh manager apartemen Kingdom memesan furniture baru untuk ruang tamu penthouse Valeria. Raksa yang sedari tadi diam hanya melihat saja dan menunggu perintah Valeria.


"Raksa 2 jam lagi loe jemput Riki dan Rani di bandara"


"Maksud master" ucap Raksa dengan bingung.


"Loe dengar dengan jelas apa omongan gue"


"Baik master" ucap Raksa dengan wajah berseri-seri.


Raksa segera pergi dengan hati senang membuat Yorla mengerutkan keningnya yang baru saja dari dapur mengambil minum buat Valeria.


"Si om tua itu kenapa sister?" tanya Yorla dengan kepo.


"Dia mau jemput tunangan dia"


"Omo omo.....pantes aja om tua itu senang banget" ucap Yorla dengan histeris.


"Heemmm"


"Sister" ucap Yorla dengan puppy eyes.


"Apa yang loe mau?" tanya Valeria yang sudah tahu kebiasaan Yorla kalau menunjukkan puppy eyes.


"Sister ada cincin keluaran terbaru dari Tiffani dan itu cuma ada 5 aja di dunia"


"Nanti gue beli buat loe"


"Yang benar sister" ucap Yorla dengan mata berbinar.


"Heemmm"


Yorla berjingkrak-jingkrak senang mendengar ucapan Valeria, ia dari awal sudah jatuh cinta dengan cincin yang akan di produksi perusahaan Tiffani bulan depan.


Yorla sudah tak sabar ingin pamer ke teman sosialitanya dan akan membuat gosip kecil mengenai cincin tersebut.


"Jangan bawa nama gue di cincin itu" ucap Valeria yang tahu pikiran Yorla.


"Hehehe.........oke sister" ucap Yorla sambil cengesan.


~ Heaven Club ~


Keesokan harinya Yorla dan Zero memaksa Valeria untuk ikut ke club. Valeria yang sumpek dengan pekerjaannya memilih untuk ikut.


Kali ini Valeria, Yorla, Zero, Riki, Raksa, dan Rani memutuskan ke club paling mahal di California.


"Noona jangan minum ya disana" ucap Zero yang tak mau Valeria minum di club.


"Heemmm"


"Ganteng jangan jauh-jauh dari eke ya pokoknya you harus sama eke terus" ucap Yorla dengan suara centil.


"Ckk!! Jauh-jauh sana jangan nempel sama aku kayak cicak!" bentak Zero merasa risih di tempel Yorla sejak pagi.


"Ihhh.....jangan marah-marah ganteng nanti eke semakin cinta" pekik Yorla dangan histeris.


Raksa dan Riki hanya menggelengkan kepala mereka melihat kelakuan Yorla. Sedangkan Rani merasa geli melihat wajah Zero yang sangat risih di tempel Yorla.


"Sayang pokoknya di sana jangan sentuh minum apapun ya" ucap Raksa dengan lembut mengelus kepala tunangannya Rani.


"Iya sayang" ucap Rani sambil tersenyum manis.


Cup............


"Tenang saja kakak ipar gue ngak bakal macam-macam kok cuma satu macam aja" ucap Raksa sambil terkekeh.


"Apa? Sialan loe! Jangan panggil gue kakak ipar risih gue!" ketus Riki dengan kesal.


Raksa dan lainnya hanya tertawa saja melihat wajah kesal Riki, Valeria langsung masuk ke dalam club diikuti lainnya setelah mematikan panggilan dari Juan tadi.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Saat di dalam club tatapan lapar pria hidung belang langsung menatap lapar Valeria yang berjalan paling depan. Tapi sedetik kemudian mereka langsung membuang muka tak ingin melihat Valeria saat di tatap dingin oleh Valeria.


"Sister kita ke lantai 2 ruang VIP aja" teriak Yorla dengan kencang karena bunyi dentuman musik yang sangat kencang.


"Heemmm" deham Valeria sambil mengangguk kepala.


Mereka lalu naik ke lantai dua ruang VIP saat masuk ke dalam suasana temaram dan banyak minuman alkohol dengan harga mahal berjejer di atas meja. Melihat hal tersebut Yorla dan Zero langsung mengambil tequila dan meminumnya.


"Noona mau kemana?" tanya Zero.


"Lantai dansa" ucap Valeria sambil berlalu.


Mendengar hal tersebut Zero dan Yorla juga bergegas ikut dengan Valeria. Sampai di bawah ketiganya bergoyang meliuk badan mengikuti irama musik DJ.


Tanpa Valeria sedari ternyata ada sepasang mata coklat tajam yang menatapnya dengan penuh amarah. Valeria tersentak saat tangannya di tarik oleh seseorang dan saat melihat siapa yang menariknya ia kaget ternyata itu adalah Thomas.


"Apa yang kamu lakukan!" bentak Valeria dengan suara tinggi.


Thomas tak perduli dengan bentakan Valeria dan terus menariknya menuju lantai dua. Sampai di lantai dua keduanya lalu masuk ke ruangan biasa khusus untuk Thomas.


Keduanya saling menatap dengan tatapan dingin, entah kenapa Thomas merasa sangat marah saat melihat Valeria bergoyang di bawah sana.


"So apa yang kamu lakukan kepadaku" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Apa yang kamu lakukan disini dengan pakaian seperti itu!" bentak Thomas.


Valeria mengangkat alis sebelahnya bingung dengan pertanyaan Thomas. Valeria tersenyum sinis sambil bersedekap tangan di dada.


"Memangnya siapa kamu mengurusi hidupku!" bentak Valeria dengan suara tinggi.


Cup..........


Seketika Thomas mencium bibir Valeria dengan kasar, matanya melotot kaget karena ciuman pertamanya di ambil Thomas.


Valeria mendorong Thomas dengan kasar sambil mengumpat Thomas dalam hati, merasa pasokan udara semakin menipis ciuman keduanya terlepas.


"From now you are mine" (mulai sekarang kamu milikku) ucap Thomas dengan napas tak beraturan.


"In you dream as****e" (dalam mimpimu bajingan) ucap Valeria dengan sinis.


"Bibir kamu menggoda seperti ucapanmu baby" ucap Thomas sambil tersenyum menggoda.


"Sampai kapan pun aku bukan milikmu" teriak Valeria dengan suara tinggi.


"Aku tidak perduli! Mulai detik ini kamu jadi pacarku dan aku tidak mau melihat kamu berpakaian seperti ini. Jika tidak akan aku pastikan saat itu juga kita akan berakhir di ranjang" ucap Thomas dengan suara dingin.


"Ckk!! Aku tidak sudi di sentuh sama kamu" ucap Valeria dengan tatapan membunuh.


Thomas terkekeh dan kembali mencium bibir Valeria dengan lembut, bahkan membuat Valeria terhanyut dalam ciuman itu meski ia tak membalas ciuman Thomas.


Thomas tersenyum melihat Valeria yang terbawa ciumannya dan segera memeluk tubuh Valeria dengan erat.


Malam itu Thomas sudah bertekad akan membuat Valeria menjadi miliknya sesuai perasaannya. Entah kenapa Valeria yang biasanya kuat di depan musuh bisa lemah saat berhadapan dengan Thomas.


Tanpa Valeria sadari ternyata ia sudah jatuh dalam pelukan Thomas sedari awal mereka bertemu di rumah sakit. Saat itu Valeria menepis pikirannya dari Thomas tapi tidak saat ini.


"First kiss........heemmm" ucap Thomas dengan lembut sambil mengelus bibir Valeria dengan lembut.


"As****e" ucap Valeria dengan napas satu-satu.


Hehehehe........


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Bajingan ini sekarang pacar kamu honey" ucap Thomas sambil terkekeh.


Grep........


Thomas memeluk tubuh Valeria dengan erat menghantarkan rasa nyaman dan tenang di dalam pelukan keduanya. Keduanya saling memeluk mencium aroma tubuh masing-masing yang menenangkan.


"Aku sangat menyukai bau harum tubuhmu honey sangat menenangkan" bisik Thomas sambil menghirup aroma tubuh Valeria.


"Heeemmm"


Tak lama Thomas mendengar suara Valeria yang teratur, ia melihatnya dan tertawa karena Valeria tertidur dalam pelukannya. Karena merasa nyaman dan tenang Valeria yang sejak 2 hari tidak tidur seketika tertidur dengan pulas.


Thomas keluar sambil mengendong Valeria dan tak lupa menutup paha Valeria dengan jas miliknya.


Zero dan Yorla yang asyik di lantai sana tak mengetahui jika Valeria sudah tak bersama dengan mereka begitu pula dengan Raksa, Riki, dan Rani.


~ Blue Ocean Apartment ~


Valeria terbangun setelah 2 jam kemudian seperti biasa, saat itu ia melihat ke sekeliling dan tak mengenali dimana ia berada. Satu yang ia tahu jika ini adalah kamar Thomas karena aroma maskulin Thomas sangat mendominasi.


Ceklek..........


Pintu kamar terbuka membuat pandangan Valeria langsung tertuju ke sana. Ia melihat Thomas yang masuk memakai bathrobe sambil memegang segelas air.


"Kenapa bangun honey?" tanya Thomas dengan suara lembut.


"Dimana aku?" tanya balik Valeria dengan tatapan dingin.


"Di apartemenku Blue Ocean apartment" ucap Thomas sambil naik ke ranjang.


"So this is your bedroom" (jadi, ini kamarmu) ucap Valeria dengan sinis.


"Off course honey" (tentu saja sayang)


Valeria tak mengatakan apa-apa dan bergegas bangun membuat kening Thomas berkerut. Ia pikir Valeria ingin ke kamar mandi tapi melihat Valeria yang ke arah pintu ia langsung tahu.


"Mau kemana"


"Pulang"


"No honey sudah terlalu larut. Malam ini kamu nginap disini"


"Aku tidak perduli"


"Jangan membantahku honey aku tidak suka penolakan" ucap Thomas dengan tatapan dingin.


"Ckk!! Menyebalkan" decak Valeria dengan ketus.


"Valeria" desis Thomas dengan emosi.


Valeria tak perduli dan berlenggang keluar baru saja sampai di anak tangga tubuhnya di tarik oleh Thomas. Tatapan mata Thomas berkilat menahan emosinya karena baru kali ini ia mendapat penolakan oleh seorang gadis yang sudah ia klaim sebagai pacarnya.


"Lepaskan"


"Aku bilang kamu nginap malam ini di sini" ucap Thomas dengan penuh penekanan.


"In your dream as****e" (dalam mimpimu bajingan)


"Jangan memancing emosiku Valeria"


"Aku tidak perduli. Aku mau pulang sekarang jadi jangan menghalangiku"


"No malam ini kamu tidur disini. Lagian tidak baik seorang gadis malam-malam di luar"


"Hahahaha...........yakin sekali kamu kalau aku itu seorang gadis" ucap Valeria sambil tertawa mengejek.


Cup..............


Thomas mencium bibir Valeria dengan kasar dan menuntut. Valeria memberontak sambil mendorong Thomas tapi tidak bisa, entah kenapa tubuhnya selalu lemah jika berhadapan dengan Thomas.


"Jika kamu bukan seorang gadis maka kamu tahu cara membalas ciumanku honey" ucap Thomas sambil tersenyum smirk.


"Berengsek!" maki Valeria dengan sinis.


"Bibirmu sangat manis honey" ucap Thomas sambil terkekeh.


❄❄❄❄❄


To be continue.................