Love Struggle

Love Struggle
Chapter 97



🌻Apapun yang kamu yakini benar maka kerjakanlah, karena setiap orang memiliki keyakinan masing-masing yang tidak di mengerti orang lain🌻


.


.


.


.


Valeria kaget bukan main dan terjatuh di aspal saat mobil tiba-tiba mengerem. Darah yang keluar dari bahu dan lengannya sedari tadi membuat tubuhnya menjadi sangat lemah.


Pandangan mata Valeria kabur saat beberapa orang menghampirinya, ia tidak bisa melihat dengan jelas wajah orang di depannya. Entah orang di depannya itu baik atau jahat Valeria tak memperdulikannya.


Wajah Valeria semakin pucat karena darahnya keluar sangat banyak, orang yang hampir menabraknya kaget bukan main melihat tubuh Valeria yang penuh darah. Tiba-tiba seorang wanita hamil menghampiri mereka.


"Pak Max apa yang terjadi?" tanya Chloe yang keluar dari dalam mobil karena penasaran.


Ya mobil yang hampir menabrak Valeria adalah mobil milik Chloe Elisabeth Leonard - Wesly. Dia adalah istri dari direktur Wesly Group perusahaan no 1 di dunia yaitu Xavier Arthur Wesly.


"Ada seorang gadis yang terluka nyonya" ucap pak Max.


"Apa dia tertabrak mobil kita?" tanya Chloe dengan panik.


"Tidak nyonya karena tadi saya sempat mengerem mobil kita" ucap sang sopir.


Chloe melihat tubuh Valeria yang tergeletak di depan mobil dengan kasihan. Ia lalu menyuruh pengawal memasukkan Valeria ke dalam mobil dan bergegas pergi ke rumah sakit.


"Kamu bertahan ya" ucap Chloe sambil mengelap wajah Valeria yang penuh dengan darah.


"S.....ia....pa k....amu" ucap Valeria dengan terbata.


"Aku Chloe. Kamu jangan bicara dulu kita dalam perjalanan ke rumah sakit" ucap Chloe dengan wajah panik.


Valeria menatap Chloe dengan tatapan sayu dan akhirnya ia pingsan. Melihat Valeria yang pingsan Chloe menjadi sangat panik, ia tidak memperdulikan dres yang dia pakai sudah penuh darah.


Chloe sangat kasihan melihat tubuh Valeria yang berlumuran darah, entah kenapa ia merasa Valeria sama sepertinya waktu ia di usir dari keluarga Rosemary.


Apa yang terjadi sama loe kenapa tubuh loe penuh darah kayak gini, batin Chloe dengan penasaran.


~ Wesly Hospital ~


Mobil Chloe berhenti tepat di depan lobby Wesly hospital, pak Max lalu keluar dan menyuruh suster membawakan brankar. Pihak rumah sakit yang mengenal siapa Chloe segera melayaninya.


"Selamatkan gadis itu dok" ucap Chloe saat dokter Lili datang.


"Baik nyonya kami akan berusaha semaksimal" ucap dokter Lili.


"Heeemmm"


Chloe berdiri di depan ruang UGD dengan perasaan gelisah. Tak lama pak Max datang sambil membawa kain untuk mengelap tangan Chloe yang penuh darah tapi ia menolak.


"Nyonya apa kita tidak jadi ke markas" ucap pak Max.


"Ah! Benar aku lupa tapi siapa yang akan menemani gadis itu" ucap Chloe dengan khawatir.


"Biar nanti pengawal yang menemani gadis itu sekalian mengurus administrasinya nyonya" ucap pak Max.


"Heeemmm! Ya sudah ayo kita ke markas" ucap Chloe dengan tegas.


"Baik nyonya.


Chloe dan pak Max lalu meninggalkan Wesly Hospital tak lupa menyuruh pengawal menemani Valeria dan mengurus semua administrasi. Sedangkan di dalam ruang UGD dokter Lili kaget saat suster merobek baju Valeria.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Dok pasien kehilangan darah sangat banyak" ucap salah satu perawat.


"Siapkan 2 kantong darah sesuai golongan darah pasien"


"Iya dok"


"Bersihkan darah di seluruh tubuhnya, dan siapkan peralatan untuk mengeluarkan peluru di bahu dan lengan pasien" ucap dokter Lili dengan tegas.


Meski sangat penasaran apa yang sebenarnya terjadi dengan gadis yang ia tangani, tapi ia tetap fokus untuk mengeluarkan peluru di tubuhnya. Setelah 2 jam akhirnya peluru di tubuh Valeria berhasil di keluarkan.


Dokter Lili yang keluar dari ruang UGD langsung di sambut salah satu pengawal Chloe. Setelah memberitahu keadaan Valeria brankar Valeria lalu di dorong menuju salah satu ruang VIP di lantai 5.


~ Kingdom Apartment ~


Eyes two dan three akhirnya sampai di basement parkiran apartemen Kingdom. Keduanya yang seorang ninja dengan cepat menaruh tubuh kedua pengawal Valeria dekat mobil tak jauh dari anggota Black Shadow yang sedang berjaga.


Anak buah Valeria yang sedang berpatroli kaget melihat 2 orang yang tergeletak di samping mobil dengan tubuh penuh darah. Dengan cepat ia segera memberitahu Raksa setelah mengenali siapa mereka.


"Kemana loe?" tanya Bryan yang baru turun dari lantai dua.


"Dua anak buah gue yang di culik udah ketemu" ucap Raksa sambil berlalu.


Bryan yang penasaran segera mengikuti Raksa entah kenapa hatinya tak tenang sedari tadi. Baru saja mereka akan keluar dari lift anak buah mereka sudah berdiri di depan lift sambil menggotong tubuh kedua teman mereka.


"Ini" ucap Bryan dengan kaget.


"Kenapa loe semua ngak bawa ke rumah sakit" bentak Raksa dengan emosi.


"Udah ngak ada waktu lagi bro bawa aja ke atas kebetulan dokter Lauren ada di atas kan" ucap Bryan.


"Heemmm"


Mereka kembali naik ke apartemen Raksa yang berada satu lantai dengan apartemen Bryan. Sampai di apartemen Raksa dokter Lauren sudah menunggu mereka di depan pintu.


"Dok selamatkan keduanya" ucap Raksa dengan khawatir.


Dokter Lauren lalu di bantu 2 orang anggota Black Shadow yang kebetulan mengerti tentang medis. Bryan dan Raksa senantiasa berdiri dekat ranjang melihat ketiganya yang cekatan membersihkan darah dan luka di tubuh keduanya.


"Bagaimana keadaan Wili dan Sandi dok?" tanya Raksa dengan cemas.


"Maaf tuan tapi kondisi keduanya sangat parah terutama rusuk keduanya patah tuan dan juga di sekujur tubuh mereka di penuhi dengan lebam tuan"


"Apa" ucap Raksa dengan kaget.


"Beruntung kepala keduanya tidak mengalami cidera hanya ada luka luar saja tuan. Tapi untuk tuan Wili kaki kanannya patah dan butuh beberapa bulan baru bisa sembuh tuan"


"Baik dok tolong rawat mereka berdua"


"Baik tuan"


Raksa dan Bryan lalu keluar dari kamar tamu menuju ruang tamu. Di sana anak buah Raksa yang tadi membawa Wili dan Sandi sudah menunggu Raksa dan Bryan.


"Jelaskan dimana kalian menemukan Wili dan Sandi" ucap Bryan dengan tatapan dingin.


Salah satu anak buah Valeria langsung menjelaskan dari awal sampai akhir. Ia juga menunjukkan kertas yang di pegang Wili tadi Bryan dan Raksa yang membaca isi kertas tersebut mengernyitkan kening.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Apa ini dari Valeria?" tanya Bryan.


"Bisa jadi tapi dimana master"


"Loe semua ngak lihat keberadaan Valeria disana. Dan apa kalian sudah mengecek cctv" ucap Bryan dengan tatapan tajam.


"Maat bos tapi master tidak berada di sana dan untuk cctv di basement parkiran sedang di perbaiki sedari kemarin bos"


"Heemm! Kalian boleh pergi" ucap Raksa.


Setelah kepergian anak buah mereka Raksa dan Bryan diam sambil memikirkan sesuatu di otak mereka. Keduanya saling bertatap muka mengatakan apa yang mereka pikirkan sama.


"Kita harus cari Valeria" ucap Bryan dengan suara dingin.


"Loe lupa perintah master. Kita keluar sekarang anak buah bokap loe bakal nangkap kita sedangkan kita ngak tahu dimana posisi mereka sekarang"


"Sial!" teriak Bryan dengan kesal.


Pikirannya tak tenang memikirkan keberadaan Valeria yang entah berada di mana. Mereka hanya bisa menunggu dengan cemas berharap Valeria bisa datang secepatnya.


~ Kusumo Group ~


Bagas yang sedang memeriksa berkas di ruangannya seketika kaget saat foto Valeria jatuh dengan sendirinya sampai pecah. Jantungnya berdetak dengan cepat melihat foto Valeria yang sudah hancur di lantai.


"Dek kamu baik-baik saja kan" gumam Bagas sambil memegang jantungnya yang berdebar dengan cepat.


Tok..........tok.........tok.......


Pintu ruangan Bagas diketuk sehingga mengagetkan Bagas yang kepikiran tentang Valeria. Ia lalu mengambil foto Valeria dan menyuruh orang yang mengetuk untuk masuk.


"Ada apa?" tanya Bagas dengan suara dingin.


"Maaf tuan direktur SR company sudah di lobby" ucap Ahmad.


"Bawa mereka langsung ke ruangan meeting"


"Baik tuan"


"Oh jangan lupa suruh OB untuk membersihkan pecahan kaca dan jangan lupa beli bingkai baru"


"Baik tuan"


Ahmad yang melihat pecahan kaca di dekat meja kerja Bagas hanya diam saja.


Meski ia sangat penasaran kenapa foto Valeria bisa pecah di lantai ia tak berani bertanya, ia lalu menyuruh sekertaris Bagas memanggil OB tak lupa membeli bingkai yang baru.


"Selamat siang tuan muda Rahardian" ucap Bagas dengan tegas sambil menjabat tangan Sean Rahardian.


"Selamat siang juga tuan muda Kusumo" ucap Sean dengan suara dingin membalas jabatan tangan Bagas.


Keduanya yang berwajah datar dan dingin membuat asisten mereka menelan saliva dengan susah karena merasakan aura yang sangat mencekam di dalam ruangan meeting.


"Kita mulai **meeting**nya" ucap Bagas dengan suara dingin.


"Heemmmm"


Selama 2 jam Sean dan Bagas membahas kerja sama mereka yang akan membangun hotel Kusumo Group di Bali.


Setelah mencapai kesepakatan keduanya saling berjabat tangan perusahaan Sean yang akan menjadi kontraktor untuk pembangunan hotel terbaru Kusumo Group.


"Senang berkerja sama dengan anda tuan muda Kusumo" ucap Sean dengan tatapan datar.


"Terima kasih tuan muda Rahardian dan suatu kehormatan juga untuk kami Kusumo Group menjalin kerja sama dengan perusahaan anda"


Keduanya lalu berjabat tangan sebelum mengakhiri meeting, Ahmad mengantar Sean dan Dimas asistennya hingga sampai ke lift khusus direktur.


Bagas yang sudah masuk ke dalam ruangannya lalu mengambil foto Valeria dan menaruhnya di dalam bingkai yang baru.


"Kangmas kangen sama kamu dek" ucap Bagas dengan sedih.


❄❄❄❄❄


To be continue..............


Hay guys jangan lupa tinggalkan jejak kalian yang sebanyak-banyaknya ya buat author lebih semangat lagi nulisnya❀😘